
...Rinduku Membuncah Tatkala senja menerawang dibalik lazuardi...
...Nur lembayung mengisi seluruh sukma...
...Beradu pada tangkai dalam kesunyian...
...Menatap dalam cakrawala...
...dalam bola mata yang nanar...
...Menanti sang pemilik hati...
Malam telah tiba kehampaan itu begitu terasa pada dua insan yang saat ini berjauhan.
Hanum menatap jendela melihat ke arah luar ia melihat sang dewi malam yang seolah menyampaikan kehampaannya pada sang kekasih , tangannya tak berhenti mengusap Lembut kepala Zea mengantarkannya tertidur.
Begitupun dengan Adam yang susah untuk memejamkan matanya. Pikiran dan hatinya mengembara mencari sosok wajah yang sering kali melintas di pikirannya yang tak bisa ia sentuh.
Ia meronggoh saku celannya dan mengambil ikat rambut yang sering Hanum gunakan untuk mengikat rambutnya, ia ambil ikat rambut itu tercium aroma rambut Hanum yang membuatnya tenang hingga tidak terasa Adam memejamkan matanya.
**
Pagi itu Adam masih berbaring di rumah sakit, ia tampak kacau karena di setiap paginya ia pasti akan merasa mual, hingga muntah-muntah.
oek....oek....oek
" Dam kau mual lagi!" Ardi masuk membawa sarapan untuk adam
Mendengar suara sahabatnya Adam segera membersihkan wajahnya. Ia kembali naik di ranjangnya tanpa menghiraukan Ardi.
" Dam, sampai kapan kau hanya diam seperti ini? sudah satu bulan kau masih menginap di rumah sakit, bukankah Arka sudah mengatakan jika kau baik-baik saja. "
Adam dan Bima sudah di pindahkan di W Hospital, sedangkan Papah Ibrahim Di bawa ke Jerman untuk melakukan pengobatan disana bersama mamah Lidia dan Om Leon.
Adam membuka matanya Ia menatap Ardi dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kau seperti wanita tua saja Cerewet!" Jawab Adam ia lalu menutup wajahnya dengan bantal.
" Dam perusahaan membutuhkanmu, jika kau tidak datang ke kantor, Maka AZ kingdom dan W corp sudah di pastikan akan hancur."
Ardi menekankan kata hancur berharap Adam akan bangun dan mulai semangat kembali ke kantor.
Tapi sayang harapan ardi tidak terjadi , karena Adam hanya terdiam tanpa merespon, ia sudah seperti mayat hidup saja mati tidak hidup enggan.
" Dam please...!" Ardi menarik napas dan menghembuskannya.
Melihat Adam yang hanya diam saja ia memutuskan keluar ruangan dan menemui Bagas yang menunggunya di ruang tunggu pasien.
__ADS_1
" Bagaimana apa Tuan Adam akan kembali ke kantor!" Ardi hanya menggelengkan kepalanya.
Akhirnya Mereka memutuskan untuk pergi ke kantor karena hari ini akan ada rapat penting.
Setelah kepergian Ardi, Adam membuka ponselnya Ia melihat laporan perusahaannya yang setiap harinya menurun.
Ia lalu membuka email dari Asisten hardi yang menyampaikan Jika Aldo membeli saham di w Corp, Ia juga sudah meyakinkan para anggota dewan Direksi dan pemegang saham untuk menujuknya sebagai CEO W Corp.
Adam mematikan ponselnya dan menyimpan kembali di atas nakas.
Tok...tok....tok
" Dam boleh aku masuk!"
Terdengar suara Arka di balik pintu belum adam mempersilahkan masuk , Arka sudah masuk duluan sambil menampilkan deretan gigi putihnya tersenyum pada pasien yang sedang patah hati itu.
" Ck... Tidak adik tidak kakak datang seenaknya!" Adam tampak kesal.
" Pulanglah lagi pula kau baik- baik saja!" Arka masuk lalu memeriksa denyut nadi Adam.
" Kau lupa aku pemilik rumah sakit ini! " Arka hanya menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana perkembangan Ka Bima!" Tanya Adam
" Masih sama!" Arka menjawab singkat.
" Halo selamat pagi! " Ana masuk ke ruangan Adam dengan tersenyum bahagia.
" Oh ya Ampun tersenyum lah sedikit, Aku sedang mengidam!" Adam hanya memejamkan matanya tidak menghiraukan suami sitri itu.
" Jadi setiap pagi kau masih selalu mual!"
" Hey kau dokter kandungan mana tau penyakitku! Arka carikan dokter lain kau pikir aku hamil seperti istrimu." Saat ini Ana sedang mengandung usia kandungannya berusia 1 bulan mendengar ucapan Adam , Ana hanya tertawa pasalnya Adam seperti anak kecil saja.
