
Tiga orang perempuan turun dari taxi mereka bersama-sama turun. Yasmin di bantu supir Taxi menurunkan kopernya.
" Terima kasih pak." Ucap Yasmin sabil membayar ongkos taxi yang ditumpanginya bersama Rumina dan Zea.
" Horee kita sudah sampai aYo Rumi kita kerumah Nenek Dewi." Zea menarik lengan Rumina dan berjalan menuju rumah Ibu Dewi.
" Zea, Rumi hati-hati nanti kalian jatuh." Yasmin berjalan mengikuti Zea dan Rumina.
" Indah sekali di sini kita bisa melihat lautan , udaranya juga sejuk." Rumina menatap sekeliling rumah penduduk yang tidak begitu padat.
Ibu Dewi sudah menunggu mereka sejak dari tadi, Ia menyambut kedatangan putrinya Yasmin.
" Yasmin ibu rindu sekali!" Ibu Dewi memeluk putrinya lalu melepasnya lagi dan beralih pada Zea.
" Cucu nenek semakin cantik saja! Ini siapa , ada satu lagi gadis cantik!" Ibu Dewi menyapa Rumina yang berdiri di sebelah Zea.
" Nek, Ini ka Rumi kakak Zea." Zea memperkenalkan Rumina pada Dewi.
" Oh kakak Zea, selamat datang sayang, ayo kita masuk ibu sudah menyiapkan banyak makanan. "
" Horee.... Horee Ayo kak masuk aku sudah lapar.
Mereka masuk ke dalam rumah untuk makan siang bersama.
**
" Kalian sudah sampai? sampaikan salam mommy pada Nenek Dewi." Ucap Hanum yang sedang berbicara lewat telpon dengan Zea.
" Zea sudah sampai?" Adam datang menghampiri istrinya yag sedang berbaring menyusui putranya yang sudah tertidur.
" Sudah mas!" Hanum melepaskan Azlan dari sumber makanannya.
Saat Ia hendak menutup kembali kancing bajunya, Adam memarik pergelangan tangannya.
" Mas apa sih !" Hanum kaget karena tiba-tiba suaminya menarik tubuhnya dalam dekapan Adam.
" Sayang Azlan sudah tidur, jadi sekarang giliran daddynya." Adam memeluk istrinya dari belakang sambil menggoda membuat Hanum tertawa geli melihat kelakuan suaminya yang bermanja-manja.
" Baiklah suamiku!" mereka berdua tertawa bersama hingga lupa jika ada bayi yang sedang tertidur.
" Sssttt... Mas jangan terlalu keras tertawanya Azlan nanti bangun." Hanum mengelus-ngelus kening putranya agar terlelap kembali.
**
Di tempat lain Yasmin sedang berada di acara pesta saudara sepupunya, Ia pergi bersama Bu Dewi sedangkan Zea dan Rumina tinggal di rumah dengan Mateo dan Ibunya.
" Hei Yasmin gak nyangka bisa berjumpa! Apa kabarmu?"
Sepasang suami istri menghampiri Yasmin yang duduk sendirian di meja tamu sambil menikmati hidangan.
" Baik."
Ucap yasmin singkat karena merasa kesal dengan pasangan di hadapanya yang selalu membuat moodnya memburuk.
__ADS_1
" Mengapa sendirian mana pasanganmu." Ucap Bambang pada Yasmin sambil mengejek.
" terserah aku mau sendiri atau tidak bukan urusan kalian." Yasmin kesal.
" Ich kau ini kasar sekali. Jangan marah - marah nanti cepat tua.. Ha...ha."
Sheila menambahkan memancing emosi Yasmin.
Bambang adalah mantan kekasih Yasmin, mereka tidak jadi menikah karena Bambang berselingkuh dengan Sheila sahabatnya sendiri. Kejadian itu menorehkan luka dalam di hati Yasmin pengkhianatan mereka membuat Yasmin sulit menjalin hubungan baru.
" Lagi pula dia sudah jadi perawan Tua buktinya sampai sekarang Dia belum menikah. Atau jangan-jangan dia belum bisa move on dari ku sayang."
Ucap Bambang sambil memegang pinggang Sheila dengan mesra membuat Yasmin semakin Kesal.
" Kau..!" Yasmin berteriak hendak menampar Bambang, tapi terhenti karena mendengar suara Bariton pria yang ia kenali.
" Sayang...... Kau di sini?" Ucap Bima berjalan ke arah Yasmin sambil tersenyum terlihat jelas ketampanannya , membuat Yasmin, Sheila, dan bambang menatap kagum pada Bima.
Terutama Yasmin yang tiba-tiba terdiam menjadi patung karena merasa heran dengan panggilan sayang dari Bima padanya.
" Sayang mengapa melamun, kau tidak ingin memperkenalkan aku dengan teman-temanmu."
Bima mengengam tangan Yasmin hingga membuat Yasmin tersadar dari lamunannya.
Saat Bima berjalan ke arah Yasmin secara tidak sengaja Ia mendengar ucapan Bambang yang membuatnya ikut kesal.
" Perkenalkan Nama saya Bima Wijaksono , saya... Calon suami Yasmin." Bima memperkenalkan dirinya sendiri karena Yasmin masih terdiam.
" Ya Ampun bukankah dia.? ..... Mas Orang ini adalah CEO W Corp, aku pernah melihatnya di majalah Bisnis."
