
Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa usia kandungan Hanum sudah di usia mendekati kelahiran buah hatinya sungguh Anugrah sang Maha kuasa yang begitu indah.
Pagi ini saat hujan turun rintik - rintik memberikan ketenangan bagi dua insan yang bergumul di bawah selimut di bingkai dengan rasa cinta memadu kasih dalam nyanyian indah memenuhi kamar nan luas.
" Mas sudah ini sudah pagi, kita harus segera bersiap ke pernikahan jack." Hanum membujuk suaminya yang masih betah memeluk istrinya setelah pergulatan tadi yang melelahkan namun memberi kebahagiaan.
Adam memeluk istrinya dari belakang tangannya mengelus perut Hanum yang sudah tidak kecil lagi.
" Sebentar lagi sayang, Aku masuh enggan beranjak." Jawab Adam dengan suara beratnya.
Hanum tidak bisa menolak karena percuma saja berdebat dengan suaminya yang akhir-akhir ini tingkat manjanya meningkat. Hingga pernah saat akan berangkat ke kantor Ia tidak ingin melepas tangan istrinya, hingga membuat Hanum harus pergi menemaninya bekerja.
Sementara di bawah semua orang sudah bersiap akan berangkat, terlihat Bima berjalan menuruni tangga bersama kedua putrinya Zea dan Rumina.
" Loh kemana Adam dan Hanum, mereka belum turun?" Tanya Oma Lidia.
" Daddy bilang kita pergi duluan saja Oma!" Zea menjawab sambil bergelayut pada lengan Oma Lydia.
" iyah mah kita duluan saja, seperti biasa Adam sedang mode manja!" Bima menambahkan jawaban Zea sambil tersenyum pada oma lydia.
" Ah anak itu alasan saja, ya sudah ayo kita berangkat." Akhirnya mereka pergi duluan meninggalkan Hanum dan Adam yang masih betah berada di ranjangnya.
**
Acara pernikahan Jack dan Zoya akan di laksanakan di hotel W milik papah Ibrahim, Lydia dan Ibrahim diikuti Bima dan kedua cucunya memasuki Ballroom tempat acara akan dilangsungkan, Ruangan itu begitu indah dengan nuansa ungu dan putih begitu indah dihiasi banyak bunga-bunga, pelaminan nan mewah tempat duduk pengantin menjadi sorotan para tamu.
" Om Ibra tante Lydia." Jack menghampiri Ibrahim dan Lydia yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri lalu memeluknya.
" Ah pengantin pria kita sungguh tampan sekali." Ucap Lydia sambil mengelus tangan Jack Ia sudah meanggap Jack seperti putranya sendiri.
" Terima kasih Tante, tapi dimana Adam?" Jack mencari-cari sahabatnya itu.
" Ia akan menyusul!" Ucap Bima sambil pergi melangkahkan kakinya menuju ke toilet, sejak dari tadi ia ingin membersihkan tangannya karena terkena coklat yang di makan rumi dan Zea saat di mobil.
Saat akan melangkah tiba-tiba seorang wanita cantik dengan rambut hitam yang bergelombang, menabraknya hingga membuat mereka hampir terjatuh , Dengan sigap Bima menahan tubuhnya dan wanita itu agar tidak terjatuh.
" Ma...maaf Pak saya tidak sengaja!" Ucap Yasmin buru-buru melepaskan pegangan Bima sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.
Ternyata masih ada lagi pria tampan yang tersisa untukku tapi wajahnya mirip dengan Pa Adam yah.
Batin Yasmin berbicara sambil melihat pria tampan yang masih memegang pinggangnya.
"Anda Baik- baik saja Nona!" Tanya Bima sambil melepas pegangan tangannya di pinggang ramping Yasmin.
" Ehm.. Iya Saya baik- baik saja, terima kasih pak." Yasmin menunduk malu lalu pergi meninggalkan Bima.
Cantik Ucap Bima dalam hatinya memuji tanpa Ia sadari.
