
Sebuah mobil melaju dengan cepat menuju ke W Hospital.
" Mas Lebih Cepat!" Hanum merasa bersalah Gara-gara dia rumina seperti ini.
Akhirnya mereka sampai di W Hospital , Rumina langsung di tangani Oleh dr. Ana yang merupakan Istri dr. Arka
Ana terkejut melihat Hanum, yang Mirip dengan Nisa, tapi dia tidak begitu memikirkan karena saat ini Rumina harus segera di tangani.
Hanum dan Adam menunggu di ruang tunggu mereka begitu cemas karena sudah lama , tapi dr Ana belum keluar ruangan.
Adam yang melihat istrinya mondar mandir tidak jelas, menarik tangannya dan menenangkannya.
" Duduklah , semua akan baik-baik saja!" Adam mengelus punggung istrinya menyalurkan rasa tenang. Namun tiba-tiba. Bella datang dan memaki hanum.
" Apa yang kau lakukan pada anak ku? " Bella berteriak kepada Hanum hingga membuat semua orang melirik ke arahnya.
" Maaf aku tidak tahu jika rumi Alergi Strawbery!" Hanum meminta maaf tulus pada bella , karena ia memang bersalah tidak hati-hati memberi makanan pada Rumi.
" kalau sampai terjadi sesuatu! Aku tidak akan memaafkanmu!" bella mengutarakan kekesalannya pada Hanum.
" Bell tenanglah, kau membuat keributan di sini!" Bima datang menghentukan kemarahan Bella pada Hanum.
" lepas mas, Gara-gara wanita ini anak ku jadi sakit!" Bella menunjuk Hanum dengan jari telunjuknya.
" sudah marah-marah ya!" Adam kesal melihat bella yang marah-marah padahal hanum sudah meminta maaf.
" Dengar! Rumi sakit juga ulah mu juga!"
" kau menyalahkanku ! jelas-jelas itrimu membuat anak ku masuk rumah sakit!" Ucap bella tidak mau kalah memojokan Hanum.
" Ck..... Kau ini ibu yang tedak peka, kau tidak tau Rumina menangis semalaman gara-gara kalian!" Adam menunjuk Bella dengan telunjuknya.
Adam menjelaskan rumina yang menangis karena kecewa pada orang tuanya, di tambah lagi Dia tau jika dirinya alergi memakan strawbery , tapi dia sengaja memakannya karena ingin mendapatkan perhatian ayah dan ibunya yang hanya memikirkan diri sendiri. Setelah mengatakan itu adam pergi membawa Hanum keluar, sedangkan Bima dan Bella mereka terdiam , menyadari jika Rumina memang terluka karena pertengkaran mereka.
Adam dan Hanum saat ini berada di Kantin, berulang kali Adam meyakinkan istrinya hal ini terjadi bukan salahnya.
" Mas, Ayo kesana lagi! Aku tidak tenang jika belum melihatnya baik-baik saja!" Hanum meyakinkan suaminya untuk kembali ke ruangan Rumi.
" Tenang lah sayang ! Rumi baik-baik saja!" Adam memegang tangan istrinya mencoba menenangkannya.
Blush...
__ADS_1
Mendengar kata sayang di ucapkan suaminya itu membuatnya salah tingkah.
( Apa tadi katanya sayang, Dia menyebutku dengan Sayang ! Oh hanum jangan terlena kau harus ingat tujuanmu) Monolog hatinya, bohong jika hanum tidak menyukai panggilan sayang suaminya karena sesungguhnya Dia sangat menyukainya.
Terdengar suara dering ponsel membuyarkan lamunannya. Hanum melihat di layar siapa yang menelpon terlihat nama jack di layar. Ia lalu meminta izin kepada Adam untuk ke toilet.
Saat Di toilet hanum menjawab panggilannya yang sejak dari tadi bergetar di dalam tasnya " Bagaimana Jack kau sudah dapat informasi mengenai orang itu?" Tanya Hanum penasaran .
" Dia Adalah Aldo Utama pemilik perusahaan Utama, musuh Tn. Adam, detail informasinya sudah aku kirimkan!" Jack menjelaskan masalah aldo dan Adam karena Adam yang pernah di fitnah oleh Aldo mencuri soal jawaban ujian, dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Saat itu Adam di bantu ayahnya membersihkan nama baiknya dan berhasil membutikan dirinya tidak bersalah, Dan Aldo di keluarkan dari sekolahnya dan masuk rehabilitasi pencandu narkoba di Amerika. Hingga saat ini Ia masih menyimpan dendam , ia ingin merampas semua milik adam.
Hanum membuka pesan Jack melihat detail data pribadi Aldo utama iya mengerutkan Alisnya melihat wajah aldo.
" Jadi Pria itu adalah Aldo!"
Mendengar penjelasan Jack membuatnya mengerti, kenapa laki-laki yang membuat keributan di perusahaan suaminya begitu terlihat membenci Adam.
