Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Penghianatan Aldo


__ADS_3

Adam masih duduk di bandara di sampingya berdiri bagas sambil menyodorkan air mineral, tapi Adam hanya diam, hatinya benar-benar kalut , sepertinya ia tidak akan pernah bisa bertemu kembali dengan Hanum dan Zea.


Terlihat Ardi setengah berlari sambil memegang ponselnya berbicara dengan asisten Ka Bima. Setelah menemukan Adam ardi menutup panggilannya.


" Dam, Ka Bima kecelakaan!" Ucap Ardi pelan pada sahabatnya yang terlihat kacau.


Mendengar kabar itu Adam sangat terkejut, begitu banyak kejutan yang datang bersamaan untuknya.


" Kecelakaan!" Adam berdiri, meski tubuhnya terasa lemas ia tetap berdiri dan pergi untuk melihat keadaan Bima yang sudah di bawa ke rumah sakit.


Tidak membutuhkan waktu lama Adam sudah sampai di rumah sakit tempat Ka Bima di rawat.


Adam di ikuti Ardi berlari kecil melewati lorong-lotong panjang rumah sakit.


Raut wajahnya penuh dengan kekhawatiran. Langkahnya kemudian terhenti melihat asisten Hardi berdiri di depan pintu ruangan operasi.


" Bagaimana keadaan Ka Bima?" Adam bertanya pada asisten Bima yang sedang menunggu di luar Ruangan operasi.


" Operasinya belum selesai tuan!" Jawab Asisten Bima sambil menunduk hormat pada Adam.


" Apa yang terjadi Bagaimana Ka Bima bisa kecelakaan!"


Asisten Bima menceritakan semuanya kepada adam tanpa ada yang terlewat sampai penangkapan Bella dan Aldo.


" Cari tau tentang kecelakaan Ka bima!" Ucap Adam singkat pada Asisten kepercayaan Bima.


Mendapatkan perintah dari Adam asisten Hardi segera pergi untuk mencari tahu penyebab Bima kecelakaan.


Waktu tiga jam menunggu terasa sangat lama bagi Adam, dengan rasa khawatir Adam duduk di sebuah kursi panjang diikuti oleh Ardi yang duduk di sampingnya.


Beberapa menit kemudian pintu terbuka disusul dengan kemunculan seorang pria berpakaian hijau yang membalut seluruh tubuhnya.


Ia membuka masker yang menutupi hidung dan mulut, ketika melihat orang berdiri dan menghampirinya untuk menayakan keadaan Bima.


" Bagaimana keadaan Ka Bima Dokter? Dia baik-baik sajakan?" pertanyaan Adam menuntut jawaban itu membuat sang dokter menghela napas panjang.


" Operasi berjalan dengan lancar, tapi pasien mengalami retak pada kaki kananya dan ada benturan kuat sehingga mengalami cedera di kepalanya, dan ini bisa membuat pasien mengalami koma, semoga pasien bisa sadar dalam 2 hari ini."


Mendengar jawaban dari dokter Adam merasakan lemas pada lututnya yang sudah tidak bisa menahan tubuhnya, hingga tiba-tiba ia ambruk terjatuh di samping Ardi.


" Dam .... Adam kau baik-baik saja!" Ardi meminta perawat untuk membantunya membawa Adam.


Adam terbaring lemah, di ranjang rumah sakit tempat ka Bima di rawat, terdapat selang infus ditangan sebelah kirinya.

__ADS_1


Sungguh ia sudah tidak bisa lagi menahannya berusaha untuk kuat tetap saja ia terjatuh juga.


Dokter mengatakan pada Ardi jika Adam mengalami dehidrasi.


Selama lima hari Adam berada di kantor polisi begitu banyak masalah yang menghampirinya.


Brakk...


Pintu di buka dengan kasar terlihat mamah Lidia masuk kamar Adam.


" Adam , kau kenapa nak?" Mamah Lidia cemas ia begitu sedih melihat kedua putranya terbaring di rumah sakit belum lagi suaminya yang belum sadarkan diri.


Melihat hal itu ardi keluar ruangan ia ingin memberikan waktu kepada mamah lidia dan Adam.


Mamah Lidia mengelus puncak kepala Adam ia mengecup kening putranya itu air matanya menetes hingga membasahi pipi Adam, adam yang merasakan sentuhan ibunya, ia mulai membuka matanya.


