Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Resepsi


__ADS_3

Hari ini merupakan resepsi pernikahan Adam Wijaksono Dengan Hanum Nabila Putri yang di gelar di hotel mewah milik Wijaksono Grand W Hotel, Papah Ibrahim memiliki banyak bisnis yang di kelola di bawah W Corporation sehingga Ia di juluki sebagai business lion ( Singanya Dunia Bisnis)


Dekorasi pelaminan yang begitu mewah sangat menakjubkan dipenuhi bunga Tulip dimana merupakan bunga nasional Afghanistan dan Iran tapi juga salah satu bunga tercantik di dunia, selain tulip ada juga bunga Anggrek ****** putih merupakan salah satu bunga tercantik di dunia juga dan hanya tumbuh di persawahan Jepang.


Keunikan bunga ini adalah pada bagian kelopak putihnya yang terbelah di tengah dan kelopak bunga terbelah di tepinya, seperti sayap burung.



Pelamin dengan dekorasi mewah dan elegan membuat semua tamu kagum.


Adam memasuki pelaminan Dengan gagahnya ,Wajah yang tampan, tubuh atletis dan tegap , di balut Jas berwarna hitam menambah kadar ketampananannya semakin meningkat membuat para wanita memandang terpesona, berharap merekalah pasangan untuk Tn. Adam Wijaksono.



Adam menanti Istrinya yang akan masuk dari pintu di depannya. Pintu terbuka lebar, lampu sorot mulai mengarah pada pengantin wanita yang Berjalan dengan Anggun di dampingi Zea dan Alya.



Adam menyambut istrinya itu dan membawanya ke pelaminan. Acara berlangsung meriah, semua tamu undangan memberikan ucapan Kepada Adam dan Hanum.


Ardi naik ke pelaminan bersama Alya, untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.


" Han, selamat yah Kamu cantik banget!" Alya mencium pipi kanan kiri Hanum dan memeluk sahabatnya itu.


" Terima kasih al, cepatlah menyusul!" Hanum melirik Ardi seolah menyindirnya agar secepatnya melamar Alya.


"Sabar sayang. Aku sedang mengumpulkan biaya pernikahannya!" Jawab Ardi sambil tersenyum.


" Ck.... Mengumpulkan uang? Uangmu saja sudah banyak tunggu apa lagi!" Adam menimpali temannya Ardi , karena memang benar untuk masalah Biaya bukan masalah bagi Ardi sebenarnya .


Sebenarnya Ardi masih belum berani memperkenalkan Alya dengan kedua Orang tuanya yang ingin mendapatkan menantu yang setara dengan kedudukan keluarga Wijaksono yang berdarah Ningrat. Mendengar percakapan asisten dan bosnya itu membuat hanum dan Alya tertawa.


Saat turun dari pelaminan, Ardi dan alya saling berpegangan tangan, melangkahkan kakinya menuju meja mereka.

__ADS_1


Tetapi langkahnya terhenti ketika seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik seusia oma Lidia menghampiri mereka.


" Ardi, Siapa wanita yang bersamamu?" Ucap Mamah Widia yang merupakan adik sepupu dari papah Ibrahim.


" Mamah!" Ardi sontak kaget melihat ibunya berdiri di hadapannya dengan wajah yang tampak datar memperhatikan putranya yang berdiri di samping seorang wanita yang tida di kenalnya.


" Kenapa diam siapa dia?" Tunjuk Mamah Widia pada putra bungsunya Ardi yang masih terdiam membisu.


Alya sedikit kecewa pada kekasihnya itu karena sepertinya Ardi memang tidak ada niat memperkenalkannya saat ini.


Alya lalu melepaskan pegangan tangan Ardi, Ia lalu mundur perlahan untuk pergi dari sana.


Namun belum sempat Alya mundur tangannya di pegang ardi dengan Erat kembali, Ardi tersenyum ke arah Alya seolah menyampaikan semua akan baik-baik saja.


Ia lali membawa Alya kembali sejajar dengannya tanpa ragu Ardi memperkenalkan wanitanya kepada sang ibu.


" Mah Ini Alya, Dia.... Dia calon Instri Ardi!" Ardi dengan lantang memperkenalkan Alya pada mamah Widia.


Padahal Sebenarnya Mamah Widia sudah mempersiapkan calon istri untuk Aldi.


