Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Alasan Hanum 1


__ADS_3

Bima keluar dari bandara Internasional, setelah mengetahui kabar mengenai Adam, Ia langsung bergegas kembali meninggalkan Pertemuan kerja sama Di Australia, Ia menyerahkan urusannya disana pada asistennya.


Langkah besar yang terburu-buru, ingin segera berjumpa dengan sang Adik yang selalu membantunya hingga rela menerima kesalahanya di masa lalu.


Inilah saatnya bagi Bima membalas kebaikan sang adik meski dalam nama saudara tidak ada yang namanya membalas kebaikan, semua dilakukan atas dasar kasih sayang.


Tapi bagi Bima Ia merasa sangat bersalah dan berhutang budi pada Adam yang sudah menjaga Putrinya Zea bersama Nisa kekasihnya.


Tap.....tap....tap


Suara sepatu Bima memecahkan kesuyian, Ia di ikuti beberpa pria mengenakan pakaian jas berwarna Hitam, di sampingnya Bima berjalan bersamaan dengan Bryan.


Bryan adalah sahabat baik Adam dan Bima, saat Ia akan pulang ke Indonesia tidak sengaja Ia berjumpa dengan Bryan di Bandara yang akan kembali ke negaranya di Jerman.


Bima memceritakan penangkapan Adam memgenai keterlibatan dalam pendanaan *******s.


Mendengar hal itu Brian memutuskan untuk ikut dengan Bima, Ia yang merupakan seorang Mafia ingin membantu Adam, karena dulu Adam pernah membantunya ketika Ia di kejar oleh musuhnya.


**


Di tempat lain Aldo , Jack dan Bella sedang merayakan kemenangan mereka, Akhirnya waktu yang di tunggu telah tiba.


" Ha....ha....ha.... Adam akhirnya kau bisa merasakan berada dalam tahanan, Aku pastikan dia akan membusuk di penjara." Aldo tertawa bahagia sambil meneguk minumannya bersama Bella.


" Kau memang hebat sayang !" Bella mengedipkan sebelah matanya.


" Lalu bagaimaman dengan w corp. Apakah suamimu sudah menandatanganinya?" Tanya Aldo sambil mencium leher bella yang duduk di sampingnya.


" Belum sayang, dia sedang berada Di Autralia! Kau jangan khawatir secepatnya aku akan mendapatkan seutuhnya w corporation, hanya satu langkah lagi."


Mereka berciuman tanpa malu di hadapan anak buah Aldo, melihat adegan itu Jack merasa jiji Ia berdiri dan hendak pergi namun Aldo memanggilnya.


" Kau mu kemana. Pesta belum usai teman!" Tanya Aldo


" Ada hal yang harus aku pastikan!" Jawab Jack singkat.


" Apa kau tidak ingin membantuku Agar secepatnya aku bisa duduk di kursi pimpinan di W Corp." Tanya bela manja pada Jack.


" Itu bukan urusanku , targetku hanya Adam." Jack meninggalkan tempat itu.


" Pria itu tidak pernah berubah selalu saja dingin!" Ucap Bella merasa kesal pada Jack.


" Ah sudahlah tidak perlu di pikirkan, lebih baik sekarang kau puaskan aku saja!" Aldo mengangkat tubuh Bella membawanya ke kamar Hotel.


Di Mansion papah Ibrahim, mamah Lidia sedang sibuk membuat sarapan untuk suaminya, Ia merasa bingung karena akhir akhir ini Ibrahim selera makannya menghilang.


Terlihat berat badannya yang mulai turun. Lalu Pa Leon datang menghampiri Lidia yang sedang berkutat di dapur.


" Selamat pagi Nyonya maaf saya menganggu." Uacap Leon pada Lidia.


" Ada apa Leon ?" Lidia yakin jika Leon sepagi ini datang pasti ada hal penting.


" Bi tolong lanjutkan" Lidia meminta ART untuk melanjutkan pekerjaannya Ia bergegas pergi ke ruang kerja suaminya bersama Leon.


" Ada apa Pa leon?" tanya lidia penasaran.


" Maaf Nyonya ada hal penting yang harus saya sampaikan mengenai Tuan Muda Adam!"


" Ada apa dengan Adam?" Mamah Lidia cemas

__ADS_1


Pak Leon menceritakan mengenai penangkapan Adam dan Perusahaan Az kingdom yang saat ini mengalami big problem yang Yang di akibatkan oleh ulah Hanum.


Mendengar Hal itu Lidia sangat terkejut Ia tadi yang duduk langsung berdiri mendekat pada Asisten suaminya itu.


" Apa kau bilang ,Hanum melakukan semua ini?"


Asisten Leon hanya menganggukan kepalanya.


" Tapi mengapa? Apa alasannya mengapa dia mengkhianati putraku?" Mamah Lidia kecewa marah kepada Hanum.


" Kami sedang menyelidikinya, dugaan Ardi Hanum bekerjasama dengan Aldo." Jawab Leon


"Ini sudah keterlaluan, Ayo antar aku menemui perempuan itu!" Lidia marah.


" Tidak bisa Nyonya karena Nona Hanum sudah melarikan diri dan Ia membawa Zea pergi bersamanya."


" What.....!" Mamah Lidia di buat lebih terkejut lagi karena mengetahui Jika Zea dibawa pergi oleh menantu yang sudah mengkhianati Putranya.


