Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Terjebak bersama


__ADS_3

Malam itu sebuah mobil melaju melawan hujan yang deras di tambah angin berhembus kencang, disertai guntur dan kilat saling bersahutan seolah memukul jalan. Adam memegang setir sambil mencoba menelpon anak buahnya tapi tidak ada sinyal sepertinya pada saat guntur yang cukup keras berhasil merusak jaringan telpon.


" Coba telpon menggunakan ponselmu!" Ucap Adam tanpa melihat Hanum karena fokus menyetir melihat jalan yang tidak jelas terlihat karena terhalang hujan yang deras di tambah hari sudah malam.


" sama tidak ada signal! Pa sebaiknya kita menepi dulu, tunggu sampai hujan reda!" Ucap Hanum menyarankan , Adam menganggukan kepalanya, Pertanda setuju karena Ia tidak bisa melihat jalan dengan jelas dalam keadaan gelap dan juga hujan deras, dari pada terjadi kecelakaan lebih baik berhenti dulu. Ia mencari tempat yang aman agar bisa berteduh. terlihat tidak jauh di sebelah Kanan ada sebuah pondok. Adam menepikan kendaraannya , Ia lalu keluar bersama Hanum berlari bersama dengan menggunakan jasnya melindungi hanum dan dirinya agar tidak terkena hujan.


Terlihat pondok dari kayu, dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, disekitar pondok yang mereka diami, tidak ada rumah penduduk, ada rumah penduduk tapi agak jauh dari pondok ini.


Tok....tok....tok


" Permisi ! Apa ada orang!" Hanum mencoba mengetuk pintu, berulang kali Ia memanggil tapi tidak ada yang menyahutnya.


" Sepertinya tidak ada orang! Tapi pondok ini terlihat bersih dan terawat! " Adam memperhatikan pondok tersebut, Ia memegang gagang pintu, tiba-tiba pintunya terbuka, Pondok kayu itu tidak terkunci, melihat pintu terbuka Adam dan hanum Masuk, karena di luar sangat dingin.


" Permisi !" Adam mencoba memanggil pemilik rumah tapi tidak ada sahutan.


" Sepertinya pemilik rumah lupa mengunci saat keluar! Tapi .. ini.. kita masuk seperti ini apa tidak akan ada masalah !" Hanum merasa ragu.


" Kita hanya sebentar di sini setelah hujan reda kita pergi!" Saat mereka akan duduk tiba-tiba terdengar suara guntur dan kilat bersamaan , membuat lampu mati. Hanum yang kaget secara reflek memeluk Adam, tubuhnya bergetar karena takut dengan suara guntur yang sangat keras.


" Achhhhhhhh.............Pa Adam!" Hanum memeluk tubuh kekar Adam Ia bisa mencium Aroma khas Adam yang maskulin. Adam yang mendapat pelukan mendadak dari Hanum, langsung melingkarkan tangan kekar nya pada tubuh hanum sambil mengelus punggung hanum memberikan rasa nyaman. Cukup lama mereka berpelukan , hingga Hanum melerai pelukannya setelah suara guntur berhenti. Adam menyalakan Ponselnya Ia menggunakan cahaya ponselnya untuk melihat Hanum yang sedang mendongak melihat Adam yang memiliki tubuh tinggi dan atletis itu. Adam meras gemas melihat wajah Hanum yang putih di terangi oleh pencahayaan ponselnya menambah kecantikannya.


" Ah ... maaf pak! " Hanum melepas pelukan Adam , ia kemudian duduk dekat perapian mencoba mencari korek api untuk menyalakannya.


" Kau mencari apa?"


" Mencari korek api! Ini ada perapian di sini!" mereka sama sama mencari korek, tidak jauh dari kursi ada rak , di bagian atas tersimpan korek api, Adam mengambilnya dan menyalakan perapian agar rumah bisa terang dan mereka bisa menghangatkan tubuh.



Mereka duduk di dekat perapian menghangatkan tubuh yang kedinginan. Adam berjalan ke arah ruangan , sepertinya dapur ia membuka lemari mencari makanan tapi ia tidak menemukan apa pun. Lalu Hanum membuka tasnya Ia mengeluarkan toples yang berisi Satu roti isi.


