
Waktunya pulang kerja, Ema yang kini kembali ke rumah. namun dia tidak langsung ke rumahnya, namun singgah terlebih dahulu di tempat Ita ngekost, untuk mengambil barang-barang milik Ita, karena mulai malam ini Ita akan tinggal bersama dengan Ema untuk sementara.
Ema juga sedikit merasa senang karena ada temannya di rumah, apa lagi dirinya juga mendapat ancaman tadi pagi. walaupun dirinya tidak takut namun ada bagusnya untuk lebih waspada, awalnya dirinya tidak takut dengan ancaman itu, namun karena mendengar kabar dari Cello kalau kekasihnya itu juga mendapatkan ancaman dari orang tidak di kenal, membuat Ema sedikit takut dan lebih waspada.
“bawah banyak-banyak barang kamu, agar tidak capek bolak-balik nantinya,” ucap Ema kepada Ita.
“Ia mbak, ini barang-barang aku udah kayak orang mau pindahan saja,” jawab Ita sambil tertawa.
Setelah semuanya siap, akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Ema. dalam perjalanan ke rumah Ema, Ita sedikit merasa sedikit khawatir, namun berbeda dengan Ema yang santai saja seperti tidak terjadi apa-apa.
“Aku sedikit takut ya mbak,” ucap Ita.
“Santai saja, kita kan lagi di dalam mobil, dan percaya sama aku semuanya akan aman-aman saja,” jawab Ema.
Ita hanya diam, namun dalam hatinya tetap waspada dan sedikit takut, dalam hati. Ita tetap berdoa agar semuanya aman-aman saja. tidak lama akhirnya mereka tiba di rumah, setelah memarkirkan mobil dengan baik, mereka berdua langsung turun dan segera masuk ke dalam rumah.
“Akhirnya kita tiba juga, aku tidak khawatir lagi,” ucap Ita senang.
“Kau memang dasar penakut, kalau kita takut mereka semakin senang menakut-nakuti kita, tapi ya namanya manusia biasa, aku juga ada sedikit takut, tapi cuma sedikit,” jawab Ema tertawa.
__ADS_1
“Sama aja mbak,” jawab Ita tertawa.
Malam ini mereka akan tidur di kamar Ema, karena kamar tamu belum di rapikan oleh Ema, karena sudah lama tidak pernah di rapikan, Ita tidak peduli dia mau tidur di mana, yang penting malam ini semuanya baik-baik saja.
******
Sedangkan Cello, dia sedikit gelisah memikirkan apa yang terjadi tadi siang, dia juga belum tau siapa si pengirim pesan misterius tadi pagi, namun dia tidak menceritakan siapa-siapa, karena dia yakin cepat atau lambat, pasti dia akan tahu.
kali ini dirinya tidak menelpon Ema, namun dia hanya mengirim pesan kepadanya, Cello juga tau kalau Ema di temani oleh asistennya di rumah.
“Udah di rumah belum?” tanya Cello pada kekasihnya.
Mereka berdua hanya saling membalas pesan, Cello yang membaringkan tubuhnya di atas kasur, sedangkan Ema duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
Karena belum makan malam, akhirnya Ema dan Ita turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama, kebetulan mereka tadi singgah membeli makanan.
Sedangkan Cello langsung tertidur, karena dia sudah sangat lelah dengan pekerjaannya yang begitu banyak, apa lagi dirinya tidak konsentrasi sepanjang hari.
Mama Dita yang naik ke kamarnya ingin memanggilnya Cello untuk makan malam, karena tidak seperti biasanya dirinya pulang kerja hanya diam di dalam kamar.
__ADS_1
“Ya ampun ini anak, sudah ngorok saja, tanpa makan malam dulu, mama Dita ingin membangunkan dirinya, namun mama Dita merasa kasihan melihat anaknya yang kecapean.
“Cello mana ma?” tanya Chaim saat mamanya sudah di meja makan.
“Mama tidak tega membangunkan dirinya, soalnya tidurnya sangat nyenyak,” jawab mama Dita.
“Biarkan dia istirahat saja, nanti kalau dia lapar pasti turun sendiri mencari makanan,” jawab pala Adit.
Mereka bertiga langsung menikmati makan malam, tanpa Cello karena dia sudah tertidur duluan karena kecapean.
Ema dan Ita akhirnya selesai makan malam juga, Ita langsung membersihkan piring-piring yang kotor, sedangkan Ema merapikan meja makan dan menyapu lantai.
Setelah semuanya bersih dan rapih, mereka berdua langsung ke kamar untuk beristirahat, karena sudah larut malam juga, besok mereka akan kembali beraktivitas seperti biasa.
💕💕💕💕
Hai kak, jangan lupa dukungannya lewat like dan juga komentarnya ya, terimakasih 🙏🙏
💕💕💕💕Bersambung💕💕💕💕
__ADS_1