
Adam berjalan dengan tenang ia melangkahkan kakinya. Melewati anak buah Aldo yang mengarahkan senjata padanya.
" Stop berhenti di sana!" Aldo menghentikan langkah Adam.
" Ambil senjatanya" ucap Aldo pada anak buahnya.
salah satu anak buah Aldo mengambil senjata dari tangannya, Ia juga mendorong Adam hingga terhuyung ke depan.
" Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan! Lepaskan Hanum." Adam menatap tajam pada Aldo.
Ia lalu beralih menatap rindu pada istrinya , Matanya memindai dari kepala hingga ke kaki istrinya memastikan tak ada luka.
Tepat matanya tertuju pada sebuah rompi yang melekat pada tubuh istrinya, Adam mengerutkan alisnya ia perhatikan ternyata ada bom yang terpasang pada rompi itu, Ia membulatkan matanya , menatap tajam pada Aldo.
" Apa yang kau lakukan Aldo lepaskan Rompi itu Bajingan.! Adam berteriak hendak menjangkau istrinya namun anak buah Aldo menahannya dengan menodongkan senjata tepat di kepalanya.
" Ha....ha kau baru menyadarinya, Jangan macam-macam dengan ku jika kau tidak mau istri dan anak yang belum mengenal ayahnya harus mati.."
Aldo mendekat pada Adam Ia melayangkan tinjunya tepat pada bagian perut Adam berkali-kali.
Bugh...
Mendapat pukulan dari Aldo Adam terjatuh , tapi Ia berdiri lagi, ia tidak bisa melawan karena takut Aldo akan menekan tombol bom yang terpasang pada tubuh istrinya.
" Tunjukan padaku jika kau sudah melakukan perintahku ." Aldo berdiri di depan Adam sambil mencengkram bajunya.
Adam melepaskan cengkraman Aldi Ia lalu mengambil ponsel di sakunya dan menyerahkan pada Aldo.
Aldo memeriksa Ponsel Adam dengan teliti di sana tertera jelas pengalihan saham W AZ Corp ke tangan James Utama.
" Bagus kau ternyata menurut juga."
" Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan sekarang lepaskan istriku.
" Tidak.... Aku tidak mau , Tiger Habisi Dia." Aldo pergi membawa Hanum dengan Paksa.
" Mas Adam .......Lepas lepaskan aku." Aldo membawa hanum naik ke lantai atas menuju atap , di sana helikopter yang di siapkan Adam sudah menunggu.
Saat Adam akan mengejar Aldo , Tiger dan anak buahnya menghadang Adam, terjadilah perkelahian sengit yang tidak seimbang dimana, Adam harus menghadapi lima belas orang musuh sekaligus.
Adam dengan sekuat tenaga menghajar para musuh-musuhnya, Ia sudah terlihat kewalaham melawan lawannya yang begitu kuat terutama Tiger yang ilmu bela diri sangat hebat.
Saat Ia sudah terpojok, Jack dan Ardi datang di saat yang tepat, mereka bersamaan membantu Adam melawan para musuh.
" Dam pergilah , serahkan mereka pada kami!"
Adam menganggukan kepalanya dan pergi mengejar Aldo yang sedang naik ke atap gedung.
" Lepaskan aku, kau hanyalah sampah pengecut....!" Hanum menginjak kaki Aldo ia berhasil melepaskan dirinya dan berlari menjauhi Aldo, namun saat kakinya melangkah menjauh. Aldo mengarahkan tembakan ke arahnya.
Dorrr.....
__ADS_1
" Hanum !" Adam berteriak melihat Aldo yang menembak Hanum di depan matanya.
Hanum terduduk lemah melihat seseorang yang menghalangi peluru Aldo menembus tubuhnya. Pria itu terlihat meringis kesakitan, terlihat darah mengalir di bahunya.
" Kapten Barra, Kau tidak apa - apa!" Adam menghampiri barra yang berdiri di dekat hanum dengan luka di bahunya.
Ketika Aldo menembakan pistolnya Bara datang dari arah kiri gedung dengan cepat Ia menyelamatkan Hanum, Barra merasa curiga mengetahui Adam yang tidak ada ia tau jika Adam bertindak sendiri bersama Jack dan Ardi , ketika Bagas datang dengan membawa Helikopternya, ia memaksa Bagas agar dirinya bisa ikut ke tempat Aldo berada.
" Aku baik-baik saja!" jawab Barra sambil menahan sakit.
Melihat itu Aldo merasa marah Ia mengangkat senjatanya dan mengarahkan kembali pada Hanum, namun kalah cepat dengan Adam yang menembaknya tepat di bagian perut.
Dorr....
Aldo terjatuh , darah mengalir mengotori kemejanya yang berwarna putih.
" Achh.... " Hanum berteriak melihat suaminya menembak Aldo.
