
Anggi yang meminta ijin kepada maminya, untuk keluar jalan-jalan, karena dia sedikit merasa suntuk di rumah. setelah mendapatkan ijin dari maminya, Anggi langsung meninggalkan rumah, dan menuju sebuah cafe yang biasa dia datangi dengan Cello dahulu.
Setibanya di cafe, dirinya langsung mencari tempat yang kosong, namun dirinya sangat bahagia saat melihat seseorang yang selama ini dia rindukan, dengan spontan Anggi langsung lari memeluknya.
“Sayang..., aku sangat kangen sama kamu,” ucap Anggi memeluk Cello dari belakang.
Cello langsung kaget karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, Ema yang melihat itu langsung cemburu, apa lagi ia mendengar wanita itu memanggil Cello dengan sebutan sayang.
Ema langsung meninggalkan Cello dengan wanita itu, Ema langsung berlari meninggalkan cafe, sedangkan Cello ingin mengejar Ema, namun di tahan oleh Anggi.
“Sayang, biarkan saja dia pergi, apa kamu tidak kangen sama aku,” ucap Anggi terus memeluk Cello.
“Apa-apa sih kamu, lepaskan, aku tidak ada hubungan dengan kamu,” ucap Cello membentak Anggi, dan langsung mengejar Ema namun ia sudah tidak menemukannya.
Cello langsung menghubungi Ema namun nomornya juga sudah tidak aktif, Cello sangat frustasi antara kembali ke kantor atau mencari Ema, apa lagi Mada sudah menghubunginya terus, karena ada meeting stengah jam lagi.
__ADS_1
Dengan terpaksa Cello kembali ke kantornya, walaupun pikirannya sangat kacau, namun tanggung jawabnya tidak bisa ia abaikan, dalam perjalanan menuju kantor, Cello terus menghubungi Ema namun nomornya tetap tidak aktif.
Sedangkan Ema menuju ke salah satu tempat yang sering ia datangi kalau pikirannya lagi galau, yaitu makam papa Arman. sesampainya di makam, Ema langsung memeluk batu nisan papanya, air mata Ema tidak bisa ia bendung lagi.
“Papa..., dia pembohong, katanya dia tidak punya kekasih lain selain aku, tapi apa di cafe tadi ada yang datang memeluknya dan memanggil dirinya dengan sebutan sayang, aku tidak percaya lagi padanya, dia sudah membohongiku, aku tidak ingin ketemu juga dengannya,” ucap Ema sambil menangis di pusaran papanya.
Ema rasanya tidak ingin meninggalkan makam papa Arman, dirinya sangat nyaman beradaptasi di sana, sampai dirinya tertidur di sana, mungkin karena capek menangis.
Cello yang sedikit kurang konsentrasi memimpin meeting, karena pikirannya hanya untuk Ema, apa lagi nomor Ema belum bisa di hubungi, kali ini meeting tidak menyita waktu terlalu banyak, Cello langsung menutup meeting yang berjalan hanya tiga puluh menit. tidak seperti biasanya kalau mereka meeting selalu lewat dari satu jam.
“Mada, kalau pak Adit mencari aku, bilang kalau aku keluar sebentar ya, soalnya ada urusan yang harus aku selesaikan,” ucap Cello kepada sekertarisnya.
“Baik pak, Hati-hati di jalan semoga urusannya cepat selesai,” jawab Mada kepada Cello.
Cello langsung menuju lift, untuk ke lantai paling bawa di mana tempat mobilnya ia parkir. sepanjang perjalanan Cello terus menghubungi Ema namun nomor Ema masih juga belum aktif.
__ADS_1
“Sayang, kamu ke mana sih, jangan gini dong, dengarkan penjelasan aku dulu,” ucap Cello mengobrol sendirian di dalam mobil.
Setibanya di butik, Cello langsung masuk ke dalam dan mencari Ema, namun karyawan Ema tidak ada yang tahu, soalnya dari tadi Ita menghubungi Ema namun tidak bisa.
“Aku juga dari tadi menghubunginya, namun nomor kontaknya tidak aktif,” ucap Ita kepada Cello.
Mendengar jawaban dari Ita, Cello sedikit lemas, karena dirinya tidak bisa menghubungi Ema, dengan terpaksa Cello meninggalkan butik, kali ini dirinya langsung menuju rumah Ema, tidak beberapa menit, Cello akhirnya tiba di rumah Ema, namun tidak seperti yang dia harapkan, lagi-lagi Ema belum pulang, beberapa saat Cello menunggunya namu tidak ada tanda-tanda Ema ada di dalam rumah.
Dengan terpaksa Cello. kembali meninggalkan rumah Ema, walaupun dirinya sedikit kacau, namun ia memilih pulang, dia akan menenangkan pikirannya yang sedikit kacau.
Ema yang tertidur di makam papanya, kaget saat di gigit nyamuk, dia melihat di sekitar hanya di penuhi makam, hanya dirinya sendiri di situ, Ema melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah sore, dia langsung pamit kepada papanya dan segera pulang ke rumah.
🌷🌷🌷
Hai... maaf kemarin tidak sempat up karena nada kesibukan yang lain, ayo kak tetap dukung aku, lewat like dan komentar ya, terimakasih🙏🙏.
__ADS_1
🌷🌷🌷Bersambung 🌷🌷🌷