Pengantin pria sudah siap untuk mengucap janji sakralnya, namun acara belum di mulai karena menunggu Adam yang belum sampai, Jack ingin Adam sahabatnya menjadi saksi dalam acara pernikahannya.
" Kemana Adam lama sekali?" Tanya Arka
" Ah ... Jangan di tanya sudah di pastikan mode manja pada istrinya sedang aktif." jawab Ardi , mendengar jawaban ardi semua orang di sana tertawa.
" Iya kau benar." Bima menambahkan sambil mencuri pandang pada wanita tadi yang hampir terjatuh bersamanya.
__ADS_1
" Ardi Telpon Adam, agar cepat datang acara akan di mulai." Papah ibrahim menyuruh Ardi untuk menelpon Adam.
" Tidak Usah aku sudah di sini." Adam dan Hanum berjalan berdampingan, nampak terlihat serasi membuat para wanita merasa iri melihatnya.
" Ck.. Lama sekali!" Jack kesal menatap sahabatnya itu.
" Maaf, lagi pula aku hanya telat lima menit." Adam duduk di sebelah Papah Ibrahim sedangkan Hanum pergi ke kamar Pengantin wanita.
Hingga terdengar kata sah menggema di ballroom hotel W menandakan Jika Zoya sudah resmi menjadi Istri dari Jack.
Hanum , Ana ,Yasmin dan Alya mengiringi Yasmin untuk masuk Ballroom bertemu dengan suaminya, tepuk tangan menggema menyambut pengantin wanita yang begitu cantik dengan kebaya berwarna putih.
Semua tamu undangan begitu takjub dan terpesona melihat kedatangan pengantin wanita, namun tidak bagi Bima Ia hanya melihat pada pengiring pengantin wanita yang terlihat berbeda diantara tiga pengiring wanita yang lainnya karena pengiring yang lain sedang mengandung.
Bima berjalan seiring langkah Yasmin sambil menatapnya dengan takjub, Bima tidak menyadari jika ia di awasi oleh Zea dan Rumina.
" Kak coba lihat dari tadi papah selalu melihat ke arah tante Yasmin." Zea berbisik di telinga Rumi.
" Ia papah tampak terpesona sepertinya, liat saja mulutnya sedikit terbuka ha..ha" Rumi tertawa melihat papah Bima.
" Kata orang-orang jika pria dewasa melihat perempuan dewasa seperti itu, katanya mereka sedang jatuh cinta yah."
Zea bertanya pada rumina.
" Kata Siapa? "
" Kata orang-orang."
" Ia siapa namanya."
Kedua anak perempuan itu asyik mengobrol mencari tau siapa orang yang mengatakan hal yang disampaikan Zea.
" Dam.... Siapa perempuan yang berada di samping Hanum?"
Bima bertanya Pada Adam ketika mereka akan naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada pengantin.
" Itu Yasmin Anak Bu Dewi , Yang membantu Hanum saat di Bangka." Adam melirik ke arah Yasmin.
" Oh...!"Bima hanya beroh ria saja.
" Mengapa kaka menyukainya." Adam menatap kakaknya tersenyum jahil.
" Ah itu.. Aku hanya bertanya saja."
" Jangan bohong , Kau menyukainya kan."
" memangnya terlihat di wajahku jika aku menyukainya... Lagi pula mana mau dia dengan Duda ha..haha." Bima tertawa di susul oleh adam.
Tibalah giliran Adam memgucapkan selamat pada Jack Dan Zoya Ia merangkul sahabatnya itu sambil menepuk pelan punggung Jack.
" Jack Selamat yah akhirnya kau bisa menikah juga, aku pikir kau akan menjadi jomblo selamanya." Canda Adam pada sahabatnya itu.
" Terima Kasih Dam, Berkatmu aku bisa bersanding dengan Zoya."
" Bukan karenaku Tapi Sudah Jodoh." Adam menepuk bahu sahabatnya itu.
