Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 33


__ADS_3

“Cello..., astaga ini anak, kalau tidak di bangunin kalau pagi pasti tidak akan bangun, makanya cepat tidur kalau malam, jangan semua perempuan di luar sana di hubungin,” omel mama Dita sambil membuka kain gorden kamar Cello.


“Ada apa sih ma, orang enak-enak tidur di bangunin,” ucap Cello duduk ditempat tidur.


“Ini udah jam berapa? kau masih mau di kasur saja? tidak kerja?” jawab mama Dita kepada Cello.


Cello langsung menuju kamar mandi, sedangkan mama Dita langsung keluar meninggalkan kamar Cello dan langsung menuju ke lantai bawah.


“Cello mana ma?” tanya papa Adit.


“Dia baru mandi, ayo sarapan duluan, kelamaan kalau menunggu dia,” jawab mama Dita


Tidak lama akhirnya Cello ikut bergabung dengan mereka, mama Dita langsung mengambilkan makanan untuk Cello, mereka menikmati sarapan tanpa bersuara, mereka hanya fokus dengan makanan mereka masing-masing.


Setelah sarapan, papa Adit, Chaim dan Cello pamit untuk ke kantor, mama Dita mengantar mereka sampai di depan pintu depan, setelah mereka pergi, barulah mama Dita kembali masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan aktifitasnya.


“Nanti kamu memimpin meeting ya, soalnya papa ingin keluar sebentar,” ucap papa Adit kepada Cello


“Kok aku sih pa, kan ada kakak Tya,” jawab Cello.


“Kakak Tya tidak masuk kerja, dan dia juga mulai sekarang dia kantor cabang karena ayah Davin yang memintanya,” jawab papa Adit kepada Cello.


Cello terpaksa mengalah, dan ini juga kesempatan padanya untuk belajar memimpin perusahaan, jika suatu saat nanti papa Adit pensiun, dan sebenarnya papa Adit sudah ingin sekali pensiun dan menghabiskan waktu dengan istrinya di rumah, seperti yang di lakukan papa Lukman dulu. saat Adit sudah bisa memimpin perusahaan, papa Lukman langsung pensiun dini. namun papa Adit belum bisa melepas Cello begitu saja, karena Cello masih banyak main-mainnya.


“Papa berharap, mulai sekarang kamu lebih serius pada perusahaan, papa sudah tua, kakak Chaim tidak mungkin terjun ke perusahaan, karena dia sudah memiliki pekerjaan lain,” ucap papa Adit.


Mendengar ucapan papanya Cello hanya diam, dia juga sudah mulai berpikiran untuk fokus dengan pekerjaannya, karena dia ingin membuktikan kepada Ema, kalau dirinya sudah berubah, tidak seperti dulu lagi.


“Ia pa, Cello juga berpikiran begitu, sekarang ini bukan lagi waktunya untuk main-main,” jawab Cello.

__ADS_1


Mendengar jawaban Cello papa Adit hanya tersenyum dan memukul bahu anaknya, dan akhirnya mereka berdua tiba juga di kantor, setelah menurunkan papa Adit, Cello langsung menuju parkiran untuk memarkirkan mobilnya.


*****


Ema yang sedikit telat bangun, langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, untung saja dia bukan pegawai kantoran, bisa-bisa dia dapat pecat karena telat. setelah rapih Ema langsung menuju butiknya, kali ini Ema tidak sarapan di rumah, karena dirinya ingin sarapan pakai roti, kebetulan roti di rumahnya sudah habis.


Dalam perjalanan menuju butik, Ema menyempatkan diri singgah di sebuah toko roti.


“Kekasihnya Cello ya?” tanya seorang wanita dari sampingnya.


Ema yang sedikit heran dengan wanita tersebut, karena dia tidak pernah bertemu sebelumnya, Ema hanya tersenyum kepadanya, “aku hanya temannya saja kok, aku bukan kekasihnya,” jawab Ema dengan ramah.


“Oh baguslah, semoga kamu tidak menjadi korbannya juga seperti aku,” ucapnya kembali.


Ema tidak menjawab apapun, dia hanya bisa tersenyum walaupun hatinya sedikit sakit mendengarnya, karena Ema juga sudah mulai menyukai Cello.


