
Setelah menerima telepon dari suaminya, mama Ayu tidak langsung masuk ke dalam kamar kembali, namun dirinya duduk di sofa yang ada di ruangan keluarga, dia memikirkan apa yang diucapkan suaminya barusan.
Ema lama menunggu mamanya kembali ke kamar, namun beberapa menit mama Ayu tidak kembali masuk, “Mama kok malah duduk di situ? ayo masuk istirahat katanya besok mau ke makam papa,” ucap Ema yang tiba-tiba muncul di pintu kamar.
“Eh... ia nak, ayo kita masuk,” ucap Mama Ayu sedikit gugup dan langsung bangkit dari duduknya untuk kembali masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, apa lagi sudah larut malam.
💗💗
“Cello ayo bangun nak, ini sudah jam berapa, emangnya kamu tidak mau ke kantor?” ucap mama Dita membangunkan Cello.
“Aduh ma, ini masih subuh mama udah ribut,” jawab Cello bangun mengacak-acak rambutnya.
“Subuh mana? ini udah jam enam pagi nak, ayo sana mandi,” pinta mama Dita.
Dengan terpaksa Cello langsung masuk menuju kamar mandi untuk membersikan diri, sedangkan mama Dita langsung turun ke lantai bawah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.
Tidak lama papa Adit datang dan bergabung di meja makan, “ Cello udah bangun sayang?” tanya papa Adit kepada istrinya.
“Sedikit lagi dia turun pa,” jawab mama Dita.
Baru saja mama Dita menjawab pertanyaan suaminya, Cello sudah turun dari tangga, karena dia tidak ingin kedua orang tuanya lama menunggu dirinya di meja makan.
Setelah Cello bergabung, mereka bertiga langsung menyantap sarapan mereka, tidak ada obrolan dari mereka bertiga, mereka hanya fokus dengan makanan yang ada di hadapan mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, papa Adit dan Cello langsung pamit untuk ke kantor, mama Dita mengantar mereka sampai di depan pintu depan, itu rutinitas mama Dita tiap hari.
Setelah suami dan anaknya berangkat kerja, mama Dita kembali masuk ke dalam rumah dan membereskan meja makan yang masih kotor bekas sarapan mereka.
Tidak lama Dea datang, karena hari ini mereka berdua akan menemani Mama mertua mereka untuk ke dokter untuk kontrol, mama Dita dan bunda Dea, betul menjadi menantu yang sangat berbakti kepada mertua mereka.
Tiap bulan mama Metha harus kontrol. dan beliau selalu di temani Dita bersama Dea, sedangkan Adit dan Davin hanya sekali-sekali menemani mamanya, di karenakan sibuk dengan pekerjaan mereka.
“Mbak..., sudah siap?” tanya Bunda Dea.
“Maaf dek, aku belum siap-siap, tunggu ya aku siap-siap dulu,” jawab mama Dita sedikit terburu-buru.
“Ok mbak. aku tunggu tunggu di sini ya,” lanjut bunda Dea dan langsung duduk di ruang keluarga.
Sedangkan mama Dita segara masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap terlebih dahulu, mereka berdua memang sangat kompak.
Begitu juga dengan Ema dan mamanya, setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung bersiap-siap untuk berziarah ke makan papa Arman. Ema sudah memberikan tugas kepada Ita, karena dirinya tidak masuk hari ini.
“Ayo ma, kita jalan, ” ucap Ema kepada mamanya.
“Baik sayang, ayo kita jalan.” jawab mama Ayu.
Mereka berdua langsung menuju mobil dan langsung segera menuju makam papa Arman, Ema sangat bahagia karena hari ini dia berkunjung ke makam papanya bersama dengan sang mama.
__ADS_1
“Bagai mana dengan pekerjaan kamu nak, apa tidak terganggu?” tanya mama Ayu kepada Ema.
“Tidak kok ma, ada Ita di butik, dia bisa meng-handle semuanya,” jawab Ema tersenyum.
Dalam perjalanan ke makan, banyak hal yang mereka bahas berdua, sampai juga mama Ayu menceritakan semua kepada anaknya, tentang permasalahan yang dia hadapi bersama dengan om Bram, Ema hanya setia mendengar cerita mamanya.
Dia tidak menyangka kalau mamanya akan di gugat cerai dengan om Bram, “mama tidak usah sedih, kan masih ada Ema,” ucap Ema menghibur mamanya.
“Terimakasih sayang, ini memang karma untuk mama, karena memilih menikah dan meningkatkan kamu di sini sendirian,” jawab mama Ayu.
Perjalanan jauh tidak terasa karena mereka lalui karena mereka asik mengobrol, kadang juga bercanda bersama. “Akhirnya kita sampai juga,” ucap Ema setelah memarkirkan mobilnya.
Dengan cepat mama Ayu dan Ema segera turun dari mobil, dan langsung menuju tempat papa Arman di makamkan. mata mama Ayu sudah mulai berkaca-kaca saat dirinya menuju makan mantan suaminya, tidak lama mereka berdua tiba juga.
“Apa kabarmu di sana? pasti kau sangat bahagia, ia kan?” ucap mama Ayu sambil mengusap baru nisan papa Arman.
Air mata mama Ayu tidak bisa ia bendung lagi, “Aku minta maaf kepadamu, aku tidak bisa menjadi ibu yang baik buat Ema, aku tau pasti kau di sana sangat kecewa kepadaku, tapi aku janji mulai saat ini aku akan selalu ada di samping putri kita,” ucap mama Ayu sambil menangis.
Ema juga ikut menangis, dia membayangkan kebahagiaan saat papa Arman masih berada bersama mereka.
💞💞
Selamat tahun baru 2022 buat semua pembaca setia aku, terimakasih setahun ini selalu memberikan aku dukungannya, walaupun cerita aku ini sangat garing, namun kakak-kakak semua tetap setia mendukung aku, terimakasih banyak 🙏.
__ADS_1
Tetap dukung aku ya 😘😍
💞💞💞Bersambung 💞💞💞