
Malam yang sunyi mengantarkan semua insan beristirahat dan terbuai dalam mimpinya, tapi tidak untuk Hanum Yang sejak tadi sore merasakan kontraksi , tapi Ia enggan mengeluh dengan rasa sakitnya karena Ia berpikir masih kontraksi palsu, perkiraan kelahiran sekitar minggu depan.
Ia kembali terbangun tiba-tiba ketika pinggangnya terasa sakit seperti akan copot, tangannya mengelus pinggangnya yang sakit sambil menatap suaminya yang tertidur pulas di sampingnya, Hanum tersenyum melihat wajah tenang suaminya jika sedang tertidur terlihat sangat tampan.
Setelah beberapa menit ia mengelus pinggangnya, perlahan rasa sakitnya mulai hilang. Ia kembali merebahkan tubuhnya di samping Adam dan memeluknya.
Pagi menyapa semua insan yang siap berkatifitas memburu rejeki yang sudah disiapkan sang Maha Kuasa.
Hanum meski perutnya sudah besar tidak menghalangi untuk melayani suaminya yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor, tangannya memasangkan kancing kemeja suaminya. Lalu setelah itu Ia mengambil dasi dari tangan suaminya yang sejak tadi di pegang Adam kakinya sedikit menjinjit karena tubuh suaminya yang lebh tinggi dariya dengan lihai tangannya memasangkan dasi, Setelah memasangkan dasi Ia lalu membawa jas Biru dongker yang ada di atas ranjang dan memasangkannya pada tubuh tegap sang suami.
" Mas hari ini rapatnya lama tidak?" Hanum merapihkan jas suaminya.
" Memangnya ada apa?" Adam menatap wajah istrinya.
" Aku ingin ikut ke kantor boleh?" Hanum mengelus dada bidang suaminya.
" Apa kau yakin, Aku takut kamu akan bosan sayang." Adam mencium hidung mancung istrinya.
" Tapi aku ingin ikut, boleh yah?" Hanum membujuk Adam sambil melingkarkan tangannya pada leher suaminya.
Adam tersenyum melihat istrinya yang sedang mode manja, Ia nampak berpura-pura berpikir untuk menjahili Hanum.
" Mas... Jawab dong!" Hanum tidak sabar.
" Oke, tapi ingat jangan keman-manaa diam di ruanganku." Adam memberikan syarat pada Hanum untuk tetap menunggu di ruangannya.
Hanum menganggukan kepalanya lalu menggandeng tangan suaminya menuju ruang makan.
" Zea mana Bi?" Hanum mencari Zea yang belum terlihat.
" selamat pagi Mommy , Daddy." Zea datang sudah rapih dengan seragamnya lalu mencium pipi kedua orang tuanya.
Mereka bertiga sarapan bersama, terasa atmosfer kebahagiaan berkumpul bersama keluarga lengkap membalut hati yang dulu terasa sunyi.
Setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama ke kantor sebelumnya memgantar Zea kesekolah, lalu melesat menuju AZ Kingdom.
" Sayang tunggulah di sini , jika butuh sesuatu panggil saja Lyla." Adam mengecup istrinya sebelum pergi ke ruangan rapat.
__ADS_1
Cukup lama hanum menunggu suaminya, Ia duduk di sofa sambil membaca buku terlihat di meja banyak makanan yang di pesannya tadi dari lyla.
" Ah , mengapa lama sekali apa yang mas adam Bahas." Hanum mulai bosan.
" Awww....!" Hanum mengelus perutnya merasakan kontraksi kembali ia menarik napas dan menghembuskannya. Setelah tenang rasa sakitnya menghilang lagi.
Hanum melanjutkan membaca buku yang tadi terhenti, tapi ia mulai merasakan kembali rasa mulas pada perutnya, Dia berjalan mondar- mandir mengalihkan rasa sakitnya. Tiba-tiba Hanum Ingin ke kamar mandi.
Saat di dalam kamar mandi perutnya mulai merasakan mulas yang lebih lama dari tadi rasa sakitnya , Ia juga merasakan seperti mau buang air tapi tidak ingin.
