
Kasih sayang keluarga merupakan kebahagiaan yang tak tergantikan. penting untuk dijaga dengan saling mengasihi satu sama lain antar anggota keluarga.
Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang bisa saling memahami satu sama lain suka duka di lalui bersama. Tapi tidak untuk Bima Dan Bella yang hampir tiap malam mereka habiskan dengan beradu mulut seperti saat ini.
" Mas, apa maksudmu memberhentikanku?" Bella menarik lengan suaminya yang hendak pergi.
" Kenapa kau bertanya padaku? Tanya padamu sendiri!" Ucap Bima dengan kesal sambil melepaskan cengkaraman bella.
Setelah mengetahui perbuatan Bella yang sudah melakukan korupsi. Bima langsung memberhentikan Istrinya dari jabatannya sebagai Direktur keuangan.
" Mas, kau tidak berhak memecatku hanya papah yang bisa memecatku!" Bella tetap kukuh tidak menerima keputusan suaminya itu.
" ok' kau ingin papah tahu semua kebusukanmu? " Bima menarik Bella dengan kasar.
" Jika papah tau kebusukanmu saat ini kau sudah mendekam di balik jeruji besi! Selama ini aku menutupi kesalahanmu karena apa , karena kau ibu dari anak ku!" Bima menghempaskan Istrinya Hingga hampir terjatuh jika Dia tidak berpegangan.
" Kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini mas!" Bella teriak tidak terima, Bima tidak menghiraukannya Ia melangkah pergi keluar, jika berada di rumah membuatnya semakin emosi.
" Achh...." Bella teriak merasa prustasi melihat suaminya yang tidak menghiraukannya Ia lalu mengambil kunci mobil dan pergi untuk menghilangkan kekesalannya.
Sementara di lantai Atas duduk seorang anak kecil dekat tangga menangis tersedu-sedu karena harus melihat Ayah ibunya bertengkar setiap hari. Rumina hanya bisa memendam keluh kesahnya, biasanya jika Ia sedah sedih pasti ia akan pergi kerumah oma Lidia, tapi sekarang oma lidia sedang sibuk merawat opa Ibrahim yang sedang sakit.
" Pah , Mah kalian jahat!hek....hek...hek" Rumina berlari kekamarnya , ia menangis di atas kasurnya, hingga tertidur karena lelah menangis. Rumina gadis kecil yang haus kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.
Visual Rumina
**
Well, now they know
Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn away and slam the door
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway
Let it go, let it go
__ADS_1
Zea menyanyi dengan merdu membuat mommy dan daddy nya tertawa melihat tingkah lucu putrinya itu. Nyanyiannya menemani perjalanan mereka yang akan berkunjung menengok opa Ibrahim.
Hingga sampai lah mereka di mansion opa Ibrahim, Zea turun dari mobil berlari -lari sambil memanggil opa dan omanya, sedangkan hanum dan Adam berjalan mengikuti Langkah kaki putrinya.
" Oma..... Opa Where are you ?" Zea menyisir setiap ruangan mencari keberadaan Opa dan omanya.
" Ze don't shout like that! " ( Ze jangan berteriak seperti itu) Adam mengingatkan putrinya yang berisik teriak-teriak mencari opa omanya.
" Kalian sudah sampai!" Oma Lidia menghampiri cucunya sambil memeluknya.
" Dimana Papah!" Tanya Adam
" Papah Ada di ruang kerja!" Memdengar jawaban mamah Lidia, adam menaikan alisnya, bukankan papah sedang sakit kenapa tidak istirahat saja pikir Adam.
" Work? Why not take a break this Sunday!" Adam menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sifat ayahnya sama dengannya yang selalu membawa pekerjaan ke rumah, sebenarnya adampun akan menyelesaikan pekerjaan kemarin yang tertunda, tapi Zea memaksa ingin menengok opa Ibrahim.
"you know what your father is like!" Mamah Lidia tersenyum karena membicarakan suaminya dihadapan putranya.
Adam lalu pergi menemui papah ibrahim di ruang kerjanya, sedangkan Hanum mengikuti ibu mertuanya ke ruang makan untuk mempersiapkan makan siang, meski di mansion papah Ibrahim banyak asisten , mamah Lidia selalu mempersiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya terkadang jika tidak sibuk ia akan memasak di bantu para asistennya.
Hanum lalu memgeluarkan sup Ayam yang ia buat tadi di rumah untuk papah mertuanya.
" Kau memasak sayang!" Tanya mamah Lidia yang membawa mangkuk keramik berwarna putih.
" Iya mah! " Hanum memindahkan sup pada mangkuk yang di siapkan mertuanya.
" Apa Bima mengetahuinya!" Tanya papah ibrahim dengan tenang Ia tidak terkejut mendengar kabar mengenai menantu pertamanya itu.
" Sudah Tuan besar, Tn. Muda Bima Akan memberikan hukuman pada orang-orang yang terlibat termasuk bella!" Leon melaporkan tindakan yang akan di lakukan putra pertama Ibrahim.
Pintu ruang kerja terbuka terlihat badan tegap dengan langkah besar masuk ruangan kerja Ibrahim.
" Adam! Kau sudah sampai?" Tanya ibrahim kepada putranya.
