
Malam harinya, Cello menceritakan kepada mama Dita kalau dirinya bertemu dengan mamanya Ema tadi siang.
“Ma..., tadi aku makan siang bersama mamanya Ema, beliau datang dari surabaya,” cerita Cello.
“Benarkah? kapan beliau datang?” tanya mama Dita.
“Tadi pagi ma, orangnya sangat baik,” lanjut Cello.
Mereka berdua asik mengobrol, tiba-tiba tya masuk rumah dan ikut bergabung dengan mereka, “kayaknya lagi asik nih, lagi bahas apa sih?” tanya Tya kepo.
Cello langsung memutar bola matanya, mendengar pertanyaan Tya yang terkenal sebagai tukang kepo, tidak jauh dari mama Dita, yang mendapat panggilan jurkep oleh paman Rio.
“Ma..., lagi bahas apa sih?” tanya Tya pada mama Dita.
“Nggak sayang, Cello cuma bilang kalau calon mertuanya ada di jakarta,” jawab mama Dita.
“Bagus dong ma, biar mereka berdua segera menuju halal,” ucap Tya semangat.
Mama Dita hanya tersenyum mendengar ucapan Tya, tapi ada betulnya juga yang di katakan Tya, sedangkan Cello hanya diam mendengar ucapan Tya.
“Lain waktu kalau mamanya Ema belum pulang, kita sempatkan waktu makan malam bersama kalau beliau tidak keberatan,” lanjut mama Dita.
“Pasti maulah ma, nanti aku bicara dengan Ema dulu,” ucap Cello kembali.
__ADS_1
Mama Dita langsung setuju dengan usulan Cello, mama Dita juga sudah lama tidak pernah bertemu dengan istri sahabatnya itu.
Sedangkan Ema memilih tidur bersama dengan mama Ayu, suasana yang sangat di rindukan mereka berdua.
“Ma..., aku tidur dengan mama ya, udah lama tidak tidur bareng,” ucap Ema sedikit manja kepada mamanya.
“Dengan senang hati sayang, mama juga sudah lama merindukan hal ini,” jawab mama Ayu dengan bahagia.
Mereka berdua berbaring sambil mengobrol, banyak hal yang mereka bahas berdua.
“Sayang besok kamu sibuk nggak?” tanya mama Ayu tiba-tiba.
“Emangnya kenapa ma?” tanya Ema kembali.
“Mama ingin kamu temani mama ke makam papa,” jawab mama Ayu.
“Baik ma, besok kita pergi berdua, butik ada Ita yang melihatnya,” jawab Ema semangat.
“Ok, ayo kita tidur, agar besok tidak telat bangunnya,” lanjut mama Ayu.
Mereka berdua akhirnya memilih untuk beristirahat, namun tiba-tiba handphone mama Ayu berdering, dan ternyata om Bram yang menghubungi dirinya. mama Ayu sedikit malas untuk menjawab panggilan telepon dari suaminya itu, namun Ema yang menyuruhnya untuk menjawabnya.
“Mama jawab saja, tidak apa-apa kok, mungkin ada yang om Bram ingin sampaikan,” ucap Ema.
__ADS_1
Dengan terpaksa mama Ayu menjawab telepon dari om Bram. “ ok mama angkat dulu ya,” ucap mama Ayu dan segera keluar dari kamar.
“Halo..., ada apa mas?” tanya mama Ayu saat panggilan teleponnya sudah tersambung dengan om Bram.
“Kapan kamu pulang, kamu enak-enak di sana, baru tanggung jawab kamu di sini bagai mana? ” tanya om Bram.
Mama Ayu menarik nafas panjangnya, karena baru semalam di jakarta, suaminya sudah menuntut tanggung jawabnya.
“Aku baru tiba mas, aku ingin menghabiskan waktuku juga dengan anakku, jadian dia selama ini tidak mendapat kasih sayang dan perhatian dariku,” jawab mama Ayu.
“Baiklah, kalau itu maumu, lebih baik kita bercerai saja, karena kamu lebih mementingkan anak kamu daripada mengurus suamimu,” lanjut om Bram sedikit emosi.
Mama Ayu tidak tau mau bilang apa lagi, dia juga bingung dengan sikap suaminya sekarang, dia tau tanggung jawab seorang istri, tapi bagai mana dengan tanggung jawab untuk anaknya, selama ini mama Ayu hanya fokus mengurus mertuanya yang sedang sakit stroke.
“Aku juga tidak mengerti denganmu mas, seolah-olah mas melarang aku mengunjungi anakku, tapi kalau memang mas ingin berpisah dengan aku, itu lebih baik, agar aku bisa lebih dekat dengan Ema, dan menebus kesalahanku selama ini,” jawab mama Ayu dengan tegas.
Pertengkaran antara mama Ayu dan om Bram tidak terhindarkan, Ema yang tidak sengaja mendengar pertengkaran mamanya dan om Bram. membuat Ema sedikit sedih, karena om Bram tidak. mengijinkan mamanya untuk bertemu dengannya.
Apa lagi mamanya lebih memilih bercerai dari om Bram dari pada berpisah yang ke dua kalinya dengan Ema, mama Ayu ingin menebus kesalahannya kepada anaknya, yang sudah ia tinggalkan selama.
Ema kembali masuk ke dalam kamar dengan pelan, dia tidak ingin mamanya tau kalau dirinya sempat menguping.
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1
Hai kak, jangan lupa dukungannya, lewat like dan komentarnya ya, terimakasih🙏🙏
❇️❇️❇️❇️bersambung ❇️❇️❇️❇️