
Sitausi diruangan CEO AZ Kingdom sulit untuk di gambarkan pasalnya terjadi perdebatan suami istri di saat akan melahirkan bayinya kedunia mereka masih sempat beradu pendapat membuat Lyla Bingung sendiri.
" Mas aku sudak tidak kuat, cepat lakukan sesuatu." Hanum berteriak kesal sambil mencekal tangan suaminya yang mengusap pinggangya sejak dari tadi, hingga membuat Adam merintih karena cekalan Hanum sangat kuat.
" Ayolah sayang tahanlah dulu sebentar." Adam dengan sabar meyakinkan istrinya untuk jangan mengejan sekarang.
" Kau pikir ini bisa di cegah!!.... Achhhh... Mas!" Hanum berteriak merasakan sakit karena medapatkan dorongan kuat dari bayinya yang ingin segera keluar membut Adam semakin Cemas dan bingung apa yang harus dia lakukan.
Drt....drt...
suara ponselnya berbunyi, Ia cepat menjawab panggilan dari anna. Kemudian Adam mengalihkan panggilannya menjadi Video Call, dan menyerahkan pada Lyla agar memegang ponselnya.
Dimana kalian cepat kemari istriku mau melahirkan..
Mengapa lama sekali?
Adam meneriaki Anna dan Arka yang belum sampai hingga saat ini
Ini sedang di jalan , tapi di depan ada kecelakaan, sebentar lagi kami sampai.
Ucap Arka sambil menyetir.
Dam ... dengarkan aku jika air ketuban sudah pecah itu tandanya masuk pembukaan lengkap, cepat kau cek bagian bawah istrimu apakah sudah terlihat kepala bayi.
Ana menjelaskan pada Adam mengenai apa yang tadi di informasikan Bagas saat memberitahunya Jika Hanum akan segera melahirkan karena air ketubannya sudah pecah.
Apa? lihat di bawah? dimana?
Adam mendadak bodoh saat ini, dia yang dalam situasi cemas sulit berpikir jernih.
" Mas di bawah sini." Hanum menunjukan area pintu keluar atau jalan lahir sang bayi.
" Cepat lakukan!"
Hanum sedikit membentak suaminya karena kesal, meski dalam hatinya ia merasa bersalah sejak dari tadi membentak suaminya.
" Lyla kau saja yang cek cepat."
Adam menyuruh Lyla karena dia merasa gugup rasanya ia ingin pingsan saja melihat sang istri merintih kesakitan namun dengan sekuat tenaga Ia menahannya meski lututnya terasa lemas.
" Aku! ... Tidak Pak aku takut." Lyla menujuk dirinya sendiri tampak bingung.
" Ck ....kenapa takut kau kan wanita!" Adam kesal
" Bukan begituh pak aku masih perawan dan ambu bilang ga boleh anak perawan liat yang melahirkan." Lyla beralasan.
__ADS_1
" Ah pendapat dari mana itu."
Adam kesal mendengar jawaban sekertarisnya yang tidak bisa di andalkan, bukannya Ia tidak mau melihat ke area kesukaannya hanya saja saat ini Ia benar-benar di selimuti rasa takut dan cemas melihat Hanum merintih kesakitan.
" Mas cepatlah....!"
Hanum benar-benar kesal pada suami dan sekertarisnya malah asyik berdebat.
Ia memberanikan diri melihat ke arah jalan keluar bayinya, matanya membola seolah seperti akan terlepas , karena terkejut melihat kepala bayi yang mulai terlihat di sana.
Anna kepalanya sudah terlihat! Lalu apa yang harus aku lakukan.
Ucap Adam dengan rasa cemas dan takut. Mendengar ucapan Adam, Anna mengarahkan Adam untuk membantu persalinan Istrinya lewat panggilan telpon.
Adam sebenarnya gugup tapi bagaimana lagi , bisa tidak bisa, harus bisa, sebelum Ia mulai , Adam berdoa terlebih dahulu, agar Istri dan anaknya selamat.
" Sayang kau percaya padaku!" Adam mencium kening untuk memberi semangat kepada istrinya. Hanum sudah tidak sanggup menjawab Ia hanya menganggukan kepalanya.
Lyla dengan sigap masuk ke ruangan Istirahat Bosnya untuk membawa kain yang akan di gunakannya untuk menyambut bayi bosnya, setelah mendapatkannya, Ia lalu menyerahkan pada Adam.
Keringat semakin banyak dari dahi Adam, bukan hanya di dahi saja bahkan di punggung dan tangan Adam ikut berkeringat padahal di ruangannya sudah full AC. Matanya memerah antara gugup , cemas, takut, dan segala macam perasaaan menyelimuti hatinya yang kalut.