Adam menganggukan kepalanya menjawab papah Ibrahim.
Papah Ibrahim meminta saran pada putranya itu mengenai masalah di W Corp. Ia juga memberitahu mengenai Bella yang terlibat penggelapan uang.Mendengar hal itu Adam menarik napas dan menghembuskannya.
" Pah , berikan kepercayaan penuh pada Ka Bima! Ka Bima bisa menyelesaikan masalah ini. " Memdengar saran putranya Ibrahim terdiam sejenak.
" Bagaimana pendapatmu Leon!" Meminta saran Leon
" Benar apa yang dikatakan Tn. muda Adam , Tn .Bima sudah berubah ia lebih bertanggung jawab!"
" Baiklah siapkan semuanya!" Asisten Leon menganggukan kepalanya tanda setuju.
" Lalu bagaimana dengan mu , Apa kau tidak akan terjun di w corp?"
__ADS_1
" Ayolah pah , Papah ingin membuat Adam kerja 24 jam nonstop!" Ucap Adam pada ayahnya.
" Lihat leon sombong sekali anak ku ini dia sudah tidak butuh harta ayahnya, karena lebih kaya dari aku! Ha ...ha ha.." papah Ibrahim tertawa , di ikuti leon dan Adam.
" No , Pah aku akan meminta hak ku! Berikan saham di w untuk hanum dan Zea , karena Zea masih kecil Hanum yang mewakilkannya!" sambil tersenyum jahil kepada ayahnya, setelah sekian lama akhirnya ayah dan anak itu bisa bercanda kembali.
" Kau dengar Leon! Persiapkan semuanya!"
" Baik Tuan besar!" Leon pergi meninggalkan ruang kerja papah Ibrahim.
Ketika Akan makan siang bersama, Rumina datang bersama pengasuhnya, terlihat wajah nya yang sembab, membuat semua orang khawatir melihat Rumina.
" Sayang kenapa!" Mamah Lidia menghampiri Rumina
" Ka rumi!" Begitupun dengan Zea.
Rumina yang ditanya hanya bisa menangis dalam pelukan oma Lidia. karena takut disalahkan akhirnya Pengasuh rumi menceritakan kenapa Rumina bersedih karena merasa kecewa kepada orang tuanya yang hampir setiap hari bertengkar.
" Rumina, jangan menangis! Ayo duduk di sini kita makan bersama yah!" Hanum membelai rambut Rumi , merasakan belaian Hanum rumi melirik dan menganggukan kepalanya, karena semalaman menangis ia lupa makan dan saat ini Ia memang lapar.
Setelah selesai makan rumi dan Zea bermain di luar, Rumi mencurahkan isi hatinya pada Zea ia merasa sedih karena orang tuanya setiap hari selalu bertengkar tanpa memikirkan perasaannya.
" ka rumi jangan bersedih! Zea sayang ka rumi, nanti biar daddy adam yang bilang sama papah Bima agar jangan bertengkar dengan mamah Bella.!" Mendengar Saudaranya Rumi menganggukan kepalanya, paling tidak saat ini dia ada teman untuk membagi rasa sedihnya.
Saat Di dapur Hanum menyiapkan Ice Cream untuk Zea dan Rumi.
" Kau sedang apa?" Tanya suaminya yang melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri sambil menciumi leher hanum dari belakang. Melihat Adegan tuan dan nyonyanya para ART menyingkir dari sana sambil senyum senyum.
" Mas, lepas malu !" Hanum berusaha melepas suaminya itu
" Kenapa harus malu aku suami mu!" Adam malah mengeratkan pelukannya , Lalu mencium pipi putih istrinya. Hanum yang kesal lantas menginjak kaki suaminya agar bisa lepas dari suaminya itu.
" Aww...!" Adam melepas pelukannya merasakan sakit di kakinya, saat Suaminya memegang kakinya Hanum lantas kabur sambil membawa ice cream untuk Zea dan rumi.
Hanum berlari ke arah taman tempat Zea dan rumi bermain, sambil tertawa sendiri karena berhasil kabur dari suaminya yang mendadak mesum.
" Ze , Rumi Ini Ice Creamnya!" Hanum menyerahkan kepada Rumi dan Zea lalu duduk diantara mereka. Zea menikmati ice creamnya , begitupun dengan rumi yang seolah baru mencicipi ice cream , tapi tiba-tiba rumi menjatuhkan ice creamnya Ia memegang dadanya yang terasa sesak, melihat Rumi yang sesak napas membuat Hanum dan Zea khawatir.
" Mas.... Mas .... Mas Adam!" Hanum memanggil Suaminya , mendengar suara istrinya memanggil Adam pergi ke taman, Ia kaget melihat Rumi di pangkuam hanum dengan dada kembang kempis merasakan sesak nafas.
" Kenapa dengannya?" Tanya Adam cemas
" aku Tidak tau? Setelah makan Ice cream starwberry itu dia jadi sesak!" Jawab Hanum menjelaskan
" Apa...? Strawberry , Hanum Rumi Alergi strawbery! " Adam bergegas membawa Rumi ke rumah sakit bersama Hanum.
...****************...
__ADS_1