
Mama Ayu langsung ke depan, karena mendengar anaknya ribut.
“Ada apa nak?” tanya mama Ayu.
“Aku ingin kita segera bercerai,” jawab Bram kepada mama Ayu.
Mama Ayu hanya tersenyum sinis mendengar ucapan suaminya, “tidak usah takut, berkasnya mana biar saya tanda tangani,” ucap mama Ayu.
“Bram... Bram. Tampa kau mintapun aku juga sudah siap ingin bercerai denganmu, karena aku sudah muak dengan sikapmu,” lanjut mama Ayu.
Bram hanya diam mendengar ucapan istrinya, dia tidak menyangka kalau Ayu akan mengiakan permintaannya.
“Aku ingin kita cepat bercerai, agar kau bebas bersama wanitamu itu, dan aku harap kau segera meninggalkan rumah ini, karena sedikit lagi calon menantu ku dan keluarganya akan datang,” ucap mama Ayu kembali.
Bram langsung berdiri dan meninggalkan mereka, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun, sedangkan Ema hanya menatap dengan emosi laki-laki yang ada di depannya itu.
“Aku harap om besok kembali membawa surat cerai untuk mamaku, kalau belum ada surat cerai jangan pernah datang,” ucap Ema dengan nada menekan.
“Semau permintaan mu akan ku kabulkan,” jawab Bram dan langsung meninggalkan rumah Ema.
Setelah Bram pergi, Ema dan mamanya kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda, karena tidak lama lagi Cello dan keluarganya akan datang.
Karena asih mengobrol, sampai tidak tersakiti akhirnya masakan mereka selesai, semuanya sudah tertata rapi di atas meja, mama Ayu langsung menyuruh Ema untuk bersiap-siap, agar saat tamunya datang Ema sudah rapih dan cantik.
Sedangkan keluarga Cello sudah pada kumpul semua di rumah Orang tua Cello, mereka sudah bersiap-siap untuk menuju rumah Ema.
“Ayo kita jalan, nanti kita telat, belajarlah tepat waktu,” ucap opa Lukman dan di ia kan opa Romi.
“Ia Opa kita sudah siap ini, ayo kita jalan,” jawab Tya semangat.
Setelah semua sudah siap, akhirnya mereka berangkat menuju rumah Ema, Cello yang menyetir mobil untuk mama dan papanya.
“Apa kamu sudah mulai mempersiapkan keperluan pernikahan kalian?” tanya mama Dita.
__ADS_1
“Belum ma, mungkin besok baru kami pesan cincin kawan, aku tadi tanya kak Chaim, katanya ada cincin keluaran baru di tokonya,” jawab Cello.
“Baguslah, kalian berdua urus cincin dan baju saja, yang lainnya nanti mama dan bunda Dea yang mengurusnya,” lanjut mama Dita.
Cello langsung setuju dengan ucapan mama Dita, karena dirinya juga masi di sibuk di kantor, apa lagi pernikahan mereka akan di laksanakan minggu depan, sesuai dengan keputusan orang tua mereka.
“Kalian juga harus libatkan mama Ema, jangan hanya kalian yang mengurusnya, apa lagi Ema anak tunggal, dan pasti mamanya juga ingin terlihat langsung dengan pernikahan anaknya,” ucap papa Adit kepada istrinya dan juga anaknya.
“Ia pa, pasti dia akan di libatkan juga kok,” jawab mama Dita kepada suaminya.
Tidak terasa akhirnya tiba juga di rumah Ema. mereka langsung di sambut oleh mama Ayu, dan mereka langsung di persilahkan masuk ke dalam rumah.
Kini semuanya sudah masuk ke dalam rumah, Ita akhirnya muncul mengantarkan minuman untuk mereka, Ita juga baru tiba karena dirinya telat bangun, mungkin karena hari minggu dia tidak bekerja, makanya bermalas-malasan di rumah.
“Ayo silakan di minum,” ucap Ita kepada mereka.
“Terimakasih nak,” jawab mama Dita.
Ita hanya tersenyum dan pamit ke dapur, tidak lama Ema ikut bergabung dengan mereka, canda tawa terdengar di ruang tamu dan juga ruang keluarga, ita yang baru pertama bertemu dengan keluarga Cello sangat bahagia, karena semua keluarganya sangat baik.