“Aku duluan ya, salam buat Cello,” ucap wanita itu dan langsung meninggalkan toko roti tersebut.


Ema sedikit kesal kepada Cello, yang katanya tidak memiliki kekasih namun ada saja yang menitip salam padanya, dalam perjalanan menuju butik, Ema mengomel sendiri, mengumpat dalam hati, walaupun dirinya belum resmi menjadi kekasih Cello, namun mendengar wanita lain menitip salam, rasa cemburu Ema muncul, seolah-olah Cello hanya miliknya sendiri.


Sesampainya di butik, Ema langsung menuju ruangannya tanpa menyapa parah karyawannya, tidak seperti biasanya dia selalu menyapa karyawannya.


“Ada apa dengan mbak Ema, kok tidak seperti biasanya?” tanya salah satu karyawan yang ada di butiknya.


“Mungkin ada masalahnya, atau kau sendirilah kalau kita perempuan selalu mendapatkan tamu setiap bulan,” jawab Ita asisten Ema.


Tidak ada lagi obrolan di antara mereka berdua, Ita langsung duduk di meja Kasir sedangkan rekannya langsung melanjutkan pekerjaan kembali.


Rencananya Ema akan menyampaikan salam wanita tersebut saat bertemu dengan Cello nantinya, dia juga ingin tau bagai mana reaksi Cello, mendapatkan salam dari wanita lain.

__ADS_1


********


Cello yang selesai meeting dengan para staf, langsung kembali ke dalam ruangannya, dia mengambil handphonenya dan mengirim pesan kepada Ema.


“Selamat pagi..., udah di butik belu? nanti siang aku jemput ya, biar kita makan siang bersama,” isi pesan Cello kepada Ema.


Tanpa menunggu lama, Ema membalas pesan Cello, namun singkat padat dan jelas, hanya di balas dengan satu kata yaitu, “ok” Cello hanya tersenyum membaca balasan Ema, Cello hanya berpikir mungkin Ema terlalu sibuk, makanya balasan pesannya hanya singkat.


Cello bersemangat melanjutkan pekerjaan, agar selesai tepat waktu, agar dirinya bisa berlama-lama dengan Ema nantinya, apa lagi hari ini Tya tidak masuk, Cello sedikit merasa bebas karena tidak ada yang selalu bertanya saat dirinya ingi meninggalkan kantor.


Tok... tok... tok.


“Permisi pak, maaf mengganggu,” ucap Mada kepada Cello.


“Ia ada apa Mada?” tanya Cello.


“Maaf Pak, barusan saya mendapatkan telepon dari pak Adit, dan di suruh menyerah berkas ini ke bapak,” ucap Mada sambil meletakkan beberapa map yang ada di tangannya.


“Terimakasih ya Mada,” jawab Cello dan langsung menarik nafas panjangnya, karena bertambah lagi pekerjaannya.


Mada langsung pamit dan meninggalkan ruangan Cello, sedangkan Cello hanya diam menatap dokumen yang baru datang di bawa oleh Mada, tidak lama pesan papa Adit masuk.


“Cello..., tolong kerjakan isi map yang di berikan Mada padamu, nanti sore papa memeriksanya,” isi pesan papa Adit kepada Cello.


Terpaksa waktu bersama Ema tidaklah lama, kerja pekerjaan yang sudah menunggunya, tanpa menunggu lama, cello langsung mengerjakan pekerjaannya, apa lagi pekerjaan yang di berikan papanya kepada-Nya.


Asik dengan pekerjaannya yang menumpuk, sampai tidak terasa kalau jam makan siang sudah tiba, Cello langsung merapikan meja kerjanya, dan langsung meninggalkan ruangannya dan langsung menuju lift, setelah tiba di lobby, dan langsung mengambil mobilnya di parkiran khusus dan langsung meninggalkan kantor. tanpa sadar ada yang mengikuti dirinya dari belakang.


🌠🌠🌠🌠

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan juga lovenya ya kakak, terimakasih🙏🙏


💕💕💕💕Bersambung 💕💕💕💕


__ADS_2