
Rumah panggung dari bambu yang tidak begitu besar , di halaman depan dihiasi taman kecil yang dipenuhi bunga yang sedang bermekaran , seperti sudah di atur seakan sengaja mekar untuk menyambut pujaan hati datang.
Hanum dan Adam berjalan bersama sambil berpegangan tangan menaiki tangga rumah.
Terdengar suara Zea yang tertawa bermain dengan Jack dan Zoya sambil menunggu Adam dan Hanum datang.
" Om Jack aku masih seperti mimpi jika daddy sudah menemukanku dan mommy ucap Zea senang.
Di ruang tengah itu ada ibu dewi bersama Yasmin juga yang masih kebingungan tentang Hanum Yang merupakan seorang istri pengusaha muda nomor satu di tanah air.
" Tuan Jack apa benar jika Pa Adam merupakan suami kak Hanum." Tanya Yasmin yang membuat perhatian semua orang di sana menatapnya.
" Iya betul , Tuan Adam adalah suaminya." Jawab Jack
" Tapi....... Kata Kak Hanum kalau suaminya itu bertubuh gemuk , pendek dan berkumis tebal. Sedangkan Tuan Adam sangat tampan bertubuh tinggi dan atletis!"
Mendengar ucapan Yasmin Jack dan Zoya ingin tertawa namun mereka urungkan karena orang yang di bicarakan sudah berada di depan pintu dengan wajah kesalnya.
Sedangkan Zea hanya terkikik geli karena mommy Hanum berhasil membodohi semua orang mengenai ciri-ciri daddy Adam. Pelaku utama penyebar informasi palsu itu hanya bisa menelan salivanya karena orang yang Ia sebut sabagai suami menatap kesal padanya.
" Mas.... Jangan marah yah, nanti aku akan jelaskan mengapa aku mengatakan hal itu. Maaf.... Maaf sayang." Hanum merayu suaminya agar tidak marah.
Bagaimana tidak kesal sudah dua kali dirinya dikatakan pendek dan gemuk seperti batu kiloan, untung saja istrinya sendiri yang mengatakan hal itu jika tidak sudah di pastikan hanya tinggal nama saja.
" Daddy.....!" Zea menyadari jika Mommy dan daddy sudah kembali.
Ia berlari menuju gendongan ayahnya, Ia merekatkan pelukan dan Adam membalas pelukan putri kecilnya.
" Daddy Zea merindukan Daddy, apa kalian sudah baikan?" Zea menatap kedua orang tuanya bergantian.
" Iya sayang sekarang mommy dan daddy sudah baikan." Jawab Hanum tersenyum kepada putrinya sambil membelai rambut putrinya.
" Benarkah!"
" Hemm!" Adam menjawab singkat dan mencium kening putrinya lalu menurunkan Zea dari gendongannya dan berjalan menuju kursi.
" Perkenalkan Bu saya Adam Wijaksono Suami dari Hanum."
Adam memperkenalkan dirinya pada Ibu dewi yang sudah menolong istrinya ketika baru sampai di bangka belitung Hanum harus kehilangan tas karena di curi.
__ADS_1
" Saya mengucapkan banyak terima kasih pada ibu sudah membantu istri dan anak saya ketika saya tidak ada di sampingya." Ucap Adam tulus.
" Sesama manusia harus saling membantu Nak Adam, lagi pula Hanum sudah ibu anggap seperti putri ibu sendiri." Jawab ibu Dewi sambil mengelus tangan Hanum.
" Terima kasih Bu , Hanum juga minta maaf sama ibu dan Yasmin karena sudah berbohong mengenai suami Hanum, sebenarnya.....!"
Hanum akan menceritakan yang sebenarnya namun ada Zea di sana, Adam yang mengerti langsung meminta Jack dan Zoya untuk membawa Zea keluar dulu.
Setelah melihat Zea pergi bersama Jack dan Zoya, Hanum menceritakan mengenai kesalah fahaman antara dirinya dan Adam, hingga mebuat Ia pergi meninggalkan Adam.
" Syukurlah jika kesalah pahaman sudah di luruskan, ibu doakan kalian selalu hidup berbahagia." Ucap Bu Dewi.