" Pa Adam Ini makanlah!" Hanum menunjukan toplesnya, Melihat itu Adam menghampiri Hanum duduk di sebelahnya, ia merasa lapar karena tadi tidak sempat makan siang karena sibuk. Terlihat satu Roti isi.


" Kau saja yang makan!" Adam tidak tega memakan makanan Hanum yang hanya satu mana kenyang makan satu roti pikirnya. Hanum tidak mau jika makan sendiri ia lalu membagi dua roti isinya, dan menyerahkan potongannya kepada adam. Adam yang melihat itu tertawa.


" Aku tidak menyangka jika bisa memakan roti isi yang begitu kecil dengan perut yang lapar. Ha...ha..ha!" Ucap Adam sambil tertawa.


" Yang penting perut kita terganjal pak!" ucap Hanum sambil memasukan roti ke mulutnya, begitu pun dengan Adam.

__ADS_1


Mereka tertawa bersama-sama


" Hanum!"


" Iya pak!"


" Kau sudah punya pacar?" Tanya Adam mencari tahu.


" Tidak ada pak!" lagi pula siapa juga yang mau sama saya pak. Hanum tersenyum.


" Saya Mau!" Ucap Adam spontan.


" Apa pak?" Hanum tidak bisa mendengar jelas ucapan Adam karena pada saat Adam mengatakan itu berbarengan dengan suara petir yang kencang.


" Tidak Ada !" Adam berbaring pada karpet dekat dengan perapian Ia memejamkan matanya. Melihat adam terpejam membuat Hanum ikut terlelap di sampingnya. Mereka berdua tertidur dengan lelap, karena merasa lelah. Tidak di sadari adam memeluk Hanum ia berpikir jika Hanum adalah guling.


Di Luar terlihat Ada sekelompok pemuda sambil membawa senter berjalan ke arah pondok kayu, mereka curiga karena melihat tidak jauh dari pondok ada mobil yang terparkir.


" Gus lihat pintu pondok kayu terbuka, bukannya pemiliknya belum kembali dari kota." Ucap Bayu kepada temannya Agus.


" Iya benar ayo kita periksa!" kata dua orang pria yang bertubuh gemuk


" Astagfirullahaladzim, kiamat ini bay!" Ucap agus kepada temannya. Mendengar Agus yang teriak teman-temannya menghampiri mereka ikut kaget juga karena melihat sepasang kekasih berbuat mesum.


" Bahaya ini bahaya , kampung kita bisa kena sial! Cepat lapor pak Rt, Udin dan bayu pergi memanggil Pa Rt dan warga yang lain. Untuk menggerebek pasangan mesum.


Mendengar suara ribut-ribut membuat Adam dan hanum terbangun , Hanum kaget ketika bangun tidur melihat adam didepannya saling berhadapan dan menatapnya dalam keadaan masih memeluk, Hanum dan Adam langsung bangun bersamaan mereka belum sadar jika di dalam pondok sudah banyak warga yang menunggu mereka terbangun. Tiba-tiba terdengar suara deheman pria.


" ehem....ehem...!" Hanum dan adam bersamaan menoleh ke belakang mencari sumber suara betapa kagetnya mereka melihat banyak warga di rumah yang mereka pakai untuk berteduh.


" Enak yah bobonya..... eh orang kota kalian mesum di sini! Kata Agus mengarahkan senternya pada wajah adam dan hanum membuat mereka menutup mata karena silau.


Agus , bayu dan pemuda di sana sudah siap akan memukul adam , Adam berdiri menghampiri pemuda yang ada di hadapannya, agus menyiapkan ancang ancang siap memukul Adam, melihat adam berdiri dan menghapirinya membuat menelan saliva, Agus bisa melihat jelas wajah pria tampan yang menghampirinya dengan tubuh tinggi 197 cm dan memiliki tubuh atletis Membuat ngalinya menciut Ia yang hanya memiliki tinggi badan 152 cm, sudah di pastikan Ia yang akan babak belur.