Setelah mengakhiri panggilannya Ia bergegas kembali, Terlihat Adam sedang memainkan ponselnya sambil menunggu istrinya.
" Ayo mas!" Hanum mengajak Adam untuk segera pergi dari kantin dan menemui Zea sebelum pulang.
" Daddy Adam, Tante Hanum!" Rumi bahagia ketika melihat paman dan tantenya datang, membuat Bella kesal karena sejak dari tadi ia berusaha membuat rumi tersenyum selalu gagal, tapi melihat adam dan istrinya Zea terlihat senang.
" Rumi maafkan tante! Tante tidak tau kalau kau alergi buah Strawberry" Hanum meminta maaf karena merasa bersalah, ia membelai kepala Rumi, dan menciumi dua tangan Rumina.
" it's okay auntie, but rumi will still punish auntie!" Rumina tersenyum sambil melihat daddy Adam dan papah Bima, yang di tatap hanya bisa mengangkat bahu mereka karena tidak mengerti.
" What is that? Aunt will do"
Rumina membisikan keingannya pada Hanum , mendengar keinginan rumi hanum tersenyum sangat manis membuat Adam semakin terpesona pada istrinya.
Mendengar keinginan rumi Hanum lalu menciumi pipi keponakannya itu.
" Tentu saja. Tapi minta izin dulu pada papah dan mamah" hanum mencubit pelan pipi rumi.
Rumi menganggukan kepalanya , tanda setuju , membuat semua orang di sana jadi penasaran apa keinginan rumina kepada hanum termasuk Bella yang merasa kesal karena anaknya dekat dengan hanum. Setelah itu Adam dan Hanum berpamitan pulang.
Saat ini mereka berada di dalam mobil yang melaju di antara kendaraan lainnya, sesekali Adam melirik Istrinya, sambil fokus menyetir kendaraannya.
" Ehem." Adam berdehem membuat hanum melirik ke arahnya.
__ADS_1
" Apa yang rumi bisikan padamu tadi ?" Adam penasaran
" Oh itu, rahasia! He he " hanum tertawa kecil
Mendengar istrinya tertawa Adam menepikan mobilnya, Ia tatap wajah istrinya itu.
"Kenapa berhenti di sini?" Hanum melihat kanan kirinya yang tampak ramai malam ini karena ada pasar malam di taman kota.
Adam membuka sabuk pengaman dari tubuhnya agar leluasa mendekati istrinya. Ia lalu mengambil map kuning yang berada didalam dashboard lalu memberikannya pada Hanum.
"Apa ini mas?" Hanum merasa bingung dengan map kuning di tangannya, ia lalu membukanya dan mengeluarkan beberepa lembar dokumen, Ia baca dengan teliti tanpa ada yang terlewat, terlihat raut wajahnya berubah.
" Ini...!" Hanum menatap Adam dengan tidak percaya jika suaminya sudah mendaftarkan pernikahannya.
" Iya kau adalah istriku yang sah secara hukum, Nyonya Adam! " Adam menyipitkan matanya , ia merasakan jika Hanum tidak menyukai kejutannya, membuat Ia berpikir jika Hanum tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.
Membuat Adam ingin bertanya mengenai perasaan hanum padanya.
" Kau tidak menyukainya!" Pertanyaan Adam di lontarkan dengan ekspresi wajah yang dingin di penuhi rasa kecewa.
" Tidak bukan seperti itu, aku.....!Belum sempat hanum menyelesaikan ucapannya Tapi Adam memotongnya.
" Tidak mencintaiku!" Adam menjawab mewakili perasaan hanum yang membuatnya kecewa dengan ucapannya sendiri tentang perasaan Hanum, padahal Hanum belum menjawabnya.
" Ikut dengan ku!" Hanum mengajak Adam untuk keluar dari mobil, dan berjalan ke taman kota memandang kolam ikan dengan air mancur yang menyembur dengan sorotan warna-warni lampu.
" Kenapa kita kesini?" Tanya Adam merasa bingung.
Hanum tersenyum pada suaminya itu saat ini mereka saling berhadapan berdiri di tempat yang indah di bawah sinar rembulan
Hanum tengadah menatap wajah suaminya yang tampan, Tubuh adam yang lebih tinggi darinya membuat hanum menjinjitkan kakinya agar ia bisa sampai menempelkan bibir nya pada bibir Adam.
Hanum mencium lembut bibir suaminya, membuat Adam membelalakan matanya karena tidak percaya jika sang istri menciumnya lebih dulu.
Tapi didetik berikutnya Ciuman itu membuat Adam nyaman, rasa kagetnya berubah menjadi memabukan
Malam itu di bawah rembulan di iringi angin yang berdesir menjatuhkan dedaunan menemani sepasang kekasih yang memadu kasih.
...****************...
Hanum ini aneh benci tapi cinta 😁
__ADS_1