
Pantai Tanjung Tinggi terlihat memesona dengan bebatuan granit yang menjulang tinggi. Airnya biru jernih dan pasirnya halus, seolah bersinegri melepas penat.
Gerombolan batu granit yang tersusun menambah pesona pantai Tanjung Tinggi, terlihat batu-batu besar berjejer yang bisa dilalui lewat celah-celah dan mengikuti jejak sinar matahari di lorong.
Terlihat seorang wanita cantik tengah berbadan dua mengenakan dres selutut di balut blazer hitam yang melekat pada tubuhnya.
Langkah kakinya melewati jalan yang dekat dengan pesisir pantai untuk mengajar di sekolah kecil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.
Ia selalu tersenyum ramah menyapa setiap warga yang berpapasan dengannya.
" Selamat pagi Pa Arjun!" Ucap Hanum ramah
" Selamat pagi Ibu guru. Berangkat ke sekolah bu!."
" Iya, mari pak!"
Hanum melangkahkan kakinya menuju Sekolah Dasar Harapan Bangsa yang didirikan Oleh Ibu Dewi dan almarhum suaminya Pa Hasyim, mereka membangun sekolah ini agar membantu para warga bisa menyekolahkan anak-anaknya tanpa harus pergi jauh.
Ibu Dewi adalah tetangga Hanum rumahnya bersebelahan dengan Hanum, Ibu dewi sudah menganggap Hanum seperti putrinya sendiri.
Ibu dewi juga memiliki seorang anak perempuan bernama Yasmin yang merupakan lulusan D3 Keperawatan, tetapi Ia belum bekerja Karena ibunya meminta Yasmin untuk menggantikan guru yang mengundurkan diri, sebelum mendapatkan guru baru.
Banyak guru-guru yang mengundurkan diri karena gajihnya kecil, sehingga pengajar disekolah itu hanya beberapa orang saja yang masih bertahan dan sukarela mengamalkan ilmunya seperti Hanum.
Tidak membutuhkan waktu lama , akhirnya hanum sampai di sekolah dengan bangunan tua dan cat yang sudah memudar.
Penjaga sekolah menyapanya dengan ramah, Ia lalu masuk ke kelasnya dengan penuh semangat di setiap harinya, Hanum merasakan kebanggaan saat ia menjadi seorang pengajar dimana ia mendidik para penerus bangsa, bukan hanya dari segi pengetahuan tapi Hanum mengajarkan sikap yang baik dan menumbuhkan rasa cinta tanah air pada siswanya.
" Good Morning students" Hanum menyapa siswanya
" Good morning teacher!" Bersamaan siswa menjawab sapaan Hanum.
" Alright, today we're going to learn about transportation vocabulary, are you ready?"
" Yes we are ready Miss!"
Hanum memperkenalkan kosa-kata mengenai alat transportasi darat, air, dan udara, semua siswa terlihat antusias belajar bersama Hanum.
Yasmin tiba -tiba masuk ke kelas Hanum. " Kak Hanum maaf mengganggu!" Ucap Yasmin berdiri di depan pintu.
Hanum menghampirinya. " Ada apa?" tanya Hanum
" Zea dan Matio memetik Buah Rukem lagi." Yasmin berbisik pada Hanum.
Buah Rukem ( Anggur Bangka) merupakan Buah asal Bangka Belitung berwarna merah bentuknya kecil dan rasanya manis. Buah ini menjadi paforit masyarakat Bangka Belitung.
" What!" Hanum sedikit berteriak membuat telinga Yasmin kesakitan karena suaranya yang keras.
__ADS_1
Mereka lalu pergi ketempat dimana Zea sedang diintrogasi oleh pemilik kebun. Zea dan Mateo yang hendak berangkat bersama ke sekolah tergiur melihat buah Rukem milik pak Ruli, Matio memetik rukem pada pohon yang tidak begitu tinggi untuk dirinya dan juga Zea.
" Ze... Apa yang kau lakukan!" Hanum datang dan memarahi putrinya itu.
" Pa Ruli tolong maafkan Zea dan Mateo!" Ucap Hanum sambil menangkupkan tangannya pada pa Ruli , ia merasa malu karena sudah beberapa kali Zea dan Mateo mengambil Rukem milik pak Ruli.
Setelah pak Ruli pergi, Hanum memarahi Zea Ia benar- benar kesal pada putrinya yang menurutnya sudah menjadi nakal.
" Apa mommy mengajarkanmu mencuri?" Zea hanya tertunduk
" Zea, Mateo mencuri itu perbuatan yang tidak baik, Jika kalian menginginkan buah itu mintalah dengan baik-baik jangan mengambil tanpa Izin pemiliknya."
" Maaf mommy!" Zea meminta maaf pada Hanum ia menyesal karena mengikuti ajakan Mateo.
" Dan kamu Mateo , jika ibumu tau pasti kau akan dimarahinya."
" Maaf!" Ucap mateo tulus.
" Oke mommy maafkan tapi janji jangan melakukan hal ini lagi!"
Zea dan Mateo tersenyum dan menganggukan kepala mereka dan memeluk Hanum.
Hanum mengajak Zea dan Mateo kembali ke sekolah, diikuti Yasmin berjalan di belakang mereka.
**
Adam melangkahkan kaki nya sambil menyimak penuturan Bagas yang sedang membacakan jadwal hari ini.