" Oh Aku mengerti sekarang mengapa kakak mengatakan jika suami kaka ini bertubuh gemuk dan pendek karena sedang bersembunyi!" Yasmin menutup mulutnya agar tawanya tidak tetdengar oleh pria tampan di depannya.
Adam yang mendengar hal itu tampak terlihat kesal bisa-bisanya Hanum mengatakan jika dirinya memiliki tubuh gemuk dan pendek bertolak belakang dengan aslinya yang tampan dan bertubuh atletis.
Matahari mulai tenggelam , hari sudah malam sang dewi malam mulai bertugas menjaga malamnya.
Setelah makan malam bersama di rumah Ibu Dewi dan mengobrol sebentar Hahum, Adam dan Zea memutuskan kembali ke rumahnya.
Zea terlihat menguap beberapa kali melihat putri kecilnya sudah mengantuk Adam membawanya ke kamar Zea, sebuah kamar yang kecil tapi tampak terlihat rapih dan nyaman.
Saat keluar dari kamar Zea , Ia melihat Hanum yang sedang berada di kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Zea, terlihat sedang memasangkan sarung bantal.
Adam memeluk Hanum dari belakang Dagunya ia tempelkan pada bahu sang istri, sebelah tangannya mengelus perut buncit Hanum.
" Aku merindukanmu sayang!"
Bisik Adam pada telinga Hanum sambil mengecup leher jenjang sang istri hingga membuat Hanum meremang merasakan desiran dalam dirinya hingga menjatuhkan bantal yang ia pegang.
Adam membalikan tubuh istrinya hingga mereka saling berhadapan, Ia belai pipi istrinya yang sekarang tampak terlihat cuby.
Ia lalu menarik tengkuk Istrinya mencium bibir merah sang istri dengan rakus.
Ciuman yang penuh ***** berlangsung lama hingga membuat mereka kehabisan napas.
Adam melepas ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening Hanum.
" Sayang apa Boleh aku menengok bayi kita! " Suara Serak adam menahan ******* pada sang istri.
__ADS_1
Mendengar permintaan suaminya hanum tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda setuju, jujur dirinyapun sangat merindukan sentuhan suaminya.
Mendapat izin dari Hanum, Adam langsung mencium kening istrinya mengawali dengan memberikan kelembutan.
Malam itu menjadi saksi sepasang suami istri meluapkan rasa rindunya. Adam menggendong tubuh istrinya dan membawa ke ranjang lalu membaringkannya perlahan, Ia ***** kembali bibir merah sang istri lalu turun ke leher jenjang Hanum, Ia ciumi dan menggigitnya hingga terlihat tanda merah.
Tidak cukup di leher Adam turun ke bawah , ia lepas dres yang melekat pada tubuh istrinya itu dan membuangnya ke lantai sembarangan.
Adam mengelus lembut calon bayi di perut Hanum Ia ciumi perut buncit istrinya.
Tidak menunggu waktu lama Adam dan Hanum mendaki bersama -sama merengkuh keinginan di hati menikmati setiap pemandangan yang di lihat.
Mereka seperti sepasang pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.
Menyalurkan rasa rindu dan cintanya dalam deru napas yang saling memburu dan peluh yang membasahi tubuh mereka, hingga sampailah pada ******* hingga membuat keduanya merasakan melayang di angkasa menyalurkan penyatuan perasaan cinta dan rindu di temani bulam purnama.
" Maaf sayang, aku membuat mu lelah!" Adam mengelap keringat di dahi Hanum dengan tangannya, Ia lalu membawa Hanum dalam pelukannya masih dalam napas yang terengah-engah.
" I love u Mas Adam."
Ucap Hanum tengadah sambil tersenyum dan membelai wajah tampan suaminya.
Ini pertama kali Adam mendengar pernyataan cinta Hanum, Ia begitu bahagia.
Adam tersenyum lebar lalu membawa kembali Hanum dalam pelukannya.
Ia sangat Bersyukur pada Tuhan karena bisa di pertemukan kembali dengan sang pemilik hati. Kesabarannya selama ini membuahkan hasil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf🙏 up ya telat
Dukung terus yah
Like
Komen
Vote
__ADS_1