
Dua laki-laki tampan berdiri di balkon sambil menikmati kopi.
" Dam, Zea sangat dekat dengan sekertarismu!" Ucap Bima sambil melihat Zea yang tampak begitu dekat dengan hanum.
" Dari awal pertama kali berjumpa Zea sudah sangat nyaman bersamanya , itu sebabnya kenapa Ia memanggilnya Mommy! Aku tidak pernah membicarakan tentang Nisa padanya karena aku takut Dia akan bersedih jika mengingat ibunya yang sudah tiada." Bima yang mendengar jawaban Adam menarik napas dan menghembuskannya.
" Semua salahku ,maaf atas semuanya dan terima kasih memgizinkanku bisa mendengar Zea memanggil ku Papah!" Ucap Bima lirih tergambar jelas rasa sesal yang mendalam kepada Nisa dan Zea putri kandungnya.
"Tapi ... aku tidak bisa memberitahu Zea jika kau Ayah kandungnya! Dia masih terlalu kecil."
" Tidak apa ini sudah cukup bagiku, aku sadar aku bukan ayah yang baik. Beruntung dia memilikimu sebagai ayahnya." Bima tersenyum tapi sebenarnya hatinya sangat sakit tapi mau bagaimana lagi Adam mengatakan hal yang benar Zea terlalu kecil untuk mengetahui kebenarannya yang akan berdampak pada psikologinya.
" Ini sudah malam aku pulang dulu!" Adam berpamitan kepada Bima dan kedua orang tuanya. Zea tidak ikut pulang bersamanya karena akan menginap bersama Rumina di rumah Opa Ibrahim.
" Han, pakailah jas ini di luar dingin!" Adam memasangkannya pada tubuh Hanum agar tidak kedinginan.
" Tidak usah pak! Lagi pula kita ada penghangat di mobil!" Hanum membuka jas Adam tapi adam menolaknya dan bersikeras agar hanum tetap memakainya.
Melihat adegan romantis Adam dan Hanum membuat angel cemburu, dan menghampiri Adam.
"Dam , aku ikut pulang dengan mobil mu yah!" Angel memohon kepada Adam untuk di antar pulang juga.
" Kenapa dengan mobil mu?" Tanya Adam sambil memeriksa mobil angel yang terlihat baik-baik saja
" Ini sudah malam Dam aku ingin kau mengantarkan ku juga!"
Ah.... bisa gagal kebersamaan ku dengan hanum, kenapa juga angel ingin naik mobilku. Menyebalkan. Adam bermonolog dalam hatinya.
" Pa wisnu, antar Nona Angel pulang! Ia takut berkendara malam." Adam meminta supir opa Ibrahim untuk mengantar Angel pulang. Angel yang mendengar hal itu langsung menolak dan pergi dengan marah karena upaya memdekatkan dirinya dengah adam selalu gagal. Apa lagi ada hanum sekarang, semakin bertambah sulit saja. Mobil angel telah pergi dari mansion Papah Ibrahim di susul Bima dan Bella.
" Pak , kenapa tidak mengantar Nona angel saja! Bagaimana jika pacar bapak salah sangka padaku?" Hanum merasa bersalah pada angel.
" Apa pacar? Angel pacarku ? Dia hanya teman Bukan pacar, Ayo masuk aku antar pulang ini sudah larut malam!" Adam membukakan pintu untuk Hanum.
Selama di perjalanan di dalam mobil tampak sepi mereka larut dengan pikirannya masing-masing.
" Oh jadi si ulat keket itu bukan pacarnya! Kenapa aku jadi senang begini yah ....!" Ucap hanum dalam hatinya Ia tersenyum- senyum sendiri.
" Kenapa kau senyum- senyum."
" Hah.....ah.. .itu pak aku hanya ehm ...!"
Aduh aku harus bilang apa ?? kenpa mendadak jadi blank gini yah.
" Hanum. Kau kenapa? "
" Eh aku bahagia bisa berjumpa lagi denga Pak Leon Dan Tuan besar Ibrahim. Mendengar nama papah Ibrahim, adam Tidak suka Ia tidak suka hanum menerima pekerjaan dari papahnya.
" Jadi kau akan menerima tawaran papah!" Adam melirik sebentar pada hanum.
__ADS_1
" Memangnya boleh?"
" Tidak boleh, kau sudah menandatangani kontrak!"
" ha....haha..Aku hanya bercanda pak!" Hanum mentertawakan bosnya yang terlihat posesif, ia merasa bahagia jika Adam memperhatikannya.
Aku suka melihat tawa mu! (batin Adam)
* *
Di tempat lain duduk sepasang kekasih yang belum menyelesaikan masalah mereka di masa lalu. Ardi duduk sambil menyilangkan tangannya Dia menunggu penjelasan Alya yang tiba-tiba pindah sekolah dan tidak pernah menghubunginya lagi.
" Kenapa kau pergi tiba-tiba!"
" Ka Ardi yang membuat Aku pergi!"
"AKu , apa kesalahanku?" Ardi bingung , dia berusaha mengingat apa kesalahannya pada alya.
Mendengar itu alya menarik napas dan menghembuskannya, ia menyiapkan dirinya untuk mengatakan sebenarnya pada mantan terindahnya itu.
