Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Kabar Duka


__ADS_3

Adam dan Rumi turun dari mobil,mereka sampai ke Jakarta pukul 9 malam.


Adam berjalan masuk mansion sambil berbicara lewat panggilan telpon dengan istrinya.


Mas sudah sampai.


Tanya hanum di sebrang telepon


Mas baru sampai, sayang jangan lupa istrirahat yang cukup, jangan terlalu lelah.


Oke Daddy


Daddy, Rumina mana Ze ingin berbicara.


Ucap Zea yang mengambil paksa telpon dari Mommy Hanum.


Mendengar keinginan putrinya Adam langsung memberikan ponselnya pada Rumina.


Saat masuk terlihat para ART menyambut kedatangan tuan mudanya.


" Tuan ada tamu yang menunggu anda dari satu jam yang lalu." Ucap Bi Mina sambil membawa tas Adam.


" Tamu ? Siapa Bi? " Adam heran ia tidak memiliki janji dengan siapapun.


" Nona Anggel, Ia menunggu Anda di ruang tamu."


Adam lalu melangkahkan kakinya ke ruang tamu, terlihat di sana Anggel duduk sambil memainkan ponselnya.


" Anggel, Ada apa?" Adam masuk dan duduk di kursi  yang berhadapan dengan Anggel.


" Adam kau sudah datang , maaf aku menggangu, Ada hal penting yang ingin aku sampaikan."


" Penting? Tentang apa?"


" Bella......"


Mendengar nama itu Adam terdiam.


" Dam aku tau perbuatan Bella tidak bisa di maafkan begitu saja, tapi aku mohon izinkan Ia berjumpa dengan Rumi."


Adam masih terdiam Ia tidak memberikan respon apapun membuat anggel kebingungan harus mengatakan apa lagi agar Adam mau mengizinkan Rumi berjumpa dengan Ibunya.


" Dam, Bella sangat menyesal, ku mohon untuk terakhir kalinya izinkan Dia bertemu Rumi."


" Terakhir apa maksudmu."


" Bella.... mengalami gagal ginjal akut."


Bella yang sering mengonsumsi minuman keras dan obat-obat pelangsing agar tubuhnya tetap terjaga mengakibatkan ginjalnya rusak, saat di penjara Ia yang selalu pingsan tiba-tiba tidak menyadari jika dirinya gagal Ginjal dan tidak mendapatkan perawatan intensif membuat kondisinya memburuk.


Adam Terdiam sejenak ia merasa iba terhadap Bella, Ia mengingat perkataan Hanum untuk mempertemukan Rumi dengan Ibunya adalah hal yang tepat.


" Baiklah besok aku akan membawa Rumi. Dimana Ia di rawat."


" Rumah Sakit Miranti. Terima kasih Dam."  Anggel lalu pamit.


Setelah kepergian Anggel, Adam masuk ke kamar Rumina yang hendak tidur.


" Rumi, Apa Daddy mengganggu."


" Tidak, Rumi belum tidur ada apa?"


Adam mendekati Dan duduk di ranjang Rumi sambil membelai kepala keponakannya.


" Rumi, apa kau ingin bertemu mamah Bella."  Rumi terdiam


" Apa daddy mengizinkan?" Rumi malah balik bertanya membuat Adam tersenyum karena merasa lucu.

__ADS_1


" Tentu saja, tidurlah besok pagi kita menjenguk mamah Bella."


" Benarkah , terima kasih daddy." Rumi memeluk Adam.


" Setelah dari mamah kita jenguk papah Bima."  Adam menganggukan kepalanya.


" Daddy Adam yang terbaik." Rumi mencium pipi Adam.


Adam mengganti lampu kamar rumi dengan lampu tidur, dan keluar dari kamar keponakannya.


*****


Pagi pagi sekali Rumina sudah bangun, Ia bergegas mandi dan segera bersiap-siap sudah tidak sabar berjumpa dengan ibunya.


Setelah selesai sarapan, Adam mengantarkan Rumina Ke rumah sakit tempat Bella di rawat. Saat di perjalanan telponnya berdering Ia meronggoh sakunya terlihat nama anggel tampil di layar ponselnya.


Halo Adam, segera bawa Rumi , kondisi Bella menurun, cepatlah.


Sebentar lagi kami sampai.


Adam menutup telponnya, dan menyuruh supir pribadinya untuk menjalankan mobilnya dengan cepat.


Akhirnya sampailah mereka di rumah sakit, Ia membawa Rumina dengan langkah besarnya melewati lorong rumah sakit yang terasa panjang hingga sampailah pada ruangan ICU tempat dimana Bella di rawat.


" Daddy Mengapa kita di rumah sakit?" Rumina heran, bukankah ibunya ada di penjara.


" Ayo masuk, ibu mu sedang sakit makannya kita kemari."


Ceklek ...


Pintu terbuka terlihat Bella terbaring lemah ia menatap ke arah Rumina yang berjalan perlahan keranjangnya.


" Mamah.... mamah sakit hek .....hek." Rumi menangis melihat ibunya yang terlihat pucat.


