
Malam harinya, Cello menghubungi Ema karena seharian ia tidak ada komunikasi sama sekali, karena Cello di sibukkan oleh pekerjaannya, sedangkan Ema tidak kepikiran untuk itu, namun mereka tidak pernah permasalahkan hal itu.
“Jam berapa pulang dari butik?” tanya Cello kepada Ema.
“Siang, sebelum makan siang, soalnya akhir-akhir ini selalu ada yang menerorku,” jawab Ema.
Mereka berdua mengobrol lewat sambungan telepon, Cello yang mendengar kalau Ema juga mendapatkan teror seperti dirinya, sangat kaget dan khawatir pada keselamatan Ema.
“Kau tidak usah khawatir, di sini aku di temani Ita dan juga Rey,” lanjut Ema.
“Kalian berhati-hati, ingatkan Rey jangan meninggalkan kalian berdua,” ucap Cello.
Cello sedikit meras lega karena ternyata kekasihnya tidak sendirian di rumah, dan dia juga akan melaporkan kejadian itu kepada paman Davin. setelah puas mengobrol dengan Ema, akhirnya Cello menutup sambungan teleponnya.
Berarti pelakunya orang yang sama, mungkin orang yang tidak menyukai hubungannya dengan Ema, pelakunya pasti selalu mengikuti dirinya kemana saja ia pergi.
karena sudah larut malam, Cello mengurungkan niatnya untuk menghubungi paman Davin, karena pasti sang paman sudah istirahat, besok saja baru ia menemui pamannya.
Begitu juga dengan Ema, dia dan Ita memilih untuk beristirahat, sedangkan Rey masih asik dengan handphonenya, namun dirinya juga sudah di dalam kamarnya.
“Mbak bagai mana kalau mbak pasang CCTV saja di rumah ini, biar kita bisa memantau dari dalam rumah kalau ada orang jahat di luar,” usul Ita.
__ADS_1
“Ide kamu bagus juga, kenapa aku tidak kepikiran ya, besok kita pasang CCTV di sini,” jawab Ema setuju.
Rey yang memantau ke adaan di luar, namun ia melihat tidak ada yang mencurigakan, semua aman-aman saja, “tidak mungkin si pelakunya datang malam ini, pasti mereka tau kalau kita lagi waspada,” batin Rey.
Karena sudah sangat mengantuk akhirnya mereka beristirahat, namun kali ini Rey tidak bisa tidur dengan nyenyak, sedangkan di kamar lantai atas, Ema dan Ita sudah tertidur dengan lelap.
Begitu juga dengan Cello dia tidak bisa tidur, pikirannya sangat kacau, karena dirinya terus memikirkan si pelaku, dan berharap paman Davin bisa menemukan siapa pelakunya.
💕💕💕
Berbeda dengan Cello dan Ema, Dwi si pelaku malah bersenang-senang bersama dengan teman-temannya di sebuah club malam, malam ini dia begitu bahagian.
“Kau bahagia sekali malam ini?” tanya salah satu temannya.
“Udahlah Dwi, lebih baik kau lupakan dia, untuk apa di pertahankan laki-laki playboy kayak dia, kalau kau begini, itu namanya kau cari masalah besar,” ucap Putri menasehati Dwi.
Dwi hanya tersenyum dan kembali meneguk wine, “tidak usah menasehatiku, aku tau mana yang harus aku lakukan,” jawab Dwi yang sudah mulai mabuk.
Melihat Dwi yang sudah mulai mengoceh karena mabuk Putri dan dua temannya lagi, memutuskan untuk pulang, karena Dwi sudah sangat mabuk.
“Hei..., ini baru jam berapa, kenapa kita pulang,” ucap Dwi yang sudah mulai tidak sadar, dan terus mengoceh kepada ketiga temannya.
__ADS_1
“Udahlah Dwi, kau sangat mabuk, makanya kita pulang saja,” jelas Putri dan langsung memaksa Dwi masuk ke dalam mobil.
Mereka berempat langsung meninggalkan club tersebut dan langsung mengantar Dwi kembali ke rumahnya.
“Putri, apa kau yakin kita bawah ke rumahnya, aku tidak berani menghadapi bokapnya,” ucap salah satu temannya.
“Tenang saja, biar aku yang menjelaskan kepada mereka nantinya,” jawab Putri kepada teman-temannya yang lain.
Sesampainya di rumah Dwi, mereka langsung di bukakan pagar oleh pak security. mereka langsung masuk, sedangkan Dwi masih saja ribut, kadang tertawa bicara sendiri.
“Dia mabuk lagi?” tanya mamanya Dwi.
“Ia tante,” jawab Putri.
Dwi langsung naik ke lantai dua di bantu oleh temannya, sedangkan mama Dwi masih mengoceh, marah kepada Dwi.
“Udah lah ma, percuma mama ribut di situ tidak mungkin dirinya langsung sadar,” ucap suaminya.
Tidak lama Putri dan kedua sahabatnya itu langsung pamit kepada mama dan papa Dwi. setelah pamit, mereka langsung meninggalkan rumah Dwi, begitu juga dengan kedua orang tua Dwi,kembali ke kamar mereka, hanya Dwi yang tinggal sendirian di dalam kamarnya.
🌠🌠🌠🌠
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan juga love nya, terimakasih🙏🙏🙏
💕💕💕Bersambung💕💕💕