Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
finally found you


__ADS_3

Adam berdiri melihat pesan dari Jack Ia tertawa bahagia tapi air matanya mengeluarkan butiran bening di pipinya, hingga membuat semua orang terdiam dan mengalihkan perhatiannya pada Atasannya.


" Tuan anda baik-baik saja!" Bagas menepuk bahu bosnya yang masih terpaku melihat layar ponselnya dengan senyuman yang tak pernah hilang, semakin menambah kadar ketampanannya.


Adam baru menyadari jika dirinya di tatap oleh beberapa pasang mata yang keheranan melihatnya.


" Ehemm..." iya berdehem menghilangkan kecanggungannya.


" Bagas lanjutkan rapatnya karena hari ini aku harus berangkat ke luar kota." Ucap Adam meninggalkan ruangan rapat begitu saja.


Sedangkan Bagas menarik napas kasar karena setiap kali harus menyelesaikan masalah yang di mulai oleh bosnya tanpa menyelesaikannya sendiri.


Nasib bawahan .... Sabar sabar


**


Hari mulai sore matahari mulai tenggelam memancarkan cahaya senja di pantai Tanjung Tinggi.


Hanum yang sedang memasak di dapurnya di kejutkan dengan suara teriakan Bu Dewi. Ia langsung berlari ke rumah ibu dewi.


Terlihat di sana Bowo memperlakukan Yasmin dengan kasar.


" Hentikan, Apa yang kau lakukan Bowo?" Hanum menarik Yasmin ke arahnya.


" Oh ada ibu guru yang sok menjadi pahlawan. Jangan ikut campur dengan urusan keluargaku, menyingkirlah aku tidak mau melukai wanita hamil." Ucap Bowo sambil menarik Yasmin ke arahnya.


" Hentikan aku bilang, jangan menyakiti yasmin dan Bu dewi mereka keluargaku! " Hanum melawan.


" Oh kau keluarga bibiku , kalau begitu siapkan uang besok pagi jika tidak ada maka sekolah akan saya ratakan dengan tanah.


Bowo menginginkan tanah dimana berdiri sekolah Harapan Bangsa milik Bu Dewi, padahal tanah tersebut sudah di berikan ayah Bowo kepada Suaminya Bu Dewi untuk dijadikan sekolah, Tapi Bowo ingin mengambilnya lagi karena ayahnya sudah meninggal.


" Tidak bisa kan, jika tidak sanggup jangan coba - coba ikut campur."


Setelah mengatakan hal tersebut Bowo pergi meninggalkan rumah Bu Dewi.


" Yasmin , bu Dewi kalian tidak apa-apa."


" Kami tidak apa-apa kak!" jawab yasmin sambil membawa ibunya masuk ke rumah.


Keesokan harinya saat Hanum dan Yasmin berjalan bersama menuju sekolah, terlihat para siswa berlari-lari sambil menangis.


" Zea ada apa mengapa kalian berlari!" Hanum menghentikan Zea yang ikut berlari meninggalkan sekolah.


" Mommy di sekolah banyak preman mereka mengacak-ngacak sekolah."


" Apa..!" Jawab Hanum dan yasmin bersamaan


Benar saja para preman sedang mengobrak ngabrik sekolah, bangku-bangku sekolah di lemparkan ke luar kaca-kaca di pecahkan.


Terlihat ibu Dewi yang tampak terkejut diam di dekat gerbang menyaksikan sekolah yang dibangun dengan suaminya di hancurkan beberapa preman suruhan Bowo.


" ibu ..... Ibu tidak apa apa?" Yasmin membawa ibunya dalam pelukannya.


Sementara Hanum pergi mendekati Para preman.


" Hentikan .... Hentikan Aku Bilang!" Teriakan Hanum mampu membuat para preman berhenti.

__ADS_1


" Ck.... Dia lagi jangan menghalangi kami minggir!" Kata preman yang berkepala botak.


Hanum tidak berpindah tempat sedikitpun Ia menghalangi para preman agar tidak memasuki ruangan kantor kepala sekolah.


" Aku tidak akan biarkan kalian seenaknya menghancurkan sekolah ini!"


" Kau pikir aku tidak akan menyakiti wanita hamil Minggir!" Preman mendorong tubuh hanum dengan kuat.


" Hanum"


" Kakak"


" Mommy


Bu dewi, Yasmin, Zea berteriak ketika melihat Hanum yang akan terjatuh ke bawah.


Hanum sudah pasrah Ia tidak bisa menahan tubuhnya, Namun tiba-tiba ada lengan kekar yang menopang tubuhnya hingga ia tidak jadi terjatuh.


Napas Hanum masih tersegal-segal matanya masih tertutup karena takut.


Ia merasakan kenyamanan dalam pelukan seseorang yang menyelamatkannya, ia bisa menghirup aroma tubuh maskulin mengisi indra penciumannya, aroma tubuh yang ia kenali.


Hanum dengan perlahan membuka kedua matanya, saat matanya terbuka dengan sempurna Ia melihat sosok pria tampan yang dirindukannya, Pria yang dibenci tapi dicintainya membingungkan bukan.


