Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Kepergian Hanum dan Zea


__ADS_3

Dengan Cepat Bagas mengendarai mobil membawa atasannya ke AZ Kingdom, dalam waktu 30 menit mobil Adam telah memasuki Basement perusahaan, meski waktu menujukan pukul 16.00 Adam akan melakukan rapat darurat.


Adam sudah meminta Ardi untuk mengumpulkan semua kepala bagian tim Divisi untuk melakukan rapat darurat mengenai kebocoran data perusahaan yang mengakibatkan kerugian besar.


Ceklek


Pintu ruang utama rapat terbuka


Adam dengan langkah besarnya memasuki ruangan itu


Seketika semua orang bangkit dari duduknya dan menunduk hormat, Ardi mempersilahkan Atasannya untuk duduk di kursi pimpinan.


Ardi mulai menjelaskan permasalahan perusahaan , mengenai seseorang yang sudah membocorkan data penting perusahaan dan merusak sistem perusahaan AZ Kingdom sehingga mengakibatkan saham tidak stabil dan mendapatkan kerugian besar, Cukup lama rapat tersebut berlangsung.


" Selesaikan masalah ini, jangan membuatku kecewa!" Ucap Adam sambil berdiri dan meninggalkan ruangan rapat menuju ruangannya.


Kenapa data penting perusahaan bisa bocor , pasti ada seseorang yang dekat yang melakukannya. Aku menyimpan berkas itu di ....


Adam tersadar jika berkas penting itu di simpan di apartemennya, Ia membuka laci meja kerjanya dan membawa Ipadd ia lalu menyalakannya dan memeriksa cctv di apartemennya yang tersabung di Ipadd.


Adam memperhatikan video cctv itu hingga sampai di menit berikutnya ia berdiri dari kursinya matanya membola, rahangnya mengeras menahan emosi.


Hanum.... tidak ini tidak mungkin.


Ardi masuk ke ruangan Adam hendak melaporkan masalah baru untuk CEO AZ kingdom. Namun Ardi melihat wajah Adam yang terlihat terkejut , marah dan kecewa.


" Ada apa ? Kau sudah tau siapa orang itu?" Tanya Ardi sambil mengambil Ipadd yang dipegang oleh Adam.


Ketika ardi melihatnya ia pun bereaksi sama dengan Adam.


" Hanum? Dia melakukan hal ini." Ardi malah balik bertanya pada atasannya.


" kau bisa melihatnya bukan! Istriku sendiri yang menghianatiku."


Adam kembali terduduk ia memegang pangkal hidungnya mendadak kepalanya terasa sakit atau hatinya yang sakit , Sedangkan Ardi hanya terdiam memperhatikan Adam yang pastinya merasa kecewa.


" Dam ada hal yang lebih urgent dari ini!" Sebenarnya Ardi tidak mau mengatakan tapi semua berhubungan dengan CEO AZ Kingdom.


" Apa lagi? " Adam menatap ardi.


" Ada polisi di luar akan menangkapmu." Jawab Ardi membawa surat penangkapan Adam.


Adam masih terlihat tenang , ia menerima surat panggilan polisi dari Ardi.


Sekali lagi Adam di buat terkejut, pasalnya dalam surat penangkapan itu tertulis jika Adam terlibat dalam pendanaan *******.

__ADS_1


" Apa ini " belum selesai Adam melanjutkan ucapannya Polisi sudah masuk ruangan CEO.


" Sepertinya Anda sudah membaca surat penangkapan kami. Saya harap kita bisa bekerjasama, mari ikut dengan kami ke kantor polisi dengan baik-baikTuan Adam Wijaksono" Ucap Kapten Bara kepada Adam.


Adam mengusap wajahnya dengan kasar , mau tidak mau Ia harus pergi untuk menjalani pemeriksaan.


" Tolong beri aku waktu untuk berbicara dengan asistenku! " Adam meminta kepada kapten Bara untuk memberikan Izin berbicara pada Ardi, Kapten Bara mengizinkan dan meninggalkan ardi dan Adam.


" Di, pergi cari hanum, Dia pasti mengetahui semua ini!"


Mendengar permintaan Adam ardi menganggukan kepalanya.


" aku percayakan kepadamu!" Adam memegang bahu temannya


" kau jangan khawatir , aku sudah menelpon pengacara Ia sudah di perjalanan.


Setelah Adam di bawa polisi, Ardi meminta Bagas untuk menemaninya mencari Hanum.


Ketika sampai di Apartemen, Hanum sudah tidak ada, Ardi lalu memeriksa lemari pakaian ingin memastikan, ternyata dugaannya benar jika hanum sudah pergi terlihat dari pakaiannya sudah tidak ada.


" Dia sudah pergi!" Ucap Ardi pada bagas.


