Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Pesona Hanum


__ADS_3

PoV Bella


Aku berjalan mengendap-ngendap masuk ke kamar papah mertuaku , kulihat papah Ibrahim tertidur dengan pulas, Ini kesempatan yang bagus menjalankan rencana untuk menukar obat papah Ibrahim dengan obat yang akan membuat papah Ibrahim cepat pergi meninggalkan dunia ini.


Saat aku akan memasukan obat papah ibrahim ke dalam tas tiba-tiba ada seseorang yang memanggil, jantungku rasanya berhenti berdetak, jika ketahuan tamatlah riwayatku.


" Bella!" Terdengar suara mamah Lidia memanggil, aku buru-buru memasukan obat papah Ibrahim ke dalam tas agar tidak diketahui.


PoV end


" Bella. Apa yang kau lakukan di sini!" Mamah Lidia menghampiri Bella.


" Aku mau menjenguk papah, bi sumi bilang mamah sedang keluar jadi aku putuskan langsung ke atas , takutnya papah membutuhkan sesuatu! Tapi papah masih tidur!" Ucap Bella beralasan.


" Iya setelah minum obat papah memang selalu tertidur cukup lama!" Mamah Lidia memperbaiki selimut suaminya.


" Mah, Bella balik lagi ke kantor yah!" Ucap bella sambil berjalan keluar kamar, sebelum Ia sampai di pintu mamah Lidia memanggilnya lagi, Bella sudah cemas ia takut mamah Lidia mencurigai botol obat yang sudah ia tukar.


" Bel, nanti malam ada makan malam, Mamah sudah memberitahu Bima tadi! papah ingin kita berkumpul." mendengar ucapan ibu mertuanya Bella menarik napas lega.


" Malam ini ! Tentu saja kami akan datang! Ehm.... Mah apa aku boleh mengajak Angel!"


" Angel! Memangnya sepupumu itu sudah kembali!"


" Sudah mah !"


" Iya tentu saja ajak juga Angel, sudah lama tidak berjumpa dengannya." Angel adalah sepupu Bella, dari sejak kecil mereka selalu bermain bersama sama Bella, Angel ,Adam Bima Ardi dan Arka mereka tumbuh bersama-sama. Angel menyimpan perasaan kepada Adam dari dulu, dia berusaha mendekati Adam tapi adam tidak pernah sedikitpun meliriknya Ia hanya menganggap Angel sebagai teman saja tidak lebih dari itu. Bella berencana akan menjodohkan Angel dengan Adam.


**


Ketika Mamah Lidia pergi, Adam langsung memanggil Hanum Ia menyampaikan Undangan makan malam dari mamah Lidia.


" Bersiaplah nanti malam aku akan menjemputmu pukul 19.00 untuk makan malam." Ucap Adam langsung kepada hanum tanpa menatap wajah Hanum.


" Apa pa? makan malam! " Hanum tidak mengerti dengan atasannya itu tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba mengajak makan malam, padahalkan belum tentu juga Ia akan menerima ajakan Atasannya itu.


" Hanum ... aku tidak suka penolakan, dan kau jangan mengecewakan ibuku! Mamah mengundangmu untuk ikut makan malam, Jadi ... bersiaplah nanti malam!"


Glek....


Adayah orang seperti ini, benar - benar aneh dasar kulkas dua pintu! aku sama sekali di buat tidak bisa menolak arghhhh....kalau bukan atasanku akan aku tendang hingga sampai ke negrimu sana dasar bule menyebalkan.


" Kenapa kau sedang mengupatku lagi!"


" hach .....Tidak pak."


" Jika tidak keluarlah selesaikan pekerjaanmu! Dan jangan lupa nanti malam."


" Baik pak! Saya permisi" Ucap Hanum sambil meninggalkan ruangan Pa Adam.


Malam telah tiba sebentar lagi Adam pasti akan menjemputnya , Hanum sedang berdandan di depan cermin ia memoleskan tipis lipstik berwarna merah di bibirnya. Dibelakang hanum duduk Alya yang sedang bertanya mengenai hubungannya dengan Adam, Alya curiga jika hanum mempungai hubungan spesial dengan Atasannya itu.


" Han, ayo dong bilang ada hubungan apa kamu dengan pa Adam yang tampan dan tajir melintir itu, Gak mungkin kan hanya sekedar atasan dan bawahan!" Seliksik Alya kepada hanum

__ADS_1


" Ya ampun Al, kamu ini udah aku jelasin dari kemarin! kita itu tidak ada hubungan apapun!" Hanum menegaskan kepada Alya.


" Al, dari pada kamu mikirin urusan ku kenapa kamu ga urus urusan mu itu dengan Pa Ardi Si mantan terindah!" Ucap Hanum mengejek Alya.


" Kamu tau dari mana kalau Pa Ardi mantan terindahku?" jawab Alya kaget padahal Ia belum bercerita kepada Hanum mengenai Ardi.


" Pa Ardi yang bilang! Malah dia meminta no telponmu. Apa dia sudah menelponmu?" Tanya Hanum kepada Alya sambil meletakan lipstiknya.


Ketika hanum dan alya menabrak mobil mewah pa Adam , dua minggu setelahnya Pa Ardi meminta no kontak Alya kepada Hanum, Ia juga menceritakan jika dulu pernah menjalin kasih dengan Alya.


Alya yang mendengar penjelasan Hanum hanya melongo sungguh ia tidak menyangka jika mantan terindahnya menayakan no kontaknya.


" Tapi... kenapa dia belum menelponku!" Alya nampak kecewa.


" Mungkin dia takut harus mendengar mulut cabe mu hahahahhaa!" Hanum meledek Alya dan tertawa keras.


