Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Penyekapan


__ADS_3

Dua mobil hitam beriringan memasuki daerah Pantai Tanjung Tinggi, Tanpa lelah Adam segera berlari menuju sekolah dimana istrinya berada, di sana terlihat banyak orang dan polisi, Kapten Barra langsung menghadap pada kepala kepolisian Tanjung Tinggi.


Sedangkan Adam, Bagas dan Jack berlari masuk ke sekolah yang sudah di pasang police line , disana terbaring beberapa korban tembak sudah tak bernyawa mereka adalah orang-orang suruhan Adam yang di tugaskan untuk menjaga Hanum dan Zea.


" Tuan Adam, para siswa sebagian sudah di bawa oleh orang tuanya, Bu Dewi Dan Yasmin sekarang berada di rumah sakit karena....!" Barra menghentikan ucapannya.


" Karena apa? Katakan!" Adam menatap tajam Barra.


" Ada dua anak yang terluka kemungkinan salah satunya adalah Zea." Jawab Barra.


" Zea, apa yang terjadi padanya! Apa dia baik - baik saja." Adam mengusap wajahnya dengan kasar.


" Lalu Istriku di mana?"


" Maaf Tuan Adam saat kami kemari para penjahat sudah melarikan diri, dan ....membawa istri Anda." kata kepala kepolisian Pantai Tanjung Tinggi.


" Apa... Membawanya... Sial berengsek kau Aldo! Mengapa kalian begitu telat datang kemari Hah.....!" Adam marah berteriak di hadapan kepala kepolisian Tanjung Tinggi.


" Tenanglah dulu, kami sudah mengerahkan polisi untuk mengejar mereka dan mencari Nyonya Hanum. Seluruh jalan telah kami tutup."


" Apa tenang kau pikir aku bisa tenang , sementara aku tidak tau keadaan istriku."


" Dam tenanglah kita harus tenang untuk menyikapi semua ini." Jack mencoba menenangkan sahabatnya itu.


" Sepertinya ada yang membantu Aldo sehingga Ia bisa melarikan diri dengan cepat dari sini!" Ucap Barra.


" Anda benar , seseorang membantunya ada beberapa saksi yang melihat Bowo membantu Aldo." Jawab Kapten Ahmad Kepala kepolisian Tanjung Tinggi.


" Bowo?"


" Ia Bowo, Bawa dia kemari!" Kapten Ahmad meminta anak buahnya membawa Jony yang menjadi saksi keterlibatan Bowo membantu Aldo melarikan diri.


flashback on


Hanum dan yang lainnya di sekap di aula, mereka sangat ketakutan karena para penjahat itu tanpa ampun menghabisi orang -orang suruhan Adam untuk menjaga Hanum dan Zea.


" Siapa kalian ? Apa yang kalian inginkan mengapa menahan kami?" Hanum menatap tajam Seorang pria bertubuh tinggi besar yang merupakan pimpinan para penjahat itu.


" Apa itu wanita yang di cari bos?" Tanya Tiger pada anak buah di sebelahnya.


" Benar wanita hamil itu dan anak perempuannya."


Mendengar pembicaraan para penjahat Hanum memeluk Zea dengan erat.


Tiger melangkah menuju Hanum berada ia berjongkok menarik tengkuk Hanum dengan kasar dan menghempaskannya.


" Bos hanya ingin wanita dan anak ini, bawa mereka." Tiger melangkah pergi.


" Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku." Hanum berusaha memberontak tapi tidak bisa keadaannya yang sedang berbadan dua membuatnya sulit bergerak di tambah ia memeluk Zea.


" Lepaskan Kakakku penjahat." Yasmin mencoba membantu tapi Tiger memukul wajah Yasmin hingga terjatuh kebelakang.


" Yasmin." Ibu Dewi memeluk putrinya yang terjatuh dan pingsan.


Melihat Hanum dan Zea di seret paksa Mateo membawa Sapu dan memukulkannya pada tubuh kekar Tiger.


" Bocah ingusan berani melawanku!" Tiger mengangkat Mateo dan melemparkannya hingga kepalanya terbentur tembok.

__ADS_1


" Mateo! " Hanum, Zea Bu Dewi berteriak bersamaan.


" Kau lihat , jika kau tidak mau ikut dengan ku aku pastikan semua orang di sini akan mati." Tiger mengancam Hanum agar tidak melawan.


" Jangan- jangan aku mohon jangan sakiti mereka." Hanum menangis pasrah , percuma saja Ia melawan.


" Jangan terlalu kasar pada tawanan istimewaku." Seorang pria menutupi wajahnya dengan masker datang menghampiri Tiger.


Ia lalu membuka masker yang menutupi wajahnya hingga terlihat jelas wajahnya.


" Apa Kabar Nyonya Adam... Wow....Menarik!" Adam tersenyum Devil sambil melihat ke arah perut hanum dan Zea.


" Aldo Kau....!" Hanum terkejut.


" Mommy Zea takut, Daddy mana?" Zea ketakutan Ia memeluk ibunya dengan erat.


" Ha....ha.....ha...Daddy? Hei bocah siapa yang kau cari Daddy Adam." Aldo mentertawakan Zea.


" Dengarkan Aku Orang yang kau panggil Daddy Dia bukan ayah kandungmu, kau sudah di bohonginya.. !"


" Aldo tutup mulutmu! Zea jangan kau dengarkan orang itu." Hanum menutup telinga Zea.


" Dia bukan ayahmu, kau hanya anak yang tak diinginkan, kau ingin tau siapa ayah kandungmu Zea.. Dia adalah Bima kakak dari orang yang kau anggap sebagai ayahmu." Aldo meyakinkan Zea.