Sheila berbisik pada Bambang.
Mendengar hal itu Bambang menjadi ketar -ketir Ia tidak nmenyangka jika Calon suami Yasmin adalah laki-laki hebat dan tampan. Tanpa berpamitan lebih dulu ia langsung pergi membawa Sheila menjauh dari Yasmin dan Bima.
" Ka Bima koq bisa ada di sini?" Yasmin menatap Bima karena masih tidak percaya jika Bima berdiri di hadapannya.
" Mengapa apa kau tidak suka?" Bima merajuk marah.
" Tidak bukan seperti itu maksudku ...... Eh tadi mengapa kakak mengatakan pada mereka jika kakak Calon suamiku."
Bima tidak menjawab pertanyaan Yasmin Ia malah pergi meninggalkan Yasmin dan naik ke atas panggung, Ia meminta Izin terlebih dahulu pada anggota band yang mengisi acara di pesta sepupu Yasmin.
" Tes satu dua tiga.... Mohon maaf saya mengganggu pestanya! Hari ini saya ingin mengatakan hal penting pada seseorang yang spesial." Bima menatap Yasmin dari atas panggung, membuat Yasmin salah tingkah, karena semua mata memandangnya.
" Yasmin aku bukan pria romantis, tapi hari ini aku ingin menjadi pria romantis untukmu, Yasmin izinkan aku untuk meminangmu, menjadi istri dan ibu untuk anak-anakku... Yasmin I Love U."
Bima mengatakan perasaan hatinya pada Yasmin secara langsung membuat Yasmin bingung harus menjawab apa Ia masih terkejut dengan permintaan Bima yang mendadak.
" Jawab.... Jawab... Yasmin terima .... Kalau gak mau buat aku aja!" teriakan para wanita jomblo merebutkan Bima jika di tolak oleh Yasmin.
Yasmin benar-benar bingung ia lalu pergi meninggalkan aula pernikahan. Bima melihat Yasmin pergi langsung mengejarnya.
" Yasmin .. . Kau marah apa aku terlalu terburu-buru, maaf."
__ADS_1
Bima meminta maaf pada Yasmin, ia merasa bersalah mengapa juga harus mendengarkan ide melamar dari Adam.
Yasmin menatap Bima dengan lekat, lalu kembali memgalihkan pandangannya ke kolam renang di hadapannya. Saat ini mereka berada di luar aula.
" Yasmin, hei kau menangis tolong maafkan aku!"
Bima menghapus butiran bening di pipi yasmin.
" Jangan bersedih aku tidak akan memaksamu!"
Bima hendak melangkah pergi namum tangannya di tahan oleh Yasmin.
" Kak Mengapa kakak ingin menikahiku?" Yasmin bertanya pada Bima sambil menatap wajah tampan Bima.
" Karena aku menyukaimu!" Ucap Bima tanpa ragu.
" suka atau hanya kasihan padaku, karena aku?" Belum sempat yasmin melanjutkan ucapannya Bima sudah langsung menutup mulut yasmin dengan bibirnya.
Yasmin tidak menolak ia menerima sentuhan lembut di bibirnya. Ciuman singkat dari Bima membuat Yasmin merasakan cinta Bima padanya.
" Kau bisa merasakannya , Aku mencintaimu aku ingin kau menjadi ratu di hatiku... Yasmin menikahlah denganku." Bima mengulang kembali prmintaanya.
Mendengar ungkapan perasaan Bima membuat Yasmin menangis kembali, bukan tangisan sedih tapi bahagia, ia bisa mendapatkan cinta dari pria yang ia inginkan.
" Apa Kak Bima mau menikahi aku yang orang miskin." Yasmin merasa ragu karena dirinya dan Bima sangatlah berbeda.
" Apa yang kau katakan, Aku mencintaimu dengan tulus menerima kau apa adanya." Bima memegang bahu Yasmin berusaha meyakinkannya.
" Benarkah!" Yasmin tersenyum.
" Hemm.. .. Atau mungkin kau tidak menyukaiku karena aku seorang duda yang memiliki anak." Bima menggoda Yasmin.
" Tidak bukan begitu.. tapi Aku.?"
" Aku apa? Yasmin jawab! , apa kau bersedia menjadi istriku?"
Yasmin terdiam ia bingung harus menjawab apa, karena sesungguhnya ia merasa bahagia dengan ungkapan perasaan Bima rasanya ia ingin sekali besorak riang dan berteriak tapi ia merasa malu.
" Yasmin!"
Yasmin masih terdiam ia lalu mengangkat tangan kananya untuk meraba rahang tegas bima.
" Ia aku mau menjadi istri kak Bima." Yasmin langsung memeluk Bima ia sendarkan kepalanya pada dada bidang Bima.
Bima merasa bahagia ia lalu membalas pelukan Yasmin. Tangannya mengelus punggung yasmin seolah menyalurkan perasaan hatinya yang sedang berbunga.
" Horeeeee! Yey....... Rumina punya ibu!" Bima dan Yasmin terkejut karena mendengar suara Rumina dan zea membuat mereka melepaskan pelukannya.
" Rumi , Zea , Om , tante kalian ada di sini , ibu juga!"
Yasmin menutup mulutny ia merasa malu ketahuan berpelukan dengan bima sedagngkan Bima terlihat santai. Karena Ia sengaja membawa orang tuanya untuk melamar Yasmin malam ini.
...****************...
__ADS_1