" Mah, apa Adam sudah melakukan kesalahan Besar hingga Tuhan menghukum Adam dengan begitu banyak masalah pada Adam." Adam yang terlihat kuat itu, jika di hadapan ibunya tampak rapuh.


Pundaknya bergetar menahan tangis yang sejak dari kemarin ia tahan.


" Menangislah Nak, jika itu bisa membuat mu tenang!"


Mamah Lidia mengusap punggung putranya terasa getaran pada anaknya yang sedang menangis dalam pelukan sang ibu.


Ia lepaskan segala kegundahan di hatinya, rasa sakit, kecewa , marah semua menjadi satu dalam butiran air mata yang mengalir membasahi baju sang ibu.


" Mamah sudah Tahu, dengar Nak hanya kamu yang bisa di andalkan, Kau harus kuat untuk melewati semua ini, saat ini mamah hanya bisa bersandar pada mu Dam, dikala suami mamah dan anak pertama mamah terbaring lemah. Hek....hek....!"


Tangis mamah Lidia pecah , Adam duduk bersandar pada kepala ranjang dan memeluk kembali ibunya sambil mengelus-ngelus punggung ibunya.


" Bantu Adam untuk melewatinya!" Adam melepas pelukannya Ia pegang tangan ibunya yang mulai terlihat keriput Ia kecup tangan itu.


Kedua anak dan ibu berada dalam ruangan yang sama dengan merasakan luka batin yang sama, saling menguatkan satu sama lain.


**


Terdengar suara Bella berteriak kepada Aldo, ia sangat marah dan kecewa pada Aldo karena dirinya telah dikhianati.


Aldo melemparkan semua tuduhan mengenai masalah percobaan pembunuhan pada Tuan Ibrahim kepada Bella, Aldo di bantu pengacaranya mengatakan pada polisi jika Ia tidak mengetahui mengenai ide tersebut.


" Berengsek kau Aldo , kau membohongiku! Lepas ....lepas kan aku tangkap dia juga dia bersalah, dia dalang semua ini... Lepas....lepas!"


Bella berteriak saat di seret polisi wanita untuk di masukan kedalam sel.

__ADS_1


Sedangkan Aldo berhasil bebas karena semua bukti kesalahan mengarah pada Bella.


Aldo masuk dalam kendaraannya, Ia lalu menayakan mengenai kondisi Bima pada asistennya.


" Apa dia mati? "


" Belum tuan ia sepertinya mengalami koma!" jawab asisten Bima


" Lalu bagaimana dengan Adam ?" Tanya Aldo lagi


" Tuan Adam berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah Tuan!"


Mendengar laporan asistennya Aldo marah ia mengamuk di dalam mobil.


" Sial...... mengapa Dia selalu bisa menghindar, kali ini aku tidak boleh gagal lagi! Dengar hubungi segera Jack dan segera temui aku."


Asisten Aldo menganggukan kepalanya dan menyalakan mesin mobil dan segera pergi meninggalkan kantor polisi.


Bella berada di dalam sel ia merutuki nasibnya yang berakhir di dalam penjara, ia duduk sambil memeluk lututnya.


" Kau jahat Aldo, aku memberikan segalaya padamu tapi kau menghianatiku!" Bella menangis dalam keheningan sendiri dalam ruangan pesakitan itu.


**


Di tempat lain Hanum dan Zea turun dari Bus yang mereka naiki, setelah perjalanan jauh akhirnya mereka sampai di daerah yang begitu nyaman dengan suasana alam yang indah di pandang.


Terlihat hamparan laut berwarna biru , semilir angin dan kicauan burung seolah menyambut kedatangan dua wanita cantik berbeda usia itu.



" Bagaima Ze kau menyukai tempat ini?" Tanya Hanum pada putrinya Zea sambil memegang tangan Zea dan tangan kanannya mengelus perutnya yang masih rata seolah mengajak calon bayi yang ada dalam perutnya berbicara, mereka menyaksikan


pemandangan Alam yang mempesona.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nah loh Bella menyesal kan


Hanum sama Zea ada dimana?


Luar negri apa masih di Indonesia?


ikuti terus ceritanya

__ADS_1


Like komen dan vote nya jangan lupa


Terima kasih🙂🙏🏻


__ADS_2