
Cello terus berada di samping Ema, tiba-tiba Ema terbangun, dia langsung melihat sekeliling ruangan tempat dia dirawat.
“Aku ada di mana? ucap Ema dengan suara pelan.
“Sayang..., kamu udah bangun, sekarang namun ada di rumah sakit,” jawab Cello kepada Ema.
Ema hanya diam mendengar penjelasan Cello, karena setahunya dia tadi berasa di sebuah gedung kosong.
“Terimakasih sudah menyelamatkan aku dari amukan Dwi, seandainya kamu tidak datang mungkin aku sudah mati,” ucap Ema sambil berlinang air mata.
Cello langsung memeluk kekasihnya, agar tidak menangis, “Udah sayang, sekarang kamu sudah aman dan aku juga ada di samping kamu,” ucap Cello.
“Ayo kita pulang saja, aku baik-baik saja kok,” ucap Ema kepada Cello.
“Jangan dulu sayang, kamu istirahat dulu di sini sampai betul-betul pulih baru kita pulang ke rumah,” jawab Cello.
“Tapi aku tidak apa-apa kok, aku lebih senang istirahat di rumah, dari pada istirahat di sini, aku merasa tambah sakit begini terus,” lanjut Ema.
Namun Cello tetap tidak mengijinkan dirinya untuk pulang, dia ingin Ema betul-betul pulih baru pulang ke rumah, dengan terpaksa Ema mengikuti kemauan kekasihnya itu, karena dia tidak ingin berdebat dengan Cello.
“Kenapa bisa begini mbak?” tanya Ita saat datang membawa barang-barang Ema.
“Ini semua salah aku,karena aku tidak bisa menjaga Ema dengan baik,” ucap Cello sambil menggenggam tangan Ema.
__ADS_1
“Tidak ada yang di salahkan, namanya juga musibah,” jawab Ema.
Cello dan Ita yang mendengar jawaban Ema hanya tersenyum, apa lagi Cello, dia sangat bangga mempunyai kekasih seperti Ema, tidak salah lagi Cello meninggalkan sikap buruknya demi mendapatkan Ema.
************
Kedua orang tua Dwi mendapatkan kabar kalau Dwi di tangkap, langsung bergegas ke kantor polisi untuk menjenguk anaknya.
“Itu anak suka sekali bikin masalah,” ucap papa dari Dwi.
“Mau gimana lagi pa, dia kan anak kita,” ucap mama Dwi.
Setelah berapa menit, akhirnya mereka tiba di kantor polisi. “Permisi pak, apa kami bisa bertemu dengan Dwi?” tanya papanya kepada polisi yang sedang jaga.
Mereka berdua langsung mengikuti pak polisi tersebut, menuju tempat Dwi di tahan.
“Nona Dwi, orang tua anda ingin bertemu,” ucap pak polisi tersebut.
Dwi hanya diam melihat kedua orang tuanya sudah berdiri di hadapannya, Dwi tidak berani menatap mereka terlalu lama, terutama papanya.
“Apa yang kau lakukan sehingga kau bisa berada di sini?” tanya papanya kepada Dwi.
“Maafkan aku pa, ma. ini semua kesalahan aku yang tidak mau di atur oleh mama dan papa,” ucap Dwi sedikit bersalah.
__ADS_1
Dwi menceritakan kepada kedua orang tuanya, kalau dirinya habis melakukan kekerasan, dia memukul kekasih dari Cello sampai babak belur, karena dirinya tidak ingin di putuskan Oleh Cello.
“Itu perbuatan sangat bodoh, tidak memikirkan resikonya di kemudian hari,” Jawab papanya kembali.
Dwi hanya diam mendengar ocehan sang papa, karena apa yang di katakan betul adanya, sedangkan mama Dwi hanya diam melihat anaknya yang kini berada di balik jeruji besi, menikmati dinginnya sel tahanan.
“Maafkan papa dan mama tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini semua salah kamu,” ucap mamanya kepada Dwi.
Mamanya ingin Dwi merasakan bagai mana rasanya hidup di penjara, karena selama ini Dwi paling tidak bisa di atur, dia selalu melakukan hal seenaknya, tanpa memikirkan resikonya di kemudian hari. Dwi yang mendengar ucapan mamanya sedikit kaget, karena dia sudah sangat berharap kedua orang tuanya pasti berusaha mengeluarkan dirinya dari dalam tahanan.
“Betul nak, maafkan mama dan papa, karena tidak bisa membantu kamu untuk keluar dari sini,” lanjut papanya.
“Ia tidak apa-apa, ini memang salah dari Dwi kok,” jawab Dwi.
Setelah puas mengobrol dengan Dwi, akhirnya kedua orang tuanya pamit untuk pulang, Dwi hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya kembali pulang.
“Dasar bodoh, bagai mana bisa aku meninggal tempat ini secepatnya, kalau di sini ada cowok ganteng yang tidak kalah ganteng dari Cello,” batin Dwi sambil tersenyum sinis.
Dwi tidak ada sadarnya sedikitpun, yang ada di dalam otaknya adalah laki-laki ganteng, saat dirinya pertama kali melihat Chaim, dia langsung menggoda Chaim tanpa rasa malu sedikit pun.
🌊🌊🌊🌊🌊🌊
Jangan lupa di like dan komentarnya ya kak, terimakasih.
__ADS_1
🌊🌊🌊🌊Bersambung 🌊🌊🌊🌊