Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Extra Part Duda Ganteng


__ADS_3

Matahari bersinar terang pagi ini, tampak beberapa orang masih nyenyak di bawah selimut menikmati hari minggu, ada juga yang sedang berlari pagi sambil menikmati cuaca di pagi hari yang cerah.


Duduk di sebuah bangku di taman sekitar Perumahan mewah perempuan cantik dengan rambut di ikat ke belakang sedang beristirahat sejenak sambil menatap orang-orang yang berlari bersama dengan pasangannya.


" Huft.... Senang bisa lari pagi bersama pasangan, tidak jomblo seperti aku yang selalu sendiri." Ucap Yasmin sambil meneguk air mineral yang ia bawa dari rumah.


" Mengapa tidak mengajak lari bersama jika aku tahu kamu lari juga kita bisa pergi bersama." Bima duduk di sebalah Yasmin, yang datang tiba-tiba


" Uhuk....uhuk.... Kak Bima." Yasmin terbatuk kaget karena tiba-tiba Bima duduk di sampingya ia melirik kekanan dan kekiri masih tidak percaya jika ada Bima bersamanya sejak kapan ada di sana , apa dia bisa menghilang seperti alien.


" kau baik-baik saja?" " Bima khawatir pada Yasmin yang terbatuk ketika melihatnya.


" Oh aku baik-baik saja ehm... Tadi hanya kaget saja kak." Yasmin menyimpan kembali botol minumnya, belum sampai di tas kecilnya Bima sudah merebut botol minum Yasmin dan meneguknya tanpa rasa jijk.


" Kak itu bekas aku." Yasmin mencoba mengambil kembali botol minumnya.


" iya aku tau! Pelit sekali kau ini." Bima membuka tutupnya dan meminum air milik Yasmin tanpa ragu atau jijik.


Yasmin menatap jakun Bima yang naik turun ketika menenguk air minumnya, dalam hatinya ia memuji ketampanan sang duda ganteng di hadapannya meski sudah berusia tiga puluh delapan wajahnya tampak muda.


" Ini , terima kasih air bekasmu lebih segar ternyata." Bima tersenyum jahil pada Yasmin.


Mendengar candaan Bima pipi Yasmin menjadi merah, ia jadi salah tingkah sendiri.


Akhirnya pagi di hari minggu yang cerah ini Yasmin bisa merasakan lari bersama dengan seseorang yang ia sukai.


tepat pukul 08.00 mereka kembali ke Mansion, saat sampai di depan gerbang bima memanggil Yasmin yang berlari kecil hendak masuk rumah.


" Yasmin tunggu! " Bima berjalan menghampiri Yasmin yang sudah berhenti di depannya.


" Hari ini kau ada acara tidak?" tanya Bima


" Ehm... Tidak ada kak. Memangnya mengapa?"


" Aku ingin mengajakmu ehm....nonton!" Ucap Bima ragu.


Sebenarnya ide menonton ini ia dapat dari adiknya Adam, ia meminta saran bagaimana caranya mendekati Yasmin yang usianya terpaut jauh beda 10 tahun dengannya.


Adam yang bukan tipe pria romantis hanya asal menjawab , menyarankan mengajak nonton bioskop.


" Nonton.....!" Yasmin nampak berpikir, sebenarnya hatinya bersorak riang tapi ia harus menahannya.

__ADS_1


" Ehm.. Baiklah! " jawab Yasmin sambil berlalu pergi meninggalkan Bima di luar.


" Bagus juga idenya." Bima tersenyum, menggelengkan kepalanya merasa geli sebenarnya mengajak nonton tapi apa salahnya di coba.


**


Di tempat lain Arka sedang di landa ketakutan dan gugup meskipun ia seorang dokter tetap saja melihat Ana yang sedang kesakitan akan melahirkan anaknya membuatnya cemas.


" Sayang jangan tegang seperti itu, melihat wajahmu tegang begitu aku jadi semakin merasa mules saja." Ucap Anna yang sedang berjalan -jalan di kamar bersalinnya agar bisa mendapatkan pembukaan yang lengkap.


" Pantas saja Adam wajahnya pucat saat istrinya melahirkan , seperti ini rasanya." Ucap Arka sambil berjalan di belakang istrinya.


