Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Pesona Hanum 2


__ADS_3

Mobil - mobil mewah terparkir indah di depan mansion Papah Ibrahim, Angel yang baru datang langsung menghampiri Adam yang berdiri di depannya di sebelah kirinyi ada Zea yang memegang erat Adam di sebelah kanan berdiri Hanum.


" Hay Adam! " Angel memeluk Adam membuat hanum risih melihatnya, Zea yang tidak menyukai wanita yang sedang memeluk Daddynya berpikir agar angel segera menjauh.


" Daddy gendong Ze!" Mendengar anaknya meminta di gendong Adam buru-buru melepas pelukan Angel dan membawa Zea dalam gendongannya. Ia bersyukur ada Zea yang membantu lepas dari ulat keket itu.


Rumina turun terakhir dari mobil, melihat ada Zea Ia langsung berlari menemui saudaranya yang ada dalam gendongan Adam, melihat rumina, Zea turun dari gendongan Daddy Adam dan berlari -lari dengan rumi masuk ke mansion opa Ibrahim.


" Ayo sayang kita masuk!" Ucap Bella mengandeng lengan suaminya yang sejak tadi datang hanya diam melamun melihat kedekatan Adam dan Zea.


Di susul Angel lalu Adam dan Hanum memasuki Mansion.


" Tuan muda Adam!" Bi Minah menyapa Tuannya yang sudah lama tidak berjumpa, Ia yang mengasuh Bima dan Adam dari sejak kecil.


" Bi Minah, apa kabar?" Adam menghampiri wanita paruh baya itu.


" Siapa Wanita Cantik ini tuan?" Bi minah menatap Hanum.


" Di Hanum Sekertarisku!" Jawab Adam


Hanum menganggukan kepalanya sambil tersenyum ramah.


" Dimana mamah Bi?"


" Nyonya besar ada di belakang beliau sedang membuat makanan spesial untuk kedua putranya." Ucap Bi minah sambil melirik Bima dan Adam yang sejak dari tadi keduanya terlihat sangat dingin tidak ada lagi keakraban dari kedua tuan mudanya itu.


" Bi tunggu, saya ikut ke dapur!" Hanum mengikuti bi Minah ke dapur Ia tidak suka melihat angel yang menempel terus pada Adam. Melihat hanum beranjak pergi Adam mengikutinya juga Ia malas berdekatan dengan angel.


" Pa Adam, mau kemana?"


" Menemui ibu ku ?" Mendengar jawaban adam Hanum hanya ber oh ria.


" Mah......! " Suara Adam membuat oma Lidia yang sedang memasukan kue ke dalam oven menoleh pada anaknya.


" Kalian sudah sampai!" Ia berjalan memeluk Adam lalu memeluk Hanum, Hanun yang di peluk oleh Nyonya besar merasa salah tingkah, kenapa nyonya Lidia memeluknya.


" Terima kasih sudah datang! Kenapa kalian kemari tunggulah di depan."

__ADS_1


" Nyonya izinkan aku membantu mempersiapkan makanannya!" Ucap Hanum sambil mulai membantu bi Minah memotong sayuran.


" Tidak perlu! kau aku ajak ke sini bukan untuk memasak!" Adam melarang hanum untuk membantu di dapur.


" Adam benar! Kau tidak perlu membantu , biar mereka saja yang menyelesaikannya!" tunjuk Oma Lidia yang menunjuk ART yang berdiri berderet di dapur luasnya.


" Tapi ... saya ingin membantu, tolong Izinkan!" Hanum memohon kepada Oma Lidia, lagi pula kalaupun Dia ikut mengobrol di ruang keluarga Ia merasa canggung karena Ia hanya orang luar jadi lebih baik Ia membantu menyiapkan makanan.


" Adam!sekertaris mu ini keras kepala." Mamah lidia tersenyum kepada putranya Adam yang melihat mamah Lidia hanya mengangkat bahunya dan berlalu pergi bersama mamah Lidia.


Duduk di ruang kelurga bersama, suasana begitu dingin tidak ada yang memulai pembicaraan, setelah 5 tahun berpisah mereka bisa berkumpul kembali dengan masih menyisakan perasaan kecewa marah di dalam hati namun berusaha menyimpannya untuk menghargai kedua orang tuanya yang ingin berkumpul dan makan di meja yang sama seperti dulu.


" Ehm.... Adam ,Bima kalian sudah datang!" Terlihat papah Ibrahim datang bersama Asisten Leon yang mendorong kursi rodanya.


" Karena Kalian sudah berkumpul di sini! ada hal yang ingin papah Sampaikan ! Terutama untuk kalian Bima dan Adam." terlihat papah Ibrahim menarik napas dan menghembuskannya.


