
Sesuai dengan ucapan mama Dita kepada Ema, sehabis istirahat mereka berdua langsung menuju dapur untuk mempersiapkan bahan-bahan kue yang ingin mereka buat, kali ini mama Dita dan Ema akan membuat kue lontar, kue kesukaan Ema, namun mama Dita tidak mengetahuinya.
"Ini kue kesukaan almarhum papa kamu dulu nak" ucap mama Dita.
"Ia ma, aku juga suka banget dengan kue lontar" jawab Ema.
Mereka berdua langsung bertempur di dapur membuat kue. Ema hanya membantu mama Dita saja, dia banyak belajar sama mama Dita tentang cara membuat kue, karena mama Dita paling jago soal membuat kue.
Sambil membuat kue, mereka banyak mengobrol berdua, mama Dita banyak menceritakan tentang hubungan persahabatan dirinya dan juga almarhum papa Ema dan juga mama Lia.
“Dulu kami bertiga saling membelah di kantor, dan kami juga punya musuh dulu, namanya Siska, kami selalu bertengkar dengan Siska, seru seperti anak sekolahan Mempunyai geng,” cerita mama Dita sambil tertawa.
Ema hanya tersenyum mendengar cerita mama Dita, dia bahagia bisa di pertemukan dengan kedua sahabat papanya.
“Mama berharap kalian berdua tidak terlalu lama pacarannya, kalau memang sudah siap, segeralah menikah,” ucap mama Dita kepada Ema.
“Ia ma,semua tergantung dari Cello,” jawab Ema sedikit malu-malu.
Tidak lama Cello akhirnya menemui mereka di dapur, “kayaknya asik banget ni ceritanya, lagi bahas apa sih?” tanya Cello sedikit penasaran.
“Mama lagi membahas pernikahan kalian berdua, mama harap kalian cepat menikah,” ucap mama Dita.
“Ma, kak Linzy baru saja selesai menikah, jangan terlalu terburu-burulah,” jawab Cello kepada mamanya.
Ema lagi-lagi hanya tersenyum mendengar obrolan mama Dita dan juga Cello, Ema juga tidak ingin terlalu terburu-buru karena Linzy baru selesai menikah beberapa hari yang lalu.
“Mama sekedar memberi saran saja, daripada nanti Ema di ambil orang lain,” lanjut mama Dita sedikit menakut-nakuti Cello.
“Sabarlah ma, aku tau mama pasti menakuti aku kan?” tanya Cello.
Mama Dita hanya tertawa mendengar jawaban anaknya, tidak lama Cello pamit untuk pergi ke ruang tengah, dia ingin main game bersama dengan Lintang. Cello paling suka main game online, apa lagi kalau di rumah pasti dia menghabiskan waktu dengan main game online.
Sedangkan mama Dita dan Ema kembali melanjutkan pekerjaan mereka yaitu membuat kue, namun kali ini mereka membuat kue yang lain lagi, karena kue lontar mereka sudah selesai.
Dan akhirnya semua kue yang di buat mama Dita dan Ema akhirnya kelar juga, kini mereka tinggal merapikan dapur yang kotor karena mereka berdua.
“Kayaknya Enak di temani teh hangat ini,” ucap mama Dita.
__ADS_1
Dan langsung membuat teh untuk mereka berdua, sedangkan Cello tidak ingin minum apa-apa, karena dirinya sudah menunggu kopi.
“Papa bikin apa?” tanya mama Dita kepada Cello.
“Papa lagi di rumah paman David, mungkin papa merindukan adiknya,” jawab Cello.
Mereka bertiga hanya tertawa mendengar jawaban Cello, mereka bertiga akhirnya duduk di meja makan untuk menikmati teh dan juga kue buatan mama Dita dan Ema.
(Ema dan Cello)
Karena sudah sore, akhirnya Ema pamit pulang, kepada mama Dita dan juga papa Adit.
“Ma... pa, Ema pulang dulu ya, karena sudah sore,” ucap Ema kepada mama Dita dan papa Adit.
“Ia hati-hati ya nak di jalan dan terimakasih sudah mau menemani mama membuat kue,” ucap mama Dita.
