Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Stasiun


__ADS_3

Flashback on


Hanum segera menuju sekolah Zea, Ia meminta Izin pada gurunya untuk membawa Zea karena ada urusan keluarga.


" Mommy kita akan pergi?" Tanya Ze yang melihat ada koper ibunya di bagasi mobil.


" Iya kita akan berlibur sayang jadi ayo cepat naiklah!" Zea naik kedalam mobil.


Mobil hanum berhenti di Mall Happy Day, Ia lalu memarkirkan mobilnya, setelah itu ia keluar dan menurunkan kopernya.


" Mom kenapa ke Mall harus membawa koper bukankah kita pergi berlibur ? dimana Daddy?" Tanya Zea yang masih belum mengerti.


Hanum tidak menjawab pertanyaan putrinya ia membawa Zea berjalan keluar dari area Mall membuat Zea semakin penasaran.


Setelah berada di tepi jalan Hanum menghentikan Taxi, mereka menaiki taxi menuju ke stasiun kereta. Mobil yang ia pakai tadi sengaja di simpan di Mall agar bisa mengecoh Adam.


Setelah sampai di stasiun, Zea langsung melepas tangan Hanum dengan kasar.


" Mommy bohong! Kenapa membawa Zea ke stasiun mana daddy?" Tanya Zea, Hanum menatap putrinya yang terlihat marah itu ia lalu membawa Zea duduk di ruang tunggu stasiun.


" Sayang apa kau marah pada Mommy?" Tanya Hanum


Zea tidak menjawab Ia hanya menganggukan kepalanya.


" Ze Maafkan Mommy harus berbohong , Dengar sayang Ada sesuatu hal yang membuat mommy marah pada daddy mu. Dan kau belum bisa memahami ini? Mommy Mau menghukum daddy dengan menjauhi dirinya, mungkin bisa dikatakan seperti bermain petak umpet, setelah daddy menyesali kesalahannya baru kita bersama kembali hem! Kau mengerti maksud mommy kan?"


Hanum berusaha meyakinkan putrinya agar mau ikut dengannya.


Terlihat Zea nempak berpikir, Gadis kecil itu nampak sedih hingga membuat butiran bening terjatuh membasahi pipi cubynya.


Hanum tidak tega melihat Zea yang bersedih harus berjauhan dengan daddy Adam, yang dari sejak kecil selalu bersama.


" Sayang jika kau tidak bisa jauh dengan Daddy , Ayo mommy antar kau pulang! Tapi...... Maaf mommy tidak bisa tinggal bersama kalian!"


Hanum mengelus tangan putrinya dan merapihkan rambut Zea yang sedikit berantakan tertiup angin.


" Apa daddy melakukan kesalahan besar? " Tanya Zea sambil memegang pipi hanum.


Hanum menganggukan kepalanya ia tidak sanggup berkata lagi hanya air mata yang mewakili perasaan hatinya.


" Jika begitu Ze ikut mommy , kita akan kembali jika daddy sudah menyesali kesalahaannya. Seperti mommy bilang kita bermain petak umpet!"


Zea tersenyum getir pada Hanum sambil menyapu air mata di pipi Hanum dengan tangan kecilnya


Melihat perlakuan putri kecilnya, hanum lalu memeluk erat sambil membelai rambut zea.



Maafkan Mommy sayang ,harus berbohong padamu, kau jangan khawatir Ze, mommy pastikan kau akan selalu bahagia tanpa daddy Adam.


Hanum melepas pelukannya Ia menggendong Zea dan masuk ke stasiun untuk membeli tiket kereta.

__ADS_1


Flashback off


Di lain tempat Adam sedang berdebat dengan kapten Bara ia meminta pada Kapten Bara agar mengijinkannya untuk keluar mengejar istri dan putrinya.


" Ijinkan aku keluar, aku harus segera mengejar istri dan putriku! Aku tidak akan melarikan diri. Percayalah."


