Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Azlan Eldar Wijaksono


__ADS_3

Terpancar kebahagiaan yang tak terkira dari raut muka Hanum dan Adam mereka begitu bersyukur atas kelahiran putra keduanya, Seharusnya anak pertama tetapi bagi mereka Zea adalah anak pertamanya mesti bukan anak kandungnya. Hari ini ruangan inap Hanum banyak yang berkunjung untung saja ruangannya luas.


Ardi dan Arka berebutan menggendong bayi tampan yang sekarang berada dalam gendongan Oma Lydia, membuat alya da Anna menepuk jidat sendiri dari aksi kedua kaka beradik ini yang kerap kali selalu berebut.


" Tante aku mau menggendong keponakan tampanku ini." Ardi mengulurkan tangannya namun di hempaskan oleh Arka.


" Hey antri dari tadi aku sudah menunggu. Tan berikan padaku." Arka hendak mengambil Bayi tampan Adam , namun Bima menghalangi.


" Tidak , bukan kalian yang duluan tapi aku, aku Pamannya. Lagi pula sebentar lagi kalian akan punya bayi mengapa harus merecoki bayi Adam." Bima mengambil Bayi tampan Adam untuk di gendongnya.


Semua orang di sana tertawa melihat Arka , Ardi dan Bima yang berebut bayi.


" Wajahnya mirip sekali denganmu Dam." Ucap Arka mengelus kepala bayi dengan lembut.


" Iya benar-benar Mirip sekali dengan Adam, Jangan sampai menurun dengan sifatnya yang menyebalkan ha..ha....ha .." Ucap Ardi yang meendapatkan lemparan buah dari sahabatnya Adam ,tapi dengan cepat tangannya menangkap buah apel dan memakannya.


" Sudah...sudah kalian seperti anak kecil saja apa tidak malu dengan istri-istri kalian." Ucap oma Lydia yang membawa kembali cucunya dari gendongan Bima dan menidurkannya di box bayi sebelah Hanum karena cucu tampannya sudah tertidur.


" Tentu saja Ia mirip denganku Aku ayahnya dan Itu pertanda Hanum bucin padaku! benarkan sayang.?" Adam menggoda istrinya. Hanum yang di goda suaminya langsung memberikan cubitan pada perut Adam.


Gelak tawa suara di ruangan Hanum, menggambarkan kebahagiaan dalam bingkai keluarga yang saling menyayangi.


" Kau sudah mempersiapkan nama untuknya." Ucap Papah Ibrahim sambil memandang wajah tampan cucunya.


" Sudah !" Adam berjalan mendekat pada putranya.


" Siapa namanya daddy untuk adik tampan ku." Ucap Zea tidak sabaran .


" Kakak Zea sudah tida sabar ingin tahu namanadik bayi." Ucap Adam sambil mencubit pipi cuby Zea yang menggemaskan.


" Iya Daddy cepatlah siapa namanya.?" Zea merengek sudah tidak sabar


" Putraku yang tampan ini aku beri nama Azlan Eldar Wijaksono yang berarti seorang pejuang yang mendapat kehormatan." Adam mencium kening putranya.


" Namanya indah sekali Daddy Seperti adek bayi yang tampan." Zea mencium Adiknya.


" Wah..... Nama yang bagus." Ucap kagum mereka bersamaan.


**


Ketika menjelang sore semua orang sudah berpamitan pulang sejak dari tadi. Ruangan nampak sepi saat Yasmin datang berkunjung karena tadi Ia masih bertugas, Yasmin bekerja sebagai perawat di W Hospital atas rekomendasi Adam.


" Loh sudah pada pulang? Kak Hanum maaf baru bisa menjenguk!" Yasmin menyimpan parsel buah-buahan dan meletakkannya di meja. Ia lalu berjalan untuk melihat Babby Azlan yang sedang tidur di ranjang bersama ibunya.


" Iya yah lain sudah pulang. " Jawab Hanum sambil memeluk Yasmin.


