
Al.... jawab aku ! siapa saudara Hanum!" Ardi menatap wajah Alya menunggu nama yang terucap di bibir Alya.
" Ka Nisa , Anisa Putri Ibu kandung Zea, Adalah kaka Hanum Nabila Putri."
Jedarrrr....
Mendengar hal itu Ardi membulatkan matanya, ia melepas cekalan tangannya pada Alya.
" Jadi Nisa adalah kaka kandung Hanum." Ardi masih belum percaya karena setahunya Nisa anak sebatang kara.
" Iya mereka kaka beradik!" Jawab Alya
Alya pergi dari sana karena sudah merasa kesal pada Ardi, yang terus bertanya.
Melihat Alya pergi Ardi tersadar dari keterkejutannya, Ia hentikan langkah kaki Alya.
" Al... Aku mohon katakan dimana Hanum, ini salah faham, aku harus meluruskannya!" Meyakinkan Alya.
" Salah paham katamu kak? Ck.... Yang benar saja ,ingin membela diri." Alya tetap berjalan dia tidak menghiraukan Ardi yang mengejarnya dan memintanya berhenti.
" Al..Alya!" Teriak Aldi pada Alya
Tapi alya tetap berjalan ia tidak memperdulikan teriakan Ardi.
" Zea bukan anak kandung Adam, Tapi anak ka Bima. Lebih tepatnya anak ka Bima dan Nisa kaka Hanum!" Ardi sedikit berteriak agar Alya bisa memdengarnya.
Mendengar ucapan Ardi Alya memghentikan langkah kakinya, Ia lalu berbalik mendekati Ardi.
" Apa? jangan berbohong!" Alya tidak percaya.
" Ikut denganku akan aku ceritakan semuanya!" Ardi menarik lengan Alya mereka duduk di Cafe dekat stasiun.
Alya menyimak semua cerita Ardi, dimulai pertemuan Adam bersama Nisa ketika baru pulang dari London.
Lalu menolong Nisa yang pingsan di jalan, hingga Nisa mempercayakan putrinya pada Adam agar membawa Zea kepada ayah kandungnya Bima, Tapi Bima tidak mengakuinya , Selain itu Tn Ibrahim dan nyonya Lidia juga tidak menerima kehadiran Zea.
Adam tidak tega melihat Zea dititip di panti asuhan, Ia memutuskan akan merawat Zea dan mengakui sebagai anaknya sendiri, hingga membuat papah Ibrahim marah dan mengusirnya.
Alya terdiam mendengar cerita Ardi, Ia bingung harus bereaksi apa.
" Berarti hanum sudah salah orang?" Ardi menganggukan kepalanya.
" Iya , Jadi dimana kau sembunyikan Hanum, aku harus menjelaskan kebenaran padanya." Ardi membujuk Alya untuk memberitahu keberadaan Hanum dan Zea.
" Dia ada di rumah sepupuku tidak jauh dari sini! Ayo kita pergi." Alya menarik tangan Ardi untuk segera kembali kerumah dimana Hanum berada, Ia tidak sabar ingin menyampaikan kebenarann pada hanum.
Ceklek....
Pintu terbuka terlihat Ardi dan Alya masuk ke rumah sepupu Alya.
__ADS_1
" Hanum..... Zea!" Alya berkeliling namun tak terlihat ada orang di rumah itu, ia membuka pintu kamar mencari hanum dan Zea tapi kamar nampak rapih tidak ada orang.
Kemana Hanum dan Zea kenapa mereka tidak ada. Atau jangan-jangan mereka.
Alya bergegas memberitahu Ardi jika Hanum tidak ada di rumah.
" Ka Ardi Hanum tidak ada." Alya cemas, Ia melihat Ardi yang memegang sebuah surat di tangannya.
" Apa itu ka?" Alya mendekat dan mengambil surat itu.
Al, terima kasih sudah membantuku, maaf aku harus pergi jika masih di sini aku yakin Mas adam pasti akan mengetahuinya.
selamat tinggal
Hanum sahabatmu
" Dia sudah pergi! Bagaimana ini ka, Hanum pergi tanpa mengetahui kebenarannya." Alya Cemas ia peluk surat dari sahabatnya itu.
" Al aku harus pergi mencarinya, tetaplah di sini!" Ardi pergi sebelumnya Ia mencium kening Alya membuat alya terkejut dengan ciuman mendadak kekasihnya yag tidak direstui itu.
Terlihat Ardi pergi terburu-buru tangannya tidak berhenti memegang ponsel untuk menghubungi bagas agar segera menyebar anak buahnya mencari Hanum.
**
Bima memasuki kantor polisi bersama dengan Bryan mereka hendak masuk ke ruangan introgasi namun tidak bisa, karena Adam masih di periksa.
