
Buliran air mata berjatuhan membasahi pipi pucat yang tak berhenti mengalir.
Seorang wanita lemah tak berdaya nampak terlihat kurus mengenakan pakaian narapidana, terbaring di ranjang rumah sakit dengan tangan sebelah kanan terikat pada borgol dan sebelahnya lagi terpasang infus.
Bella menangis dalam gelapnya malam, kesunyian diluar bisa terasa dalam jiwanya yang sepi.
Pov Bella
Hidupku sudah tidak berarti lagi mengapa aku harus selamat, Aku ingin mati dengan cepat, tapi mengapa Tuhan masih menyelamatkan aku.
Aku merasa kesepian tak ada keluarga yang menayakan kabarku, Aku sadar siapa yang mau menayakan kabar seseorang yang sudah menghancurkan keluarganya sendiri.
Ya Tuhan aku menyesal maafkan aku, aku terlalu berambisi , menyakiti semua orang.
Inilah rasanya sendirian yang di alami oleh Nisa dulu, apakah aku sedang di hukum.
Mas Bima maaf , Rumina maaf, Mamah rindu kalian.
Pov End
Rumina yang sedang tertidur nyenyak tiba-tiba terbangun mengingat ibunya yang sedang merindukannya.
" Mamah...!"
Rumina menangis dalam sepi tak ada yang tahu ia menangis sendiri tanpa bersuara takut membangunkan Zea yang tidur di sampingnya.
Gadis kecil itu menahan rasa rindu pada ibunya tapi ada rasa kecewa dalam dirinya karena gara-gara ibunya papah dan kakeknya harus terbaring di rumah sakit.
Kedua orang itu menangis bersamaan dalam rasa rindu di tempat berbeda.
Tangisan Bella begitu pilu mengisi ruang hampa dalam kesendirian hingga seseorang datang dan memanggil namanya.
" Bell, Bella kau baik-baik saja." Angel datang menjenguk. Setelah mendapatkan kabar jika Bella mencoba bunuh diri.
" Anggel...!" Bella tersenyum getir melihat saudara sepupunya datang , ia tidak menyangka jika masih ada orang yang peduli padanya.
" Anggel tolong aku, bawa rumina kemari aku merindukannya." Bella memohon pada anggel.
Anggel menarik napas , ia merasa jika ia tidak bisa membawa Rumina, karena Perbuatan Bella kepada keluarga Wijaksono.
Bella memohon kepada Anggel agar saudaranya itu bisa membantunya bertemu dengan putri semata wayangnya. Melihat bella yang memohon Anggel tidak tega ia akan berusaha menemui Adam agar Bisa membawa Rumina bertemu Bella.
" Baiklah... tapi berjanjilah padaku jangan mengulangi perbuat ini lagi."
Anggel memeluk saudara sepupunya itu, ia merasa iba terhadap Bella.
Anggel tidak pernah menyangka jika Bella berbuat sejauh ini hingga tega menyakiti Bima dan Om Ibrahim. Tapi Anggel tidak bisa marah karena ia bisa melihat penyelasan dalam diri Bella hingga membuatnya merasakan rasa sakit yang teramat dalam.
*****
__ADS_1
Matahari bersinar dengan indah di Pantai Tanjung tinggi, pagi ini terasa berbeda bagi beberapa orang yang sedang merasakan kebahagian.
Mereka bersiap-siap kembali ke Jakarta. Rumina memeluk Zea dengan sangat erat.
" Cepatlah kembali jangan lama-lama di sini!" Ucap Rumina
Terlihat Zea manganggukan kepalanya pada Rumina sambil berbisik.
" Jangan menangis sendiri katakanlah, jika kau merindukan tante Bella mintalah pada Daddy untuk mengantarkanmu."
Zea mengetahui saat malam Rumi menangis memanggil ibunya, ia bisa merasakan apa yang di rasakan Rumina jauh dari sang ibu itu sangat menyakitkan hidup terasa kosong tanpa kasih sayang ibu.
Mendengar itu Rumina tampak terkejut, ia tidak menyangka jika saudaranya mengetahui rasa sedihnya itu.
" Terima kasih Ze." Rumina memeluk erat zea.
" Rumi ayo kita harus segera berangkat." Ana datang mengingatkan Rumi, mendengar ana memanggil , Rumi melepas pelukannya dan masuk kedalam mobil di temani Zea.
" Oke semua sudah siap ayo kita harus segera berangkat." Ucap Ardi sambil merangkul Alya, yang berdiri di sampingnya sesekali ia mencium pipi Alya.
Semua orang bergegas bersiap untuk menaiki mobil. Hanya tinggal satu orang yang belum datang.
" Lama sekali Dia, Apa masih menengok bayinya.?" Ucap Arka polos, dan mendapatkan cubitan Ana di perutnya hingga Ia meringis kesakitan.
" Aww... sakit sayang." Arka memeluk istrinya dengan mesra.
" Makannya cepat bawa segera Zoya kepenghulu..!" Ledek Ardi.
