Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Ancaman Aldo Utama


__ADS_3

Seorang Pria bermata biru berjalan dengan angkuh memaksa masuk ruangan CEO AZ Kingdom, dengan langkah besar di ikuti pengawalnya langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Maaf menganggu , pengantin baru!" Sapa Aldo sambil tersenyum dipaksakan.


Melihat Aldo masuk ruangannya Tidak membuat Adam kaget karena sebelumnya Pengawalnya sudah memberitahu kedatangan Aldo yang memaksa masuk.


" Apa kau tidak tau cara mengetuk pintu!" Jawab Adam tidak ramah menghampiri Aldo sambil memasukan sebelah tangannya di saku celana.


" Oh aku Lupa ! Kau tidak akan memperkenalkan istri dadakanmu padaku." Ucap Aldo mengejek sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hanum.


" Apa kau kemari ingin memastikan kejutanmu padaku!" Tanya Adam dengan dingin pada Aldo.


" Ayolah , kau sombong sekali bukankah kita berteman aku datang untuk mengucapakan selamat atas pernikahanmu!" Jawab Aldo kepada Adam dengan tatapan penuh kebencian .


(siapa pria ini ? sepertinya mas Adam tidak menyukainya.) monolog hati hanum.


" Aku tidak butuh ucapan selamat dari seorang penghianat sepertimu. Dan kejutanmu tidak mempengaruhiku."


" Oh benarkah ? Ha....ha....ha! . " Aldo tertawa dan mendekati Adam , Kedua pria itu sama-sama menunjukan tatapam amarah.


" Cukup! Sampai kapan kau akan hidup dalam kebencian di masa lalu... Kau sendiri yang membuat dirimu hancur." Jawab Adam


"Ck... Adam wijaksono aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang sedetikpun. Akan aku ambil apa yang menjadi milikmu!" Aldo melirik ke arah Hanum.


" Termasuk merebut istrimu Hanum! "


Memdengar Nama Istrinya di sebut membuat darah Adam mendidih ,dan menyulut emosinya yang sejak dari tadi Dia tahan, Ia melayangkan bogemnya tepat di wajah tampan Aldo.


Bugh...


Aldo tersungkur Menerima pukulan Dari Adam, jika tidak di pegang oleh pengawalnya sudah di pastikan akan terjatuh di lantai. Menerima pukulan dari Adam membuat harga dirinya Hancur Aldo begitu marah , Ia mengeluarkan sejata api yang sejak tadi di simpan di dalam jas nya.


"You ..... have the nerve to hit me!" Aldo marah sambil menodongkan sejatanya kepada Adam, Hanum Kaget melihat suaminya Yang akan di tembak oleh Aldo, reflek ia berlari ingin melindungi suaminya Namun terhenti ketika Adam mengeluarkan sejata apinya juga dan mengarahkan kepada Aldo.


"You do deserve it!" Jawab Adam sambil menodongkan senjatanya Pada Aldo.


Mendengar keributan di ruangan CEO, Bagas dan pengawal lainnya masuk untuk melindungi Bosnya mereka bersamaan mengeluarkan senjata masing-masing , begitupun dengan pengawal Aldo.


Situasi mulai memanas semua sudah siap menembak tinggal menunggu perintah , Tapi Aldo menurunkan senjatanya Ia menyadari jika Pengawal Adam lebih banyak dari pengawalnya, ia sadar sedang berada di daerah kekuasaan Adam , sudah dipastikan Aldo yang akan kalah.


" Turunkan senjata kalian!" Aldo memerintahkan pengawalnya untuk menurunkan senjata. Melihat Aldo menurunkan senjatanya, Adam mengangkat tangannya memberi kode kepada pengawalnya untuk menurunkan senjata mereka.


" Dengar Ini belum selesai! Mulai sekarang jagalah keluarga mu dengan baik." Ucap Aldo dan meninggalkan Ruangan Adam, saat akan sampai di depan pintu langkahnya terhenti.

__ADS_1


" I won't let you hurt my family!"


" We will see later." Aldo meninggalkan Ruangan Adam dengan luka lebam di wajah tampannya.


Hanum berdiri mematung di dekat meja kerja Adam Ia masih shock dengan apa yang terjadi barusan, yang membuatnya takut adalah melihat senjata Api.


Adam menghampiri Hanum, ia memeluk Hanum dan mengelus punggungnya memberikan ketenangan untuk istrinya .


"Are you okay?" Adam menatap wajah istrinya , ia sedikit menunduk.


Hanum melepas pelukan suaminya


" Siapa orang tadi mas? mengapa dia begitu membencimu!" Tanya Hanum penasaran dengan aldo.


" Hanya seseorang di masa lalu! Nanti aku ceritakan."


" Hanum... Kau tidak apa-apa?" terdengar suar cempreng sahabatnya Alya, saat sedang makan siang bersama Ardi, Bagas menelpon Dan memberitahu jika Aldo datang ke perusahaan membuat keributan, mendengar laporan Bagas, Ardi memutuskan untuk segera ke kantor dan alya memaksa ingin ikut karena sudah rindu dengan sahabatnya yang sudah menikah tanpa memberitahunya.