" Ru...mi kau datang sayang...naiklah ke mari." Rumi naik ke ranjang Bella.


" Terima kasih sudah menjenguk mamah. mamah rindu rumi. maafkan mamah." Air mata bella mengalir dimatanya tanpa permisi.


" Mamah baik- baik saja, Sayang... maafkan mamah."


" Rumi sudah maafin mamah"


" Terima kasih, Rumi boleh ma...mah..." Bella terdiam sebentar Ia begitu lemah untuk berbicara.


" Ru...mi sam...paikan maaf Mamah pa...da pa...pah,  Opa dan Oma....mu." dengan terbata- bata bella berbicara.


" No... mamah  saja yang mengatakan itu sendiri."


" Mamah sudah tidak ta...han lagi... ma..mah lel....ah..kau...anak Baik ...mamah.mo..hon sampaikanlah."


" Mengapa mamah harus lelah, Rumi akan jaga mamah , rumi akan minta daddy Adam agar mamah di bebaskan dan kita akan berkumpul kembali." Rumi semakin erat memeluk ibunya.


Ia  melepas pelukannya dan  turun dari ranjang lalu menarik lengan Adam membawanya mendekat pada Bella.


" Daddy tolong bebaskan Mommy." Rumi memohon pada Adam agar Ibunya bisa di bebaskan.


Adam hanya diam ia melihat Bella dengan tatapan iba, hal serupa terulang kembali lima tahun yang lalu ia melihat Nisa yang terbaring lemah, dan sekarang Bella merasakan apa yang di rasakan Nisa dulu.


Apakah ini sebuah karma tentu saja bukan karena sesungguhnya  tak ada karma, Ini semua sudah suratan takdir.


Tit...tit....


Terdengar bunyi monitor ICU yang memperlihatkan tanda vital Bella menurun.


Melihat itu Anggel memijit tombol darurat memanggil dokter.


Tidak lama dokter datang dengan dua orang perawat, mereka meminta semua orang untuk keluar.

__ADS_1


" Mamah....mamah." Rumi menangis Ia tidak mau keluar Ia ingin melihat ibunya, dengan susah payah Adam membawa Rumina keluar.


" Rumi, tenanglah, dokter sedang mengobati ibumu." Adam memeluk Rumi membawanya duduk.


Anggel duduk di sebelah Rumi Ia berdoa semoga Bella baik- baik saja.


Pintu lalu terbuka dokter tadi keluar dengan wajah yang sulit di artikan, Ia menggelengkan kepalanya. Jika pasien sudah tidak bisa bertahan lama lagi.


" Silahkan masuk." Dokter berlalu pergi meninggalkan anggota keluarga pasien untuk masuk.


" Mamah... jangan tinggalkan Rumi."


" Sayang, Maafkan mamah kau tidak akan sendiri ada banyak orang yang menyayangimu. Jadilah anak yang baik." Bella menangis buliran air mata tak berhenti mengalir membasahi pipinya.


Bella melirik pada Adam yang berdiri di samping Rumina.


" Dam .... Maa...f!


Tettttttttt........


Bella menutup mata untuk selamanya dalam penyesalan yang mendalam.


" Mamah bangun bangun.!" Rumina histeris menangis di atas tubuh kaku ibunya yang sudah tak bernyawa lagi.


Anggel menangis tersedu-sedu menyaksikan sepupunya sudah meninggalkan dunia ini.


Hardi dan bagas masuk ruangan , melihat asistennya datang Adam memerintahkan mereka untuk mengurus pemakaman Bella, walaupun Bella sudah melakukan perbuatan yang tidak baik Ia tetaplah Ibu kandung Rumina, dan Adam akan memberikan pemakaman yang layak untuknya sebagai ibu dari keponakannya.


Kabar duka sudah tersebar dengan cepat, hanum yang mendapatkan kabar duka ini dari Adam tidak menyangka jika Bella sudah tiada.


Pemakaman dilakukan pada siang hari, terlihat Adam, rumina, Ardi, Arka, Alya, Ana, bagas, Hardi, anggel dan beberapa kerabat dekat, menghadiri pemakaman kecuali Ibrahim dan Lydia tidak menghadiri pemakaman karena masih diperjalanan.


********


DI tempat lain tepatnya di penjara, Aldo kedatangan seseorang yang memberikan Ia beberapa obat.


" Minumlah langsung 3 tablet." Kata Ayah Aldo James Utama.


" Ok...." Jawab Aldo tersenyum smirk


" Apa kau tau Bella sudah tiada."


" Benarkah! Malang sekali nasibnya."


Ha....ha.....ha....


" Wijaksono sedang berduka."


Aldo berdiri ia memukul meja.


Brak.....


" Hidup mu akan penuh dengan duka Adam Wijaksono."


Dendam masih menyelimuti aldo ia di dukung ayahnya akan membalas dendam pada Adam yang sudah berani membuatnya hancur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo reader apa kabarnha semoga sehat selalu🙏


Jangan lupa tinggalkan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


Sebagai dukungan buat author


Terima kasih❤️🙏🏻


__ADS_2