" Sayang kau tidak apa apa!" Adam memeluk istrinya yang ketakutan.
Adam melepaskan pelukannya pada Hanum hendak membuka rompi yang terpasang pada tubuh Hanum.
Adam dan Barra terlihat kaget melihat bom di rompi hanum yang sudah aktif dalam hitungan mundur akan meledak, saat hanum berlari tadi Aldo menekan tombol aktif bom waktu di rompi hanum.
" Barra apa kau bisa menghentikan ini." Adam mulai cemas karena waktu yang terus maju.
" Jangan di buka, jika di buka akan meledak begitu saja!" Barra menghentikan Adam ketika akan membuka rompi tersebut pada tubuh Hanum.
Di lantai bawah Jack dan Ardi masih berkelahi melawan para penjahat yang sudah mulai berkurang, hanya sisa Tiger dan dua anak buahnya, Saat mereka tengah bertarung Bagas datang dan menembak para penjahat hingga mereka tumbang.
" Syukurlah kau datang, aku benar-benar sudah lelah!" Ardi dan Jack terlihat mengatur napasnya mereka benar-benar kewalahan.
Sementar di lantai atas Barra dan Adam sibuk menghentikan bom waktu.
" Mas pergilah bomnya akan meledak sebenatar lagi!" Hanum sudah pasrah.
" Lihat aku percayalah padaku Kita akan selamat! Kau tenanglah Kapten Barra bisa di andalkan.
Waktu tersisa hanya sepuluh menit lagi Barra dengan penuh hati - hati melepaskan bom tersebut dari tubuh hanum, saat mereka sedang fokus , Aldo membuka matanya ia angkat kembali senjatanya hendak menembak kembali Adam.
" Mas... Awas!" Hanum teriak ketika melihat Aldo siap menembak.
Dengan cepat Adam mengambil kembali senjatanya dan menembakan lagi ke arah Aldo tepat di jantungnya.
Dorr....
Aldo langsung terjatuh ke lantai, ia tidak pernah menyangka jika akan mati di tangan Adam.
Bugh.....
Adam melihat ketika Aldo terjatuh dan menutup matanya untuk selama-lamanya. Air mata Adam terjatuh begitu saja Ia tidak menyangka jika ia akan mengakhiri hidup sahabatnya.
__ADS_1
Jack , Ardi dan Bagas menyaksikan ketika Adam menembak Aldo, terbayang kenangan indah dulu saat mereka sekolah seperti sebuah televisi yang menayangkan sebuah film.
Berjanjilah kita akan selalu bersama-sama
Remain loyal
Kenangan itu membuat hatinya begitu sakit, Adam menjatuhkan senjatanya , ia menghapus air matanya.
Maaf
Ucap adam dalam batinnya sambil menatap tubuh tak bernyawa Aldo.
" Adam...!" Teriakan Barra mengembalikan kesadaran Adam
Ia lalu kembali menenangkan istrinya, yang ketakutan terlihat dari tubuhnya yang gemetar.
Akhirnya Barra berhasil melepas bom waktu itu dari tubuh Hanum, Bagas lalu mengambilnya dari Barra dan melemparnya jauh ke arah luar hingga terdengar suara ledakan.
Duarrr....
semua tiarap menghindari ledakan tersebut, Adam memeluk istrinya melindunginya dengan tubuhnya.
" Kau tidak apa apa!" Hanum menganggukan kepalanya Ia senderkan dirinya pada dada bidang suaminya.
" Tenanglah semua sudai usai." Adam menenangkan Hanum sambil menciumi puncak kepala istrinya.
" Kalian Baik-baik saja?" Ucap Ardi sambil menyenderkan tubuhnya pada dinding.
Mereka saling menatap dan tertawa bersama bersyukur karena semuanya baik-baik saja.
" Lain kali jangan bertindak sendiri!" Barra menatap Adam dengan tajam, dan mengambil senjata Adam yang digunakannya menembak Aldo.
Adam tersenyum pada Barra " Terima kasih."
Barra akan mengakui jika dirinya yang menembak Aldo karena Aldo melakulan perlawanan dan melukai seorang polisi.
" Ini tidak gratis tuan CEO! " Barra tersenyum menampilkan deretan giginya.
" Tentu saja aku akan membayarnya." Semua orang di sana tertawa kecuali Hanum yang masih terlihat ketakutan.
Tidak lama kemudian polisi sampai di sana, Kapten Ahmad dan anak buahnya mengamankan para penjahat yang mengalami luka-luka.
Sedangkan Adam dan Hanum sudah pergi menaiki Helikopter untuk segera membawa istrinya kerumah sakit.
**
Sahabat bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun.
Aldo memelihara kebencian yang berasal dari dirinya sendiri ia menyelimuti dirinya dengan dendam , hingga membuatnya menderita dan berakhir dengan kematian dalam kesendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1