Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Bima kecelakaan


__ADS_3

Hanum duduk di atas Toilet, sambil melihat tespek yang baru ia gunakan.


Tidak memerlukan waktu lama hasilnya muncul Ia berdiri dan membulatkan matanya.


" Aku Hamil!" Ia meraba perutnya yang masih datar ia mengingat terakhir berhubungan Dengan Adam ia lupa tidak meminum pil penunda kehamilan.


Di lain tempat Adam terlihat pucat, setiap mencium aroma parfum atau makanan Ia akan mual dan muntah-muntah.


Tapi Adam harus menahan rasa pusing di kepalanya, saat ini Ia sedang berusaha membuktikan dirinya tidak terlibat dalam kasus Pendanaan *****s.


Bukti yang di bawa oleh Bryan berhasil membantu Adam untuk terbebas dari tuduhan tersebut.


Pukul 12.00 Adam Telah Bebas dari segala tuduhan tersebut. Ia sangat bersyukur.


"Thank you for your help to me Mr Bryan!"


Ucap Adam sambil memeluk sahabatnya itu, Terlihat di sana ada Bima berdiri di samping Ardi menyambut Adam.


"You're welcome, sorry I can't be here much longer, lots of work waiting."


Jawab Bryan sambil tertawa dan diikuti yang lain.


Bryan berpamitan dan pergi duluan lewat pintu belakang, karena di pintu depan sudah banyak wartawan yang sedang mencari berita mengenai Keluarga Wijaksono yang selalu di sorot media.


Saat Adam keluar, Semua kamera mengarah padanya , banyak para wartawan yang mengajukan pertanyaan mengenai kasusnya.


Hingga terdengar beberapa wartawan yang bertanya mengenai kondisi papah Ibrahim dan Hanum istrnya yang sudah membawa Zea pergi.


Adam enggan menjawab ia di bantu kapten Bara dan beberapa petugas polisi untuk melewati para wartawan.


Mobil mewah yang ditumpangi Adam melesat menjauh dari kantor polisi menuju ke w Hospital.


Saat mereka sampai Terlihat Pa Leon baru keluar dari ruangan Tuan Ibrahim bersama Mamah Lidia.


" Tn. Muda Syukurlah anda sudah bebas!" Ucap Leon


" Adam. Syukurlah kau sudah pulang Nak!" Mamah Lidia memeluk putra bungsunya itu.


" Bagaimana keadaan papa!" Adam khawatir terhadap ayahnya yang belum sadar.


" Mari tuan Adam dan Tuan Bima , Ada hal yang ingin saya sampaikan."


Mendengar itu Bima dan Adam saling tatap, mereka mengikuti Leon ke ruangan dokter Budi.


Saat Adam dam Bima masuk terlihat dr. Budi dan dr. Arka di ruangannya menunggu mereka.


Dokter budi mempersilahkan Adam dan Bima duduk. Ia menjelaskan Bahwa ternyata Kondisi Tn. Ibrahim kritis di akibatkan oleh Obat yang di konsumsinya.


Dan yang membuat Adam dan Bima Kaget adalah Jika ada seseorang yang menukar obat tersebut dengan racun yang sudah di konsumsi Tn. Ibrahim tanpa di sadari.


" Apa ...!"


Ucap Bima dan Adam berbarengan.


" Itu benar tuan muda, saya sudah curiga ketika Tuan Besar Ibrahim yang kondisinya menurun setelah meminum obat tersebut." Jawab Leon


" Siapa orang itu?" Tanya Adam marah.


" Mohon maaf Tuan muda Orang tersebut adalah orang dekat!" Jawab Leon.


" Jangan banyak basa- basi. Cepat sebutkan siapa orangnya." Bima tidak sabar.

__ADS_1


" Ia adalah Nyonya Bella!" Leon merasa ragu, ia takut Bima dan adam tidak akan percaya.


" Om Leon jangan asal menuduh!"


Bima marah dengan tuduhan Leon terhadap Bella.


" Itu benar Bima. Rumina melihat Bella menukar obat tersebut." Mamah Lidia masuk ruangan dr Budi, ia yakin jika Bima pasti tidak akan percaya.


Ketika Kondisi kesehatan Tuan Ibrahim menurun Leon curiga, akhirnya Ia memutuskan untuk memasang cctv di kamar Tuan Ibrahim tanpa sepengetahuan Nyonya Lidia dan Tuan Ibrahim.


Ketika memeriksanya terlihat rekaman Bella sedang memindahkan Obat, disana juga terlihat ada rumi berdiri agak jauh di samping Bella saat mengambil syal milik papah Ibrahim.


Mendengar hal itu Bima geram kemarahannya sudah berada di ubun-ubun ia pergi dari ruangan dr. Budi tanpa berpamitan.


Ketika Bima keluar Ardi masuk , dengan cemas.


" Dam , Hanum dan Zea sekarang berada di bandara mereka akan pergi Ke Amerika, pesawatnya berangkat 20 menit lagi."


" Apa !" Tanpa berpikir lagi Adam segera pergi bersama Ardi, Ia menghubungi seseorang.


Aku tidak mau tau tahan dulu pesawatnya jangan biarkan terbang.


Baik Tuan akan aku usahakan!


Langkah lebar Adam memasuki bandara, Ia terburu-buru diikuti ardi di belakangnya menuju penerbangan Internasional.


Ia memasuki Gate pesawat yang akan terbang saat ini ke Amerika, Adam memaksa masuk pesawat untuk memeriksa Hanum.


Tapi sayang Ia tidak bisa menemukannya, namanya jelas terdaftar dalam penerbangan pesawat tersebut Tapi hanum dan Zea tidak ada di dalam pesawat itu.