" Al, Kau di sini? " Alya lalu memeluk sahabatnya itu melepas kerinduan sudah 3 hari tidak berjumpa.


" Aldo tadi kemari?" Tanya Alrdi pada atasannya .


" Hem!" Adam menjawab dengan deheman.


Mereka duduk berhadapan , di ruangan Hanum, Alya benar-benar penasaran bagimana bisa mereka bisa menikah, meski Ardi sudah menceritakan tapi alya ingin langsung mendengar dari sahabatnya itu.


" Ia seperti yang kau dengat dari pa Ardi! Mereka tidak mau mendengarkan penjelasan dari aku dan pa Adam, yang mereka lihat itu sidah menjadi bukti kuat. Akhirnya kita menikah. jka tidak menikah mereka akan membawa ke kantor polisi." Alya yang memdengar cerita dri sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala.


" Jadi ini pernikahan terpaksa , tapi menguntungkan!" Alya menaik turunkan alisnya.


" menguntungkan?" Hanum bingung dengan ucapan alya , apa yang untung menurutnya dia bener bener sial.


" iya untung lah, dengar kau bisa menikahi seorang pria tampan yang gagah dan kaya raya !" Alya berbisik di telinga Hanum, mendengar itu hanum dan Alya tertawa bersamaan, mereka tidak menyadari jika dua pasang mata sedang memperhatikannya.


Ruangan Adam dan Hanum Di batasi dengan Kaca sehingga bisa terlihat apa yang dilakukan oleh sekertarisnya, tetapi kaca dari ruangan Hanum tidak bisa melihat ke ruangan Adam.


" Apa wanita jika bertemu akan ketawa-ketawa seperti itu?" Tanya Adam sambil memperhatikan Istrinya yang terawa lepas bersama Alya.


" Memangnya kenapa? Kau mau kita tertawa bersama!" Aldi tersenyum mengejek pada atasan sekaligus temannya.


" Jangan aneh aneh kamu! " Adam kembali mengecek berkas yang diberikan ardi untuk di tandatangani.


" Jangan lupa besok Fitting baju pengantin yang akan digunakan resepsi." Adam menjawab dengan anggukan kepala karena Ia sedang fokus membereskan dokumen yang menumpuk terhambat oleh kedatanga Aldo.

__ADS_1


" Siapakan para pengawal untuk Zea dan Hanum! " Adam menarik napas dan menghembuskannya, Ia kepikiran ancaman Aldo tadi.


" Jadi benar berita skandal itu ulahnya.


" Iya.... Dia sengaja melakukannya!"


Akhirnya Adam menyelesaikan pekerjaannya, Ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Hanum dan adam.sudah berada di dalam mobil dengan susah payah mereka masuk , karena di luar perusahaan AZ kingdom masih ada para wartawan yang menunggu mereka.


"Tuan kita Pulang ke mansion Tn. Ibrahim apa ke apartemen!" Tanya Bagas


" Apartemen!"


" Zea kan masih di mansion?" Hanum mengingatkan suaminya.


" Zea sudah ada di Apartemen, supir papah mengantarkannya.!" mendengar itu Hanum menganggukan kepalanya, mobilpun melaju membelah jalanan menuju Apartemen Adam.


Zea menyambut Daddy dan mommynya bersama Bi wina yang sejak dari tadi menunggu.


" Daddy , mommy, Ze kangen! " zea memeluk kedua orang tuanya.


" Ze sudah makan? " Tanya mommy Hanum


" Zea menunggu kalian!" Ucap Zea bermanja manja di lengan hanum.


Mereka makan malam bersama Zea begitu bahagia karena keinginannya terkabul bisa mendapatkan mommy dan bisa melakukan banyak hal dengan orang tua yang lengkap.


* *


Bima melempar berkas laporan tentang istrinya dimana Bella termasuk orang -orang yang menggelapkan uang perusahaan.


" Bella , kau sudah keterlaluan!" Bima kecewa pada Bella


" Tuan Muda Bima, sebaiknya jangan dulu bertindak, kita lihat dulu siapa yang ada di belakang Nyonya Bella!" Om Leon menenangkan Bima agar jangan dulu bertindak sebelum bukti-bukti lengkap.


Malam semakin larut , Sang dewi malam begitu bulat dengan sempurna menerangi malam yang gelap, Hanum berdiri menatap ke arah luar di balik jendela kaca di kamar Adam. tiba-tiba ia di kejutkan dengan tangan kekar yang melingkar di pinggang rampingnya, tercium aroma parfum maskulin seolah menjadi candu baginya mendapat pelukan hangat dari suaminya.


Adam menempelkan dagunya pada bahu istrinya hembusan napasnya membuat perasaan hanum tidak menentu. Adam membalikan tubuh istrinya sehingga kedua insan itu saling berhadapan Mereka menatap satu sama lain mencari sebuah jawaban yang sama. Hingga suara serak Adam yang sudah di penuhi gairah memcahkan keheningan.


" Apa kita bisa melakukannya malam ini!" Tanya Adam dengan suara pelan membisikan di telinga istrinya.


Hanum terdiam ....." ......"


Hanya suara jantungnya saja yang berdetak begitu kencang , haruskah malam ini Dia menyerahkan harta berharga yang selama ini di jaga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2