__ADS_1
" Bahagiakan Zoya."
" Tentu saja." Jawab Jack sambil memandang Zoya dengan penuh Cinta.
Selanjutnya Ucapan selamat dilanjut dari Bima, Ardi , Arka dan yang lainnya.
Acara berlangsung meriah dengan penampiln artis ternama ibu kota yang bernyanyi dengan suara merdunya menghibur para tamu.
Duduk di kursi VIP para wanita yang mengobrol membicarakan suami-suaminya yang posesif.
Dimulai dari Alya yang membicarakan Ardi, yang kelewat posesif begitu banyak larangan untuk berbagai hal, sampai tidak boleh di periksa oleh dokter kandungan laki-laki.
" Benarkah seperti itu Ardi melakukannya juga ." Tanya Ana dan Hanum, mereka lalu tertawa bahagia karena mendapatkan suami yang sangat baik ya walaupun terkadang tingkat mesumnya sangat berlebihan. Mereka harus siap melayani sang suami.
Mendengar obrolan para Ibu hamil itu membuat Yasmin berpindah tempat ke meja Zea Dan Rumi, karena jika duduk bersama ibu-ibu hamil itu rasanya telinganya panas pasalnya yang dibicarakan mereka adalah tentang hal-hal berbau suami istri sedangkan dirinya masih jomblo, jiwa jomblonya sedang meronta sekarang ingin merasakan hal yang di rasakan hanum dan yanglainnnmya.
" Tante suapin Zea supnya masih panas." Zea memang selalu bersikap manja kepada Yasmin.
" Oke sini biar tante tiup dulu." Yasmin begitu perhatian , Rumina yang melihat itu kadi merindukan ibunya.
" Rumina mengapa bersedih sayang." Yasmin membelai pipi Rumina.
" Tante Rumina juga ingin di suapin seperti Zea apa boleh." Rumi ragu mengatakan itu.
" Tentu saja sayang , Tante akan suapin bayi-bayi besar nan cantik ini." Mereka bertiga tertawa bersama.
Bima menatap Yasmin dari kejauhan , Senyuman Yasmin membuatnya tersihir hingga Ia tidak menyadari jika Adam, Arka, Ardi, Bagas, Hardi sedang membicarakan dan mentertawakan Duda yang lagi di mabuk asmara pada pandangan pertama.
" Wah sepertinya aku akan keduluan dengan Duda ini." Bagas memukul pundak Hardi, di ikuti tawa para pria tampan yang ada di meja bersama Adam.
" Mengapa kalian tertawa." Bima tidak menyadari jika mereka mentertawakannya.
" Bim, aku lihat kau selalu menatap pada Yasmin?" Arka bertanya sambil menaik turunkan alisnya.
" Tidak Aku hanya melihat Zea dan Rumi saja." Alasan Bima.
" Ayolah Kak, jika kaka suka langsung saja tembak berani tidak." Adam menantang kakaknya.
" Iya Bos , tembak saja langsung, jika tidak mau keduluan oleh Bagas." Celetuk Hardi.
Mendengar itu entah mengapa Bima merasa tidak suka, lantaran bersaing dengan asisten kepercayaan adiknya yang ada rasa suka juga kepada Yasmin.
" Bagas, kau carilah wanita lain, Dia sudah aku tandai." Ucap Bima sambil menatap ke arah Bagas.
" Tandai emang kucing pak!" semua orang tertawa mendengar jawaban Bagas yang dingin biasanya tapi sekarang bisa sedikit bercanda.
" Tunggu apa lagi kak... Pergilah dekati Yasmin." Adam meyakinkan.
Mendapat dukungan dari adik dan sahabatnya Bima berjalan menuju meja Rumina.
" Ehm.... Apa papah Boleh ikut di sini."
seorang pria tampan yang tadi bertemu di toilet membuat mata Yasmin membola.
*Bukannya ini Pria tampan yang tadi, mengapa dia menyebut dirinya papah, jangan jangan ...?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...