
Hidup dengan kebencian tidak akan tenang, Selalu di hantui dengan perasaan iri dan dengki hingga sanggup melakukan apapun demi memuaskan keinginannya untuk melampiaskan rasa benci.
Saat ini Aldo di bawa ke kantor polisi karena mendapatkan laporan jika Dia sudah melakukan pencucian uang, Ia berada di ruang introgasi, di temani pengacaranya, terdapat bukti -bukti yang memberatkannya melakukan pencucian uang.
Pencucian uang adalah proses ilegal menghasilkan uang dalam jumlah besar yang dihasilkan dari kegiatan kriminal, seperti perdagangan narkoba, korupsi, atau pendanaan *******. Membuatnya seperti berasal dari sumber yang sah. Uang hasil kejahatan dianggap kotor, dan proses โmencuciโ ini dilakukan agar bisa membuatnya terlihat bersih.
Pencucian Uang yang dilakukan oleh Aldo dengan melakukan perdagangan Narkoba, Menggunakan perusahaan tidak aktif atau korporasi yang pada dasarnya hanya ada di atas kertas, dan memiliki tempat Perjudian dan pencucian uang di kasino.
Bukti-bukti kuat memberatkan Aldo, Hukuman yang bisa didapatnya adalah pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).ย
Kasus ini akan di alihkan ke kejaksaan, Sebelum persidangan dimulai dengan berbagai cara dan kekuasaan Aldo ,pengacaranya berhasil meminta kepada kepolisian untuk tidak di tahan, Dan menjadi tahanan kota hingga keputusan datang.
Di dalam kendaraannya Aldo terlihat kesal ia mengeraskan rahangnya, menerima laporan dari seorang pria yang duduk didepannya.
" Adam selama ini memata-matai kita! Dialah yang melaporkannya!" Ucap Jack sembari membuka topi hitam dan masker tampaklah wajahnya ia melirik ke arah Aldo sahabatnya di belakang.
" Sepertinya kita harus mempercepat rencana B. Adam sangat cerdik. Aku tau seperti apa dia!"
Iya dia adalah Jack selama ini Jack sengaja mendekati Hanum dan memanfaatkannya untuk melancarkan rencananya untuk menjatuhkan Adam lewat istrinya.
Jack dan Aldo bekerja sama untuk membalas dendam pada Adam.
" Kau benar, segera siapkan semuanya aku sudah muak dengannya!" Jawab Aldo sambil melempar berkas laporan yang dibacanya ke sembarang arah.
**
Selama dua minggu Adam di rawat, Dan Hari ini Adam akan keluar Rumah sakit. Ia di bantu istrinya naik dikursi roda, padahal keadaannya sudah membaik tapi Ia berpura-pura karena ingin selalu dimanja oleh istri tercintanya.
Hanum mendorong kursi rodanya menuju tempat parkir, di sana terlihat Asisten Ardi sudah menantinya Ia melihat aneh pada bosnya karena saat malam Bosnya itu terlihat sudah membaik kenapa juga harus menggunakan kursi roda.
" Tuan kenapa memakai kursi roda bukannya yang cedera tangan Anda?" Tanya Ardi pada bosnya itu.
Adam yang mendengar Hal itu tidak suka, ia menendang tulang rawan kaki Ardi dengan sangat keras.
" Awwwww!" Ardi berjongkok memegang kakinya ia meringis kesakitan tega sekali bos durjananya itu meyakitinya yang sudah setia bersamanya.
" Diam kau jangan mengagalkan rencanaku!" adam berbisik di telinga Ardi.
Ardi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, memandang kesal pada bos sekaligus sahabatnya.
Sampailah Mereka di manshion papah Ibrahim semua menyambut Adam.
" Daddy , Ze kangen !" Zea memeluk daddynya.
__ADS_1
" Daddy juga sangat-sangat rindu Ze!" Jawab Adam mencium pipi putrinya.
" Mengapa kau memakai kursi roda kaki mu patah juga Dam!" Tanya Bima menjahili adiknya yang terlihat kesal, dengan ocehan kakanya itu.
Melihat wajah adiknya kesal bima hanya tertawa diikuti oleh yang lainnya.
" Mas turun jangan bercanda lagi!" Hanum meminta Adam menghentikan kepura-puraannya. Ia menyadari jika suaminya sudah baik-baik saja , hanya cedera dibagian bahu saja yang masih terasa ngilu, sehingga masih menggunakan penyangga bahu.
Dengan wajah di tekuk Adam turun dari kursi rodanya.
" Padahal aku masih ingin bermanja denganmu!" Bisik adam pada istrinya. Mendengar hal itu pipih hanum merona. Ia lalu mencubit perut suaminya hingga mengaduh kesakitan.
" Aduhhh, Sakit sayang!" semua diruangan itu tertawa bahagia karena bisa berkumpul.
