
Rumah Ema sudah mulai ramai, pihak keluarga dari almarhum papanya dan juga mama Ayu sudah datang, dari pihak WO juga mulai
mendekorasi rumah dan halaman tempat acara nantinya.
“Nak... lebih baik kamu istirahat dulu, nantinya kamu sakit,” ucap mama Ayu kepada Ema.
“Ia ma... sedikit lagi, soalnya Ema juga tidak bisa istirahat karena berisik,” jawab Ema.
“Kamu Istirahat di kamar mama saja nak, biar tidak berisik,” lanjut mama Ayu.
Ema langsung mengikuti saran dari mamanya dan segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, karena dirinya memang sudah sangat lelah.
Di rumah mama Dita, semuanya sudah pada berkumpul, begitu juga dengan Chaim dan keluarga kecilnya, kehadiran Davina membuat suasana semakin ramai.
Davina menjadi rebutan, semuanya ingin menggendongnya, apa lagi Tya dan Linzy mereka berdua rebutan ingin menggendong Davina.
Kali ini Rere tidak di ijinkan menggendong anaknya sendiri, dia menggendong Davina saat memberinya ASI saja.
“Kak Rere istirahat saja, biar aku yang jaga Davina,” ucap Tya dengan semangat.
“Terimakasih dek, tapi apa kamu tidak capek, sedari tadi kamu menjaganya terus, kamu tidak istirahat,” jawab Rere.
“Aku tidak capek, aku malah senang, apa lagi Davina menggemaskan dan sangat lucu,” lanjut Tya. Dengan terpaksa Rere mengalah dan kembali turun ke lantai bawah untuk bergabung dengan yang lainnya.
💞💞
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Cello dan Ema akhirnya tiba juga. Ema yang sudah di rias oleh penata rias yang di sediakan mama Ayu.
__ADS_1
Ema begitu cantik dengan balutan gaun putih rancangannya sendiri. “Mbak cantik sekali, betapa bahagianya laki-laki yang beruntung mendapatkan mbak,” ucap si penata rias tersebut.
“Terimakasih mbak, tapi aku biasa-biasa saja, aku kelihatan cantik karena bantuan mbak,” balas Ema memuji si penata rias tersebut.
Mereka berdua asik bercengkrama, bercanda bersama, membuat Ema sedikit mengurangi Sara gugupnya.
“Anak mama cantik sekali,” ucap mama Ayu yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
“Terimakasih ma, tapi mama juga sangat cantik,” balas Ema memuji mamanya.
Mama Ayu menatap anaknya yang lagi sementara di rias, “sepertinya baru kemarin ia melahirkan Ema, tidak terasa kini sudah mau menjadi milik orang lain” batin mama Ayu sambil menatap anaknya.
“Mama kenapa?” tanya Ema saat melihat mamanya menatap dirinya.
“Oh tidak nak, mama tidak kenapa-kenapa,” jawab mama Ayu tersenyum menutupi rasa sedihnya.
Tidak lama mama Ayu kembali pamit dan meninggalkan kamar Ema, karena di bawah tamu-tamu mereka sudah pada berdatangan.
“Nanti hijab kabulnya jangan bikin mama dan papa malu ya, ucapkan dengan lantang dan jelas dalam satu tarikan nafas,” ucap mama Dita kepada Cello.
“Siap ma, tidak saja serahkan semuanya kepada Cello,” jawab Cello enteng, padahal dirinya sangat gugup.
Dan akhirnya rombongan Cello tiba juga di depan rumah Ema, Cello semakin gugup, dia begitu berat untuk melangkah, pandangannya terasa gelap.
“Santai saja, jangan terlalu gugup,” ucap papa Adit menyemangati Cello.
“Tidak bisa pa, aku sangat gugup, barusan aku merasakan gugup begini,” jawab Cello sambil berbisik kepada papanya.
__ADS_1
“Mantan playboy kok gugup,” sambung mama Dita sambil tersenyum kepada Cello.
Membuat Cello sedikit kesal, karena omongan mamanya barusan, mereka langsung menuju tempat akad nikah yang sudah di sediakan, langkah Cello semakin berat, dirinya semakin gugup, keringat mulai membasahi tubuhnya, namun dia selalu mendapatkan dukungan dari papanya dan juga mamanya.
Begitu juga dengan Ema, dirinya semakin gugup saat dia mengetahui kalau rombongan Cello sudah tiba, di dalam kamar dia terus mendapatkan dukungan dari Ita, dia tidak melepaskan genggamannya pada Ita.
“Ayo nak kita turun, Cello dan semuanya sudah menunggu kamu,” ucap mama Ayu kepada Ema.
“Aduh ma, aku sangat gugup, kakiku seperti berat untuk melangkah,” jawab Ema kepada mamanya.
“Ayo sini mama dampingi, biar kamu tidak terlalu gugup,” lanjut mama Ayu. dan langsung menggenggam tangan anaknya.
Ema di dampingi mama Ayu dan Ita, mereka menuruni tangga dengan pelan, senyum manis Ema tidak pernah hilang, membuat para tamu takjub kepadanya.
Dengan spontan Cello langsung berdiri saat melihat calon istrinya begitu cantik, Cello langsung mempersilahkan Ema duduk di sampingnya, setelah duduk, barulah dirinya ikut duduk.
“Kau begitu cantik,” bisik Cello kepada Ema.
Ema hanya tersenyum mendapatkan pujian dari calon suaminya. setelah semuanya sudah siap, kini MC mengalikan acara di ambil ahli oleh Pak Penghulu.
Akad Nikah...
💞💞
Halo... maaf ya kak, akad nikahnya aku tidak sertakan karena aku takut salah dalam penulisan, makanya aku skip saja, sekali lagi aku minta maaf.
Maaf baru muncul, karena selama ini aku ada kesibukan, jadi tidak sempat untuk up, semoga kalian semuanya tidak kecewa, dan selalu mendukung aku.
__ADS_1
jangan lupa dukungannya lewat like dan komentarnya ya kak, terimakasih🙏🙏
💞🌷💞 Bersambung 🌷💞🌷