
Seorang pria memakai masker turun dari motornya, Ia berjalan masuk ke kamar kontarakannya. membuka tas angklong dan mengeluarkan isinya , terlihat sebuah kamera yang digunakannya untuk mengambil gambar Adam ketika di giring warga keluar bersama hanum. dari tas besar nya Ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
" Halo Bos, aku mendapatkan berita hebat tentang Adam Wijaksono!" ucapnya kepada pria yang berada di sebrang telpon.
" Bagus , siapkan beritanya , Kejutan untuk Adam Wijaksono!" Ucap Aldo tidak sabar menunggu berita ini tersebar.
Pria yang mengambil gambar adam adalah Wartawan yang memata-matai Adam merupakan orang suruhan Aldo Utama, Ia selalu mencari-cari kesalahan Adam, untuk membalas dendam karena dulu pernah dipermalukan oleh Adam, yang membuatanya dikeluarkan dari sekolah.
**
Pukul 02.00 dini hari Adam, dan Hanum sudah sampai di Jakarta mereka pulang ke Mansion papah Ibrahim karena Zea berada di sana.
" Pa ...eh maksudku mas ..... aku pulang kerumah Alya saja!" Hanum merasa ragu untuk masuk ke dalam mansion.
" Han, sekarang kau adalah istriku, jadi kau harus ikut kemanapun aku pergi. Ayo!" Adam memegang tangan Hanum mereka berjalan masuk, sepertinya semua orang sudah tertidur pikir Adam , tapi nyatanya terlihat sepasang suami istri menunggunya pulang di ruang Tamu. Papah Ibrahim dan mamah lidia menyilangkan kedua tangan mereka dengan menunjukan wajah kesal terhadap putranya yang kembali membuat onar lagi, bedanya dulu mendapatkan getah kesalahan Bima ,sekarang kesalahannya sendiri, pikir kedua orang tuanya.
Adam dan hanum menghentikan langkah kaki melihat kedua orang tuanya berdiri tepat di depannya.
" Pah, Mah kalian belum tidur!" Tanya Adam menyapa.
" Bagaiman kita bisa tidur jika anaknya baru menikah!" Papah Ibrahim marah , suaranya begitu keras hingga membuat Hanum mundur dan sembunyi di belakang Adam. Ardi melaporkan kejadian tadi pada asisten papah Ibrahim.
" Papah, jangan emosi , papah masih pemulihan!" Mamah lidia mencoba menenangkan suaminya dengan mengelus-ngelus lengan Papah Ibrahim.
" Pah Ini tidak seperti yang papah pikir." Adam mencoba menjelaskan
" Lantas seperti apa? Nyatanya kau menikah dengan sekertarismu Akibat perbuatanmu padanya!"
" Tuan Ibrahim! Kami tidak melakukan apapun di sana! percayalah!" Hanum dengan ragu dan takut memberanikan diri membela Adam Suami dadakannya itu.
" Adam! kita bicara di ruang kerja!" Papah Ibrahim berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti oleh Adam.
Di Ruang tamu hanya ada Hanum dan mamah Lidia, Hanum masih menundukan kepalanya Ia benar-benar merasa malu dan takut pada mertuanya itu.
" Duduklah, apa tidak pegal berdiri terus!" Mamah Lidia menunjuk kursi di depannya, mendengar Mamah Lidia menyuruhnya duduk Hanum lalu mendaratkan bokongnga pada kursi di depan mamah Lidia.
" Ceritakan kenapa kalian bisa menikah!"
Hanum menceritakan kejadian di mulai dari awal terjebak karena hujan hingga tertidur dan di grebek warga sebagai pasangan yang melakukan perbuatan tidak baik.
" Lalu kau setuju saja menikahi putraku!"
__ADS_1
" tidak .... Aku menolaknya tapiii...!"
" Tapi ... Kau memenfaatkannya dan menikahi putraku yang tampan dan kaya , begitu?" Mamah Lidia memicingkan matanya, mengintrogasi Hanum
" Ti...tidak Nyonya sungguh saya tidak seperti itu, permasalahan di sana sudah clear setelah melakukan pernikahan ini mereka baru mengetahui jika kami tidak berbuat mesum, Nyonya jika Tuan Adam mau melepaskan , saya bersedia meninggalkan pa Adam."
" Benarkah!" Ucap mama lidia.
Hanum menganggukan kepalanya. Ia sudah tidak bisa menjawab pertanyaan Mamah lidia.
" Tapi saya tidak akan melepaskanmu! Hanum jangan memanggilku dengan Nyonya, sekarang kau adalah istri Adam , menantu Wijaksono jadi panggil aku seperti Adam memanggil ku. Kau mengerti menantu!" Mamah Lidia memegang tangan Hanum seolah menyampaikan bahwa dirinya di terima menjadi menantu Wijaksono.
" Hah... Iya .... Ehm apa nyonya? " Hanum masih bingung pada Nyonya Lidia, tadi terlihat marah sekarang terlihat ramah.
