
Berbeda dengan Adam dan Hanum yang sedang menikmati kisah romantisnya.
Alya dan Ardi sedang bersitegang karena Alya ingin pergi ke Bangka Belitung menemui Hanum, sedangkan Ardi melarangnya karena kondisi Alya yang sedang hamil muda. Usia kehamilannya saat ini memasuki 2 minggu.
Ada saja keinginan bumil yang satu ini membuat Ardi kewalahan, dulu ia sempat menyindir Adam yang menurutnya aneh karena menginginkan hal- hal yang aneh.
Saat ini Ia merasakan mengidam tapi bukan dirinya melainkan istrinya Alya , jika sudah menginginkan sesuatu harus segera di kabulkan jika sampai terlambat sedikit saja di pastikan akan marah dan bersedih benar-benar membuatnya kewalahan.
" Ayolah say buka pintunya! " Ucap Ardi sambil mengetuk - ngetuk pintu kamarnya.
" Gak .... sebelum Mas mau membawaku bertemu dengan Hanum." Alya berteriak.
" Kau sedang hamil muda, ingat Say yang dikatakan dokter tidak boleh bepergian jauh atau kecapean sayang." Dengan sabar Ardi membujuk istrinya.
" Mas aku dan bayi kita baik-baik saja, tenanglah bayi kita itu kuat."
Ardi tidak menjawab ia sudah kewalahan membujuk istrinya yang belum keluar, di tambah lagi ia harus segera ke kantor.
" Oke kita pergi, cepat buka pintunya dulu." Dengan terpaksa Ardi menyetujui keiginan istrinya.
Ceklek
Alya tersenyum pada ardi , Ia lalu memeluk suaminya yang masih berdiri di depan pintu.
Perasaan ibu hamil sangat mudah berubah-ubah.
" Ya sudah ayo kita sarapan, aku dan bayi sudah lapar." Ucap Alya manja sambil menggandeng lengan suaminya.
Ardi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya yang merasa aneh dengan perasaan istrinya yang bisa berubah-rubah dengan cepat.
**
" Mommy , Daddy !" Terdengar suara Zea memanggil sambil berlari masuk rumah dengan Mateo.
" ze jangan lari-lari sayang nanti jatuh?" Hanum sedikit berteriak pada Zea yang sedang menaiki tangga rumahnya.
" Ada apa Ze, Mateo?" Adam muncul di belakang punggung Hanum.
" Tuan , mereka datang lagi menyerang sekolah."
Adam dan Hanum saling melihat mendengar ucapan Mateo yang terengah- engah.
" Iya , mereka juga membawa alat besar yang akan merobohkan bangunan sekolah." Zea menambahkan
" Maksud kalian Bowo , mereka datang lagi." Hanum cemas.
" Sayang, aku harus ke sana menghentikan mereka."
" Hei... Calm down , ceritakan padaku siapa mereka dan mengapa ingin menghancurkan sekolah?"
Hanum menceritakan pada Suaminya jika Bowo adalah keponakan Bu Dewi anak dari adik suaminya , ayah bowo memberikan tanahnya pada Pak Hasyim suami Bu dewi untuk di jadikan sekolah.
Setelah Ayahnya Bowo meninggal , Bowo tidaK setuju dengan keputusan ayahnya yang memberikan tanah tersebut pada Bu dewi.
itulah alasan mengapa Bowo ingin menghancurkan sekolah di tanahnya, setelah mendengar cerita Hanum lalu mereka pergi bersama.
Diikuti Jack Dan Zoya yang berpapasan di depan rumah.
Saat mereka sampai , sekolah di penuhi oleh para preman sewaan yang di bayar Bowo untuk menghancurkan gedung sekolah.
__ADS_1
Terlihat seseorang mengendarai Crane yang di arahkan pada gedung sekolah untuk di hancurkan.
Adam dengan gesit berlari dan naik pada crane mendorong orang yang ada di dalamnya hingga terjungkal jatuh ke bawah, setelah itu ia matikan alat berat tersebut.
Apa yang dilakukan Ada mengundang kemarahan Bowo dan ketua preman di sana yang di takuti semua orang.
" Bos itu orang yang memukul kami." Ucap salah satu preman yang di hajar Adam kemarin.
" Kalian kalah melawan orang itu yang hanya satu orang hachhh.... tidak bisa diandalkan." Jawab bos preman yang Bernama Jony.
" Jon, aku sudah membayar mu mahal cepat singkirkan orang itu." Bowo kesal karena rencananya selalu di ganggu.
Jony diikuti anak buahnya mengepung Adam yang masih duduk di atas Crane.
Kalian salah orang , bermain- main dengannya sama saja bunuh diri
Batin Jack memperhatikan anak buah Jony.
" Turun kau! Berani sekali kau menganggu kami hach!" Ucap Jony berteriak kepada Adam.
Adam lalu turun dari Crane dengan gagahnya ia meloncat turun.
Membuat nyali para preman yang pernah berkelahi dengannya mundur karena takut, luka kemarin saja masih berbekas dan terasa nyeri di tambah luka sekarang sudah di pastikan mereka akan menginap di rumah sakit , atau malah masuk liang lahat.
" Singkirkan orang itu!" Jony memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyerang Adam bersamaan.
Adam di serang oleh 6 orang sekaligus tapi dengan lihai Adam bisa menghindari pukulan mereka , justru merekalah yang mendapatkan pukulan dari Adam yang langsung membuat mereka roboh.
