
Dua perempuan cantik tidur di ranjang yang sama, terpancar kebahagian pada raut wajah mereka, malam ini sepertinya akan sulit untuk memejamkan mata.
" Hanum hanum hanum..... Achhh rasanya aku melayang! Kau tau Ardi memintaku untuk menjadi pacarnya." Alya meloncat-loncat di ranjang yang tidak terlalu besar.
" Benarkah aku ikut bahagia! Jadi temanku ini tidak akan galau lagi karena mantan terindah he...he..!" Hanum terkekeh melihat Alya.
" Lalu bagimana dengan bos tajirmu itu! Tadi aku lihat pa Adam selalu menatapmu! jujur padaku ada hubungan apa kamu dan pa Adam?" Alya menunggu jawaban dari hanum ia merasa penasaran. Sedangkan yang di tanya malah mematikan lampu ia lalu tidur memunggungi Alya.
" Ah ....sudah aku mengantuk!" Alya yang tidak mendapatkan jawaban tidak tinggal diam Ia terus mencoel coel hanum, tapi hanum berpura pura tidur, hanum belum bisa bercerita soal perasaannya pada Adam karena ia masih takut dan ragu.
" Han, cerita donk ! Kamu sudah tidur?" Alya berdecak kesal ia pun membaringkan tubuhnya sambil memeluk sahabatnya itu, Hanum yang pura-pura tidur lalu membuka matanya ia tersenyum memingat peristiwa tadi yang membuat jantungnya berdetak tak karuan.
" Pa Adam , setiap kali aku bersamamu, membuatku merasa nyaman! mikir apa aku ini dia itu bos mu hanum sadar..sadar ." Monolog hanum dalam hatinya, Ia pun menyusul temannya yang sudah masuk ke alam mimpi.
Di tempat lain , tepatnya di kediaman Bima dan Bella, terjadi pertengkaran, Bella marah kepada Bima karena Ia mulai mengakui Zea, Dia memecahkan barang-barang yang ada di dekatnya, beruntung tidak ada rumina disana jadi ia tidak akan melihat orang tuanya bertengkar.
" Cukup Bella! Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama! Dia putri kandungku sama seperti Rumi! Kalau kau tidak suka lebih baik kita berpisah saja!" Bima teriak kepada Bella yang selalu egois.
" Apa! Mas Bima lebih memilih anak itu dari pada aku istrimu! Kenapa hah ..... kau tidak bisa lupa dengan ****** itu?"
Plak
Bima menampar pipi Bella, Ia begitu marah kepada Bella yang sudah di luar kendali.
" Bell, Nisa tidak seperti itu ! Lima tahun yang lalu kau yang sudah memfitnahnya! Dan bodohnya aku langsung percaya saja padamu!" Bima pergi meninggalkan Bella yang berada di kamarnya, sedangkan Bella menjatuhkan dirinya ke lantai ia tidak menyangka jika Ia bisa ketahuan telah memfitnah Nisa dulu.
" Achhhhh......!" Alya berteriak prustasi.
Bima berdiri di balkon ruang kerjanya menatap pada langit kelam, yang tak berbintang, hanya ada dewi malam yang tertutup awan, membawanya mengingat pada masa lalu ketika bersama Nisa. Dulu Bima sangat mencintai Nisa bersama Nisa membuatnya nyaman dan tenang , Nisa adalah wanita yang lembut sopan baik dan memiliki wajah cantik mirip seperti hanum hanya Nisa tidak terlalu tinggi seperti hanum, Nisa bisa menenangkan hati Bima yang sedang kacau berbeda dengan Bella yang selalu membuatnya marah.
Sampai suatu ketika Ia melakukan hubungan yang tidak seharusnya membuat Nisa sedih karena sudah ternodai, Bima berjanji akan bertanggung jawab dan menikahi Nisa , tapi Bella yang mengetahui hubungan terlarang itu berusaha memisahkan Bima dan Nisa dengan cara memfitnah Nisa melakukan hubungan dengan pria lain selain Bima, sehingga membuat Bima marah dan tidak mengakui anak dalam kandungannya. Hingga Adam datang membawa bayi perempuan yang cantik dengan hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Bima adalah ayah biologis Zea. Ia benar -benar sangat menyesal selama ini Bima hidup dalam penyesalan dan kesalahan yang tak bisa di maafkan.
