
Hari ini Ema menghadiri pernikahan mamanya dan juga om Bram, sesuai dengan janjinya kalau dirinya akan hadir, Ayu sang mama sangat senang dengan kehadiran Ema.
“Terimakasih sayang, kamu udah bersedia untuk datang,” ucap mamanya memeluk Ema.
“Ema kan udah janji akan datang,” jawab Ema.
Rasa haru di antara mereka berdua tidak bisa di bendung, Ema sedih karena mengingat papanya, seandainya takdir tidak memisahkan mereka pasti tidak akan begini.
“Om kan udah pernah bilang, kita tinggal bersama saja, agar kamu tidak kesepian,” ucap om Bram pada Ema.
“Tidak om terimakasih, tetapi aku tidak bisa meninggalkan butik ku,” tolak Ema dengan lembut.
Ema juga tidak tinggal di sana, sehabis acara akad nikah sang mama, Ema langsung kembali ke jakarta dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan, walaupun berat hati mama dan neneknya tidak ingin Ema langsung meninggalkan tempat acara, namun bukan Ema kalau tidak bisa mencari alasan agar ia bisa kembali ke jakarta.
Setelah kembali ke jakarta kini Ema hanya tinggal sendirian, kini memulai hidup sendirian, tanpa ada yang menemani dirinya.
💕💕💕
Ema yang sangat suntuk akhirnya memilih untuk nongkrong sendirian di sebuah cafe Favoritnya, seperti biasa dia paling senang sendirian.
“Hai..., sendirian saja, aku boleh gabung nggak di sini?” tanya seseorang padanya.
“Terserah, nggak ada yang larang,” jawab Ema sedikit cuek.
Laki-laki itu langsung duduk di kursi yang kosong tepat di samping Ema, “Kenalkan nama aku Cello,” ucap Cello menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Ema.
“Ema...” balas Ema.
Mereka berdua asik mengobrol, sampai mereka bertukaran nomor telepon, Cello langsung jatuh hati pada Ema, apa lagi Ema mempunyai senyuman yang sangat manis, dan Cello hanya berharap Ema tidak memiliki kekasih, agar ia bisa mendekatinya.
Mereka berdua asik mengobrol, Cello yang baru mengenal Ema tapi sudah akrab banget, tidak lama Ema pamit pulang duluan karena sudah larut malam.
“Biar aku antar ya,” tawar Cello.
“Lain kali saja, saya bawa kendaraan sendiri,” tolak Ema lembut.
__ADS_1
Cello juga akhirnya berdiri, dan memutuskan untuk pulang, baru kali ini Cello jalan tampa wanita di sampingnya.
“Ok hati-hati di jalan, lain kali kita nongkrong bareng ya,” ucap Cello pada Ema.
“Baiklah, kamu juga hati-hati ya, aku jalan duluan,” pamit Ema dan langsung meninggalkan parkiran cafe.
Cello hanya melambaikan tangannya, dan langsung juga menuju mobilnya untuk pulang ke rumah, “Cantik banget, seperti yang aku inginkan” batin Cello saat melihat Ema pergi, senyuman Ema yang manis membuat dirinya langsung melupakan kekasihnya yang lain.
Ema yang sudah tiba di rumahnya mendapati. rumah dalam keadaan kosong, Ema menarik nafas panjangnya, dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah, rumah kini terasa sunyi, tanpa ada yang selalu menjemputnya di pintu depan saat dirinya lambat pulang, laki-laki yang selalu mengkhawatirkan dirinya kini sudah bahagia di sana, Ema hanya bisa mengirimkan doa saat dirinya rindu.
Mama yang selalu ribut saat dirinya telat pulang, kini sudah bahagia dengan keluarga barunya, Ema hanya bisa berharap sang mama bahagia dengan om Bram.
Ema yang selesai membersihkan diri langsung membaringkan tubuhnya di kasur, karena dia sangat lelah, seharian dengan pekerjaannya.
“Udah tiba di rumah belum?” tanya Cello lewat chat WA.
“Ia ini lagi mau istirahat,” jawab Ema.