" Panggil Mamah bukan Nyonya!" Ucap Mamah Lidia
" nyo.... Mamah?" Hanum masih belum percaya Jika Dia di terima menjadi menantu Wijaksono. Mamah Lidia berdiri Ia lalu memeluk menantunya itu meyakinkan bahwa dia sudah di terima, Hanum yang di peluk merasa terharu.
" Selamat datang nak! " Ucap mamah lidia
" Terima kasih nyo maksud ku mamah!" jawab Hanum meneteskan air mata karena terharu.
Mamah Lidia memanggil Bi Minah agar mengantarkan Hanum kekamar Adam di lantai dua untuk beristirahat.
Bi Minah mengantarkan Hanum ke kamar Zea. Hanum lalu menutup pintu kamar Ia lalu ikut berbaring bersama Zea , dan mengelus kepalanya, hingga membuat Zea terbangun.
" Mommy , sudah pulang!"Tanya Zea dengan suara parau dan mata masih mengantuk.
" Iya sayang apa mommy mengganggu tidurmu? Tidur lagi, mommy akan menemani Zea tidur! " Zea menganggukan kepalanya dan tertidur kembali , saat zea sudah terlelap Hanum meronggoh saku bajunya Ia mengeluarkan Id card milik ka Nisa dan memandanginya.
" Akan aku balas penderitaan Kaka pada keluarga Wijaksono, terutama Adam!" Ucap Hanum dengan wajah yang dipenuhi dengan kebencian. Iya Hanum mengira Laki-laki yang menyakiti Nisa adalah Adam.
Flashback
Dua hari setelah pertemuannya dengan Jack, Dia mendapatkan telpon dari Jack yang telah menemukan pria yang telah menghamili Kakanya dan membuatnya menderita hingga meninggal dunia.
" Informasi apa yang kau dapat?" tanya Hanum
" Kaka Anda Sudah meninggal lima tahun yang lalu ia mengidap penyakit kanker darah, dan bayinya ia serahkan pada ayahnya, Anak itu anak perempuan bernama Zea. untuk photo pria tersebut dan detail informasi sudah aku kirim lewat email" Jawab Jack
Mendengar hal itu hanum seperti disambar petir mengetahui kaka yang dia cari selama ini sidah tiada. Ia langsung membuka email, ingin melihat siapa pria berengsek yang sudah menghancurkan kehidupan Kakanya. Betapa kagetnya Hanum melihat photo atasannya, Ia membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
" Pa Adam !"
Hanum tidak percaya jika itu adalah Adam orang yang membuat kakanya meninggal dan membuatnya menjadi sebatang kara.
"Jadi Zea adalah anak kandung Ka nisa dan Adam."
flashback off
Diruang kerja papah Ibrahim, Adam menjelaskan semuanya tanpa ada yang terlewat.
" jadi semuanya sudah selesai!"
" iya pah!"
" Apa kau yakin tidak ada media di sana!"
" Iya. Kuharap seperti itu!" Adam merasa ragu, karena Ia merasa pada waktu itu ada yang mengambil gambarnya saat di giring warga."
" Pastikan semuanya Aman!"
" Baik pah, papah tidak perlu khawatir! Adam akan selesaikan semuanya."
" Segera daftarkan pernikahanmu dan siapkan resepsinya!" Ucap Papah Ibrahim.
" Maksud papah, papah menerima pernikahan ini." Tanya adam tidak percaya.
" Kenapa kau pikir papah ini pemeran antagonis?" Adam dan papah Ibrahim tertawa, Ia merasa Bahagia jika kedua orangtuanya menerima Hanum.
Adam begitu lelah Ia bergegas naik ke kamarnya setelah tahu jika Hanum sudah masuk kamar, tapi dia tidak menemukan Hanum di kamarnya. Ia lalu berjalan ke kamar Zea. Adam membuka pintu dengan hati- hati, Terlihat di sana Zea dan hanum tidur bersama.
" Jadi kau di sini!" Adam menghampiri hanum dan Zea ia mencium kening putrinya setelah itu ia menatap Hanum yang tertidur lelap, membelainya pipinya lalu mencium bibir ranum Hanum yang menjadi candu baginya. Setelah mencium dua wanita kesayangannya Adam pergi dari kamar Zea.
Mendengar suara pintu tertutup Hanum langsung membuka matanya Ia berpura-pura tidur tadi.
" Tuan Adam Wijaksono kau akan aku buat sangat mencintaiku hingga tergantung padaku, Setelah itu akan lebih mudah untuk menghancurkanmu. Kau harus merasakan sakit di khianati, ditinggalkan dan di buang!" Ucap Hanum dan memejamkan matanya kembali.
...****************...
Aduh Hanum salah orang ini detektifnya ga bisa gali informasi
hanum jadi salah sangka sama Adam😔
__ADS_1
Maaf ya di bikin benci dulu sama Adam 😁