Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Extra Part Kecewa


__ADS_3

Yasmin , Zea dan Rumina sedang bersiap untuk pergi ke Bandara hari Ini mereka akan pergi ke Bangka Belitung.


" Kalian sudah siap." Oma Lydia masuk kemar Rumina dimana disana ada Yasmin yang sedang merapihkan pakaian Rumina.


" Sudah tante, semuanya sudah aku siapkan tinggal di bawa ke bawah." Jawab Yasmin sambil menutup bag trafel Miliknya dan Rumina.


Mereka bertiga lalu berjalan bersama sama turun ke bawah, mamah Lydia memanggil Arif supir barunya untuk membawa koper milik Yasmin dan Rumina.


" Oh iya Yasmin tante hampir lupa , tadi Bima telpon katanya Ia tidak jadi ikut karena hari ini dia harus ke Bandung ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkannya." Ucap lydia pada Yasmin ketika mereka sampai di ruang tengah.


Mendengar itu yasmin terdiam entah mengapa Ia merasa kecewa jika Bima tidak bisa ikut dengannya.


" Iya tante tidak apa-apa! pastinya kak Bima sibuk." Yasmin berusaha menutupi kekecewaannya.


" Kalau papah tidak ikut kita berangkat saja sekarang, Zea pasti sudah menunggu." Rumina semangat sekali pergi berlibur ke Bangka Belitung.


" Cucu oma sudah tidak sabar sekali." Lydia mencubit gemas pada rumina.


" Ih... Oma.." Rumi mencebik kesal.


" Ya sudah cepat berangkat, Yasmin oma titip kedua cucu oma yah."


Lydia memeluk Yasmin lalu memeluk cucunya Rumi dan mencium kedua pipinya Rumina.


" Iya tante kalau begitu kami pamit Assalamualaikum." Yasmin pamit.


" Waalaikumsalam." Jawab Lydia di deoan pintu.


Yasmin dan Rumina di antar oleh Arif ke Mansion Adam. Di sepanjang perjalanan Yasmin terdiam Ia masih meresa kecewa dengan Bima yang membatalkan tiba-tiba , tanpa menghubunginya terlebih dahulu, entah mengapa ia merasa kesal pada Bima ia sudah membuka ponselnya untuk menghubungi Bima.


Apa aku telpon saja? Gak ah nanti malah dia mikirnya macam-macam lagi tapi mengapa dia tidak mengabariku , Menyebalkan .


Ucap Yasmin dalam batinnya ia lalu mulai membuka aplikasi hijau di ponselnya untuk mengirim pesan pada Bima.

__ADS_1


Berulang kali Ia mengetik tapi menghapusnya lagi, ia merasa gengsi untuk bertanya pada Bima.


" Ada apa? mengapa dari tadi tante tulis pesan terus di hapus lagi."


Rumina memperhatikan Yasmin yang dari tadi terlihat kesal.


" Ah Ini , tidak apa apa , tante hanya mau megabari teman tante, tapi nanti saja kalau sudah sampai di bandara." Bohong Yasmin pada Rumina.


Tidak terasa mereka sudah sampai di mansion Adam, Rumina sudah menunggu di dalam.


" Mengapa lama sekali? " Tanya Zea ketika melihat Rumi masuk bersama Yasmin.


" Maaf , tadi kita menunggu papah tapi ternyata papa tidak jadi pergi." Jawab Rumina.


" Kalian sudah sampai." Sapa Hanum sambil menggendong Azlan yang baru turun dari lantai atas.


" Iya Kak baru saja! haloo Azlan .... Kakak ini azlan semakin tampan dan menggemaskan saja." yasmin mencium pipi Azlan.


" Terima kasih Tante Yasmin." Jawab Hanum dengan meniru suara anak-anak.


" Tunggu Mas Adam bentar lagi juga sampai." Hanum menyuruh Adam pulang untuk mengantarkan Zea Rumi dan Yasmin ke Bandara.


Tanpa menunggu lama Adam sudah sampai dimansionya. Ia langsung menyapa Putranya yang berada dalam gendongan Istrinya.


" Halo sayang..." adam mencium Azlan lalu mencium istrinya di hadapan Yasmin tanpa rasa malu, justru sebaliknya Yasmin yang merasa tidak nyaman.


" Mas .."


Hanum memukul bahu suaminya karena merasa malu pada Yasmin.


" Kalian sudah siap kalau begitu ayo pergi!"


Mereka berlima berjalan ke halaman depan tempat Mobil terparkir.

__ADS_1


" Rif pindahkan barang mereka ke bagasi mobilku. Biar aku yang mengantar." Ucap Adam pada Arif.


" Baik Tuan"


Arif memindahkan barang-barang Yasmin dan Rumina ke dalam bagasi Adam.


Yasmin Zea dan Rumina berpamitan pada Hanum, mereka begitu senang sekali akan memghabiskan waktu liburan sekolah bersama di Bangka Belitung.


" Zea, Rumi jangan nakal di sana, jaga kesehatan dan sampaikan salam mommy buat Nene Dewi dan juga Mateo. " Hanum berpesan pada Zea.


" oke ...Mommy! " Zea dan Rumi bersalaman pada Hanum.


" Sayang Mas pergi dulu, pulang dari Bandara Mas langsung ke kantor Yah." Adam Mencium kembali kening istrinya lalu mencubit gemas Azlan.


**


Di Hotel Amarta Bima tengah melakukan pertemuan bisnis bersama rekan bisnisnya, ia melirik jam tangan mewahya sejak dari tadi karena pertemuannya ternyata membutuhkan waktu lama yang tidak sesuai dengan jadwal yang sudah di susun Hardi karena banyaknya hal yang harus di bahas.


" Terima kasih Tuan Baskoro, Atas kepercayaan Anda untuk bekerjasama dengan perusahaan kami." Ucap Bima saat acara meeting selesai.


" saya Yang harus berterima kasih pada Tuan Bima dan mohon maaf , keluar dari waktu yang sudah di tentukan."


Jawab Baskoro merasa malu karena Ia banyak bertanya mengenai kesepakatan kerja sama dengan W Corp.


" Tidak apa-apa pak! Agar tidak ada kesalah fahaman lebih baik banyak bertanya." Jawab Bima ramah padahal hatinya gelisah ingin sehera pergi dari sana tapi Ia harus bersikap profesional.


Akhornya Baskoro berpamitan dengan mengukurkan tangannya lalu Bima membalas uluran tangan Baskoro untuk bersalaman dan pamit pulang.


Setelah kepergian Baskoro buru-buru ia menghubungi ponsel yasmin tapi tidak bisa karena ponselnya sudah dinonaktifkan oleh Yasmin, karena saat ini mereka sudah berada di pesawat menuju Bangka.


" Ah ponselnya mati ... Hardi siapkan aku tiket pesawat menuju Bangka Belitung." bima memasukam kembali ponselnya.


" Apa Pak Bima akan berangkat dari Bandung , apa tidak nanti saja di Jakarta.

__ADS_1


" Tidak Aku berangkat langsung dari sini."


...****************...


__ADS_2