“Sama-sama ma, aku juga senang kok bisa belajar buat kue dari mama,” jawab Ema.
“Sayang, bagai mana dengan usulan dari
mama tadi, apa kamu udah siap untuk menikah?” tanya Cello ke Ema.
“Kalau siap, pasti siaplah, tapi apa kita tidak terlalu terburu-buru? dan kamu sendiri tadi mengatakan tidak ingin terburu-buru waktu tanya sama mama,” tanya Ema kembali kepada Cello.
Cello hanya tersenyum kepada Ema, “ soalnya aku takut ada yang merebut kamu dari aku, seperti yang di katakan mama tadi,” jawab Cello kembali.
“Lebih baik kita pikirkan dengan baik-baik dulu sayang,” lanjut Ema.
Cello hanya menganggukkan kepalanya setuju, dan akhirnya mereka tiba juga di rumah Ema, “Kamu mau singgah dulu?” tanya Ema kembali pada Cello.
“Tidak usah sayang, kamu masuk dan istirahat ya karena seharian kamu tidak istirahat,” jawab Cello.
“Ok kamu hati-hati di jalan ya, jangan ngebut,” lanjut Ema.
Cello langsung tersenyum kepada kekasihnya, Cello sangat bahagia karena mendapatkan perhatian dari Ema, setelah Ema masuk ke dalam rumah, barulah Cello melanjutkan perjalanannya kembali ke rumah.
__ADS_1
Ema yang kini sudah selesai membersikan diri, dia berusaha menghubungi mamanya namun seperti biasa nomornya tidak bisa di hubungi.
“Ma... begitu bahagianya kah mama, sampai melupakan aku anak mama ini, aku juga ingin seperti yang lainnya, ingin memeluk mama, namun apa daya mama tidak bisa aku hubungi,” batin Ema menatap foto mamanya yang ada di dalam galeri handphonenya.
🌷🌷🌷
Ayu mama Ema, memang tidak pernah berhubungan dengan Ema, terakhir kali saat dirinya baru-baru selesai menikah dengan Bram suami keduanya sekarang.
“Aku tidak pernah menghubungi Ema, karena handphone lama aku hilang,” ucap Ayu kepada suaminya.
“Aku udah lama bilang, kamu menghampiri dirinya saja di jakarta, nanti dia kira aku yang melarangmu untuk bertemu dengannya,” jawab Bram.
Ayu hanya diam mendengar jawaban suaminya, dia ingin sekali menghampiri anaknya, namun tidak ada yang merawat ibu mertuanya yang sedang sakit.
“Aku tidak habis pikir padamu, anakmu kau tidak merindukannya,” lanjut Bram.
“Bukannya aku tidak merindukannya, namun kau tau sendiri, aku sedang merawat ibumu, emangnya aku ada waktu untuk bersenang-senang,” jawab Ayu sedikit emosi.
Bram yang mendengar jawaban istrinya, langsung Emosi, karena dirinya tidak Terima ibunya di Salakan.
“Kalau tidak ikhlas menjaga ibuku, kenapa kau tidak katakan dari dulu,” bentak Bram.
“Aku tidak bilang tidak ikhlas, tapi aku tidak ada waktu untuk bertemu anakku, coba kau cerna baik-baik,” jawab Ayu yang tidak mau kalah.
Ayu langsung bangkit dari duduknya, dan meninggalkan suaminya begitu saja, dia langsung ke kamar untuk berkemas-kemas, dia tidak suka selalu di salahkan oleh Bram.
Ayu ingin kembali ke jakarta, dia ingin menemui anaknya di sana, dia sudah sangat kangen, karena sudah terlalu lama tidak pernah bertemu dengannya.
“Kau mau ke mana? begini caranya menyelesaikan masalah?” tanya Bram dengan suara keras.
Namun Ayu tidak menjawab, karena dirinya tidak ingin berdebat dengan suaminya, dia sudah bertekad akan ke Jakarta untuk menemui Ema anaknya dan juga akan berziarah ke makam mantan suaminya.
💕💕💕
Jangan lupa di like dan komentar ya kak, terimakasih buat yang selalu memberikan dukungannya, jangan bosan-bosan ya kak🙏.
💕💕💕Bersambung 💕💕💕
__ADS_1