" Papah minta maaf, selama ini papah tidak bisa menjadi seorang ayah yang baik! Papah berharap kalian bisa melupakan masa lalu dan saling memaafkan!" Ucap papah Ibrahim dengan suara yang bergetar, Ia yang di kenal tegas dan menakutkan , saat ini terlihat lemah,dengan mata yang sendu. Mendengar ucapan papah Ibrahim Bima dan Adam hanya terdiam. Sedangkan Bella dan Angel saling berbisik-bisik.


" Aku pikir mertuamu akan mengumumkan penyerahan kekuasaanya, ternyata hanya ini saja." ucap angel berbisik pada Bella.


" Bima menghampiri Papah Ibrahim Ia memegang tangan keriput itu yang tampak masih terlihat gagah.


" Pah Bima yang haru meminta maaf, semua berawal dari kesalahanku! Adam.....!" Bima memanggil nama Adam sambil meliriknya.


" Dam, maafkan aku!" Bima menatap Adam


Adam menatap kedua mata kakanya itu mencari apa ada kebohongan di dalamnya tapi tidak ada , Adam hanya melihat penyesalan dan ketulusan dari mata kakanya.


Ia berjalan dan langsung memeluk Bima, Ia Adam merindukan keakrabannya bersama Bima, Dulu mereka begitu kompak Hingga Bella datang dan selalu menghasud Bima agar membenci adiknya itu.


" Ka Bima!Kita lupakan semuanya!"


" Kau memaafkan ku!" Adam tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Melihat kedua putranya saling merangkul dan memaafkan membuat papah Ibrahim dan mamah Lidia terharu mereka terlihat menyeka air matanya.


Tapi tidak dengan Bella ia tampak tidak meyukai jika Bima dan Adam kembali Akur.

__ADS_1


"Ck ... Sial kenapa tidak sesuai rencana. Aku harus membuat percikan api kembali, bagaimanapun caranya." Bermonolog dalam batin Bella.


"Tuan ,Nyonya Makanan sudah siap!" ART memanggil majikannya untuk makan malam mereka berjalan menuju ruang makan dengan meja makan mewah yang panjang di penuhi berbagai macam makanan yang tersaji.


Hanum sudah berada di sana Ia menyiapkan piring-piring dengan rapih bersama dengan para Asisten Rumah Tangga Mamah Lidia.


Semua mulai duduk di meja makan , lalu datang Zea dan rumi yang duduk memilih dekat dengan ayah mereka, Bima tersenyum bahagia karena bisa duduk bersebelahan dengan putri yang tidak bisa ia peluk.


Papah Ibrahim memimpim doa sebelum makan.


" Silahkan makan!" Ucap papah Ibrahim mengawali untuk memulai makan. Ia menyuapkan sup kemulutnya, Ia terdiam merasakan sup yang rasanya berbeda seperti biasanya, sup yang dimakannya begitu lezat, membuatnya tidak mual saat memakannya.


" Siapa yang memasak ini ? Rasanya berbeda ?" Ucap papah Ibrahim mengehentikan sendok-sendok bergerak menuju mulut sang tuan. Mamah Lidia menatap kepada Bi Minah mencari jawaban padanya.


" Oh Itu Nona Hanum yang membuat Nyonya!" Ucap Bi minah sambil tertunduk. Mendengar nama Hanum di sebut membuat semua orang memandang pada sosok wanita yang duduk di ujung bersebelahan dengan Bella. Melihat semua orang menatapnya Hanum berdiri dan berjalan ke arah Papah Ibrahim.


" Maaf tuan, apakah sop ya tidak sesuai selera, saya menambahkan Kurma merah kering , ginseng,dan buah berry kering ini baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengembalikan stamina setelah sakit." Hanum menjelaskan bahan yang ia tambahkan pada sup papah Ibrahim. Mendengar penjelasan Hanum Ia mengangguk-anggukan kepalanya.


" Apakah kau sering memasak !" Tanya opa Ibrahim


" Iya tuan ibu saya di kampung ..!" terdengar suara bella dan angel mentertawakan Hanum yang menyebutkan kampung, membuat hanum berhenti sebentar, bella dan angel terus mentertawakan hanum hingga mendapat tatapan tajam dari Adam membuat terdiam langsung.


" Di kampung sering mengajarkan saya memasak, dan kebetulan nene seorang tabib, Sehingga saya hapal sedikit mengenai obat-obat herbal." Hanum menjelaskan , mendengar itu papah Ibrahim menganggukan kepalanya.


" Lalu kau siapa? Kenapa bisa ada di sini!"


" Pah Dia....." Adam belum sempat menyelesaikan ucapannya terdengar seseorang memanggil Hanum.


" Nona Hanum anda ada di sini!" Mendengar seorang pria tiga tahun lebih muda dari papah Ibrahim membuat semua orang


Melirik bersamaan ke sumber suara yang memanggil hanum.


...****************...


Siap yah kira kira yang mengenal Hanum ???? 🤔


Mohon jejak Like dan komennya yah 🙏

__ADS_1


__ADS_2