Adam meyakinkan Bara tapi tidak berhasil ia mulai gusar, ia berjalan mondar mandir seperti setrika, dan memukul-mukul tembok meluapkan rasa kesalnya. Rasanya ia ingin sekali memukul Bara tapi jika memukulnya akan menabah sulit untuk keluar.


" Tidak Bisa kau tidak bisa keluar, kau kerahkan saja anak buahmu , dan aku akan membantu mencarinya." Bara tetap pada pendiriannya tidak mengijinkan Adam.


Adam merasa kesal emosinya sudah berada di ubun-ubun dengan kasar ia menarik kerah baju kapten Bara mencengkramnya dengann kuat membuat Bara kelabakan susah untuk lepas dari cengkraman Adam.


" Kenapa sulit bagimu untuk mengerti hah! " Adam berteriak di depan wajah Bara.


Bara melepas cengkaram Adam dengan susah payah.


" Kau gila kalau sampai kau memukulku bisa saja kau tidak akan pernah bisa keluar!" Ucapa Bara dengan kesal.


Adam mengusap wajahnya dengan kasar ia menarik napas lalu menghembuskannya.


" Oke Aku minta maaf..... Aku mohon , biarkan aku pergi hanya satu jam setelah itu kau bisa melakukan apapun yang kau mau, Kau tau di luar sana istriku akan pergi, sedangkan banyak hal yang harus aku tanyakan termasuk kasus ini." Adam menatap Bara dengan tatapan memohon.


Mendengar hal itu Bara tampak terdiam , ia berpikir apakah harus mengizinkan atau tidak, jika di izinkan sudah pasti atasannya akan marah, jika tidak di ijinkan ia merasa kasihan pada Adam karena terlihat kesungguhan dalam dirinya.


" Ck.... Baiklah aku ijinkan tapi dengan satu syarat?"


" Apa itu?" jawab Adam dengan tidak sabar


Mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang tajam seolah sedang menandatangani kontrak perjanjian lewat mata mereka.


" Oke aku satuju!" Jawab Adam tegas


" Ingat hanya satu jam. Jika lebih dari itu kau tau konsekuensinya, Aku bisa di pecat." Bara tersenyum kepada Adam.


" Hem .... , kau jangan khawatir jika di pecat aku akan memberikan pekerjaan untukmu agar kau tidak menjadi pengangguran!" Jawab Adam sambil tertawa.


Mereka tertawa bersama- sama membuat pengacara Rudi dan Rama menggeleng-gelengkan kepala karena beberapa menit yang lalu ruangan tersebut tampak menyeramkan dari aura Sang CEO dan kapten Bara.


Tanpa menunggu lama lagi Bara mengantar Adam bersama dengan Rama untuk mengejar Hanum, Mereka langsung menuju ke stasiun kereta sesuai dengan informasi terakhir Ardi.


Di stasiun kereta nampak banyak orang yang berlalu lalang, Terlihat tangan kanan Hanum menggemgam tangan Zea sedangkan tangan kirinya mendorong koper.


" Mommy Ze Haus!" Ucap Zea kepada Hanum sambil memegang lehernya.


" Oh ya Ampun Anak Mommy Haus, Sebentar Mommy beli minum dulu, Ze duduk di sini ingat jangan kemana-mana!" Hanum meninggalkan Zea sendiri di kursi tunggu, ia pergi untuk membeli minum dimana tempatnya agak jauh dari tempat Zea menunggu.


Hanum memasukan uang pada mesin minuman, belum sempat minumannya Di ambil, tidak sengaja Ia melihat Ardi bersama beberapa orang yang berbaju hitam, yang pastinya sedang mencarinya. Melihat hal itu Ia langsung berbalik agar tidak terlihat ia gunakan syalnya untuk menutupi wajah.


Setelah sampai di tempat Zea, Hanum langsung menggendong Zea, Zea heran melihat mommy hanum datang tiba-tiba lalu menggendongnya sambil berlari.