Saat semua orang sedang duduk di meja makan untuk makan siang, Bella pergi mengendap-ngendap ke kamar mertuanya.
Ia akan mengganti obat papah Ibrahim dengan dosis yang lebih tinggi dari yang kemarin.
Pagi tadi sebelum Bella berangkat Ia mendapatkan kiriman paket dari Aldo.
Setelah dia mendapatkan paket kirimannya Aldo menelponnya.
" Bell kau sudah dapatkan paketnya!" Kata Aldo di sebrang telpon
" Obat untuk mertuamu tersayang!" Jawab Aldo sambil tersenyum devil.
" Kenapa harus sekarang, ini baru 3 hari dari aku menukar dengan obat mertuaku?"
" Aku naikan dosisnya, Jangan banyak tanya cepat tukar saja!" Aldo lalu mengakhiri panggilannya.
Bella berjalan masuk ke kamar Papah Ibrahim ia berjalan menuju nakas terlihat botol obat papah Ibrahim, ia mengeluarkan isinya dan menggantinya dengan obat dari Aldo, tanpa disadarinya rumina ada di kamar opa Ibrahim karena tadi Ia di suruh oma Lidia untuk mengambil Syal milik opa Ibrahim.
" Mamah sedang apa dengan obat opa?" Tanya Rumina kepada ibunya.
Bella yang mendengar suara putrinya membuatnya kaget, hingga tak sengaja satu pil terjatuh ke lantai tanpa Ia sadari.
" Rumi apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Bella
" Aku di suruh Oma untuk membawa ini!" Jawab rumina sambil menunjukkan syal opa Ibrahim.
" Terus mamah sedang apa di sini!"
" Ah... Ini mamah sedang membersihkan kamar opa!" Jawab Bella Asal.
__ADS_1
Rumi mengiyakan saja dia tidak mau pusing dengan apa yang dilakukan ibunya itu. Bella lalu mengajak putrinya turun bersama.
Aldo memanfaatkan Bella untuk melancarkan aksinya menyingkirkan papah Ibrahim, agar Tidak bisa membantu Adam.
Obat yang Bella tukar adalah Racun yang sangat berbahaya yang dapat melumpuhkan saraf-saraf di otak.
Sungguh Bella sudah di butakan dengan cinta dan ambisi Ia tega melukai keluarganya sendiri.
Matahari mulai naik memancarkan cahanya memasuki setiap celah -celah jendela yang masih tertutup dengan gordeng.
Sepasang suami istri masih berada dibawah selimut, berulang kali Hanum ingin bangun namun suaminya mencegah.
" Sebentar lagi sayang!" Adam semakin memeluk istrinya, lalu ia duduk dan bersender di ranjangnya, melihat suaminya bangun Hanum ikut duduk dan memandang wajah tampan suaminya, Dengan spontan ia mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya, Adam yang mendapatkan Ciuman mendadak tidak menyia-nyiakannya ia membalasnya dengan penuh kelembutan, hanum terhanyut dengan ciuman suaminya itu, Adam mulai menjelajahi tubuh istrinya Ia masukan tangannya kedalam piyama istrinya.
" Mas ini sudah siang, aku harus segera ke kantor!" Hanum melepas ciuman suaminya dan mengeluarkan tangan nakal suaminya.
" Ayolah sayang kau bekerja di perusahaan suamimu sendiri, jadi tidak perlu takut akan dipecat!" Benar juga apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
Dengan susah payah Ia membujuk suaminya untuk pergi mandi. setelah bersiap-siap Ia lalu membantu suaminya mengenakan Kemeja dan dasinya.
" Mas yakin akan ke kantor hari ini!"
" Hemm, ada hal yang harus di selesaikan!"
Setelah sarapan Adam dan Hanum pergi bersama ke AZ Kingdom.
Hanum meletakan tasnya di meja kerjanya ia mulai membuka komputer, jari-jari lentiknya dengan lihai mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda karena merawat suaminya. ketika sedang asik berkutat dengan pekerjaannya Terdengan bunyi notifikasi pesan masuk.
Hari ini di cafe M pukul 13.00
Melihat pesan masuk dari Jack Hanum menarik nafas dan menghembuskannya. Ia merasa enggan untuk pergi menemui Jack.
Aku harusbagaimana sekarang, hati dan pikiranku tidak seirama. Aku berusaha untuk tidak ermain perasaan tapi nyatanya aku Jatuh cinta padamu.
Ucap Hanum membatin sambil menatap Suaminya dari Jendela kaca penyekat ruangannya dengan Ruangan Atasannya sekaligus suaminya.
...****************...
Maaf lama Up ya
Jangan lupa tinggalkan Jejak
Like dan komen
__ADS_1
Terima kasih ๐๐ป๐