
Siang itu Hanum duduk di cafe yang disepakati untuk bertemu dengan Jack. Sekali-sekali Ia melihat jam tangan yang melilit di lengan putihnya, sambil meneguk kopi yang tadi di pesan.
" Nona Hanum!" Mendengar seseorang memanggilnya Hanum berdiri dan menyuruh Jack untuk duduk.
Jack menyodorkan map Kuning, Hanum menerimanya dan membuka map tersebut. Ia mengerutkan Alisnya, terlihat disana informasi penting mengenai perusahaan suaminya.
" Hanya tinggal satu langkah lagi menghancurkan Az Kingdom, disinilah Anda berperan kembali!" Jack meyakinkan Hanum.
Hanum menarik napas dan menghembuskannya Ia merasa ragu untuk melanjutkan rencananya bersama Jack.
" Jack kita akhiri saja semua ini, Aku pikir ini hal yang salah bagaimanapun Dia suamiku!" Ucap Hanum.
Jack yang mendengar penuturan hanum hanya bisa mengepalkan tangannya melampiaskan amarahnya, ia sudah menduga jika Hanum sudah jatuh cinta pada Adam, ia memejamkan matanya mencari ide agar kebencian Hanum tersulut lagi.
" Mengapa? kau mencintainya?" Jack mencari jawaban dari wanita dihadapannya yang sedang menatapnya juga.
" Aku...! " Belum sempat Hanum menjawab Jack sudah memotong.
" Jangan jatuh dalam pesonanya Adam! Kau tidak tau seburuk apa suamimu itu."
" Selain Nisa kaka Anda , ada perampuan lain yang sudah di hancurkannya juga?"
" Apa maksudmu Jack!" Hanum sedikit menaikan suaranya karena kesal.
" Dia sudah menodai adikku Zoya! Dan membuatnya bunuh diri karena mengalami defresi." Ucap Zack sambil memberikan Fhoto zoya ketika berada di ranjang dengan pria yang terlihat punggungnya saja.
Melihat itu Hanum berdiri hingga menjatuhkan cangkir di mejanya.
Prang...
Semua orang yang berada di cafe melihat ke arah Hanum, Jack yang melihat cangkir pecah memberikan kode pada pelayan untuk membereskannya.
" Ini..apa ... apa ini mas Adam?" Hanum menutup mulutnya matanya membola tidak terasa butiran bening membasahi pipinya.
" Duduklah akan aku ceritakan semuanya siapa Adam, Ardi aku dan Aldo!" Jack menarik lengan hanum untuk duduk kembali.
Jack menceritakan semuanya dari awal mereka bersahabat tanpa ada yang terlewat, hingga cerita Zoya yang di lecehkan dan bunuh Diri karena Adam Wijaksono.
Mendengar cerita Jack hanum memegang dadanya yang terasa sakit, Ia terdiam dalam pikirannya sendiri , ketika Jack pergipun Ia tidak menyadarinya.
Di tempat lain Adam mencari-cari istrinya yang belum kembali ke kantor, Ia memutuskan untuk keluar mencarinya ia mengenakan kembali jasnya dan mengambil kunci mobil.
" Kau akan pergi ?" Tanya Ardi sambil mendudukan bokongnya di kursi depan Adam.
" Hemm... Aku mau mencari hanum!" Jawab Adam
" Hanum? Tadi aku melihatnya dia ada di Cafe M, Sepertinya dia menemui seseorang!" Ardi memberitahu Bosnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu Adam bergegas pergi.
" Jangan lupa nanti malam ada makan malam dengan Tn Andrew!" Ucap Ardi mengingatkan.
" Kau yang pergi, gantikan aku! Katakan saja ada hal penting yang tidak bisa di tinggalkan!" Jawab Adam dan meninggalkan ruangannya.
" Dasar bucin!" Ardi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
**
Hanum berjalan dalam kesendirian ia tidak tau kemana kakinya melangkah, perkataan Jack selalu berdengung di telinganya.
" Adam pria berengsek yang tidak menghormati wanita!"
Tiba-tiba butiran hujan membasahi tubuhnya, Hujan turun dengan deras hanum berhenti dan memandang langit ia memejamkan matanya berharapa air hujan akan membawa pergi kegundahan hatinya.
Aku sungguh mencintaimu mas, tapi sekali lagi kau mengecewakanku. Aku tadinya ingin melupakan kebencianmu dan memberikan kesempatan padamu, tapi nyatanya kau pria berengsek yang tega menghancurkan masa depan wanita.
Hanum mengusap wajahnya dengan tangannya Ia kembali berjalan menembus hujan. Namun langkahnya terhenti ketika suara klakson mengagetkannya.
Ia melihat mobil mewah yang sangat dikenalnya berhenti di sampingya.
Pintu terbuka Adam keluar dari mobil Ia memayungi istrinya dari derasnya hujan.
" Kau dari mana? Ayo kita masuk!" Adam membawa istrinya ke pintu sebelah dan mendudukan hanum di mobil, ia melipat payungnya dan menyimpan di bagasi mobil, setelahnya ia masuk kedalam mobil.