Falshback on
Waktu itu selepas pulang sekolah, Alya berjalan keluar kelas tiba-tiba seseorang menarik lengannya membawa dia ke belakang dia adalah Ina sahabatnya Cahaya yang merupakan saingan Alya yang menyukai Ardi.
" Apa sih tarik-tarik saya!lepas" Alya mencoba melepaskan tangan Ina dari lengannya.
" Al aku tuh mau ngasih tau kalau Ardi itu selingkuh , tuh liat kesana!" Ucap Ina sambil menunjuk ke arah Ardi dan Alya, yang sedang duduk berdua. Alya melihat Cahaya mencium Ardi, dan yang membuat dia geram Ardi diam saja menikmati ciuman itu.
Flashback off
Mendengarkan cerita Alya , Ardi malah tertawa , Alya semakin kesal pada Ardi bukannya minta maaf malah tertawa.
" Ka Ardi! Kaka menyebalkan. Aku benci!" Teriak alya Ia berdiri dari duduknya dan pergi, Ardi langsung beranjak dan mengejar Alya
" Al maaf ! Aku tertawa karena , kau pergi hanya gara-gaara aku mencium Cahaya!"
" Iya .... Ka Ardi laki - laki murahan!"
" What ? Hey di mana ada laki -laki murahan!"
" Nyebelin!" Alya berlari pergi menjauh dari Ardi.
" Hey, Al dengar kau salah sangka!waktu itu Cahaya tiba-tiba menciumku, aku tidak tau jika ia akan menciumku , diantara kami tidak ada hubungan apapun! Dia memang menyukai aku tapi aku hanya menyukaimu! Al percayalah dulu dan sekarang kaulah wanita yang menempati hatiku." Ardi meyakinkan alya sambil membelai rambut Alya.
" Tetap saja ka Ardi salah mau maunya di cium ulat keket itu!"
" iya...iya aku minta maaf!" Ardi menangkupkan tangannya.
Melihat kesungguhan meminta maaf,Alya akhirnya memaafkan Ardi begitu senang.
__ADS_1
" Jadi Al kita pacaran lagi yah!" ucap Ardi memohon.
" Beri waktu aku untuk berpikir aku masih takut kaka akan menghianatiku lagi!"
" oke, aku akan selalu menunggumu! "
Ardi merasa tenang dan bahagia akhirnya Cinta pertama nya telah kembali.
Tak terasa Mobil Adam telah sampai di Rumah Hanum. Rasanya ia ingin berlama-lama dengan hanum kenapa terasa cepat sampai.
Hanum kesusahan melepas seatbealt, melihat pujaan hatinya kesusahan membuat adam mencondongkan badannya Ia membantu melepas seatbealt, Jarak mereka begitu dekat hingga hembusan nafas hanum terasa di telinga adam yang sedang membuka seatbelt. Hanum yang melihat adam begitu dekat membuat jantungnya berdetak tak karuan.
" Sudah selesai!" Adam mendongakan wajahnya menatap wajah hanum dari mata turun ke hidung lalu ke bibir ranum hanum,lama adam terdiam menatap bibir hanum yang menggoda. mereka saling menatap satu sama lain, hingga tidak di sadari jika wajah mereka semakin dekat , saat Adam akan mencium hanum terdengar suara klakson motor. Mendengar itu Hanum tersadar ia buru-buru turun dari mobil. Terlihat motor Alya memasuki pelataran rumah.
" Alya , pa Ardi! Kalian sudah sampai!" mendengar Hahum Alya turun dan menghampiri sahabatnya itu.
"Kau baru sampai juga!"
" Iya! Pa adam apa mau masuk dulu!"
" Kami langsung pulang saja!" Adam melempar kunci mobil pada asistennya.
" Hati -hati di jalan pak , terima kasih !" Hanum tersenyum kepada Adam
Ardi dan Adam mengendarai mobilnya dan berlalu pergi dari rumah Alya.
" Adam aku sangat-sangat bahagia kau tau rasanya aku ingin memelukmu!" Ardi menceritakan kejadian hari ini bersama Alya, akhirnya penantian panjangnya bisa terbayar.
" Ck.... Kai ini lebay sekali!Menyebalkan!"
" Kau tidak pernah merasakannya, aku doakan kau akan jadi bucin!" Ardi membalas Adam.
" Bucin apa itu?" Ardam mengerutkan alisnya ia tidak mengetahui arti bucin.
" Oh ya ampun, aku lupa teman ku ini seorang workaholic! Mana tau dia soal percintaan ha.....ha...ha!" Ardi mengejek Adam.
Adam hanya berdecak memdengar ledekan teman sekaligus asistennya.
" Bucin itu budak cinta!"
bucin hanya dikategorikan sebagai bahasa prokem saja atau istilah gaul di tengah masyarakat.
Berangkat dari kata budak yang pada zaman dahulu digambarkan sebagai seseorang yang akan selalu menuruti perintah dari majikan atau tuannya.
Kita bisa menggambarkan sosok bucin atau budak cinta ini sebagai seseorang yang rela berkorban dalam bentuk apa saja untuk pasangan yang dicintainya, baik harta, jiwa, dan raga.
...****************...
__ADS_1
visual pasangan Alya dan ka ardi