
Oma Lidia mengajak Zea menengok Rumina yang masih di rawat di rumah sakit, Rumi begitu bahagia saudaranya datang menengok dan membawa banyak hadiah untuknya.
" Ka Rumi cepat sembuh, Zea kesepian!" Ucap Zea kepada rumi sambil memeluknya.
" Terima kasih Ze! Mamah bilang besok aku sudah bisa pulang!" Jawab Rumi bahagia.
Lama Mereka di rumah sakit karena Rumi yang menahan Zea untuk jangan pulang, tapi akhirnya oma Lidia bisa meyakinkan Rumi, Karena sudah malam.
Ketika menuju Tempat parkir Oma Lidia bertemu dengan teman Lamanya, Lalu Oma Lidia menyuruh Zea untuk duluan masuk ke mobil , Zea berjalan ke arah mobil, saat Ia akan masuk Ia melihat temannya Dion dengan orang tuanya yang berada di sebrang rumah sakit, melihat itu Zea berlari menghindari para pengawalnya menemui Dion untuk mengembalikan Tempat pensil Dion yang tadi tertinggal di sekolah .
Para pengawal tidak menyadari Zea menyebrang sendiri mereka berpikir Zea sudah masuk ke dalam mobil.
Ketika Zea berada di tengah jalan terlihat dari arah depan melaju mobil sedan merah dengan kecepatan tinggi mengarah pada posisi Zea berada, Zea yang melihat ke arah temannya tidak menyadari ada mobil yang datang ke arahnya , tidak lama dari itu terdengar teriakan .
Brakh
"Achhhh....Daddy!" Zea berteriak memanggil daddy Adam, Mendengar teriakan Cucunya Oma lidia segera berlari ke arah Zea.
" zea...!" Oma Lidia Teriak mencemaskan Zea
Untung saja Bagas melihat ketika mobil melaju kencang mengarah dimana Zea berada, dengan sigap Bagas berlari membawa Zea, dan terjatuh Ke pinggir jalan sehingga punggungnya terbentur pembatas jalan karena melindungi Zea.
" Cepat kejar mobil itu!" Bagas menyuruh anak buahnya lewat earphone untuk mengejar mobil yang hampir menabrak Zea.
Zea yang masih kaget terdiam mematung tubuhnya gemetar , kedua tangannya dikepalkan dengan kuat, napasnya tersenggal-senggal , Bagas mencoba memyadarkan Nona Mudanya tetap saja Zea masih syok . Melihat kondisi Zea tidak baik bagas langsung menghubungi Tn. Adam.
" zea Sayang kau tidak apa-apa! Hey ze . Lihat oma , Zea!" Oma lidia memeluk cucunya menepuk -nepuk pipi Zea tapi Zea tetap terdiam dan gemetar. Bagas langsung menggendong Zea dan membawa masuk kembali ke rumah sakit untuk di periksa.
Adam yang di hubungi Bagas Langsung bergegas ke rumah sakit, bersama Hanum.
Saat sampai di rumah sakit Adam terlihat begitu Marah pada bagas dan anak buahnya yang tidak becus menjaga Zea.
__ADS_1
Bugh.....
Adam memukul Bagas, tepat di bagian wajahnya
" Apa yang kalian lakukan Hah... Kenapa bisa kecolongan!" Adam marah kepada anak buahnya karena sudah lalai dalam menjaga Zea.
" Cari tau siapa orang yang menabrak putriku!"
" Baik Tuan!" Bagas menjawab dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Di dalam ruangan Zea masih diam dan tubuhnya terlihat gemetar ,dan kesulitan bernafas, Hanum menenangkan Zea, perlahan Zea mulai sadar.
" Zea sayang , sadar nak . Ini Mommy!" Hanum berbisik de telinga zea menciumi Zea dan mengelus punggungnya.
" Zea sayang, Ini daddy! " Adampun memeluk putrinya Memberikan ketenangan pada Zea .
" Daddy , mommy Zea takut!" Zea mulai sadar ia lalu membalas pelukan Daddy Adam, dan nafas nya mulai teratur tidak sesak lagi.
Sampailah Mereka di Apartemen, Terlihat Zea yang sudah tertidur di pangkuan Hanum, Adam lalu menggendong putrinya membawanya ke kamar Zea.
" Mas Apa yang terjadi sebenarnya!" Hanum merasa jika Ancaman Aldo utama waktu itu benar adanya, Ia menargetkan Zea.
" Bagas sedang mencari tahu! Kau tenang lah semua akan baik-baik saja hem!" Adam menenangkan Istrinya.
Kediaman Aldo
Drtt....drtt
" Iya ada apa!" Aldo menjawab panggilan telpon yang masuk
" Aldo , Anak itu hampir tertabrak apa ini ulahmu?" Bella penasaran
__ADS_1
" kau menelpon hanya untuk bertanya itu?" Aldo menjawab dengan santai sambil meneguk minuman alkoholnya
" Kenapa kau tidak hati- hati bagaimana jika Adam mengetahui kau dalang semua ini!" Bella khawatir jika rencananya akan gagal.
" ha.....ha....ha!" Aldo tertawa , dengan keras membuat Bella merasa Aneh pasalnua Aldo terlihat tenang.
" Kau tenanglah, aku sudah memperhitungkan apa langkah selanjutnya. Kau fokuslah pada w Corp! Dan segera singkirkan suami bodohmu itu!"
Tut....tut...tut Aldo menutup telponnya membuat Bella kesal larena Aldo menutup telponnya.
Saat berada dikamar mandi , Hanum membersihkan dirinya karena merasa badannya lengket seharian beraktifitas , Ia lupa membawa baju gantinya ke kamar mandi.
Ia keluar hanya menggunakan handuk yang membelit ditubuhnya terlihat kaki lenjang nan putih melangkah pelan karena takut suaminya melihat. Ia berjalan terburu-buru untuk mengambil pakaiannya, baru beberapa langkah tangannya sudah di tarik suaminya, membuat hanum terbawa dalam dekapan Suaminya.
Srett...
" Mas lepas!" Hanum berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Adam.
" Mengapa harus di lepas, Aku suka melihatmu dengan posisi ini!" Adam membelai pipi hanum , sebelah tangannya masih melingkar di pinggang ramping istrinya.
Hanum memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Suaminya itu, Hingga handuk yang dikenakannya di jatuhkan oleh Adam. Hanum kaget ia buru buru menutupi dadanya dengan kedua tangannya karena merasa malu, tidak mengenakan sehelai benangpun akibat ulah suaminya yang nakal itu.
" Kenapa Harus Malu sayang!" Adam mulai menciumi setiap lekuk tubuh istrinya, Hanum yang mendapatkan sentuhan memabukan tidak bisa berontak karena jujur saja Ia menikmatinya.
Ia melingkarkan Kedua tangannya pada leher suminya , Adam tersenyum karena istrinya meresponnya.
Adam lalu menggendong Hanum Ala bridal style , membawanya pada Ranjang king size yang nyaman.
Mereka menyalurkan rasa cintanya , berbagi peluh bersama , diiringi suara suara *******, menuju penyatuan menyebarkan benih cinta mengisi rahim sang istri.
...****************...
__ADS_1