“Ok..., selamat beristirahat ya, jangan lupa bawa ku dalam mimpimu,” balas Cello dengan sedikit gombalan.
Sedangkan Cello selalu tersenyum sendiri mengingat tentang Ema, sampai-sampai beberapa panggilan dari kekasihnya ia abaikan, seandainya dirinya bisa mendapatkan cinta Ema dia berjanji pada dirinya akan meninggalkan sifat buruknya itu.
Seperti janjinya pada mama Dita, wanita paling cantik di dunia menurut Cello, kalau dia menemukan wanita yang sesuai kriteria yang dia inginkan selama ini, dia akan meninggalkan sifat playboy nya itu.
💕💕💕💕
Keesokan paginya mama Dita sudah bangun menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya di bantu oleh parah bibi.
“Pagi ma...," sapa Cello pada mamanya.
“Tumben anak mama cepat bangun, biasanya paling lambat bangun? ” tanya mama Dita.
Cello belum sempat menjawab kini chaim dan juga papa Adit sudah ikut bergabung dengan mereka, chaim hanya banyak diam, tidak seperti dengan Cello yang cerewet seperti mulut burung beo.
Semuanya kini duduk di meja makan untuk sarapan, tidak ada obrolan, mereka semuanya dia menikmati sarapan pagi mereka.
__ADS_1
“Ma... pa dan adik, aku jalan duluan ya,” pamit chaim pada mereka bertiga, tidak lama chaim pergi, kini giliran papa Adit dan juga Cello yang berpamitan.
“Ma... kami jalan dulu ya, hati-hati di rumah,”ucap papa Adit kepada mama Dita.
“Kalian hati-hati juga di jalan, cello kamu hati-hati bawa kendaraannya,” ucap mana Dita kepada Cello
“Siap bos,” ucap Cello dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah, sedangkan mama Dita kembali masuk kedalan rumah, kali ini dia akannke rumah mama Metha bersama Dea untuk menemani mama Metha kontrol ke dokter.
Cello terus berharap ia bisa bersama dengan Ema, wanita yang sesuai kriteria, namun pagi ini Ema belum membalas pesan yang di kirim Cello kepasanya.
“Nanti kamu ikut papa meeting ya, agar kamu bisa tau bagai mana memimpin perusahaan, papa tidak akan di perusahaan terus ada saatnya papa pensiun,” ucap papa Adit kepada Cello.
“Siap pa, Cello pasti ikut,” jawabnya singkat.
Akhirnya Cello memarkirkan mobil di parkiran khusus di perusahaan, dan langsung menyusul papanya masuk dalam perusahaan, ia bertemu dengan Erni namun dia berpura-pura tidak lihat, sedangkan Erni sudah memasang senyum manisnya, karyawan yang lainnya hanya tersenyum melihat Erni dicuekin oleh Cello.
“Aduh di cuekin, sakit nggak ya?” ucap salah satu karyawan di situ.
Erni mendengar omongan rekan kerjanya dan langsung meninggalkan lobby menuju ruangannya dengan kecewa, karena Cello pagi ini sangat berbeda kepadanya.
Sedangkan Cello tidak merasa bersalah sedikitpun telah mengabaikan Erni, wanita yang barunya pacari seminggu yang lalu.
Saat Tya tiba di kantor, dia mendengar bisik-bisik karyawan lain soal hubungan Erni dan Cello, Tya sangat geram mendengar gosip Cello berpacaran dengan Erni.
“Aku dengar kamu berpacaran dengan karyawan baru di kantor ini?” tanya Tya pada Cello.
“Kakak dengar dari mana?” tanya Cello sedikit kaget.
“Tidak usah tanya aku dengar dari mana, tapi aku harap kau jangan tidak merusak nama baik perusahaan, masalah pribadi jangan sangkut pautkan dengan perusahaan” ucap Tya kepada Cello.
💕💕💕💕
Jangan lupa tinggalkan jejak, lewat like dan komentarnya 🙏🤗
Terimakasih🤗 🙏🙏
__ADS_1
Bersambung