" Bayinya tampan sekali kak, Selamat buat kalian, oh iya Ibu titip salam mohon maaf belum bisa kemari menjenguk cucu tampannya ini." Yasmin mencoel-coel wajah Azlan.


" Terima kasih Tante Yasmin." Jawab Hanum dengan suara menyerupai suara anak anak.


Lama mereka mengobrol hingga tidak menyadari Adam dan Bima masuk. Tadi saat semua orang pamit pulang Adam ikut keluar juga ada hal yang ingin di bicarakan mengenai perusahaan pada kakaknya mereka memutuskan ke cafe rumah sakit sambil meminum kopi, namun ketika Bima akan pulang Ia meninggalkan kunci mobil di dalam kamar Hanum sehingga ia ikut kembali bersama Adam.


" Yasmin sejak kapan datang." Tanya Adam


" sejak dari tadi kak selepas kerja." Jawab Yasmin yang bersiap -siap akan pulang.


" Karena kakak ipar sudah datang aku pamit pulang." Yasmin memeluk Hanum.


" Iya Hati-hati di jalan ."


Saat tangannya akan membuka pintu , Bima memanggilnya.


" Yasmin kita pulang bersama lagi pula tujuan kita sama." Yasmin tampak salah tingkah dengan ucapan Bima.


Ketika sampai di Jakarta Oma lydia meminta Yasmin untuk tinggal bersamanya, karena merasa sepi saat Adam dan Hanum sudah menempati Mansion mereka. Dan selain itu ada niat ingin menjodohkan Yasmin dan Bima.

__ADS_1


" Memangnya Kak Bima tidak kembali ke kantor." Tanya Yasmin


" Tidak." Jawab Bima singkat.


" Azlan papah pulang dulu yah!" Bima berpamitan sambil mencoel pipi Keponakannya


" Kak, langsung saja lamar terlihat ada sinyal dari yasmin." Adam berbisik di telinga kakaknya. Bima yang mendengar ucapan adiknya langsung meninju dada Adam.


**


Di dalam mobil Bima dan Yasmin tampak canggung mereka saling diam tidak ada yang bersuara.


Pertemuan mereka ketika di acara pernikahan Jack dan Zoya tengah menumbuhkan bunga-bunga cinta pada pandangan pertama tetapi masih ada rasa malu karena Yasmin merasa tidak pantas bersanding dengan Bima, begitupun dengan Bima Ia merasa malu untuk mengungkapkan perasaannya karena dirinya yang berstatus duda dan memiliki anak.


" Ehem.... Kau sudah makan!" Bima berusah mencairkan suasana.


" Belum Kak , nanti saja di rumah." Yasmin menjawab tanpa melihat pada Bima.


" Bagaimana kalau kita makan di luar saja? "


" Sekarang?" Yasmin menatap Pada Bima karena terkejut Laki-laki tampan di sebelahnya mengajaknya makan.


" Ya sekarang masa iya taun depan." Bima terseyum ke arah Yasmin.


Senyumannya menambah kadar ketampanannya, ah ada apa denganku apa aku meyukai pak duda tampan ini ...


" Yasmin ayo turun"


" Ah... Iya kak."


Yasmin terkejut ketika Bima membukakan pintu mobil untunya, membuat jantungnya berdetak lebih kencang seolah sudah keliling lapangan.


Mereka berjalan bersama-sama mencari tempat duduk yang nyaman.


Seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan daftar menu, Bima meihat daftar menu tersebut.


" Saya.. Samakan saja dengan pesanan kakak."


" Ok .... Beef Steak Tenderloin." Terlihat pelayan mencatat pesanan Bima dan berlalu pergi.


" Bagaimana Pekerjaanmu." Tanya Bima


" Menyenangkan bisa bekerja sebagai perawat." Yasmin tersenyum, senyuman yang membuat duda tampan didepanya semakin terpesona.


" Ibu mu tinggal di sana dengan siapa jika kau menetap di Jakarta."


" Ibu tinggal dengan Tante Sifa dan juga Mateo."


" Mateo yang sering di bicarakan oleh Zea kepada rumi."


" Iya .. He he.." mereka tertawa bersama karena hampir setiap hari Zea membicarakan Mateo anak yang tampan bermata biru.