" Kemana kalian perg!" Adam mengusap wajahnya dengan kasar, rasanya sudah tidak bisa berpikir lagi di tambah kepalanya terasa pusing.


Hampir saja terjatuh namun Bagas berhasil memegang Adam dan mendudukannya.


Adam diam tidak menjawab Hanya gelengan kepalanya yang mewakili untuk menjawab.


Kemana kalian pergi? Aku harus mencari kemana? pintar sekali kau bersembunyi Hanum. " Ucap batin Adam.


Sebenarnya Hanum memang memesan tiket menuju Amerika dengan bantuan Jack, Tapi hanya untuk mengalihkan perhatian.


Setelah keluar dari toilet Ia memutuskan meminta bantuan Jack untuk memesankan tiket pesawat ke Amerika, namun tiket itu hanya untuk mengalihkan, karena tujuan Hanum bukan Amerika, Jack tidak mengetahui rencana hanum selanjutnya, ia berpikir jika Hanum benar-benar akan pergi ke Amerika.


Semua orang dikelabui oleh Hanum termasuk Adam.


**


Di dalam mobil Bima, memukul-mukul setir Ia benar-benar marah pada istrinya Bella.


Saat mobil berhenti di lampu merah , tidak sengaja Bima Melihat Aldo sedang bermesraan di dalam mobilnya bersama seorang perempuan yang sangat di kenalnya. Ia mengepalkan tangannya menahan emosi.


Ketika lampu hijau menyala mobil Aldo mulai kembali berjalan, diam-diam Bima mengikuti mobil Aldo.


Hingga sampai di hotel milik Aldo, mereka turun dari mobil sambil bergandengan tangan layaknya pasangan suami istri.


Bima mengikuti hingga sampai pada kamar di lantai paling atas , kamar VIP yang sering di pesan oleh Aldo.


Hotel Mayrot Adalah hotel milik sahabat Bima, Ia meminta agar bisa mendapatkan Kartu cadangan agar bisa masuk ke kamar tersebut.


Petugas hotel membantu Bima membuka pintu kamar Aldo, Bima langkahkan kakinya dengan perlahan menuju arah suara yang mengeluarkan suara laknat dari kedua pasangan yang sedang bergelut di atas ranjang mewah.


Ia membuka pintu ruangan terlihat jelas bella berada di bawah kungkungan Aldo, Bella menikmati setiap sentuhan Aldo, mereka berdua tidak menyadari Bima sudah berada di ruangan itu.

__ADS_1


" Bella!"


Suara teriakan Bima membuat pasangan yang meneguk nikmat itu serentak menghentikan kegiatan panasnya.


Mata bela membola ia kaget melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang merah penuh amarah.


Bella langsung memakai baju yang ada di sampingnya ia memasangkan Asal, begitupun dengan Aldo segera menyambar celananya.


Tanpa basa basi Bima langsung menarik Aldo yang belum sempat memasangkan resleting celananya, Ia langsung menghujani Aldo dengan tinjunya.


Bugh....Bugh


Aldo terkapar setelah mendapatkan pukulan dari Bima.


Bella ketakutan melihat Bima yang mengamuk.


Rambut panjangnya di tarik oleh Bima, Bella menjerit kesakitan, tidak sampai di situ Bima mencekik Bella dengan kuat hingga Bella tidak bisa bernafas.


Bella memukul-mukul tangannya agar bisa melepaskan cekalan di lehernya itu.


" Kau memang ja********g aku jijik melihatmu! Kau Berani sekali menyakiti papah hah! "


Bima menghepaskan tubuh Bella hingga terjatuh dengan kasar.


" Achhhh....... Mas ini tidak seperti yang kau pikirkan!" Bella tanpa bersalah membela diri, Ia memegang kaki Bima meminta maaf, namun Bima menendang Bella hingga bella terjengkal kebelakang.


" Bersiaplah aku akan menceraikanmu dan habiskan waktumu di penjara bersama kekasihmu itu! " Bima pergi meninggalkan kamar hotel.


Setelah Bima keluar Polisi datang dan menangkap Bella dan Aldo.


" Lepaskan aku mengapa kaliam menangkapku! Lepas....! Bella memberontak.


Sedangkan Aldo tidak bisa melawan Ia tampak lemah setelah dihajar habis oleh Bima.


Bima benar-benar kacau saat ini emosinya tidak stabil, ia lalu masuk ke mobil dan menyalakan mesin mobil.


Mobil bima melaju dengan cepat di antara kendaraan yang lain, beberapa kali Ia hampir menabrak kendaraan lain namun berhasil menghindarinya.


Bima yang hendak mengambil ponselnya tidak menyadari jika di depannya ada sebuah truk. Saat Bima mencoba mengerem mobilnya , ia tidak bisa melakukannya, sepertinya ada yang merusak rem mobil Bima.


Ia berusaha menghindari mobil tersebut namun tidak bisa , dalam hitungan detik mobil bima dan truk bertabrakan hingga membuat mobil Bima terpental jauh dan terbalik akibat benturan hebat.


Cekeetttt......


Brughhhh


Mobil Bima terbalik dan tampak hancur di bagian depan dan belakang, Bima terlihat lemah, darah segar mengalir di bagian kepalanya.


Ia masih sempat membuka matanya melihat banyak orang berlari ke arahnya mencoba membantunya agar bisa keluar.


Matanya sudah tidak sanggup lagi terbuka ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


" Zea..... Rumina maafkan papah !" Bima memanggil nama kedua putrinya dengan lemah, setelah itu semuanya menjadi gelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf ya agak ribet...🙏🏻


Kita hukum dulu Bella dan Aldo...


Bari kita sama -sama cari Hanum 😁

__ADS_1


Jgn lupa like komen dan vote


Terima kasih....


__ADS_2