Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Adam VS Jack


__ADS_3

Ardi merasa lega karena akhirnya Adam datang di waktu yang tepat.


CEO AZ Kingdom Adam Wijaksono is back.


Ardi mempersilahkan Adam duduk di kursi pimpinan tertinggi di Perusahaan, semua orang menunduk hormat pada CEO AZ Kingdom.


Adam mengambil alih rapat, Ia menyampaikan permintaan maafnya yang tidak pernah datang keperusahaan. Ia Juga mengklarifikasi mengenai isu yang mengatakan jika dirinya mengalami depresi.


" Saya tidak menyukai orang yang tidak konsisten, dan hanya memikirkan keuntungan, perlu di ketahui jika terkadang kita akan mengalami kerugian, Tapi tergantung diri kita sendiri untuk berani menghadapi setiap tantangan hingga membuat perusahaan akan semakin kuat."


Ucapan Adam menyentil beberapa pemegang saham yang akan menarik sahamnya.


" Silahkan tinggalkan Ruangan ini jika ingin mundur dari AZ Kingdom, dan kita tidak akan bekerjasama lagi."


Semua orang saling berbisik-bisik, mereka menyadari jika hubungan kerjasama dengan AZ kingdom memberikan keuntungan besar.


" Maaf atas kelancangan kami Tuan Adam , Karena Anda telah kembali maka Kami tidak akan menarik saham kami lagi. Dan sekali lagi mohon maaf atas kelancangan kami." Ucap Pak Soni yang mewakili yang lainnya.


Rapat berlangsung cukup lama, Adam menjelaskan penanganan untuk memperbaiki sistem, meski harus mengeluarkan biaya besar, Ia harus memulai kembali dari Awal akibat keonaran yang di akibatkan oleh Aldo.


Untuk mencapai kesuksesan terlebih dahulu di perlukan suatu pengorbanan bukan.


Ia berkutat dengan banyak laporan yang menumpuk waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Adam membenahi berkasnya Ia berdiri mengambil Jas dan kunci mobil.


Ia melangkahkan kakinya di basement perusahaan saat akan membuka pintu mobil ada seseorang yang memukul kepalanya dari belakang hingga membuatnya jatuh tidak sadarkan diri.


Seorang Pria mengenakan jaket hitam dan wajahnya tertutup masker menyeret adam naik ke rooftop gedung AZ Kingdom.


Adam merasakan sakit dibagian lehernya, Ia bangun dari pingsannya , mencoba berdiri tapi kepalanya masih terasa pusing.


" Akhirnya kau sadar juga!" Ucap pria bermasker itu.


" Siapa kau?" Jawan Adam Ia berusaha untuk berdiri.


Pria itu lalu membuka masker dan topinya nampak terlihat wajahnya dengan jelas.


" Jack kau!" Adam terkejut melihat kawan lamanya berdiri dihadapannya.


" Lama tidak berjumpa kawan!" Jack tersenyum Devil.


Tanpa persiapan Adam mendapatkan pukulan yang tiba-tiba melayang pada dada dan perutnya membuat dia terjatuh kembali.


Saat Jack akan menginjak wajahnya Adam menahan Kaki Jack dan memutarnya hingga jack terjatuh.


" Achh.... Sial!" Jack kesal karena dia berhasil di jatuhkan oleh Adam.


Adam bangkit dia mulai, bersiap memasang kuda-kuda. Sudah lama Ia tidak melakukan olah raga.


Ia mulai membalas Jack Dengan memberikan pukulan di perut dan bagian wajah serta dada Jack.


Jack terjatuh lagi hingga terlihat ada darah di sudut bibirnya.


Jack menendang Adam , namun tidak berhasil karena setiap kali Ia memberikan pukulan Adam berhasil menghindar.


Hingga Jack kesal dan mengeluarkan Pisau lipatnya. " Hari ini kau harus mati di tanganku."


Jack berlari ke arah Adam Ia mengayunkan pisau lipatnya sedikit lagi akan menusuk perut Adam.


Sekuat tenaga Adam menahan serangan Jack hingga tangannya tergores oleh pisau belati Jack.


" Achhh...." Adam meringis tapi Ia tidak menyerah dengan cepat ia memelintir tangan jack, memukul tulang rawan kakinya hingga Jack terjatuh , lalu Adam mengambil dan membuang pisau lipatnya, Ia mengunci tubuh Jack agar tidak bisa bergerak lagi.


" Mengapa kau melakukan ini padaku!" Tanya Adam dengan napas tersegal-segal.

__ADS_1


" ha....ha.....ha...! Mudah sekali kau melupakan kesalahanmu bajingan!! Jack memaki Adam.


" Apa kau pikir aku sudah menodai adikmu hingga Ia bunuh diri!"


Mendengar jawaban Adam Jack terdiam sesaat.


" Kau sudah menghancurkan adikku!" Jawab jack dengan kesal


" Jack Aku tidak pernah menodai Zoya, Aldo yang melakukannya!"


Adam membela dirinya.


" Jangan menyangkal semua bukti mengarah padamu.! " Jack berusaha lepas dari cengkraman Adam namun tidak bisa.


Adam terdiam sesaat sulit sekali menjelaskan kebenarannya pada Jack yang keras kepala. Ia lalu melepaskan Jack dan berjalan mengambil ikat rambut istrinya yang jatuh ketika mendapatkan pukulan dari Jack.


Jack yang telah di lepaskan menatap aneh pada Adam. Ia tidak mau menunda kesempatan ini ia ambil senjata api di balik jaketnya dan mengarahkan ke arah Adam.


Adamm...........