Masalah di KUA, itu urusan papa Adit, sedangkan undangan dan tempat semua di serahkan kepada mama Dita dan mama Ayu, di bantu bunda Dea dan ibu Mia.
Kalau cincin dan gaun itu urusan Cello dan Ema, semua sudah setuju dengan tugas masing-masing, namun kali ini pernikahan mereka di selenggarakan di rumah Ema, itu adalah permintaan Ema dan Cello sendiri.
***
Erni kini lagi menikmati pemandangan dari kamar apartemennya, tiba-tiba Bram masuk ke dalam dan langsung memeluk dirinya.
“Lagi ngapain sayang,” tanya Bram kepada Erni.
“Aku hanya memikirkan hubungan kita, aku tidak ingin terus-terus begini,” jawab Erni.
Bram langsung tersenyum dan mengecup b***r Erni, agar wanitanya itu tidak murung lagi, “Tenang sayang, kami akan segera bercerai,” jawab Bra sambil memainkan matanya.
__ADS_1
Erni langsung tersenyum, dia selalu mendesak Bram agar segera menikah, karena dia tidak ingin Bram di ambil wanita lain, karena Bram bagaikan ATM berjalan baginya.
“Baguslah sayang, aku bahagia mendengarnya,”jawab Erni yang berpura-pura bahagia. padahal dia hanya menginginkan harta Bram saja.
Bram langsung duduk di samping Erni, dan langsung memeluk pinggang Erni, dan kembali menghujani Erni dengan C***an.
“Aku ingin kita mempunyai anak segera,” ucap Bram.
Deg...
Erni kaget mendengar ucapan Bram, karena dirinya tidak ingin mempunyai keturunan dari Bram, dia hanya ingin hartanya saja.
“Kenapa sayang, kok kaget?” tanya Bram kembali.
“Soalnya kita belum menikah,” jawab Erni alasan.
“Tenaga saja, kita akan menikah secepatnya, dan tidak apa-apakan? apa lagi kita sudah seperti suami istri,” jawab Bram.
Erni hanya tersenyum, padahal dalam hatinya sangat menolak mempunyai anak dari Bram. karena dia tidak mencintai Bram, dia hanya. mencintai uang Bram saja. makanya dia rela tidur dengan Bram seperti suami istri, apa lagi Bram sudah umur, berbeda jauh dengannya.
Namun Bram selalu memberikan apa yang ia inginkan, membelikan apartemen untuknya dan menanggung semua biaya hidupnya, Erni telah menjadi selingkuhan Bram, dan melayani Bram saat dirinya di butuhkan.
Namun ternyata Bram ingin menjadikan dirinya sebagai istri dan melahirkan anak untuknya, karena mama Ayu memang sudah tidak bisa memiliki keturunan lagi.
Kini mereka berdua lagi menikmati olahraga sore, olahraga kenikmatan, sehingga Erni tidak menyadari kalau Bram meninggalkan benih di dalam rahimnya.
“Setelah puas, Bram langsung tersenyum puas kepada Erni yang masih tertidur lemas, karena sangat kelelahan melayani Bram.
Tidak lama akhirnya Erni tertidur, Bram menatap selingkuhannya itu, “aku tidak bodoh sayang, kamu sebenarnya tidak ingin mempunyai anak dariku, tapi aku sudah terlanjur mencintaimu dan sudah membiayai hidupmu, jadi kau harus melahirkan anak untukku,” ucap Bram menatap wanitanya yang tertidur lelap.
Akhirnya Bram ikut tidur di samping Erni, saat Erni terbangun dia melihat Bram masih terlelap, Erni menatap Bram dan langsung tersenyum, “Mulai sekarang aku harus kb karena aku tidak ingin mempunyai anak darimu, karena aku mempunyai kekasih yang betul-betul aku cintai, dan kami akan bersatu nanti setelah kau aku singkirkan,” batin Erni dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
💞💞💞
__ADS_1
Hai kaka, jangan lupa dukungannya, lewat like dan komentarnya ya, terimakasih🙏🙏
****************Bersambung************