" Zea itu tidak benar sayang dia pembohong."


Zea melepas tangan hanum Ia sedikit menjauh dari hanum.


" Katakan Mommy apa yang dikatakannya benar jika aku....?" zea menangis kecewa mengetahui kebenaran jika dirinya bukanlah anak Adam tapi Bima. Di tambah lagi dia lahir ke dunia ini tidak di inginkan.


Mendengar itu Hanum hanya menggelengkan kepalanya.


Zea terdiam, Ia tidak mampu mengatakan apa-apa dalam pikirannya begitu banyak pertanyaan tentang siapa dirinya.


Hingga terdengar suara sirine mobil polisi Membuyarkan lamunan Zea.


" Sial polisi datang! Ayo pergi bawa mereka." Aldo segera bergegas meninggalkan sekolah dibantu oleh Bowo keluar dari sana.


Hanum di paksa masuk bersama Zea kedalam mobil, ia berusaha untuk bisa keluar dari mobil tapi tidak bisa, hingga diam-diam Zea berhasil membuka pintu mobil dan meloncat keluar.


" Zea..! "


Hanum berteriak melihat putrinya terjatuh dari mobil saat melaju.


" Hentikan mobilnya , anakku terluka hentikan mobilnya." Hanum meronta-ronta agar mobilnya berhenti.


" Bagaimana Bos?" Ucap pria yang sedang menyetir.


" Jalan terus , biarkan saja!" Mendengar hal itu Hanum berontak Ia memukul kepala Tiger, membuat Tiger kesal dan memukul tengkuk Hanum Hingga pingsan.


Sedangkan Zea terbaring lemah di pinggir jalan.


" Mommy.....Daddy!" Setelah mengatakan hal itu Zea tidak sadarkan diri.


Flashback end


Jhony menceritakan jika Bowo membantu Aldo dan para anak buahnya pergi dari sini, tapi Ia tidak tahu kemana mereka pergi karena saat akan mengejar mobil beberapa anak buah tiger menabraknya hingga Ia terjatuh dari motornya dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


Adam hanya diam, ia benar-benar tidak bisa berpikir, pikirannya memikirkan keadaan Istrinya yang di bawa Aldo.


" Bagas cari informasi keberadaan mereka." Adam berbisik kepada Bagas, bukannya Ia tidak percaya pada polisi tapi Adam ingin turun langsung mencari istrinya.


" Jack, ikut denganku ke rumah sakit." Jack menganggukan kepalanya dan pergi bersama Adam.menuju rumah sakit tempat Zea di rawat.


Adam dan Jack berjalan bersama-sama memasuki rumah sakit, Mereka menayakan kamar Rawat Zea, saat di depan pintu Adam berpapasan dengan Bu Dewi.


" Nak Adam !" Ucap Bu Dewi dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Adam membawa Bu dewi untuk duduk di kursi ruang tunggu.


" Maafkan ibu tidak bisa menjaga Hanum dan Zea, hek... Hek..!" Bu dewi merasa bersalah.


" Tidak apa apa Bu, doakan saya agar bisa segera menemukan Hanum." Adam mengusap punggung Bu Dewi untuk menenangkannya.


" Apa yang terjadi dengan Zea?"


" Dokter bilang Zea terjatuh dari mobil, dan tangannya terkilir."


Mendengar hal itu Adam memejamkan matanya ia merasa sakit merasakan apa yang dirasakan oleh Zea.


" Lalu Mateo?"


" Para penjahat membantingnya ke tembok hingga membuat kepalanya terluka, Mateo di bawa ke rumah sakit Besar Tanjung Pandan."


Mateo mengalami cedera dikepalanya dan harus di operasi , karena kurangnya alat di rumah sakit Tanjung Tinggi, akhirnya Mateo di bawa ke Rumah sakit di Tanjung Pandan.


Setelah berbicara dengan Bu Dewi Adam lalu masuk ruangan tempat Zea di rawat, terlihat Zea terbaring lemah, dengan tangan di perban , dan beberapa luka lecet di pipi dan dahi, melihat putrinya terluka Adam begitu sedih ia meneteskan air matanya.


" Ehh... Mommy Ze takut!" Zea melenguh merasakan sakit pada tangannya.


" Zea, sayang mana yang sakit?" Adam duduk di kursi dekat ranjang dan mengelus kepala putrinya dengan lembut.


Merasakan usapan Ayahnya Zea membuka matanya, Ia melihat adam tersenyum padanya. Tapi Zea hanya menatap Adam dengan dingin. Membuat Adam heran karena biasanya Zea jika sakit akan bermanja padanya.


" Zea ada apa? mana yang sakit katakan pada Daddy!" Adam mengelus pipi Zea. Zea melengos dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Zea!" Adam heran.


" Hati Zea yang sakit, Daddy pembohong Zea kecewa!" Zea masih tidak melihat Adam.


" Pembohong siapa yang berbohong?" Adam memegang wajah Zea dan mengarahkan padanya.


" Kau Bukan Daddy Zea, Kau pembohong Daddy Zea Papah Bima." Zea berteriak marah dan kecewa.


Mendengar putrinya berteriak Adam hanya terdiam.


Hati siapa yang tidak sakit dikala mengetahui jika dirinya bukanlah anak kandung seorang ayah yang selama ini ia sayangi dan banggakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kasian Zea, harus mengetahui dari orang lain!😔


Apa yang akan terjadi pada Hanum??


Jangan lupa tinggalkan


Like

__ADS_1


Komen


Vote🙏


__ADS_2