
Pagi-pagi Ema sudah berangkat ke butiknya, karena dia sudah janji dengan salah satu customernya, kebetulan sang customer datangnya dari luar kota, jadi Ema tidak ingin mengecewakan mereka.
“Pagi semuanya?” sapa Ema kepada karyawannya.
“Pagi juga mbak,” jawab karyawannya.
Ema langsung pamit untuk masuk ke dalam ruangannya, tidak lama Ita langsung menyusul masuk.
“Mbak..., customer kita mau ke sini atau janjian di luar?” tanya Ita kepada Ema.
“Mereka datang ke sini kok, aku sudah kirim alamat butik ke mereka,” jawab Ita.
Ita hanya mengangguk dan langsung pamit untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai, namun dirinya di kagetkan dengan sosok yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
“Mama...?” tanya Ita kepada mama Ayu yang lagi berdiri di depan pintu masuk.
Mama Ayu hanya tersenyum kepada Ita, “Apa kabar nak? sudah lama kita tidak bertemu,” sapa mama Ayu kepada Ita.
Sedangkan karyawan lainnya ada yang kenal, ada juga yang tidak.
“Ema di mana nak?” tanya mama Ayu kembali kepada Ita.
“Ema ada di dalam ruangannya ma, apa kau mau antar?” tanya Ita kembali.
“Tidak usah sayang, biar mama sendiri yang menghampirinya,” jawab mama Ayu dan langsung menuju ruangan Ema.
Beberapa menit mama Ayu berdiri di depan pintu ruangan Ema, barulah ia mengetuk pintu, setelah mendapatkan ijin untuk masuk, mama Ayu membuka pintu dengan pelan.
“Selamat pagi sayang,” sapa Mama Ayu kepada Ema.
__ADS_1
Ema langsung kaget saat melihat mamanya berdiri di depan pintu ruangannya.
“Mama...?” tanya Ema kaget.
Ema langsung berdiri dan berlari memeluk mamanya, karena sudah lama mereka tidak bertemu.
“Maafkan mama sayang, maafkan mama,” ucap mama Ayu sambil memeluk Ema.
Mereka berdua saling berpelukan, air mata mereka tidak bisa di bendung lagi, mama Ayu berulang kali mengucapkan kata maaf kepada Ema.
“Mama kenapa minta maaf terus?” tanya Ema menatap muka mamanya.
“Karena mama sudah menelantarkan kamu nak, mama tidak bertanggung jawab kepada kamu sayang,” jawab mama Ayu sambil menangis.
“Tidak ma... mama tidak menelantarkan aku kok, mama jangan nangis lagi ya,” ucap Ema sambil mengusap air mata mama Ayu.
“Mama dengan siapa datang? kenapa tidak kabari Ema kalau mau datang?” tanya Ema kembali.
“Biar jadi kejutan nak,” ucap Mama Ayu sedikit berbohong. karena dia tidak ingin masalah rumah tangganya dengan Bram di ketahui oleh Ema.
“Ayo Ema antar ke rumah, agar mama bisa istirahat,” ajak Ema kepada mamanya.
“Tidak usah nak, nanti saja kita pulang sama-sama, lanjutkan saja kerjaan kamu duluan,” tolak mama Ayu.
Tidak lama Ita datang menghampiri Ema, karena customernya sudah datang.
“Mbak, maaf mengganggu, tapi di luar ada yang ingin bertemu dengan mbak,” ucap Ita.
Ema langsung pamit kepada sang mama, karena dia ingin menemui customernya dulu, mama Ayu langsung setuju, dan menunggu di dalam ruangan Ema.
__ADS_1
Setelah pamit kepada mamanya, Ema langsung meninggalkan ruangannya untuk bertemu dengan customernya. tidak lama handphone mama Ayu berdering ternyata yang menelpon adalah suaminya. mama Ayu sedikit malas untuk menjawabnya namun handphonenya tidak berhenti berdering, dengan terpaksa mama Ayu menjawabnya.
“Halo... ada apa?” tanya mama Ayu.
“Kau di mana? aku harap kau pulang secepatnya, atau aku talak kamu?” ancam Bram kepada mama Ayu.
Mama Ayu tidak takut dengan ancaman Bram, karena selama ini dia sudah dibutakan dengan kata-kata manis dari Bram, awalnya dia sangat perhatian kepada Ema, membuat mama Ayu sangat bahagia dan menerima lamaran Bram, namun setelah sebulan menikah semuanya berubah, mama Ayu hanya di fokuskan merawat mertuanya yang sedang sakit stroke. sampai lupa dengan tanggung jawabnya kepada Ema, di tambah lagi handphone mama Ayu tiba-tiba hilang, dan dia tidak menghafal nomor kontak Ema.
Ema yang kembali ingin ke ruangannya, karena dia melupakan sesuatu, tanpa sengaja mendengar pertengkaran mamanya dengan Om Bram lewat telepon. Ema sedikit kaget karena ternyata sang mama lagi bertengkar dengan om Bram.
“Hemmm...,”
Mama Ayu langsung kaget melihat Ema sudah berdiri di depan pintu ruangannya, sedangkan mama Ayu langsung. kaget melihat Ema sudah ada di depan pintu.
“Maaf ma, aku lupa sesuatu,” ucap Ema yang seolah-olah tidak mendengar obrolan mamanya dan om Bram.
Mama Ayu hanya sedikit salah tingkah, namun ia berusaha menutupi rasa kagetnya, setelah Ema mengambil barang yang tertinggal, dan langsung pamit dan kembali meninggalkan ruangannya.
Sedangkan mama Ayu melanjutkan obrolannya dengan Bram, karena Bram sudah mengancamnya, kalau dirinya tidak pulang, maka Bram akan menjatuhkan talak pada mama Ayu.
Namun ancaman Bram, tidak membuat mama Ayu sedikit takut, karena dirinya sekarang sudah bahagia bisa bertemu dengan Anaknya, dan mama Ayu juga akan menebus kesalahannya karena sudah meninggalkan Ema sendirian.
🌷💕🌷💕
Hai.... selamat Natal untuk semua pembaca yang merayakannya 🙏.
Mohon maaf, lama baru up, karena ada sedikit kesibukan, ayo tetap dukung ya kak, jangan lupa di like dan komentar ya, terimakasih 🙏
💕🌷💕Bersambung 🌷💕🌷
__ADS_1