" Mommy ada apa? Mana minumannya?" Hanum hanya menatap putrinya sekilas. Lalu menggendong Zea dan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Saat ia mencoba menghindari Ardi, Ia malah bertemu dengan Bagas yang sempat melihatnya, melihat itu Hanum berlari mengikuti kerumunan ia masuk ke bagian tengah orang -orang agar tidak terlihat.


Setelah semuanya aman Ia lalu masuk ke toilet dan menutup pintu, Ia lalu mendudukan Zea pada toilet duduk.


" Sayang dengarkan Mommy, apapun yang terjadi jangan lepas headphone ini dan " Hanum menarik napas lalu mengehembuskannya.


" Tutup matamu jangan pernah membukanya!"


Hanum membelai wajah Zea, begitu banyak kebohongan yang ia berikan untuk Zea, Ia sengaja menutup telinga dan mata Zea agar tidak melihat Ardi dan bagas atau mungkin Adam yang akan datang, jika Zea melihat Daddynya bisa di pastikan Dia tidak akan bisa membawa Zea pergi.


Zea hanya menganggukan kepalanya tanpa bertanya apa alasannya, hanum lalu menciumi wajah Zea, lalu setelahnya ia memutar lagi Kesukaan Zea dan memasangkan Headphone di telinganya, lalu mengusap kedua mata Zea agar menutupnya.


Setelah Zea menutup matanya Hanum kembali menggendong Zea , ia lalu keluar dari toilet, buru-buru Ia pergi mencari pintu keluar Tepat saat kakinya akan melangkah Bagas berteriak dari belakang.


" Nona Hanum berhenti!" Bagas berlari mengejar hanum yang sudah berlari.


Terjadilah kejar-kejaran antara bagas dan hanum di susul Ardi yang melihat bagas mengejar perempuan yang tak jelas terlihat wajahya karena tertutup syal, tapi dia yakin jika itu adalah Hanum, Ardi langsung menelpon Adam yang masih berada di jalan.


Mobil yang dikendarai Rama sangat pelan seperti siput saja membuat Adam kesal.


" Berhenti! " Rama menghentikan mobilnya, Adam turun dan membuka pintu depan. Ia meminta rama untuk berpindah tempat. Rama sekilas melirik kapten Bara, Bara menganggukan kepalanya tanda setuju.


Benar saja Saat Adam yang menyetir, mobil berjalan dengan kecepatan tinggi, Adam sangat lihai membawa mobil dengan kecepatan tinggi seperti seorang pembalap ,hingga hampir menabrak mobil lain tapi berhasil menghindar,


cekeeetttt.....


" Dam apa kau sudah gila, berhenti aku tidak ingin mati secepat ini!" Bara mencaci maki Adam.


sedangkan yang di marahi menulikan telinganya, saat ini hati dan pikirannya terfokus pada hanum dan Zea.


Bara hanya bisa merutuki dalam hati , Bisa-bisa nya CEO AZ kingdom selalu membuatnya mengikuti kemauannya ia merasa menyesal sudah menyutujui Adam untuk menyetir.


Tidak lama kemudian Mobil Adam telah sampai Ia langsung berlari tanpa memarkirkan mobil dengan benar, membuat Bara semakin kesal dengan kelakuan Adam yang seenaknya.


" kau parkirkan mobilnya dengan Benar!" Ucap Bara pada rama Lalu berlari mengikuti Adam.


Adam mencari-cari hanum dan Zea di dalam stasiun ia memperhatikam sekeliling, menajamkan matanya mencari sosok yang di cari namun tidak ada, ia berlari ke arah lain tetap tidak ada.


Saat ia berlari ke arah pintu keluar di bagian belakang, Ia melihat Hanum berlari sambil menggendong Zea hendak menyebrang.


" Hanum......Zea !" Adam berteriak dengan nafas yang terengah-engah.


...****************...


Aduh cape kejar -kejaran


Istirahat dulu yah biar ga ngos ngosan


Jangan lupa tinggalkan Jejak


Like dan komen

__ADS_1


🙏🏻


__ADS_2