" Justru akulah yang akan menyembuhkanmu, karena aku sudah tau masalah pada tubuhmu, dan itu bukan penyakit." Ana menjelaskan kepada Adam , hingga membuat Adam mulai penasaran.
" Jadi apa yang terjadi padaku!" Tanya Adam
" Kau mengalami gejala sama sepertiku, Morning sickness, tidak suka mencium aroma parfum dan makanan yang menyengat, dan satu lagi malas untuk bergerak."
Adam mengerutkan alisnya ia merasa aneh karena gejala yang dia alami sama dengan gejala orang hamil seperti yang dr. Ana rasakan.
" Kau ini Aneh mana ada laki-laki hamil!" Adam hendak menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Namun Ana menariknya dan membuangnya di lantai.
" Tuan Adam wijaksono dengarkan jika dr. Sedang berbicara." Ana kesal pada Adam, membuat Adam menurut
" Oke jadi apa yang terjadi padaku!"
__ADS_1
" Kau mengalami Sympathetic pregnant ( hamil simpatik)!" Ana menjawab dengan tegas kepada Adam yang mulai semakin bertanya-tanya.
" Sympathic pregnant apa itu ?" Tanya Adam penasaran
" Dam sepertinya Hanum sedang mengandung anakmu, dan kau yang mengalami mengidam, istilah kedokteran di sebut sebagai hamil simpatik!" Arka menambahkan jawaban Ana istrinya.
Mendengar hal itu Adam nampak tersenyum, ana dan Arka yang melihat Adam tersenyum membuat mereka merasa lega karena Adam bisa kembali tersenyum.
" Aku sangat yakin jika saat ini Hanum sedang mengandung, Dam.. maaf boleh aku bertanya dan ini sangat pribadi!" Ana ragu menayakan itu tapi ia ingin memastikan jika dugaannya benar.
" Apa ...?" Jawab Adam
" Ehem.... Sebelum Hanum pergi apa kau melakukannya." Tanya Ana sambil menempelkan kedua jari telunjuknya.
Adam memandang Arka , lalu setelahnya ia menganggukan kepalanya.
" Yes... dugaanku benar, jika di hitung pasti usia kandungannya sama denganku!"
Ana berteriak ia meloncat -loncat girang, namun Suaminya Arka menghentikan ana yang sedang berloncat, arka kesal pada Ana bisa -bisanya Ia sedang hamil meloncat-loncat.
Mendengar apa yang di sampaikan Ana, membuat Adam terdiam dengan pikirannya sendiri, sungguh ia berharap jika dugaan Ana benar adanya, dalam rahim Hanum ada benihnya yang sedang tumbuh.
" Ana Katakan padaku seperti apa bayi saat usia 1 bulan di dalam perut!"
Adam ingin mengetahuinya ada sesuatu yang masuk dalam hatinya yang terasa hangat, perasaan Adam menjadi baik.
Ana memang benar kabar darinya adalah obat mujarab untuk Adam.
Ana menjelaskan perkembangan Saat hamil 1 bulan atau 4 minggu, ukuran janin masih sangat kecil, yakni hanya sekitar 0,2 cm atau 2 milimeter. Setelah dibuahi oleh ******, sel telur akan berkembang menjadi embrio atau bakal janin.
Di masa kehamilan ini, embrio akan membentuk 3 lapisan yang kemudian akan berkembang menjadi bagian-bagian tubuh bayi. Lapisan-lapisan tersebut adalah:
Endoderm, yakni lapisan paling dalam yang terbentuk menjadi sistem pernapasan dan pencernaan.
Mesoderm, yakni lapisan tengah yang berkembang menjadi otot, tulang, jantung, pembuluh darah, dan sistem saluran kemih.
Ektoderm, yakni lapisan luar yang kemudian menjadi sistem saraf, otak, enamel gigi, kuku, lensa mata, dan kulit.
Pada minggu ini, embrio juga akan melekat pada yolk sac yang berfungsi untuk mensuplai nutrisi dan oksigen ke janin. Namun, pada beberapa minggu ke depan, fungsi ini kemudian akan digantikan oleh plasenta.
Mendengar penjelasan itu Adam berdiri dari ranjangnya Ia pergi le toilet.
Ia melihat dirinya di dalam cermin. " Kau sedang hamil hanum, dan kau membawa pergi calon anak kita! kau juga membawa Zea."
Adam tersenyum calon anaknya seolah menjadi penyamangat bagi Adam, semangat yang hilang saat ini telah kembali Ia menatap dirinya kembali dalam cermin.
*I have to find you soon, I'm sure we'll be back together.
__ADS_1
(Aku harus segera mencari kalian, kupastikan kita akan kembali bersama*)
...****************...