Sudah dua bulan Bagas menggantikan Ardi menjadi asisten Adam, karena Ardi sudah resign menjadi Asistennya karena perintah Ibunya Tante Widya yang memberikan syarat pada Ardi jika ingin menikahi Alya Ia harus berhenti menjadi bawahan Adam dan mengelola perusahaan Ayahnya.
" Gas, kau kosongkan di jam 10.00 karena aku akan menemui dr. Ana!" Bagas menganggukan kepalanya tanda setuju, meskipun Ia harus pusing mengaturnya lagi, tapi dengan seenaknya atasannya meruba-rubah jadwal.
Tepat pukul 10 Adam keluar dari perusahaannya Ia pergi sendiri tanpa di temani Bagas. Setiap sebulan sekali Ia akan pergi menemui Ana dan bertanya mengenai perkembangan seputar bayi dalam kandungan sesuai usia kandungannya.
Terbilang aneh bukan, yang hamil Hanum yang di periksa Adam, tapi dengan cara ini Adam meluapkan rasa rindu pada Hanum , dan calon anak mereka.
Adam duduk di ruang tunggu ia melihat banyak wanita hamil yang mengantri untuk di periksa dr. Ana.
" Tuan Adam , Silahkan dokter sudah menunggu Anda!" Adam berdiri sambil merapihkan jasnya dan masuk kedalam ruangan periksa.
Terlihat dr. Ana yang sedang menatap layar komputernya, tangan lentiknya mulai menekan tombol enter, terdengar suara printer.
Ana menyerahkan selembar kertas yang tadi print berisi gambar bayi dalam kandungan berusia 32 minggu. Ia juga menjelaskan pada Adam perkembangan bayi yang berusia 32 minggu.
Dalam masa kehamilan ini, berat janin 32 minggu sudah sekitar 900-1800 gram karena lemak mulai tersimpan pada tubuhnya. Sementara, panjang janin 32 minggu sekitar 36 sentimeter dari ujung kepala sampai kaki.
Fungsi pendengaran janin di usia ini juga makin baik. Ia bisa memberi respons berupa tendangan jika diberi stimulan berupa suara, ketukan di perut , bahkan sinar cahaya.
Di samping itu, rambut bayi mulai tumbuh, begitu pula dengan alis dan bulu matanya. Mata janin yang semula tertutup, kini sudah dapat terbuka.
Ana menjelaskan kepada Adam dengan terperinci.
__ADS_1
" Apa kau sering merasakan tendangan bayimu!" Tanya Adam dengan lirih pada Ana
Mendengar ucapan Adam, Ana merasa kasihan, ia bisa melihat dalam matanya jika Adam sangat merindukan hanum, Tapi Adam berusaha menutupinya.
" Iya selalu menendang, Dan Hanum pun pasti sering merasakn tendangan bayinya juga!" Ana menjawab sambil tersenyum bahagia ia mengelus perutnya yang buncit.
" Baiklah aku pergi, lanjutkan lagi tugasmu!"
" Dam, semoga kalian bisa berkumpul bersama lagi!"
" Hemm.." Jawab Adam singkat.
Saat Adam hendak keluar , Arka masuk ruangan Ana sambil membawa salad buah yang dipesan istrinya.
" Ck.... Kau datang lagi membuat pasien mengantri lama saja, mengapa tidak brwosing sendiri saja!" Sindir Arka pada Adam
" Tidak mau Aku ingin bertanya langsung pada istrimu, lagi pula aku membayar istrimu untuk konsultasiku. " Adam berlalu pergi melihat pertengkaran kecil suami dan sepupunya membuat Ana terkikik geli.
Adam pergi dari W Hospital, Ia duduk didalam mobilnya tanpa menyalakan mesin mobil, ia sandarkan punggungya pada kursi mobil.
Ia tatap gambar yang di berikan ana ia belai gambar tersebut seolah mengelus perut istrinya dan menyapa bayi dalam kandungan Hanum.
" Hey ... baby daddy miss you so much, daddy wished to see you born into this world.!" Ucap Adam lirih
(hai bayi ayah sangat merindukanmu, ayah berharap bisa melihatmu lahir kedunia ini).
Sementara di tempat lain Hanum yang sedang memeriksa pekerjaan muridnya, sontak berdiri tiba-tiba, bayinya menendang tendangan yang berbeda dari biasanya, Hanum merasakan perasaan hangat seolah keinginan daddy Adam di transferkan lewat tendangan bayinya kepada Mommy Hanum.
" Ada apa sayang kau merindukan daddy! Mommy juga merindukannya! maafkan mommy sayang." Hanum mengusap pelan bayi dalam perutnya agar tenang dan berhenti menendang karena terasa ngilu.
**
Siang itu Adam ada rapat penting mengenai laporan bagian keuangan Ia menyimak persentasi yang dilakukan kepala bagian keuangan.
Drt.....drt....drt
Ia mengeluarkan ponselnya yang bergetar sejak tadi, terlihat nama Jack tertera pada ponsel Adam yang berlogo apel sebelah itu.
Ia lalu membuka pesan Jack.
Aku menemukannya, Ia berada di bangka belitung
Aku kirimkan photonya agar mengobati rasa rindumu
😁 jangan galau lagi kawan❤️
Adam berdiri melihat pesan dari Jack Ia tertawa bahagia tapi air matanya mengeluarkan butiran bening di pipinya, hingga membuat semua orang terdiam dan mengalihkan perhatiannya pada Atasannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Akhirnya ketemu juga 😍
Dukung Adam dan hanum lewat like komen dan vote..