Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
The real Adam 1


__ADS_3

" Daddy..." Suara Zea untuk pertama kali memanggilnya ayah membuat Adam merasakan kebahagian yang sulit di ungkapkan lewat kata-kata.


Ia merawat langsung dan menyaksikan tumbuh kembang Zea, dari mulai Zea bisa tengkurap , merangkak, duduk dan berdiri, hingga berjalan dengan bantuan tangannya membantu Zea, Ketika Zea terjatuh dengan sigap Adam membantunya berdiri mengulurkan tangannya pada Zea.


Adam tidak pernah mengira jika dirinya yang belum menikah bisa menjadi seorang ayah untuk anak yang bukan terlahir dari benihnya.


Hal itu bukanlah sebuah alasan untuk menyayangi Zea seperti anak kandungnya sendiri.


Kenangan masa lalu lewat di dalam pikirannya, ketika Zea mengatakan Jika dirinya bukan ayahnya.


Sakit rasanya saat anak yang selama ini kita rawat dengan penuh kasih sayang mengatakan hal itu.


" Mengapa kau berkata seperti itu, Aku Daddy mu Zea." Adam memegang pipi putrinya dengan lembut.


" No you're not my father, don't lie again Zea already knows everything. don't make Zea sad again, so that I can't tell the difference between uncle and father." Zea melepas tangan Adam dari pipinya.


" Zea who told you that lie." Adam menatap tajam putrinya.


" Penjahat itu mengatakan Daddy bukan daddy Zea." Zea menangis Ia menundukkan kepalanya.


" Zea.....!" Belum selesai Adam menjawab Zea memotongnya.


" Ze mohon katakan yang sebenarnya , jangan membuatku semakin membenci Daddy." Zea menatap lekat Adam seolah meminta penjelasan yang benar.


Melihat itu Adam menghembuskan napasnya, bagaimana cara menjelaskannya. Hanum benar Zea akan kecewa jika mengetahui siapa dirinya dari orang lain.


" Zea , aku memang bukan ayah kandungmu! Tapi Daddy sangat menyayangimu."


Adam menceritakan kebenarannya pada Zea, mengenai dirinya adalah anak kandung Bima dan Nisa, Ia menjelaskan kesalah fahaman antara Bima dan Nisa hingga membuatnya Harus merawat Zea. Adam tidak menceritakan mengenai masalah Dia terlahir dalam keadaan yang salah. Adam hanya menjelaskan jika Bima dan Nisa saling mencintai hingga lahir dirinya, tapi karena ada masalah , membuat Bima tidak bisa membesarkan Zea.


Mendengat penjelasan Adam membuat Zea susah mencerna, dengan masalah orang dewasa yang menurutnya begitu rumit, yang ia bisa simak adalah mengenai statusnya yang bukan anak kandung Adam.


" Zea believe daddy loves you very much. I don't care if the world says you're not my child, because for me Zea is the daughter of Adam's father." Adam mencium kepala putrinya dengan sayang.


Zea tidak menjawab ia langsung berbaring dan menutupi tubuhnya hingga kepala dengan selimut.


Melihat putrinya yang marah Adam merasa sedih, tiba-tiba pintu terbuka terlihat Oma Lydia dan Opa Ibrahim masuk.


Setelah mereka masuk Adam menjelaskan pada ayah dan ibunya jika Zea sudah mengetahui tentang kebenaran jika dirinya bukan anak Adam melainkan anak Bima, terlihat raut wajah sedih pada wajah lydia. Ia merasakan perasaan kecewa dan sedih mengetahui jika dirinya hanyalah anak angkat, Lydia pernah merasakan perasaan itu saat mengetahui jika Richad bukanlah ayah kandungnya.


" Mah , Pah Adam titip Zea... Adam harus mencari Hanum."


" Pergilah Nak.. Selamatkan menatuku , biar Zea mamah dan papah yang menjaga." Ucap Oma Lydia.


Adam lekas pergi , sebelum menutup pintu kamar Zea, ia menatap putrinya dengan sendu.