Bima menarik napas dan menghembuskannya, " Seandainya dulu aku percaya padamu, saat ini kita sudah bahagia bersama Zea, maafkan aku Nis!" Ucap bima lirih mengacak rambutnya dan terlihat Butiran bening turun membasahi pipinya.
**
Di gedung AZ kingdom Adam duduk di kursinya sambil mengetuk-ngetuk jarinya pada meja, sambil memikirkan solusi mengenai masalah Karyawan yang berdemo karena adanya kebijakan dan pemberian hak yang tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan terhadap perusahaan. Para karyawan pabrik yang ada di Daerah S Berdemo karena hak mereka tidak di berikan perusahaan karena pimpinan yang dipercayai Adam melakukan korupsi.
" Ck... Apa sudah kau laporkan!" Adam terlihat geram , selama ini dia kecolongan oleh Wisnu selaku pimpinan di Pabrik daerah S.
__ADS_1
" Sudah! Kasus dalam proses penyelidikan! Kau harus segera ke sana menyelesaikan gejolak konflik yang diakibatkan wisnu!" kata Ardi sambil memberikan berkas laporan keunganan Pabrik di Daerah S.
" Siapkan semuanya aku yang akan berangkat! Dan kau persiapkan untuk launching produk kita yang baru, jangan sampai klien kita kecewa. Dan satu lagi panggil Hanum kemari" Ardi mengangukan kepalanya dan pergi keluar ruangan. Saat akan membuka pintu Ardi menengok kembali.
" Dam manfaatkan perjalanan dinas ini! Kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu pada Hanum dariku! Ardi tertawa mengejek Adam sambil menurun naikan alisnya dan segera menutup pintu sebelum atasan sekaligus teman baiknya melempar barang ke arahnya.
" Ck.... asisten durhakim!" Ucap Adam kesal.
Tidak lama Ardi keluar , lalu Hanum masuk ruangan Adam
" Pa Adam memanggil saya!"
" Hemm...! Duduklah!" Hanum duduk setelah diperintahkan atasannya.
" Hari ini ikut dengan ku ke Pabrik di daerah S!"
" Hari ini pak?"
" Bukan tahun depan!" Jawab Adam kesal ,
" tentu saja hari ini masa besok."
" Bersiaplah sekarang kita berangkat."
" Baik pak!"
Adam dan Hanum di temani Ardi masuk ke lift menuju rooftop mereka berangkat ke daerah S menggunakan helikopter. Mereka berjalan sedikit membungkuk menghindari baling-baling yang berputar kencang.
Adam memegang tangan Hanum Ia membantu sekertarisnya naik ke helikopter dan memasangkan headphone di telinga hanum.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama Sampailah Mereka di Daerah S , Adam langsung memasuki ruangan Direktur di Perusahaan yang mengelola Pabrik AZ Kingdom yang ada di daerah S , ia berjalan di ikuti sekertarisnya.
" Selamat datang Pa Adam!" Ucap Pa Erik yang sudah menunggunya dari tadi, bersama stap lainnya yang berjejer. Melihat karyawannya menyambut CEO AZ kingdom Adam hanya menganggukan kepalanya, membuat semua orang takut melihat Aura dingin yang berwibawa , meski wajahnya datar dan dingin Adam tetap tampan.
Begitupun dengan Hanum yang berjalan bersama Adam membuat para pria menatap sekertaris CEO AZ Kingdom yang begitu menawan.
__ADS_1
Melihat para karyawan pria menatap Hanum, adam menjadi kesal, Ia menggemgam tangan Hanum membuat hanum kaget dan salah tingkah dengan hal yang di lakukan atasanya itu. Ia berusaha melepas tangan Adam, tapi percuma Adam malah semakin menggengam erat tangannya.
Sampailah mereka di ruang rapat dan mulai membahas permasalahan yang terjadi di Pabrik Az Kingdom, yang Menghadirkan perwakilan Para karyawan dan buruh yang berdemo.
