Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Extra Part Rasa Di Hati


__ADS_3

Setelah kejadian Bima mencium pipi Yasmin, membuat Yasmin menjadi malu sendiri jika bertemu dengan Bima, jika ada Bima di rumah Ia akan segera masuk ke kamarnya begitulah setiap hari yang di lakukan Yasmin selau menghindar dari Bima, seperti pagi ini seharusnya ia masuk siang , tapi ia buru-buru pergi meski masih pagi hingga bergegas pergi melewati meja makan , di sana sudah duduk Lydia , Ibrahim dan Rumina.


" Yasmin, ayo sarapan.." Lidia memangil Yasmin yang hendak melangkah pergi.


" Saya sedang buru-buru tante , sarapan di rumah sakit saja." Bohong Yasmin.


" Bukannya tante Yasmin bilang kalau hari ini masuk siang." ucap rumina polos.


" Tidak sayang hari ini masuk pagi!" yasmin tidak ingin kebohongannya terbongkar.


" Tapi tadi malam tante bilang masuk siang." Rumina tidak mau kalah, karena semalam sebelum tidur Yasmin mengatakan padanya jika ia akan masuk siang.


" Itu..." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Bima menarik lengan Yasmin untuk duduk di meja makan tepat di sebelahnya, membuat perasaann yasmin semakin kacau saja orang yang dihindarinya malah berada dekat di sampingya.


" Ayo sarapanlah dulu, nanti aku antar jika takut terlambat." Bima mengambil Nasi goreng dan menuangkannya ke piring Yasmin.


" Wuiiihhh .... Papah baik sekali." rumina menggoda papah Bima. Melihat perhatian Bima pada Yasmin membuat Lydia dan Ibrahim tersenyum tipis. Mereka akhirnya berhasil membuat dekat Yasmin dan Bima.


Selesai sarapan Yasmin , Bima , Rumina berangkat bersama sedangkan Papah Ibrahim berangkat di mobil terpisah karena tidak ingin menganggu Rencana Istrinya menjodohkan Bima dan Yasmin.


" Rumi belajar yang Giat yah!" Bima mengacak rambut putrinya saat mereka telah sampai di sekolah Rumina.


" Oke papah jangan khawatir , pikirkan saja rencana selanjutnya agar tante Yasmin segera jadi Ibuku."


Rumina berbisik pada Bima setelahnya ia mencium pipi papah Bima dan berpamitan pada Yasmin.


Rumina lalu turun dari mobil dan masuk ke sekolah bersama teman-temannya. Rumina sangat menyukai Yasmin yang memiliki Sifat keibuan Ia tidak pernah di perhatikan oleh Bella seperti yang di lakukan Yasmin padanya, perlakuan Yasmin menunjukan kasih sayang yang tulus pada Rumina seperti ibu pada anaknya.


" Duduk di depan!" Bima menatap Yasmin di jok belakang lewat kaca spion depan.


" Aku duduk di sini saja kak!" Yasmin menolak.


" Kalu kau duduk di sana aku akan seperti supir pribadimu. " Bima Tersenyum jahil pada Yasmin sambil saling tatap di kaca spion depan. Akhirnya dengan terpaksa Yasmin pindah ke depan.


Mobil melaju kembali mengikuti mobil lainnya membelah jalanan di pagi hari.


" Loh Kak, mengapa kita belok Kanan." yasmin merasa heran karena Bima membelokan mobilnya ke arah kiri menuju Perusahaan W Corp.

__ADS_1


" Kita Ke W Corp. Aku ada rapat penting hari ini. setelah selesai rapat aku akan mengantarkanmu! Lagi pula kau masuk siangkan!"


Bima menahan tawanya melihat wajah Malu Yasmin yang ketahuan berbohong, Yasmin tidak menjawab ia benar-benar malu karena ketahuan bohong.


Dalam dua puluh menit Bisma sampai di basement W Crop, ia lalu turun bersama Yasmin dan menyerahkan kunci mobil pada Satpam untuk memarkirkan mobilnya.


Mereka berjalan bersama memasuki W Corp semua orang menunduk hormat pada presdir W. Crop yang berjalan dengan seorang perempuan cantik.


Yasmin merasa dirinya sedang di tatap oleh banyak mata sambil berbisik-bisik, membuatnya mundur menjauh dari Bima, tapi Bima menahannya dengan memegang erat tangan Yasmin sambil tersenyum pada Yasmin, membuat Yasmin semakin terpesona dengan duda tampan di depannya.


" Kak lepas tangannya malu dilihat para karyawan." Yasmin mencoba melepas tangannya namun genggaman Bima begituh kuat.


" Mengapa harus malu." Bima membawa Yasmin menaiki Elefator khusus presdir W Corp.


" Kita akan kemana Kak?" Tanya Yasmin heran , mengapa juga ia harus ikut naik padahal ia bisa menunggu Bima di lobi saja.


" Ke lantai 16 Ruanganku!" Jawab Bima.