Sambil menunggu pesanannya mereka mengobrol banyak hal terlihat suasana akrab tanpa ada kecanggungan lagi di antara mereka.


**


Malam semakin larut terlihat sepasang suami istri berbaring bersama di ranjang rumah sakit dengan Babby Azlan berada di tengahnya. Mereka tiada henti menatap wajah putranya yang sangat tempan an sangat lucu sudah terlelap setelah menghisap sumber kehidupan dari mommynya.


" Sayang terima kasih." ucap Hanum sambil menatap wajah suaminya yang semakin tampan saja.


" Terima kasih untuk apa? " Adam mengerutkan alisnya.


" Untuk kau selalu ada dan melindungiku, Aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu meski di awal aku membencimu karena kesalah fahaman tapi hatiku tidak bisa di bohongi jika aku sangat mencintaimu."


Hanum mengugkapkan perasaannya pada Adam sambil mengelus rahang tegas suaminya yang di tumbuhi bulu bulu halus menambah kesan maskulin

__ADS_1


" Benarkah... "


" Hemm... Mas sejak kapan kau menyukaiku."


Hanum menurunkan tangannya dan beralih menepuk nepuk pelan kaki Azlan.


" Saat kau memukul kepalaku dengan gagang sikat wc."


Ucap Adam sambil tersenyum mengingat waktu itu.


Hanum terkikik mengingat dirinya memukul Adam karena menuduh cabul pada Suaminya.


" Maaf sayang." Hanum mengelus lengan suaminya.


" Saat itu aku jatuh cinta padamu aku terpesona dengan Hanum Nabila Putri yang cantik, pintar sungguh mempesona. "


Adam mencium puncak kepala dan mengangkat dagu istrinya lalu melabuhkan ciuman lembut di bibir ranum Hanum yang selalu menggodanya.


Adam bangun dari ranjang lalu memindahkan Azlan yang tertidur dengan tenang ke box bayi di sebalah istrinya. Setelah memindahkan Azlan, Adam kembali naik ke ranjang istrinya yang luas bisa muat dua orang dewasa.


" Sayang terima kasih sudah berjuang melahirkan putra kita Azlan dan terima kasih sudah menjaga Zea saat jauh dariku." Ucap Adam tulus


" Hem... Azlan Dan Zea adalah putra putri kita, tentu saja aku akan selalu menjaganya."


Adam menatap wajah cantik istrinya dan memeluk istrinya membawa dalam dekapan dadanya yang bidang menyalurkan rasa cinta yang memberikan kenyamanan bagi kedua insan yang saling mencinta, saling menerima, dan memahami satu sama lain.


Aku sangat bersyukur atas anugrah cinta dari sang Maha cinta


Tertanam dalam hati setiap insan ...


Cinta yang telah ditakdirkan tak akan memaksa


justru akan menerima dengan penuh keterbukaan


Membuka hato untuk sang pemilik hati


Yang akan hadir di kala kita sudah memantaskan diri


untuk cinta yang akan bertahta dalam hati setiap insan pengagung cinta


Salam cinta


Adam &Hanum🥰🥰


Happy Ending🙂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum...


Alhamdulillah Novel pertamaku bisa author selesaikan ,meskipun banyak kesalahan dalam typo atau mungkin dari segi unsur ceritanya.


Author masih dalam tahap belajar menulis , berawal dari senang membaca karya-karya author yang hebat di NT memberikan Inspirasi tersendiri untuk mencoba membuat sebuah karya.


Terima kasih Buat Noveltoon yang menjadi wadah bagi kami yang ingin berkreasi dalam Keterampilan menulis Fiksi.


Terima kasih juga saya ucapkan pada pembaca yang setia membaca karya pertamaku dan memberikan dukungannya.


Like


Comen


Vote


Yang kalian berikan menjadi penyemangat , dan apresiasi yang baik bagi author untuk merefisi setiap kesalahan dari saran atau kritik para pembaa 🥰

__ADS_1


Wassalamualaikum


Hawa


__ADS_2