" Mas Adam!" Ucap Hanum pelan.


Flasbback On


Adam sampai di Bangka Belitung tadi malam, Ia menginap terlebih dahuli di penginapan sebelum datang ke pantai Tanjung Tinggi Kecamatan Sijuk.


Finally found you ... Ucap Batin Adam


Sebelum pergi Ia meminta kepada Bagas dan Hardi untuk mengurus perusahaan saat Ia pergi, ke Bangka Belitung untuk membawa pulang istri dan anaknya.


Ketika matahari terbit Ia menyewa sebuah mobil untuk pergi ke pantai Tanjung Tinggi, dari tempatnya menginap membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di sana.


Tepat pukul 11 siang Ia sampai di Pantai Tanjung, Ia lalu memarkirkan mobilnya.


Ia memilih untuk berjalan menuju alamat yang dikatakan oleh Ardi karena jalan yang dilalui tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat.


Ia bertanya pada setiap orang yang dijumpainya.


" Permisi pak, apa bapak tahu dimana alamat ini? " Tanya Adam pada beberapa warga Pantai Tanjung.


" Bapak dari sini lurus nanti akan meliwati pantai setelahya naik ke atas dekat pantai." Ucap seorang pria berusia sekitar 45 tahun.


" Terima kasih!" Adam berlalu pergi mengikuti jalan yang di arahkan tadi.


Saat hendak naik, Ia melihat seorang anak laki- laki seusia Zea sedang memukul pria dewasa dengan berani.


Tanpa di sadari anak kecil itu ada pria lain di belakangnya yang akan memukul dengan balok kayu, Adam yang melihat itu langsung berlari menyelamatkan anak tersebut.


Dengan sekali pukulan pria itu tersungkur sambil memegang perutnya yang sakit mendapatkan pukulan dari Adam.


Sedang pria satunya yang ada di bawah anak laki-laki itu berhasil melarikan diri karena takut pada Adam.


" Terima kasih om!" Anak itu sangat tampan matanya berwarna biru.

__ADS_1


" kau bisa berbahasa Indonesia. Aku pikir kau bukan orang sini" Adam membantu bocah pemberani berdiri.


" Ibuku Bilang ayahku orang Australia."


" Lalu dimana ayahmu mengapa anak sekecilmu berkeliaran sendiri dan melawan para preman." Adam melihat kanan kirinya mencari orang tua anak lelaki itu.


" Ayah ku tidak ada , aku tidak tau dimana dia aku hanya punya ibu seorang saja." Mendengar ucapan anak itu adam merasa tersindir mungkin jika Hanum tidak di temukan anaknya akan bernasib sama seperti anak itu.


" Om orang baru." Tanya Anak tersebut


" Iyah, aku kemari ingin ke alamat ini!" Adam menunjukan alamat kepada anak itu.


" ini rumah Miss Hanum, dia guruku." Anak lelaki itu menengadah ke arah Adam yang tinggi, melihat itu membuat adam tertawa, ia lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak lelaki itu.


" Bisakah kau antarkan aku bertemu Miss Hanum."


" No.... Om siapa aku harus tau identitas om! jangan-jangan om penjahat yang akan menculik Miss Hanum."


Adam merasa gemas terhadap bocah lelaki dihadapannya, Ia merasa salut pada anak itu yang bersikap hati-hati dan pemberani.


" Oke kita berkenalan dulu, Nama om Adam, om adalah suami Miss Hanum."


" Aku Mateo." Adam dan Mateo bersalaman


Mateo mengamati Adam dari ujung kepala hingga ujung kaki, membuat Adam salah tingkah.


" Ada apa?" Tanya Adam.


" Anda Daddy zea."


Adam menganggukan kepalanya.


" Ini tidak mungkin?"


" Mengapa tidak mungkin, Aku Daddy Zea dan suami Miss Hanum."


" Tapi Miss hanum dan Zea mengatakan jika Daddy Zea bertubuh pendek dengan perut besar dan berkumis panjang." Mateo menjelaskan kepada Adam.


" Apa ? Siapa yang mengatakan hal itu padamu?" Adam merasa kesal bisa-bisanya Hanum menggambarkan dirinya yang tampan seperti batu kiloan.


Dengan susah payah Adam meyakinkan Mateo jika dirinya Daddy Zea, Ia menunjukkan Photo dirinya bersama hanum dan Zea.


Mereka berjalan bersama- sama sambil mengobrol.


" Jadi anda ingin kerumah atau ke sekolah om, Karena saat ini pasti Miss Hanum masih di sekolah."


" Kesekolah saja." Adam menjawab cepat karena sudah tidak sabar berjumpa dengan hanum.


Ketika sampai di sekolah Adam dan Mateo terkejut melihat banyak preman yang menghancurkan sekolahnya.


Yang membuat Adam semakin terkejut adalah ketika melihat Hanum yang di dorong oleh preman dan hampir terjatuh



Dengan sigap Ia berlari ke arah Hanum untuk menyelamatkan Istrinya agar jangan sampai terjatuh.


Flashback end

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2