Dia dari kalangan atas sama sepertinya dan merupakan rekan bisnis Ayah Ardi Papah Hilman.


" Hai Ardi apa kabarmu?Tante ini aku bawakan Minuman!" Ucap Natasya menyapa Ardi memotong percakapan antara Ardi dan ibunya.


Wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing itu bernama Natasya Dia adalah calon istri pilihan Widia untuk putranya Ardi, namun Ardi menolaknya.


Natasya juga merupakan Adik kandung Angel , sudah dari sejak Dulu kedua gadis ini mengincar pria tampan dan tajir seperti Ardi dan Adam.


seperti angel yang menyukai Adam begitupun dengan natasya yang menyukai Ardi. Tapi cinta mereka bertepuk sebelah tangan, nyatanya sekarang Adam sudah memiliki istri membuat angel sakit hati hingga pergi ke london untuk mengembangkan bakatnya di dunia modeling bertaraf internasional.


Begitupun dengan Natasya yang berharap bisa bersanding dengan Ardi, jika kakanya angel gagal menjadi istri Adam Dia tidak akan gagal untuk menjadi istri Ardi.


" Kemarilah Natasya!" Widia menarik Natasya pelan mendekat hingga mereka saling berhadapan dengan Alya dan Ardi.

__ADS_1


" Ada Apa tan!"


" Nona, siapa namamu? " Tanya widia pada alya


" Ah... Aku Alya Nyonya!"


Jawab Alya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman tetapi widia tidak menghiraukannya membuat Alya menarik kembali tangannya dengan getir.


" Nona Alya, sebelum terlalu jauh hubunganmu dengan putraku, perlu Anda ketahui nona cantik di sebelahku adalah calon istri Ardi calon menantu saya dari keluarga yang sama seperti kami. Paham!" Ucap mamah widia dengan sombongnya membanggakan Natasya, Alya yang mendengar hal itu merasa terhina belum apa-apa dia sudah di singkirkan, hatinya begitu perih Air mata lolos begitu saja pada bola mata indahnya.


" Mah! Apa maksud mamah!" Ardi tidak terima jika widia menjodohkan dirinya dengan Natasya tanpa memberitahunya, ardi benar benar kesal oleh tingkah Widia yang selalu menjodohkan anak-anaknya dengan pilihannya sendiri tapi cukup Ia tidak ingin bernasib sama seperti Arka yang dijodohkan dengan istri pertamanya yang tidak bertahan lama, mereka akhirnya bercerai setelah perceraian itu Arka kembali pada Ana kekasihnya dulu dan menikahinya meski tidak direstui widia pada awalnya, namun akhirnya widia mau tidak mau merestuinya meaki belum sepenuhnya.


Alya yang tidak tahan dengan perdebatan anak dan ibunya ia memutuskan pergi meninggalkan pesta sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Ardi yang melihat Alya pergi, langsung mengejarnya namun tangannya di tahan widia , membuatnya tidak bisa bergerak.


" Mah lepas!"


" Jangan di kejar Ardi! Dia tidak selevel dengan kita!"


" Mah! " Ardi kecewa Ia tidak suka dengan ibunya yang menilai segala sesuatu dari harta dan selalu merendahkan orang lain.


Ardi sudah tidak ingin berdebat lagi dengan ibunya di tengah pesta Adam, jika di lanjutkan pasti akan mempengaruhi acara Bosnya.


Ia pergi meninggalkan Aula dan berlari mengejar Alya, Tapi alya tidak ada dimana-mana ia sudah mencari ke setiap ruangan namun Alya tidak ada.


" Ah sial , gara-gara mamah ini, Alya pasti sakit hati! Al kamu di mana ayo... angkat telponnya!" Ardi berusah menelpon Kekasihnya itu namun tidak ada jawaban. Ia tampak prustasi memukul-mukul kepalanya, menyesal tidak mengejar alya buru-buru.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam taxi Alya terlihat sedih Ia menangis karena hatinya begitu sakit, sudah di hina oleh ibu Ardi.


" Mas sudah aku katakan kita tidak bisa bersama, perbedaan kita begituh jauh bagai langit dan bumi." Alya berbicara lirih sambil menatap ponselnya yang mendapatkan panggilan dari Ardi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2