Anna dan Arka yang akan membantu persalinan Hanum masih berada di jalan, Ia hanya bisa mengarahkan Adam lewat panggilan telpon.
Adam sudah bersiap menyambut kelahiran bayinya dengan kain di tangannya yang tadi di serahkan Lyla. Ia memejamkan matanya sejenak menarik napas dan mengehembuskannya mencoba menenangkan hatinya yang gelisah, ia berdoa kembali agar dimudahkan dan istri dan anaknnya selamat.
Hanum menganggukan kepalanya sambil merasakan rasa sakit luar biasa menguras tenaganya demi melahirkan buah cinta mereka.
" Bersiapalah ,Mengejan sekarang!"
Dengan penuh keyakinan Ia berani membantu persalinan istrinya dengan tangannya sendiri.
Hanum yang sejak dari tadi menahan, dengan siap mengerahkan tenaganya demi sang buah hati , dalam dua tarikan napas buah cintanya telah lahir dengan selamat.
Dengan mata kepalanya sendiri , Adam melihat Hanum yang berjuang melahirkan bayinya. Pertahanan Adam agar tidak menangis hampir jebol saat bayinya keluar dari jalan lahir Hanum , bayi berjenis kelamin laki-laki yang sehat dan tampan mulai menangis dengan suara kencang mengurangi situasi yang tegang sedikit lega, tangisan putranya seolah sedang menyapa sang ayah yang memeluknya pertama kali lahir kedunia.
Suara tangisannya terdengar hingga keluar ruangan CEO AZ Kingdom, semua karyawan tersenyum bahagia menyambut penerus AZ Kingdom, mereka memanjatkan rasa syukur pada sang Maha kuasa karena Bayi atasannya telah lahir dengan selamat.
Adam menatap bayi kecil merah yang masih di penuhi darah ia menyelimuti bayinya, ia ciumi putranya itu, bahunya bergetar sambil memeluk putranya, dan mendekatkan bibirnya pada telinga bayinya Ia mengumandangkan Adzan di telinga putranya dengan suara bergetar penuh haru dan bahagia.
" Sayang putra kita telah lahir, terima kasih!" Adam menatap hanum penuh sayang.
" Aku ingin melihatnya mas!" Adam meletakan bayinya pada dada istrinya tali ari ari yang belum di potong masih menempel.
__ADS_1
Saat bayinya berada di dada hanum berbarengan dengan Ana yang sudah datang Ia dengan sigap melakukan pemeriksaan dan penangan pada Hanum langsung di sana, Anna sudah bersiap dengan peralatan kedokteran untuk menangani persalinan Hanum.
Adam menggenggam tangan Hanum penuh rasa cinta, perempuan yang membuatnya jatuh cinta, dengan kepayahan berhasil melahirkan putranya. Ia menangis terharu dalam diam bersyukur bisa menemani dan membantu kelahiran putranya.
Setelah memastikan kondisi Hanum dan bayinya sudah aman untuk di bawa pergi. Mereka segera di bawa kerumah sakit W Hospital untuk mendapatkan perawatan intensif.
Adam terduduk lemas di ruang tunggu, tampak berantakan tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya, kemeja putih yang dikenakannya nampak ada noda darah.
" Tuan apa tidak sebainya Anda membersihkan diri dulu sambil menunggu Nyonya Hanum bagun." Ucap Bagas sambil menyerahkan baju gantinya.
" Hemm..! " Adam mengambil pakaian ganti dari Bagas.
Dari kejauhan terlihat lydia, dan Ibrahim di ikuti Bima , Rumi, Zea dan Yasmin.
" Adam bagaimana keadaan istrimu dan anakmu." Tanya Lydia dan Ibrahim bersamaan
" Daddy mana Adek bayinya ?" Zea
" Adik bayi kami laki -laki apa perempuan Daddy Adam." Rumina
Adam menggaruk tengkuknya, ia merasa lucu di brodol pertanyaan.
" Alhamdulillah, Hanum baik-baik saja dan putraku juga sehat, dan pastinya tampan seperti aku." Jawab Adam Jumawa.
Mendengar kabat bahagia dari Adam mereka semua bersamaan memeluk Adam , membuat Adam sulit bernafas.
" Jadi adik ku laki-laki." Zea meloncat-loncat girang.
" Dia adik kita berdua bukan hanya adikmu saja Ze." Rumina memeluk Zea sambil meloncat-loncat meluapkan kebahagiannya.
" Selamat Dam." Papah Ibrahim memeluk kembali putrnya di lanjut Bima dan Lydia.
Mereka semua begitu bahagia atas kelahiran putra pertama keturunan Wijaksono.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aduh Daddy Adam, ampe bingung cari jalan lahir saking gugupnya 😅
Tinggalkan jejak yah
Vote
Like
Comen
__ADS_1
🥰