Teriak Ardi melepaskan timah panasnya kepada Sahabatnya itu.


Dorrr.........


Adam berhasil menghindar , tembakan Jack meleset. Ia lalu mengangkat kembali dan hendak menembakan senjatanya namun terdengar seseorang memanggil namanya.


" Kakak Stop ......Kak Jack." Zoya berlari melindungi Adam dengan tubuhnya.


Jack terkejut melihat Zoya Adiknya yang sudah meninggal berdiri dihadapannya dan dalam keadaan baik.


Flashback on


Setelah selesai rapat Ardi , Hardi , Bagas masih berada di ruangan CEO.


" Sangat Yakin dia Jack, Orang yang menjadi informan Hanum." Jawab Ardi.


" Jack selalu mengawasi Anda. Saat ini Ia ada di sekitar perusahaan." Bagas melaporkan pantauannya.


" Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan. Kau cukup awasi saja." Bagas menganggukan kepalanya.


" Lalu bagaimana dengan Aldo."


Adam bertanya pada Hardi Asisten Kak Bima.


" Ia sudah berhasil mendapatkan suara untuk menjadikannya CEO di W Corp Tuan."


Mendengar itu adam tersenyum sambil menatap kearah kaca besar di ruangannya dan memandang gedung W corp yang sama tinggi dengan AZ Kingdom.


" Biarkan dia menikmatinya dulu! Kau siapkan saja kejutan untuknya."


Adam melirik hardi lalu kembali lagi memandangi gedung w Corp.


" Baik Tuan saya permisi" Hardi meninggalkan ruangan Adam.


" Ardi Kau Jemputlah Zoya." Ardi mengangguk


" Dan kau Bagas awasi Jack dari jauh."


Show Time....


Adam memasukan tangannya kedalam saku, dan kedua anak buahnya pergi meninggalkan ruangan untuk melaksanakan tugasnya.


Flashback end

__ADS_1


" Zoya kau ....!" Jack masih tidak percaya jika Zoya berdiri di hadapannya.


Sebenarnya Zoya bukan adik kandung Zack Ia hanya seorang anak sebatang kara yang di tolong oleh ayah Jack.


Dari dulu Jack menyukai Zoya tapi ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya karena Zoya selalu menganggapnya seorang kakak.


" Kakak turunkan senjatamu aku mohon." Zoya membujuk Jack.


" Tidak... minggirlah akan kuhabisi laki-laki yang menghancurkanmu."


" Tidak kak, justru kak Adam yang menolongku , Aldo yang sudah merenggut kehormatanku, Ia menjamahiku setiap hari, menyiksaku dan hampir membunuhku, jika Kak Adam tidak menolongku mungkin saat ini aku tidak ada di sini."


Zoya mendekati Jack ia memegang wajah Jack dengan kedua tangannya.


Ketika anak buah Aldo membuang tubuh Zoya di pinggir jalan, Adam tidak sengaja menemukan Zoya yang masih bernapas, Ia membawa Zoya ke rumah sakit.


Keadaan Zoya sangat memprihatinkan Ia mendapatkan perlakuan kasar, hingga membuatnya trauma.


Adam lalu membawanya Ke Jerman, agar Zoya mendapatkan perawatan di rumah sakit khusus yang menangani pasien yang mengalami kekerasan dan pelecehan.


Butuh waktu lama bagi zoya untuk mengingat dan menyembuhkan mentalnya.


" Saat itu aku berbohong karena Aldo mengancam akan membunuhmu di penjara, dengan terpaksa aku berbohong padamu jika Kak Adamlah pelakunya." Zoya memeluk Jack.


Mendengar penjelasan Zoya membuat Jack tertunduk malu. Ia sudah melakukan kesalahan besar pada Adam.


" Maafkan aku Dam." Ucap Jack dengan lirih.


" Dari dulu kau adalah sahabat yang baik." Jack melangkahkan kakinya dan berdiri berhadapan dengan Adam.


Ia menangkupkan tangannya, hendak bersimpuh namun Adam mencegahnya, Ia memeluk sahabatnya yang lama tidak berjumpa.


" Aku sudah memaafkanmu kawan!" Adam menepuk bahu sahabatnya itu.


Tiba-tiba Ardi berlari dan menjatuhkan tubuhnya pada kedua sahabatnya itu, mereka berpelukan dan tertawa bersama.


" Aku merindukan sahabat gila ku ini!" Ardi berteriak mengungkapkan perasaan bahagianya bisa berkumpul lagi.


Hanya Aldo yang tidak ada, sejenak mereka terdiam.


" Apa yang akan kau lakukan padanya?" Tanya Jack


" Menghukumnya." Sudah cukup Adam bersabar selama ini, begitu banyak kesalahan yang sudah dia lakukan.


" Aku akan membantumu." Ucap Jack bersemangat untuk menghancurkan Aldo.


Semua orang sudah turun dari Rooftop kecuali Adam dan Jack yang masih berdiri menatap langit yang sudah gelap.


" Apakah kau sudah menemukan istrimu." Mendengar itu adam menggelengkan kepalanya, dan menyulut rokok yang di berikan Jack.


" Maaf Dam, Hanum pergi karena aku."


" Sudahlah saat itu kau tidak tahu kebenarannya."


Kedua orang itu masih enggan turun mereka menghisap rokoknya.


Jack yang menanam kebencian pada Adam dari sejak dulu, saat ini kebencian itu telah hilang dalam dadanya.


Dari sejak dulu Adam orang yang baik, Ia selalu membantunya dalam berbagai hal.


Ia bersyukur bisa mengetahui kebenarannya jika tidak mungkin Ia akan hidup dalam penyesalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2