Lidia terduduk lagi di kursi ia memijat kepalnya yang terasa sakit.


" Lalu bagaimana dengan Adam!"


" Tuan Adam.masih diperiksa!" Jawab Leon


" Pak Leon jangan sampai Tuan besar mengetahui hal ini." Ucap Lidia.


" Apakah Tuan besar sudah mau untuk melakukan pemeriksaan!"


Mendengar Asistennya Lidia hanya menggelangkan kepalanya.


" Kau tau tuan mu itu sangat keras kepala, aku sudah membujuknya tapi ia tidak mau." Nyonya Lidia terduduk lesu.


Mengapa keluarganya selalu menghadapi masalah yang tak pernh berhenti.


Leon menunduk hormat dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Leon, Nyonya lidia masuk ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.


Ia melihat Ibrahim yang masih terlelap. " Pah.... Bangun!" Lidia mengguncang-guncang badan suaminya tapi papah Ibrahim tidak merespon.


" Pah.... Pah.. Bangun!" Melihat suaminya tidak membuka matanya Lidia memencet tombol yang ada di nakasnya, Terlihat pa wahyu masu ke kamar ,


" Wahyu panggil Leon Cepat!"


Leon yang akan menaiki mobil mendengar Wahyu memanggil namanya. Ia lalu bergegas ke kamar Tuannya dan memeriksa nadi tuan Ibrahim yang lemah.


" Kita harus membawanya ke rumah sakit!"


Dengan cepat Leon membawa Tuan Ibrahim ke W Hospital. dr. Arka sudah menunggu di depan menyambut pemilik hospital.


Ia bersama rekan dokter lainnya mulai membawa Ibrahim dan segera memberikan penanganan.


Lidia mulai cemas ia meremas tangannya, merasa takut.


Lama Lidia dan Asisten Leon menunggu akhirnya pintu ruangan penanganan itu terbuka.


Ceklek...


Saat pintu terbuka terlihat dr. Budi dan dr. Arka berjalan menghampiri Lidia.

__ADS_1


" Bagaiman keadaan suamiku?" Tanya lidia cemas.


" Kondisi Tuan Ibrahim sangat lemah, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. agar secepatnya mengetahui penyebabnya." Ucap dr Budi.


Tanpa menunggu lama lagi dr Budi di bantu para perawat mendorong Hospital Bed Tuan Ibrahim untuk menjalankan pemeriksaan menyeluruh.


**


Alya berlari mencari Ardi ia harus bergegas sampai agar ardi tidak mencurigainya.


" Ka Ardi!" Alya berlari ke arahnya.


" Mengapa lama sekali? Maaf" Alya menangkupkan tangannya pada Ardi.


Merekapun meninggalkan stasiun, karena banyak pekerjaan yang harus Ardi bereskan.


" Apa Hanum sudah ketemu?" Alya bertanya pada Ardi yang sedang menyetir.


Ardi hanya menggelengkan kepalanya.


" Terus Pa Adam dimana?" Alya penasaran karena saat Ia datang tidak melihat Adam.


" Polisi membawanya lagi!" Mendengar jawaban singkat kekasihnya itu Alya hanya ber oh saja. Ia tidak menyadari jika Ardi mencurigainya.


" Al saat aku mengejar Hanum kau kemana?" Ucap Ardi.


Alya mulai terlihat gugup ia bingung harus menjawab apa.


" Eh ..aku sakit perut tiba-tiba!" Alya berbohong.


Kebohongan alya sangat mudah terbongkar, bagaimana bisa di toilet selama itu.


" Cukup Al, kau melihat hanum kan!" Selidik Ardi kepada Alya.


Alya gelagapan, Ardi yang faham dengan sifat Alya yang tidak bisa berbohong.


" Al ... Jika kau tahu katakan dimana hanum, Kasian pa Adam!" Ardi memegang Bahu Alya berharap Alya bisa jujur.


" Lepas... Pa adam memang pantas mendapatkan hal itu, laki-laki berengsek sepertinya memang pantas mendapatkan hukuman itu." ucap Alya dengan tegas.


Alya sudah tidak bisa menahan lagi Ia akhirnya jujur pada Ardi.


" Iya aku tau dimana Hanum, tapi aku tidak akan pernah mengatakannya."


" Apa maksudmu Adam berengsek ?" Aldi penasaran


" Kau pasti tau mengapa Hanum melakukan ini!"


" Untuk membalas Pa Adam yang sudah meyakitu Saudara Hanum hingga ia meninggal dunia." Jawab alya, Setelah mengatakan itu Alya pergi, Namun Ardi mencekalnya.


" Tunggu Al aku belum selesai , apa yang kau maksud Saudara, Siapa saudara hanum?"


" Ck..... Laki-laki memang semuanya sama habis manis sempah di buang. Mengapa tidak kau tanya pada bos mu itu. " Jawab Alya sinis.


Ardi kesal pada Alya yang berbelit-belit.


" Al.... jawab aku siapa saudara Hanum!" Ardi menatap wajah Alya menunggu nama yang terucap di bibir Alya.


" Ka Nisa , Anisa Putri Ibu kandung Zea, Adalah kaka Hanum Nabila Putri."

__ADS_1


Jedarrrr....


...****************...


__ADS_2