" kami tidak melakukan hal-hal aneh, saya dan .....!" Belum sempat Adam menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Bayu melayangkan tinjunya , namun Ada berhasil menangkis tangan bayu, bayu tidak bisa menggerakan tangannya lagi tenaga Adam lebih kuat membuat bayu terkunci tidak bisa bergerak, melihat temannya kesulitan yadi siap memukul adam dari sebelah kiri , sekali lagi Adam berhasil manghalau pukulan yadi, Adam lalu melepaskan cekalannya pada kedua orang itu hingga terjatuh, dengan bokong yang mendarat duluan.


" Aduchhhh pantatku sakit euy.....! Ini orang apa kapten Amerika kuat banget!" Ucap bayu dan yadi . Mereka buru-buru berlari dan bersembunyi di balik badan pa RT.


" Bapak bapak, ibu-ibu, kami tidak melakukan apapun di sini?" Ucap Hanum berusaha meyakinkan warga.

__ADS_1


" Bohong itu pa rt , saya liat sendiri mereka berpelukan!" Ucap Agus.


warga di sana menyuruh adam dan hanum keluar, mereka dianggap sudah melakukan perbuatan yang memalukan, jika ada yang melakukan hubungan di luar nikah itu akan menjadikan kutukan bagi kampung S. Para warga ketakutan mereka akan mengiring Hanum ke balai desa atau membawanya ke kantor polisi. Saat mereka di giring keluar oleh warga terlihat daribjauh seorang pria berusia sekitar 28 tahun berhasil mengambil fhoto Adam dan hanum, ia menyungingkan bibirnya sambil berlalu pergi dengan motornya.


" Dengarkan kami dulu! Kami tidak melakukan apapun! " Adam berusaha meyakinkan semua warga tapi, para warga tidak mau menerima pembelaan adam, jika masyarakat sudah berbicara akan susah untuk didiamkan. Lalu terdengar suara wanita paruh baya.


" Ada apa ini kenapa ribut-ribut di rumah saya!" Ucap pemilik rumah Pondok kayu tersebut.


" Loh ibu sudah balik!" Ucap perempuan yang usianya tidak jauh dari pemilik pondok kayu itu.


" Bibi Ina!" Hanum berteriak dan berlari memeluk Bi Ina. Perempuan pemilik pondok kayu itu adalah Bu Ina ia merupakan saudara jauh dari Ibunya Hanum.


" Loh ini Hanum? Kamu ada di sini?" Hanum menganggukan kepalanya.


" Bi Ina bantu Hanum, warga di sini berpikir jika hanum dan pa Adam melakukan hal yang mesum! Sungguh Bibi kita tidak melakukana apapun!" Bi Ina melirik Pria yang di sebut Hanum Pa Adam.


"Dengan pria bule itu !" Ucap Bi Ina.


" Bu Ina sudah bawa saja ke kantor polisi atau bawa ke balai desa kita hakimi saja di sana!" Kata salah satu warga di iyakan oleh semua warga , Pa RT tidak bisa mencegah keributan ini. Sampai akhirnya Bi Ina berteriak kencang membuat telinga sakit, membuat semua orang pun terdiam.


"Diammm!!!"


" Pa Rt, Hanum, Dan kau bule tampan kita bicarakan di dalam!" Adam dan Hanum merasa aneh kenapa para warga lebih menurut dengan Bu ina dari pada ketua Rtnya. Ternyata Bi Ina merupakan kepala Desa tersebut. Mereka berempat masuk ke rumah Bu Ina.


" Hanum dan kamu siapa tadi namanya han?"


" Pa Adam Bi !"


" Iya Adam, dengar di kampung ini jika ada yang melakukan hal mesum di anggap akan memberikan kesialan pada kampung ini! Jadi jika kalian tidak ingin di bawa ke balai desa untuk di hakimi kalian harus setuju dengan cara ini!" Bi Ina menjelaskan sambil menatap wajah Pa RT yang menganggukan kepalanya tanda setuju. Adam dan Hanum saling tatap mereka benar-benar bingung dengan kedua pimpinan kampung S Ini.


" Memangnya Cara Apa!" Adam bertanya sambil memegang ponselnya mencoba menelpon anak buahnya yang belum bisa terhubung.


" caranya kalian harus setuju untuk dinikahkan! "


" APAAA!! " Hanum kaget


" WHAT!" Adam lebih kaget


...****************...

__ADS_1


__ADS_2