" Jack mengapa kau diam saja. Bantu mas Adam." Hanum cemas
" Anda tidak lihat Tuan Adam berhasil melumpuhkan mereka." Jack tersenyum bangga pada temannya itu.
Melihat anak buahnya kalah, Jony mengerahkan semua preman yang ada di sana untuk menyerang Adam.
" Tunggu ini tidak adil , aku hanya sendiri jadi izinkan aku meminta bantuan temanku." Ucap Adam sambil melihat ke arah Jack.
Jack yang paham langsung maju dan berdiri di sebelah Adam.
" Kau yakin bisa mengalahkan mereka kita hanya berdua." Ucap Jack berbisik pada sahabat baiknya.
" Tentu saja selama ada kau di sini. Kau seranglah sebelah kanan sedangkan aku yang kiri." Jack menatap kesal pada Adam, ia mendapatkan lawan lebih banyak dari adam , sedangkan Adam hanya 3 orang saja.
Perkelahianpun terjadi Adam dan Jack berhasil mengalahkan para preman itu, meskipun mereka harus mendapatkan pukulan juga tapi tidah separah para preman itu, dan sebagian dari mereka sudah melarikan diri.
Jony kesal Ia lalu mengeluarkan senjata api dan hampir menembakan ke arah Adam dan Jack , namun kalah cepat dengan Adam yang berhasil melempar balok ke arah tangannya sehingga senjata tersebut jatuh dan di ambil oleh Jack.
Sekarang giliran bowo dan Jony yang di todong senjata tepat di wajah mereka.
" Ampun...ampun Tuan jangan tembak aku?" Ucap Jhon yang sudah ketakutan, nyalinya menciut ketika di todongkan senjata api miliknya.
Membuat bowo marah padanya.
" Kau ... aku sudah membayar mu, cepat singkirkan mereka."
" Aku batalkan kesepakatan denganmu , ini aku kembalikan uangmu, aku tidak mau melawan mereka." Jhon melemparkan uang kepada Bowo sambil berlari ketakutan.
" Kalian berani sekali menggannguku hach!"
" Dengar jangan pernah mengganggu sekolah ini atau merencanakan mnghancurkannya." Adam memegang bahu Bowo.
__ADS_1
" Singkirkan tangan mu, meski kalian mau membawa polisi atau pengadilan sekalipun tanah ini adalah milik ku. "
Bowo memperlihatlan surat tanah tersebut secara hukum masih atas namanya.
Adam berpikir agar bisa mendapatkan tanah itu, ia lalu membisikan sesuatu pada Jack, mendengar tugas dari bosnya Jack meninggalkan tempat itu.
" Bagaimana jika aku membelinya." Ucap Adam tegas
Memdengar hal itu semua orang terkejut termasuk Bowo.
Hanun , dan Bu dewi mendekati Adam.
" Mas kau akan membeli tanah ini?" Tanya Hanum.
" Tidak perlu Nak Adam, ibu sudah menyusahkanmu."
" Tidak apa - apa bu!" Adam meyakinkan Bu Dewi.
" Bagaiman Tuan Bowo? Apakah kau setuju."
" Ck... memangnya kau punya uang, oke aku akan jual padamu dengan harga 5 M."
" Bowo..... kau tidak perlu menjualnya Bibi akan pergi dari tanahmu."
Bowo tersenyum licik, akhirnya ia bisa mendapatkan kembali tanah miliknya, padahal Ia juga sudah tahu jika ayahnya sudah memberikan pada Bu Dewi.
" Aku setuju 5 Miliar." Jawab Adam
Bowo terkejut mendengar kesanggupan Adam membeli tanahnya dengan harga tinggi, padahal tanah tersebut tidak terlalu luas.
" Mas itu terlalu mahal." Hanum berbisik pada suaminya.
" Kau masih belum mengenal suamimu, akan kutunjukan seberapa kayanya Aku." Jawab Adam sombong berbisik pada Hanum.
" Aku mau hari ini uangya. Apa kau bisa menyiapkan." Tantang Bowo.
Mendengar itu Adam hanya tersenyum. Sambil melihat Jack yang baru darang setelah tadi pergi.
" Kau bisa bertransaksi dengan asistenku." Tunjuk adam pada Jack yang membawa tasnya.
Bowo sekarang yakin jika orang di hadapannya bukan orang biasa.
" Dengar setelah kau mendapatkan uangnya , jangan pernah mengganggu Bu dewi dan juga istriku Hanum."
Memdengar hal itu bowo semakin terkejut , karena ternyata pria hebat dihadapannya adalah suami Hanum.
Setelah kepergian Jack dan Bowo. Bu dewi mengajak Adam dan Hanum untuk duduk di ruangannya.
" Nak Adam terima kasih atas semuanya, dan mohon maaf ibu merepotkan kalian." Ibu Dewi menundukan kepalanya.
" Bu dewi tidak perlu berterima kasih, sayah tulus memabantu ibu, ini mungkin belum seberapa dengan jasa ibu yang sudah menjaga istri dan anak saya."
" Iya bu Dewi jangan khawatir sekarang sekolah dan tanahnya milik bu Dewi. Ibu tidak perlu merasa tidak enak. "
Bu Dewi sangat bersyukur karena sudah di mudahkan untuk mendapatkan tanahnya kembali lewat bantuan Adam dan Hanum.
" Hanum."
" Zea."
__ADS_1
Terdengar suara tidak asing yang memanggil dirinya dan Zea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...