Adam mengambil handuk di dalam dashboard mobilnya dan menyerahkan pada Hanum.
" ini keringkan tubuhmu , kau bisa masuk angin! " Hanum masih diam ia mengambil handuk dari Suaminya. Dan mengelap rambutnya yang basah.
Adam melirik istrinya sekilas, lalu fokus kembali ke depan karena sedang menyetir.
"Mas kita ke apartemen saja?" Hanum mengeluarkan suaranya setelah dari tadi ia diam membisu.
" Sayang kau kenapa? Apa ada yang kau pikirkan?" Mendengar Adam menghawatirkannya, Hanum menggelengkan kepalanya dan tersenyum dipaksakan pada suaminya.
Sampailah mereka di apartemen , Hanum langsung masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian, begitupun dengan Adam ia langsung bergegas ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
Hanum sudah mengganti pakaiannya, Ia mendengar suara gemerincik air di kamar mandi, Pasti suaminya masih di dalam.
Mengetahui Adam masih di kamar mandi Ia langsung bergegas ke ruang kerja Adam, ia mencari dokumen rahasia AZ kingdom, dengan sangat hati -hati hanum membuka semua lemari , laci di meja kerja , di rak buku tapi Ia tidak bisa menemukannya.
Dimana mas Adam menyimpannya, berpikir hanum.
Ketika Hanum sedang berpikir Ia melihat lemari di sebelah rak buku, ia berjalan dan membukanya terlihat brankas besi. Hanum mencoba membukanya namun gagal.
Ia lalu mencoba kembali dengan tanggal lahir Zea masih gagal juga, Ia menengok ke arah luar memastikan jika Adam masih mandi.
__ADS_1
Ia coba memasukan tanggal lahir Adam , namun tetap brankas belum terbuka.
Sejenak ia berhenti mencoba memikirkan apa pasword dari brankas suaminya.
pasword yang sama dengan pintu apartemen.
Hanum menekan tombol memasukan angka saat pertemuan pertama Adam dan Hanum.
Klik...
Benar saja Brankasnya terbuka, Ia langsung mencari dokumen yang ia cari sebelum Adam datang. Namun tiba-tiba terdengar suara gagang pintu yang dipegang, Hanum mematung Jantungnya berdegup kencang.
Krek...
Pintu terbuka, Adam masuk ke ruang kerjanya melihat istrinya berdiri di dekat meja kerja membelakanginya.
" Hanum, Apa yang kau lakukan di sini?" Mendengar suaminya, hanum memejamkan mata berusaha menenangkan dirinya jangan sampai ketahuan. Ia lalu berbalik dan tersenyum pada Adam.
" Mencari Mas Adam!" Jawab Hanum, sambil melangkahkan kakinya, dengan perlahan ia membuka bathrobe yang sejak tadi menutupi tubuhnya.
Tepat di hadapan Adam bathrobnya terjatuh di lantai, terlihat tubuh hanum yang hanya mengenakan pakaian dalam.
Melihat istrinya menggodanya membuat Adam menelan salivanya.
Hanum membelai dada bidang suaminya, menciumi tubuh suaminya yang masih tercium aroma sabun yang mahal.
Adam langsung menarik tubuh istrinya ke arahnya, ia tarik tengkuk hanum dan ******* bibir ranum istinya dengan rakus, tangannya mengelus punggung putih istrinya, sedangkan tangan satunya mulai meraba dua benda didepannya.
Mendapatkan sentuhan dari suaminya membuat hanum mengeluarkan suara -suara indahnya.
Adam lalu menggendong hanum ala bridal style membawanya ke kamar dan membaringkan tubuh istrinya tanpa melepas pagutannya.
Hanum yang berada di bawah kungkungan suaminya hanya bisa pasrah, dengan cara ini Ia bisa menghindar agar tidak ketahuan. Tapi sentuhan Adam membuatnya lupa diri, Ia benar-benar menikmatinya hingga ia membukakan jalan bagi sang pemilik lembahnya.
Malam itu kedua insan sedang memadu kasih berbagi peluh, ditemani suara hujan yang bersahutan dengan lenguhan kenikmatan yang berada di puncak bersama-sama menyebarkan benih-benih cinta di rahim sang istri.
Setelah pergulatan panas Hanum tertidur di dada bidang Suaminya karena kelelahan.
Adam memandangi wajah hanum ia membelai pipinya dan menciumi wajah istrinya.
" Thank you for coming into my life, I love you Hanum Nabila Putri." Adam memejamkan matanya menyusul hanum ke alam mimpi sambil memeluk erat hanum.
Hanum yang mendengar ungkapan perasaan Adam meneteskan butiran bening dalam mata yang terpejam
Cinta apa yang dirasakan oleh Hanum, jika sebagian hatinya dipenuhi dengan kebencian. Perasaan campur aduk antara benci dan cinta telah membawanya dalam jurang yang sangat dalam.
...****************...
__ADS_1