Adam memulai rapat Ia mencoba Membangun komunikasi serta hubungan industrial yang harmonis hal ini dibutuhkan untuk meredakan gejolak konflik yang terjadi di perusahaannya.
Ketika menghadapi problema semacam ini, perusahaan hendaknya menelaah apakah selama ini perusahaan telah memberikan hak sesuai dengan kualitas dan kinerja buruh dan karyawan atau belum. Ketika perusahaan sudah berupaya untuk memberikan fasilitas terbaik namun buruh meminta tuntutan yang lebih besar yang mana ini bisa menjadi boomerang bagi perusahaan, Adam Meminta perwakilan karyawan dan buruh untuk menyampaikan aspirasi dan keinginannya, ketika mereka berbicara Adam menyimak dengan baik.
Setelah mendengar keinginan buruh dan karyawan , Adam akan memperbaiki keadaan di pabriknya dengan cara akan menaikan gajih karyawan dan buruh, sesuai dengan haknya Ia juga meminta maaf karena Orang yang dipercayai memimpin Pabriknya melakukan tindakan korupsi dan akan digantikan oleh pa Erik.
Dengan kewibawaannya Adam berhasil menyelesaikan masalah demo karyawan dan buruh, Ia memang pantas menjadi Chief Executive Officer (CEO) atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Direktur Utama yang bertanggung jawab dalam memimpin jalannya keseluruhan sebuah perusahaan, karena Seorang CEO harus berdiri di barisan paling depan sebuah perusahaan, seperti layaknya seorang panglima perang yang memimpin tentaranya
Melihat Adam berbicara di depan dan berhasil menyelesaikan masalah, membuat Hanum semakin Kagum ia sangat bangga melihat Adam.
" Pa Adam saat berbicara seperti ini terlihat berwibawa dia begitu terlihat semakin tampan!" Hanum berbicara sangat pelan dan hanya bisa di dengar olehnyabsaja, sambil menatap Adam dengan penuh kekaguman.
Pertemuan hari ini telah selesai permasalahnpun sudah berhasil diatasi. Ketika Adam sedang berbincang dengan Pa Erik telponya berdering, terlihat di layar tertulis mamah Lidia call.
" Dam kau masih di kota S ? , Zea demam dia terus memanggilmu dan hanum! Segera pulang." Ucap mamah Lidia di sebrang telpon. Sebelum Adam berangkat ke Kota S ia menitipkan Zea pada mamahnya.
Mendengar kabar dari mamah Lidia buru-buru Adam kembali Ke jakarta, Ia berpamitan kepada Pa erik dan semua stap di kantor. Helikopter tidak bisa menjemput ke Kota S karena Cuaca yang buruk sehingga harus mengendarai mobil dulu ke kota B. Terlihat Awan mendung sudah mendung.
" Pa Adam apa sebaiknya bapak menginap saja dulu cuaca sangat buruk!" ucap pa Erik meyakinkan Adam.
" Tidal bisa pak saya harus segera pulang anak kami sedang sakit!" Ucap Adam Sambil menatap hanum.
Blush
Pipi hanum menjadi merah karena malu.
Sedangkan pa Erik tampak bingung, karena serahu dia pa Adam beleum menikah.
Adam menyetir sendiri ia menolak supir yang di siapkan pa Erik, karena ia tidak mau di ganggu kebersamaannya dengan hanum. Mobil melaju menuju kota B , dengan di iringi hujan yang deras angin yang kencang ,terlihat petir yang menyambar. Adam mencari jalan alternatif yang bisa sampai ke kota B , tapi bukannya cepat malah terjebak dengan cuaca buruk. Sehingga membuat Adam menghentikan kendaraannya di tempat yang sepi.
...****************...
Agar author semangat menulis ,selalu tinggalkan like 👍 dan komen, apa lagi di tambah hadiah 😊
Nantikan episode selanjutnya A ❤️H terjebak di tempat sepi saat hujan ......🤔🤫
__ADS_1
Apa yang akan terjadi????