Ting... Pintu lift terbuka Bima dan Yasmin melangkah bersama masuk ruangan Presdir.


Saat masuk kedalam ruangannya Bima di kejutkan dengan beberapa orang yang berada di sana. Terlihat di sofa besar dekat Rak buku duduk Papah Ibrahim sedang memangku Azlan, Di meja kerjanya Adam yang sedang sibuk mendengarkan laporan Hardi , dan di Pantry Ada Hanum dan Mamah Lydia yang sedang makan sambil mengobrol.


" Sejak kapan ruangan ini menjadi ruangan keluarga." Bima berjalan masih menggenggam erat tangan Yasmin.


" Bima jangan pegang - pegang tangan anak orang." Ucap Papah Ibrahim sambil melirik ke arah istrinya yang berada di belakang bersama Hanum. Membuat Lydia dan Hanum tersenyum melihat kedekatan Bima dan Yasmin.


" Yasmin, kesini!" Hanum memanggil Yasmin.


Mendengar Hanum memanggilnya, Yasmin melepas tangan Bima dan segera berlalu pergi karena merasa malu pada Papah Ibrahim.


" Cepat -cepat kau nikahi." Papah Ibrahim memberikan saran pada Bima Ia, menyadari jika putra sulungnya ada rasa di hati untuk gadis cantik bernama Yasmin.


" Malu pah, aku takut dia menolak." Bima mencoel pipi gembul Azlan yang ada di pangkuan papah Ibrahim , sudah satu bulan usia Azlan ia terlihat semakin menggemaskan dengan pipi gembulnya.


" Payah kamu Bim belum berperang sudah mundur duluan." Papah Ibrahim menggoda putranya, Bima hanya mendengus kesal.


" Ka Bima kau sudah siap, jika sudah ayo kita ke ruang meeting!" Adam beranjak berdiri dari kursinya diikuti Hardi di belakangnya.

__ADS_1


" Dam kau saja yang memimpin W Corp." Bima merasa takut tidak mampu Membawa W Corp maju seperti yang di lakukan Adam.


" Ayolah Kak, kau ingin membunuhku mana bisa aku memimpin Dua perusahaan yang berbeda sekaligus." Adam menggoda kakaknya , ia menyadari jika Bima bukanlah Bima yang dulu Yang penuh dengan Ambisi untuk menjadi pemimpin perusahaan dengan cara tidak baik karena pengaruh buruk Bella.


" Kakak Aku sangat yakin kakak lebih berkompeten dalam bisnis ini jadi kakaklah yang tepat untuk memimpin W Corp." Adam meyakinkan kakaknya.


" Adam benar Bima, Kau pasti bisa memimpin perusahaan ini dengan lebih baik lagi." papah Ibrahim menepuk Bahu putranya setelah tadi Ia menyerahkan Azlan pada menantunya.


Hari ini Adam akan menyerahkan kebali kepemimpinan W Crop pada Kakaknya.


" Terima kasih atas kepercayaan kalian." Bima memeluk Papah Ibrahim dan Adam sekaligus.


Melihat hal itu mamah Lydia meneteskan air matanya ia sangat bersyukur akhirnya keluarganya bisa berkumpul bersama -sama lagi tanpa ada kebencian di hati.


Meeting berlangsung cukup lama , Adam menyerahkan kembali kepemimpinan W Corp pada Kakaknya Bima , dengan di setujui para pemegang saham. Semua orang bertepuk tangan dengan Presdir Baru W Corp, Bima Wijaksono.


" Selamat Pa Bima." Ucapa pak Wahab dan yang lainnya.


" Terima Kasih." Cukup lama mereka mengobrol, sebagian sudah kembali keruangannya masing-masing hanya tinggal Adam , Bima dan Papah Ibrahim.


" Sekarang papah Bisa menghabiskan waktu di rumah dengan Cucu-cucu papah." Ucap Ibrahim tersenyum bahagia, di ikuti anggukan kedua putranya bersamaan.


" Dam kau setiap ke kantor membawa anak dan istrimu?" Tanya Bima


" Hemm.. Tanpa melihat mereka aku tidak semangat kerja." jawab Adam


" Oh ya Ampun kau berlebihan , anak masih kecil kau bawa-bawa!"


" Bukan tidak ingin jauh dari anaknya tapi dari ibunya." Papah Ibrahim menggoda Adam, Adam hanya menjawab dengan mengangkat bahunya, sedangkan Bima menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Dasar Bucin." Gelak tawa ayah dan kedua putranya dalam ruangan rapat.


Di ruangan Presdir W Corp. Yasmin masih mengobrol dengan Hanum, ia menceritakan perhatian Bima padanya.


" Itu tandanya dia jatuh cinta padamu."


" Hach...... mana mungkin kak?"

__ADS_1


Obrolan mereka terhenti ketika mamah Lydia masuk ruangan setelah tadi Ia keluar hendak bertemu sahabat arisannya di cafe Flores.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2