Cukup lama Bima menunggu Adam, Hingga Bara mempersilahkan Bima dan Bryan masuk.
" Dam... Are you okay?" Bima berjalan dan duduk di hadapan Adam.
Mendengar suara kakanya, Adam membuka matanya.
" Ka Bima , Bryan Kalian mengapa bisa ada di sini?" Adam heran
" Aku sudah mendengar semuanya Dam, Dan kenapa Bryan ad di sini karena Saat akan pulang aku bertemu dengan bryan, Ia akan membantumu!" Jawab Bima.
" Aku sudah membaca mengenai tuduhanmu, ada keganjilan di sana ini seperti rekayasa, kau tidak perlu khawatir aku sudah menghubungi asistenku untuk mencari bukti agar kau segera bebas." Bryan menguatkan Adam, bukan hal sulit baginya mencari informasi mengenai masalah yang adam hadapi.
" Thank you for coming here and helping me Mr Bryan." Jawab Adam .
" Friends will always help! Tomorrow you will be free."
Bryan menepuk bahu Adam seolah memberikan dukungan untuknya.
" Hem ." Adam menganggukan kepala.
Bryan meminta Izin keluar karena harus mengangkat panggilan telpon.
" Mengapa Hanum bisa bekerja sama dengan Aldo. Lalu untuk apa dia membawa Zea?" Bima membrodol banyak pertanyaan yang adam sendiri belum mendapatkan jawabannya
__ADS_1
" Aku juga tidak tau, yang membuatku aneh, Zea sepertinya tidak merasa terpaksa pergi dengan Hanum." Jawab Adam.
" Jika seperti itu Ada hal yang Hanum sembunyikan." Bima mencoba berpikir mengenai kemungkinan untuk semua pertanyaan nya.
" Aku tau Alasannya!" Tiba-tiba Ardi masuk dengan nafas terengah-engah.
" Apa maksudmu? Alasan apa?" Adam mengerutkan Alisnya begitupun dengan Bima.
" Alasan Hanum melakukan semua ini!" Adam mendekat pada Ardi menunggu jawaban asisten sekaligua temannya.
" Ia ingin membalas dendam padamu." Ucap Ardi kepada Adam.
" Dam, Hanum adalah Adik kandung dari Nisa mereka kaka beradik." Mendengar hal itu Bima berdiri dari duduknya matanya membulat.
" Apa!" Ucap Bima dan Adam bersamaan
" Ia berpikir jika Adam adalah pria yang sudah menyakiti kakanya. Itu sebabnya Dia membawa Zea bersamanya."
Adam dan Bima terdiam hening di ruangan itu tanpa ada suara, mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing.
" Hanum memang terlihat mirip dengan Nisa! Tapi Nisa tidak pernah mengatakan jika dia memiliki adik." ucap Bima memecahkan kesunyian.
Mendengar itu Adam hanya menatap sekilas.
" Maaf Dam semua salahku, dari awal aku sudah melakukan kesalahan hingga membuat banyak orang tersakiti." Bima menyesal.
Adam terdiam sejenak sambil menatap lekat wajah kakanya , Ia menarik nafas dan memghembuskannya.
" Seandainya aku jujur dari awal, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi." Ucap Adam Sedih.
" Lalu apa kau sudah mendapatkan informasi terbaru tentangnya." tanya Adam Pada Ardi.
Ardi terdiam sejenak ia bingung harus mengatakan apa.
" Maaf Dam , aku kehilangann Hanum lagi. Awalnya Ia berada di rumah sepupu Alya, tapai saat aku dan Alya kembali Ia sudah pergi." Aldi menunduk karena takut Adam akan marah, Ia sudah siap menerima amukan Adam.
Tapi ternyata Adam hanya terdiam. " Kerahkan semua orang dan segera temukan Hanum dan Zea!" Adam duduk kembali setelah menyampaikan hal itu.
Drt....drt...drt...
Ponsel Bima bergetar ia mendapatkan panggilan dari mamah Lidia.
" Halo Bim, hek....hek....hek ... Papah masuk rumah sakit lagi, keadaannya sangat lemah sampai sekarang belum sadarkan diri." Ucap mamah Lidia di sebrang telpon sambil menangis."
" Apa ! Bima akan kesana Mamah yang kuat semua akan baik baik saja."Bima menutup panggilannya.
" Apa yang terjadi dengan papah?" Adam cemas
" Papah kritis Dam, Aku harus segera kesana, tenanglah semua akan baik-baik saja kau akan cepat bebas dan kita sama -sama mencari hanum. " Bima memeluk Adiknya sebelum Ia keluar.
__ADS_1
...****************...