Selama dua jam menunggu, sampailah Anna pada pembukaan yang lengkap ia sudah berada di atas ranjang dengan posisi siap melahirkan di temani Arka yang berdiri di samping sebelah kanannya.


Dengan sekuat tenaga Anna berjuang melawan rasa sakitnya demi melahirkan buah hatinya ke dunia, dalam empat kali mengejan lahirlah bayi berjenis kelamin perempuan yang cantik.


Oek.....oek...oek....


Suara tangisan bayi menghilangkan kecemasan arka, setelah di bersihkan perawat, Arka lamgaung mengadzani putri kecilnya itu.


Kabar melahirkan Anna sampai pada Hanum, Ia segera bergegas pergi untuk menengok bayi cantik dr. Anna.


" Dimana Azlan , kau tidak membawanya." tanya Anna


" Azlan ada bersama daddynya." Tepat dengan ucapan Hanum Adam masuk sambil membawa Azlan dalam gendongannya.


Kedua bayi itu di baringkan di box yang sama, karena mereka terlelap tidur.


" Bagaiamana rasanya melihat istrimu melahirkan ?" Adam bertanya pada Arka.


" Sungguh aku merasakan kecemasan seperti mu!" Adam dan Arka tertawa bahagia meski gugup dan cemas di awal tapi mereka menikmatinya karena menanti sang buah hati tercinta.


" Siapa nama bayi cantik ini." Hanum mencuil dagu putrinya Anna.


" Namanya Arkana Warda Aditama." Jawab Arka.


" Cantik secantik wajahnya."


" Terima kasih tante Hanum." Anna menirukan suara anak-anak menjawab Hanum.


Pintu kamar terbuka terlihat Alya dengan perutnya yang sudah membesar masuk bersama Ardi.

__ADS_1


" Ternyata sudah ada mommy Hanum." Alya menyapa hanum


" Al , berapa usia kandunganmu sekarang?" Hanum mengelus perut buncit Alya.


" Mau masuk 6 bulan, besaryah apa kembar Al."


" Iya anak kami kembar." Alya tersenyum bahagia.


" benarkah." jawab anna dan Hanum bersamaan.


" Wah kecebong mu benar-benar super!" Ucap Adam mengundang gelak tawa semua orang.


**


Di tempat lain , Bima dan Yasmin diikuti oleh kedua putri Bima memasuki mall Happy Mart. Awalnya ia hanya ingin pergi berdua saja, tapi Rumina dan Zea memaksa ingin ikut mau tidak mau Bima membawa mereka.


" Kak Rumi kita naik itu yuk." Zea menunjuk komedi putar.


" Ayo. Pah kita mau naik itu."


Bima membawa kedua putrinya dan Yasmin ke areal komedi putar ia lalu membeli tiket masuk dan menyerahkannya pada para penjaga. Zea dan Rumi menaiki mainan tersebut sedangkan Bima dan Yasmin menunggunya di tempat tunggu tak jauh dari sana.


" Maaf acara menontonnya jadi gagal" Bima merasa bersalah.


" Tidak apa-apa Kak , yang penting kita bisa berjalan-jalan bersama anak-anak lebih menyenangkan." Yasmin menjawab sambil matanya menatap Zea dan Rumi yang melambaikan tangannya pada Yasmin.


" Cantik." Ucap Bima pelan mengagumi wajah cantik Yasmin.


" Apa kak?"


" Ti... Tidak." Bima salah tingkah.


Yasmin hendak berdiri untuk membeli minum tapi dari samping kirinya seorang anak laki-laki menabraknya hingga membuatnya hampir terjatih, namun tanga Kekar Bima menahan tubuh Yasmin dan menarik tubuh Yasmin dalam pelulannya.


Wajah mereka saling menatap satu sama lain, mereka merasakan desiran yang membuat terpesona.


" Maaf kak." Yasmin salah tingkah ia merasa malu karena sidah lencang menikmati pelukan Bima, ia buru-buru melepas pelukannya Bima.


Hari ini Bima, Yasmin, Zea, dan Rumina menghabiskan waktu liburnya bersama, mereka berjalan bersama seperti keluarga kecil yang harmonis.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2