" Biar bisa mesra kapanpun ,dimanapun!" Sambung Arka dan mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.
" Mas..ich ... !" Ana mengelengkan kepalanya melihat Arka yang sepertinya filter di mulutnya sudah mulai rusak sama persis seperti adiknya.
Akhirnya orang yang di tunggu datang juga, Adam berjalan sambil memegang erat tangan istrinya.
" Lama sekali Pak Bos.. lagi tanggung yah!" Ardi menaik turunkan alisnya.
Adam melirik sahabatnya itu dan tidak menghiraukan perkataannya.
" Sayang Aku pergi jaga dirimu baik - baik, jangan lupa susunya di minum." Adam membelai rambut Hanum.
Ia lalu menundukan kepalanya mencium perut hanum.
" Daddy go first baby, don't bother your mom!"
Adam lalu memeluk istrinya dan mencium bibir Hanum di hadapan semua orang tanpa malu.
Melihat CEO W AZ Kingdom mencium istrinya membuat Ardi dan Arka segera masuk ke dalam mobil.
" Hach..... Dunia serasa milik sendiri." Ucap Jack sambil menutup mata Zoya agar tidak terkontaminasi, dan buru- buru membawa Zoya masuk ke dalam mobil mengikuti ke dua temannya.
__ADS_1
" Han, jangan lama-lama di sini cepat pulang."
Ucap Alya dan Ana berbarengan , mereka saling berpelukan seperti Teletabbis dengan perut besarnya. Setelah puas berpelukan mereka menaiki mobil yang akan membawanya ke bandara
Ke dua mobil hitam telah berlalu pergi meninggalkan pantai Tanjung Tinggi menuju ke Bandara Buluh Tumbang yang terletak di Tanjung Pandan.
Melihat mobil telah berlalu pergi Hanum mengajak Zea untuk kembali ke rumah.
**
Mamah Lidia sangat bahagia mendapkan kabar kesehatan suaminya yang sudah membaik. Ia di temani Kakek Richad masuk ke ruangan dokter Edward.
" Mr. Ibrahim's health has improved, the poison in his body is clean." ( Kesehatan Tuan Ibrahim sudah membaik, racun dalam tubuhnya sudah bersih.) Ucap dr. Edward sambil menunjukan hasil tes Ibrahim kepada Lidia dan Richad.
" Thankfully, that means I can bring my husband home." Lidia sangat bahagia.
" My daughter's intention is to return to Indonesia." Richad menambahkan perkataan Lidia.
"Yes, of course Mr. Ibrahim has recovered to return to Indonesia." Jawab dr Edward.
Setelah mendapatkan kabar gembira ini Lidia dan Richad kembali ke ruangan Ibrahim, tidak lupa mereka mengucapkan terima kasih pada dr. Edward.
Ibrahim menyenderkan punggungnya di kepala ranjang sambil membaca buku. Tiba-tiba pintu terbuka terlihat istri dan mertuanya masuk beriringan, Ia lalu menutup bukunya, melepas kacamata dan meletakan buku di nakas samping kanannya.
" Bagaiman apa kata dokter? Apa papah sudah bisa pulang " Tanya Ibrahim.
" Iya papah sudah membaik dan bisa pulang dengan cepat." Lidia menghampiri suaminya.
" Syukurlah kau sudah sehat Ibra, selesaikan segera permasalahan anak-anakmu." Richad duduk di kursi sofa yang ada di ruangan Ibrahim.
Ibrahim menarik napas dan menghembuskannya, ia benar-benar tidak menyangka jika Bella menantunya tega melakukan hal licik seperti itu menyakitinya dan Bima.
" Lalu bagaimana dengan Bima Mah." Ibrahim menayakan kabar putra pertamanya.
" Masih sama, pah belum ada kemajuan terbaru." Terlihat rasa sedih di wajah Lidia.
" Lalu Hanum?" Tanya Ibrahim lagi
" Adam sudah menemukannya, mereka ada di Kepulauan Bangka Belitung. Dan benar saja Hanum sedang mengandung cucu papah, anak Adam." Lidia tersenyum bahagia mendengar Hanum yang benar sedang mengandung begitupun dengan Ibrahim yang tersenyum.
"Many things happened to Adam, and he was able to solve them, you are lucky to have a son like Adam. He is someone who is responsible, and never give up."
(Banyak hal yang terjadi pada Adam,dan ia bisa menyelesaikannya, kalian beruntung memiliki anak seperti Adam. Ia seseorang yang bertanggung jawab, dan pantang menyerah.)
Ucap Richad bangga terhadap cucunya itu dimana, Adam bisa menghadapi dan menyelesaikan permasalahan perusahaan yang sempat mengalami kerugian besar dan tidak stabil. Tapi dengan kegigihan dan kepiawaian Adam dalam memimpin, perusahaan Richad Kingdom, Az Kingdom Dan W Corp berhasil berdiri kembali.
Manusia memang tidak bisa sempurna. Tapi, bukan berarti jadi alasan untuk enggan berusaha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1