" Gas Periksa cctv kita liat kemana Hanum pergi" Ardi memerintahkan Bagas untuk memeriksa cctv sedangkan dirinya pergi ke rumah Alya , mungkin saja Hanum ada di rumah Alya.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai di rumah Alya , Karena Ardi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ardi mengetuk pintu


Ceklek


" Ka Ardi!" Alya akan menutup pintunya namun ardi menghalanginya.


" Tolong izinkan aku masuk ada hal yang ingin aku tanyakan, aku mohon." Ardi memohon pada kekasih yang tidak di restui ibunya itu.


Dengan ragu alya membuka pintu dan menyuruh ardi masuk.


" Ada Apa, cepatlah aku mau istirahat!" Alya berbicara dengan ketus, melihat sikap alya membuat ardi menarik napas dan menghembuskannya kembali.


" Apakah Hanum datang kemari?" tanya Ardi langsung.


" Hanum, ya dia ada di rumah suaminya kenapa mencari di sini!" Jawab Alya.


Ardi mulai kesal dengan Alya akhirnya Ia menjelaskan apa yang terjadi.


Mendengar penjelasan Ardi yang mengatakan Jika Hanum telah mencuri data penting perusahaan ia sempat tidak percaya namun Ardi menunjukkan rekaman cctv.

__ADS_1


" Tapi kenapa dia melakukan hal ini!" Alya bertanya kepada Ardi


" Itulah sebabnya kenapa aku datang kemari, apa kau tau sesuatu tentang hanum, apa dia pernah bercerita mengenai sesuatu yang berhubungan dengan AZ Kingdom." Mendengar pertanyaan Ardi Alya hanya menggelengkan kepalanya saja, pasalnya Hanum tidak pernah mengatakan apapun selain mengenai Adam dan Zea saja.


Drt....drt.....drt


Telpon genggam Ardi bergetar, terlihat di layar ponselnya tertera nama Bagas.


[Bagaimana kau dapatkan sesuatu?]


[ya Tuan. Saya melihat Nyonya Hanum menjemput Nona Muda Zea dari sekolah dan membawanya ke stasiun kereta.]


[ apa Kau yakin? Dengar pergi ke stasiun itu temukan hanum dan Zea secepatnya.]


Ardi menutup telponnya dengan kasar ia menendang pot bunga Alya hingga membuat alya kaget.


" Achh.... Ada apa? Siapa yang pergi " Alya meminta jawaban pada Ardi.


" Al Hanum pergi membawa Zea! jika hanum menghubungimu secepatnya kabari aku. Kau mengerti." Alya menganggukan kepalanya , ketika ardi akan pergi ia menarik tangan Ardi.


" Aku ikut mencari Hanum please!" Alya memohon kepada ardi.


Akhirnya Ardi dan Alya pergi bersama mencari Hanum dan Zea.


**


Di tempat lain tepatnya di ruang introgasi, adam sedang di cecar dengan berbagai pertanyaan mengenai kasusnya yang terlibat pendanaan *******, Cukup lama Adam di dalam ruangan itu bersama kapten Bara.


" sudah Aku katakan aku tidak terlibat, dengar kepten ada seseorang yang mencoba memfitnahku, ini bersamaan dengan perusahaanku yang mengalami kerugian yang sangat besar, dan ada seseorang yang masuk dalam sistem di perusahaan dan membuat kacau segalanya, percayalah padaku." Adam mencoba meyakinkan kapten Bara.


Mendengar hal itu kapten Bara hanya diam sambil melihat mata Adam apakah ia berbohong atau tidak, sebenarnya kapten Bara sudah sangat mengenal Adam Wijaksono seorang pengusaha muda dengan kredibilitas yang baik, ia juga tidak percaya jika Adam terlibat dalam pendanaan *******.


Tiba -tiba pintu terbuka


Ceklek...


Terlihat pengacara Adam, Pa Rudi masuk ia lalu meminta Izin pada kapten Bara untuk menerima panggilan telpon dari Asisten Ardi.


" Silahkan tapi nyalakan pengeras suaranya!" Ucap Kapten Bara.


Pa Rudi lalu menekan tombol loud speaker


" Tuan Adam, Nyonya Hanum akan pergi sekarang dia menuju stasiun kereta, dan juga ...... Mem..ba wa Zea bersamanya." Ucap Ardi dengan ragu, Mendengar laporan Ardi Adam berdiri dari kursinya menyambar ponsel yang di pegang pengacaranya.


" Apa kau bilang Hanum membawa Zea!" Adam tidak percaya putrinya dibawa pergi oleh Hanum.

__ADS_1


Sunguh Saat ini Adam benar -benar berada dalam kekalutan , seperti berdiri di tepi jurang yang hampir terjatuh. Ia tidak pernah membayangakan jika akan dikhianati istri tercinta, lalu perusahaannya mengalami kerugian besar, di fitnah, dan yang membuat hatinya sangat sakit adalah putri kesayangannya dibawa pergi oleh Hanum seseorang yang menempati tempat istimewa di hatinya.


...****************...


__ADS_2