" ich kau Ini!" Alya kesal kepada hanum yang malah jadi meledeknya.


Terdengar suara bel pintu Tinong...tinong...


" Itu Pasti Pa adam dan anak angkatmu!" Ucap Alya sambil beranjak untuk membuka pintu, saat Ia membuka pintu, Alya membulatkan matanya karena kaget melihat laki-laki tampan ada di depannya, laki- laki yang sejak tadi dibicarakan bersama hanum.


" Ka... Ardi!" Ucap Alya tidak percaya jika si mantan terindah berdiri dihadapannya , pria yang tidak pernah bisa Ia lupakan.


" Hai....!" Jawab Ardi sambil tersenyum sangat manis membuat Alya terpesona memandangnya, ketika terdengar sapaan gadis kecil Yang menyadarkan lamunannya.


" Halo tante temannya Mommy!" Suara Zea membuat alya tersadar.


" Ze, kau sudah sampai sayang!" Sapa Hanum kepada Zea yang sudah rapih keluar dari kamar. Melihat mommy Hanum Zea langsung memeluk mommynya itu.


" Loh ... ko Pa Ardi yang jemput! Bukannya Pa adam yang akan menjemput?" Tanya Hanum


" Pa Adam ada pertemuan dengan Klien dulu, Ia menunggu di Hotel Lux! Han... apa kau bisa menyetir sendiri!"


" Bisa pak."


" Kalau begitu ini kuncinya!" Ardi memberikan kunci mobil Kepada Hanum.


" Memangnya Pa Ardi mau kemana?"


" Kencan. Boleh aku pinjam temanmu!" Ardi memandang Alya. Sedangkan orang yang dipandang tampak terlihat gugup.


" tentu saja aku akan izinkan jika temanku mau pergi bersamamu!"


Alya yang di tatap oleh Hanum dan Ardi nampak salah tingkah. Hanum lalu berbisik kepada Alya.


" Kesempatan tidak datang dua kali. So selesaikan kisah cintamu agar kau tidak mati penasaran." Alya yang mendengar bisikan temannya melotot kepada Hanum dengan kesal.


" Bagaimana Al! Tanya Ardi


"Eh... Baiklah .... aku bersiap siap dulu."


Hanum dan Zea bertos ria mendengar Alya setuju untuk pergi bersama Ardi.

__ADS_1


Akhirnya mobil Adam , Hanum yang mengendarai, terlebih dahulu Ia akan menjemput Adam di Hotel Lux.


Padahal tadi siang pa Adam memaksanya pergi makan malam dan akan menjemputnya, tapi nyatanya Hanumlah yang menjemput Atasannya itu.


Sebuah mobil terparkir di parkiran Hotel Lux terlihat Pria tampan yang berjalan menuju mobilnya.


PoV Adam


Aku pikir yang keluar dari mobil adalah Ardi, tapi aku melihat seorang wanita mengenakan dress berwarna hitam selutut, rambut yang tergerai dan bergelombang , mata yang indah ,dan bibir merah membuatku ingin menyesapnya, Ia berjalan dan tersenyum kearahku sangat cantik hingga membuat jantungku berdetak tak karuan. Untuk kesekian kali kau membuatku terpesona Nona Hanum.



" Daddy...! Zea berlari ke arah Adam membuat adam tersadar dari lamunannya.


" Kenapa Hanya kalian berdua mana Om Ardi! " Tanya Adam pada Zea yang ada digendongannya.


" Om Ardi Ada kencan , sepertinya Daddy akan keduluan mendapatkan pacar , Hehehe!" Ucap Zea sambil tertawa.


" Benarkah !" Adam sedikit menggelitik Zea , Yang tertawa kecil karena geli.


" Kemana Ardi!" Adam bertanya kembali kepada Hanum memastikan.


" Pa Ardi ada keperluan, eh.....Ia mengajak temanku Alya untuk keluar!" jawab Hanum.


Anak itu Mengejar cinta lama ! Ucap batin Adam


" Dengan Alya teman mu!"


" Iya pak alya teman saya!"


Adam mengangguk-anggukan kepalanya mendengar jawaban dari hanum.


" Mana kuncinya aku yang akan menyetir!" Adam meminta kunci mobil kepada hanum.


" Biar saya saja pak yang meyetir." Hanum meyakinkan Adam.


" Aku yang mengajakmu makan malam, jadi aku yang akan menyetir!"


Hanum lalu menyerahkan kunci mobilnya, percuma saja berdebat dengan atasannya itu sudah pasti dia tidak mau kalah.


" Hey duduklah di depan aku bukan supir!"


Hanum membuka pintu depan dan akan duduk di depan , tapi Zea berteriak dari kursi belakang.


" Mom, duduk bersamaku di sini! Biarkan daddy menjadi supir malam ini!" Mendengar putri kesayangannya membuat Adam tidak bisa menolak, Ia tidak mau jika terlihat oleh hanum memperebutkannya dengan Zea, walaupun sebenarnya dia tidak rela Hanum duduk di belakang bersama Zea.


Selama di perjalanan menuju mansion papah Ibrahim sesekali Adam melihat Hanum dari kaca spion depan yang sedang mengobrol bersama Zea.


Hingga sampailah Mereka di Mansion papah Ibrahim, Melihat Mansion luas dan megah itu Hanum terkagum-kagum, Ia tidak menyangka jika Atasannya itu benar-benar kaya.


Terlihat dua mobil yang berhenti tepat di belakang Mobil Adam. Dari mobil mewah itu turun Bima dan Bella di ikuti Oleh Rumina, sedangkan mobil di sebelahnya Ada Angel yang berjalan anggun ke arah Adam.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2