***


Di sebuah pulau kecil, terdapat bangunan tua yang terlihat catnya sudah memudar sepertinya bangunan tersebut merupakan tempat observasi yang sudah lama tidak terpakai, terlihat anak buah Aldo menjaga tempat itu di setiap sisi bangunan.


Hanum membuka matanya dengan perlahan, ia bisa melihat sebuah ruangan yang tidak begituh terang, cat dinding yang sudah mengelupas, di tambah banyak sarang laba-laba di setiap sudut langit-langit, ia juga mencium bau pengap dalam ruangan yang terasa dingin itu.


Hanum terbaring di lantai yang dingin dan kotor, tangannya terikat ke belakang ,Ia berusaha untuk bangun dengan susah payah ia duduk dan menyenderkan punggungnya di dinding.


" Achhhh........" Hanum merintih merasakan keram pada perutnya.


" Tenang sayang, Mommy baik-baik saja, kau harus kuat Daddy pasti akan segera menyelamatkan kita." Hanum berbicara dengan bayi dalam perutnya, benar saja keramnya hilang saat Ia menenangkan bayinya.


Ceklek....


Pintu terbuka terlihat Aldo berjalan dengan Tiger di sampingnya Ia membawa sebotol air mineral.

__ADS_1


" Minumlah..." Aldo mendekatkan botol berisi air mineral pada mulut Hanum. Hanum langsung meneguknya karena Ia merasa kehausan, namun Aldo menjatuhkan botolnya hingga air itu tumpah .


" Ups... Maaf Nyonya Adam botolnya terjatuh, seperti nya kau sangat haus." Aldo mempermainkan Hanum.


" Apa yang sebenarnya kau mau Aldo?" Hanum bertanya tanpa ada rasa takut.


" Aku mau ?" Aldo memukul-mukul jarinya di kepala.


" Aku mau suamimu menderita, dengan cara menyakiti orang yang dicintainya." Aldo menarik rambut Hanum kebelakang.


" Lepaskan aku Bajingan, jangan pernah kau berani meyakitiku." Hanum berusah lepas dari cengkraman Aldo.


" Oke mari kita lihat, apakah suamimu itu bisa menyelematkanmu." Aldo melepaskan tangannya dari rambut Hanum.


Hanum terisak pelan , ia tidak ingin menunjukan rasa takutnya pada Aldo.


" Mari kita bermain petak umpet dengan suamimu itu." Aldo membawa ponselnya lalu menekan tombol di ponselnya dan menempelkan pada telinganya.


Tut.....tut....tut


Halo...


Wow cepat sekali kau mengangkat telpon , apa kau rindu padaku.


Aldo... Dimana kau? Jangan berani kau menyakitinya sedikit kau melukainya aku akan membalasamu seribu kali.


ha....ha......ha


Aku tidak sekejam itu kawan, jangan khawatir aku akan menjaganya. Asal kau mau menurut padaku.


Apa yang kau mau?


You are a businessman so if you want your wife to be safe let's bid a price.


Pengalihan seluruh sahan W Corp dan AZ Kingdom atas nama ayahku dan siapkan pesawat untuk aku pergi dari sini tanpa diketahui polisi.


Baiklah, akan aku berikan


Tanpa ragu Adam menyetujui keinginan Aldo.


Aku mau berbicara dengan istriku memastikan jika dia baik baik saja


Aldo menempelkan telponnya pada telinga Hanum.


Honey you're fine


Mendengar suara suaminya air mata hanum jatuh yang sejak dari tadi Ia tahan agar jangan menangis.


Hemm......Hanum tak sanggup berkata apapun rasanya begitu sesak.


Terdengar suara isakan Hanum di sebrang telpon membuat adam merasakan rasa sakit.


Don't cry, I will save you soon, hold on.


I'm waiting for you... Jawab Hanum dengan penuh kepercayaan pada suaminya.


Aldo menjauhkan telponnya dan menutupnya secara sepihak.