" Apakah aku akan melahirkan."
Hanum berucap sendiri sembari merasakan ada yang mulai mengalir dari bawah tubuhnya. Hanum tidak bisa melihat langsung karena terhalang dengan perutnya yang besar.
Ia melangkah keluar dalam kamar mandi secara perlahan karena sepatu yang dipakainya terasa lengket.
Hanum mencari-cari ponselnya tapi ponselnya ada di sofa yang lumayan cukup jauh dari posisinya berdiri.
" Lyla.....Lyla...!" Hanum berteriak memanggil sekertaris suaminya sambil menahan rasa mulas yang semakin sering muncul.
Lyla masuk keruangan CEO karena mendengar Istri Bos memanggil namanya.
" Anda akan melahirkan?" Lyla terdiam karena masih terkejut bingung harus melakukan apa.
" Lyla... Cepat panggil suamiku sekarang!" Hanum membentak Lyla yang malah bengong.
" I...iya iya iya baik, tapi anda duduk dulu nyonya." Mendengar teriakan Hanum Lyla mulai sadar dan membantu hanum duduk di Sofa terlebih dahulu.
Lalu Ia begegas menuju ruang meeting untuk memberitahu Atasannya.
Adam sedang mengadakan meeting di dalam ruangan rapat, tiba-tiba Lyla masuk tanpa permisi.
" Pak Istri Anda sepertinya akan melahirkan." Ucap Lyla dengan wajah cemasnya.
Adam yang mendengar hal itu tanpa mengucapkan sepatah katapun meninggalkan ruangan padahal meeting belum selesai.
Seperti biasa Bagas akan membereskan meeting yang sedang berlangsung Ia langsung mengambil Alih sebagai pimpinan meeting.
__ADS_1
Bertepatan dengan Hanum yang berdiri Adam dan Lyla masuk Ruangan. Adam melihat kaki Hanum yang terlihat basah karena air ketuban yang sudah pecah dan wajahnya terlihat cemas.
" Sayang kamu sudah mau melahirkan." Adam mendudukan kembali Hanum di sofa.
Posisi kedua kaki Hanum sudah semakin membuka , terlihat Hanum mulai bernapas pendek-pendek.
" Tuan mobil ambulance sudah siap di bawah." Bagas masuk ruangan CEO.
Tadi setelah menutup meeting buru-buru ia menghubungi ambulance.
" Han, apakah masih bisa di tahan? Mobil rumah sakit sudah menunggu di bawah."
Adam semakin cemas melihat istrinya yang hanya bisa menggeleng sambil meringis menahan sakit yang luar biasa.
" Jangan jangan sentuh aku ! Bayinya sudah mau keluar aku tidak bisa menahannya lagi."
Hanum menghempaskan tangan suaminya yang berniat untuk menggendongnya.
" Egh...egh..!" Terdengar suara mengeden Hanum yang tidak bisa di tahan lagi , sang bayi pewaris AZ Kigdom sudah tidak sabar ingin melihat dunia.
" Lyla pergilah keluar katakan pada Bagas untuk memanggil dokter kandungan maksudku dr. Anna sekarang." Adam begitu cemas
Dia menatap sayang bercampur cemas pada istrinya yang sedang berjuang melahirkan anaknya kedunia.
Beberapa karyawan juga bersiap -siap menyambut kelahiran penerus AZ Kingdom. Adam tidak percaya jika anaknya akan lahir dengan cara seperti ini, dimana akan lahir di kantornya lebih tepatnya di AZ kingdom.
Hanum sudah posisi siap di atas sofa dorongan bayinya yang ingin segera keluar membuatnya siap untuk mengeden, meski Adam mencegahnya untuk jangan dulu tapi ia sudah tidak bisa menahannya.
...----------------...
Bingung menggambarkan situasi melahirkan hehe.
Maaf telat up
Jangan lupa like nya
Komen
__ADS_1
Vote juga
terima kasih.