Tut...tut


" Berengsek!" Adam memukul tembok melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


" Apa katanya?" Jack menghampiri Adam.


" Kita harus bertindak sendiri, Jangan libatkan polisi."


" Apa kau yakin."


" Hemm" jawab Adam singkat.


Adam menelpon Bagas untuk mempersiapkan Helikopter untuk Aldo.


Ia juga meminta pada Ardi untuk mempersiapkan pengalihan seluruh sahamnya pada James Utama seperti yang di inginkan Aldo sebagai tebusan menyelamatkan Hanum.


" Haruskah melakukan itu?" Ardi nampak ragu.


" Lakukan cepat aku tidak punya banyak waktu." Mendengar perintah Adam Ardi tidak bertanya lagi.


Adam ,Jack dan Ardi melangkah bersama keluar dari rumah sakit tanpa di ketahui oleh Kapten Barra dan Kapten Ahmad.


Mereka diam-diam akan bertindak sendiri untuk menangkap aldo dengan caranya sendiri.


Tepat pukul 19.00 Adam sedang bersiap Ia mengenakan pakaian serba hitam dan memakai jaket anti peluru, seperti seorang agen rahasia yang akan melaksanakan tugasnya.


Ia lalu keluar kamar dan bergabung bersama Jack dan Ardi untuk mempersiapkan sejata yang akan di gunakannya.


Ini bukan hal sulit bagi Adam karena ia pernah membantu Sahabatnya Bryan yang seorang mafia. Ia sudah terlatih untuk melakukan penyerangan.


Saat ini mereka sudah berada di dermaga ,Adam mengendarai Jet Ski sendiri menyebrang ke pulau di mana Aldo berada menyekap Hanum



Sedangakan Ardi dan Jack mengendarai spead boat ,mereka berangkat dengan arah yang berbeda.


Adam sudah sampai duluan Ia bisa melihat banyak para penjaga yang mengawasi Gedung tua tempat Hanum di sekap.


Ia mengendap berjalan ke arah penjaga yang berdiri membelakanginya sambil merokok.


Dengan sekali pukul Pria itu terjatuh, Adam menyeret pria tersebut dan menyembunyikannya di balik semak agar tidak mencurigakan.


Ia lalu mulai memasuki gerbang Depan, terlihat ada 3 orang penjaga salah satunya adalah Bowo merekal sedang mengobrol, adam masuk diam-diam dari belakang dengan cepat ia melumpuhkan ke 3 orang itu hingga mereka terkapar di tanah.


Saat akan naik seseorang berhasil menangkap basah Adam Pria itu menodongkan senjatanya di belakang kepala Adam.


" Siapa kau ?"


Adam berbalik sambil mengangkat tangannya ke atas, Ia akan berjongkok, saat melihat lawanya lengah Adam merebut senjatanya dan memukulkannya tepat di wajah si penjahat.


Adam cepat berlari masuk dalam gedung , saat masuk Ia di hadang 5 orang pria bertubuh besar dan mengarahkan senjata padanya Dengan Cepat Ia menghindar bersembunyi di balik pilar besar.


Terjadilah tembak menembak Adam dan anak buah Aldo, dengan Lihai Ia menghindari peluru yang terarah padanya.


Dorr....dorr....dorrr


Suara keributan itu sampai di ruangan tempat Hanum di sekap.


" Ah... sepertinya Suamimu sudah datang , Mari kita mulai pertujukannya. Pasangkan dia rompi itu."


Aldo menyuruh Tiger memasangkan Hanum rompi yang ada Bom di dalamnya.


" Apa ini , Aldo Kau Gila... Lepaskan aku!" Hanum mencoba berontak tapi tidak bisa.


Ia di Bawa paksa oleh Aldo ke ruang tengah, Aldo menembakan senjatanya ke udara sambil berteriak.

__ADS_1


" Adam.....keluarlah....!" Teriak Aldo sambil mebawa Hanum di depannya dan menodongkan senjatanya di pelipis Hanum.


...****************...


__ADS_2